This Author published in this journals
All Journal Jurnal TILAPIA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hasil Tangkapan Rawai Dasar Berdasarkan Ukuran Mata Pancing Nomor 7 dan 9 di Perairan Pulau Banyak Aceh SingkilPulau Banyak Aceh Singkil Riyan Prianando; T Faizul Anhar; Chaliluddin Chaliluddin
Jurnal TILAPIA Vol 6, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v6i1.5526

Abstract

Kepulauan Banyak merupakan gugusan pulau di barat daya Aceh Singkil, terkenal dengan sumber daya perikanannya yang melimpah. Sehingga, banyak nelayan menggunakan alat tangkap rawai dasar karena ramah lingkungan dan memerlukan biaya yang relatif kecil sehingga terjangkau oleh nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tangkapan rawai dasar mata pancing nomor 7 dan nomor  9 di Perairan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan nelayan dan observasi langsung selama satu bulan dari Februari hingga Maret 2024. Hasil menunjukkan bahwa mata pancing nomor 7 menangkap 8 spesies ikan, dengan ikan kurisi (Nemipterus sp) sebagai tangkapan tertinggi (27%), sementara ikan pari (Desyatidae) sebagai tangkapan terendah (0%). Mata pancing nomor 9 menangkap 10 spesies ikan, dengan ikan kurisi sebagai tangkapan tertinggi (35%) dan ikan kerapu sunu (Plectropomus leopardus) sebagai tangkapan terendah (2%). Analisis CPUE (catch per unit effort) mengungkapkan bahwa ikan kuwe (Epinephelinae) memiliki nilai CPUE tertinggi sebesar 14,9 kg/trip, diikuti oleh ikan kurisi sebesar 9,8 kg/trip dan ikan kerapu sebesar 9,2 kg/trip. Berdasarkan hasil penelitian diambil kesimpulan bahwa alat tangkap rawai dasar dengan mata pancing nomor 7 yang paling efektif untuk menangkap ikan demersal di Perairan Pulau Banyak, Aceh Singkil. 
Pengaruh Jenis Limbah Tulang dan Kulit Ikan Tuna (Thunnus Sp.) terhadap Analisis Proksimat Natural Flavor Rulita Maulidya; Lia Handayani; Febi Mulfiza; Ainal Mardhiah; Elfa Yeni; Faisal Syahputra; T Faizul Anhar
Jurnal TILAPIA Vol 6, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v6i1.5915

Abstract

Ikan tuna (Thunnus sp.) adalah salah satu  hasil perikanan yang memiliki nilai gizi dan ekonomi baik. Hasil tangkapan produksi ikan tuna dari tahun ke tahun terus meningkat sehingga menyebabkan peningkatan limbah di industri pengolahan ikan. Tulang dan kulit ikan tuna kaya akan nilai gizi yang belum banyak di manfaatkan sebagai bahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh limbah  tulang dan kulit ikan tuna sebagai produk natural flavour alami yang memiliki nilai gizi tinggi. Metode penelitian menggunakan metode ekperimental laboraturium dengan sampel yang akan di analisis proksimat yaitu sampel E limbah tulang ikan tuna dan air pada perbandingan 1:3 b/v, sedangkan C yaitu limbah kulit ikan tuna pada perbandingan 1:4 b/v. Analisis proksimat yang dilakukan meliputi: kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat. Data hasil uji proksimat menunjukan bahwa natural flavour terbaik pada perlakuan C dengan nilai kadar air 6,76% dan kadar abu 25,88% yang lebih rendah dibandingkan perlakuan E, sedangkan kadar protein C lebih tinggi dibandingkan E yaitu 6,86%. Jika dari jumlah nilai gizi yang terbaik  perlakuan E lebih tinggi dibandingkan perlakuan C yaitu kadar lemak 6,17%, dan kadar karbohidrat 57,91%. Berdasarkan data tersebut perlakuan terbaik kaya akan nilai gizi terdapat pada perlakuan E dengan perbandingan limbah tulang ikan dan air 1:4 b/v.
Efektivitas Pemberian Astaxanthin pada Peningkatan Kecerahan Warna Ikan Molly (Poecilia sphenops) Rafiansyah Rafiansyah; Teuku Muhammad Haja Almuqaramah; T Faizul Anhar
Jurnal TILAPIA Vol. 7 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v7i2.7000

Abstract

The reduction in color intensity in molly fish (Poecilia sphenops) is a common problem in ornamental fish farming, typically caused by a decrease in the amount of pigments in the fish's body. Carotenoids, particularly astaxanthin, are known to play a role in enhancing the brightness of fish body color. Haematococcus pluvialis is one of the most commonly used sources of astaxanthin for this purpose, with the ability to accumulate astaxanthin up to 5% of its dry weight, making it a potential natural nutrient source in fish feed. This study aims to investigate the effect of adding astaxanthin extract to feed on the color intensity of molly fish and to determine the optimal dose for improving color quality in molly fish. The method used was a non-parametric Complete Randomized Design (CRD) with four treatments and three replicates: A (0 ml astaxanthin), B (5 ml astaxanthin), C (7.5 ml astaxanthin), and D (10 ml astaxanthin). The molly fish used had an initial average TCF score of 19 with a stocking density of 4 fish per jar. The parameter observed was the increase in fish color brightness. The results showed an increase in color intensity in the molly fish, with treatment C (7.5 ml astaxanthin) yielding the highest increase, averaging 21 points on the TCF score. Based on these findings, it can be concluded that adding astaxanthin extract to the feed can enhance the color intensity of molly fish, with a dose of 7.5 ml per 250 grams.