Azhari
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG TIRAM (Crassostrea glomerata ) Riski Nailya Devina; Meriatna; Azhari; Iqbal Kamar
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.23641

Abstract

Pupuk organik cair merupakan pupuk yang berasal dari bahan baku hewani maupun nabati. Salah satu jenisnya adalah pupuk organik cair berbahan dasar cangkang kerang tiram, karena cangkang tersebut mengandung nutrisi penting yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan unsur hara dalam pupuk organik cair yang dibuat dari cangkang tiram. Proses pembuatan dilakukan dengan mencampurkan molase, Effective Microorganism (EM21), dan asam humat. Bahan utama yang digunakan meliputi 200 gram cangkang tiram yang telah dihaluskan, 1.500 ml air, serta 200 gram sisa sayuran sebagai variabel tetap. Adapun variabel bebas penelitian ini adalah lama fermentasi (15, 20, 25, 30, dan 35 hari) dan volume EM21 (20, 30, 40, 50, dan 60 ml). Penelitian ini berfokus pada pengaruh variasi volume EM21 terhadap kandungan nitrogen, C-organik, rasio C/N, dan pH pupuk organik cair. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar nitrogen tertinggi dicapai pada hari ke-15 dengan penambahan 60 ml EM21, yakni sebesar 0,56%. Kandungan C-organik tertinggi diperoleh pada hari ke-20 dengan volume EM21 50 ml, yaitu 0,39%, di mana peningkatan waktu fermentasi cenderung meningkatkan kandungan C-organik. Hasil pengukuran pH menunjukkan bahwa nilainya berada dalam kisaran standar pupuk organik cair (4–9). Rasio C/N terbaik ditemukan pada fermentasi hari ke-20 dengan penambahan 20 ml EM21, sebesar 13,93%. Secara keseluruhan, semakin lama fermentasi, kadar nitrogen mengalami penurunan, sementara kandungan C-organik dan rasio C/N meningkat. Durasi fermentasi yang lebih panjang juga cenderung menurunkan nilai pH.
KONVERSI MINYAK MENTAH NABATI DARI KULIT KOPI ARABICA DENGAN VARIASI RASIO METANOL TERHADAP PEMBUATAN BIOGASOLINE Aula Mayshura; Jalaluddin; Eddy Kurniawan; Leni Maulinda; Azhari
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 2 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.23952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses konversi minyak mentah nabati yang diperoleh dari kulit kopi arabika menjadi biogasoline melalui variasi rasio metanol. Kulit kopi yang merupakan limbah pertanian dengan kandungan senyawa organik tinggi diproses menjadi bio-oil melalui pirolisis, kemudian diolah lebih lanjut dengan metode alkilasi menggunakan katalis asam H₂SO₄. Proses dilakukan melalui tahap refluks pada suhu 80°C dengan variasi waktu reaksi serta perbandingan bahan baku terhadap metanol, dilanjutkan dengan distilasi pada suhu 110°C untuk memisahkan fraksi bahan bakar. Hasil produk biogasoline diuji sifat fisik dan kimianya meliputi densitas, viskositas, rendemen (yield), nilai kalor, analisis gugus fungsi dengan Fourier Transform Infrared (FTIR), serta identifikasi komposisi senyawa menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa rasio metanol berpengaruh signifikan terhadap karakteristik biogasoline, dengan yield tertinggi sebesar 43% (pada waktu reaksi 6 jam dan rasio 1:1), densitas terendah sebesar 0,9192 g/ml (waktu reaksi 6 jam dan rasio 1:4), viskositas terendah sebesar 1,385 mm²/s (waktu reaksi 6 jam dan rasio 1:4), dan nilai kalor yang dihasilkan mencapai 1.535 Kkal/Kg Penelitian ini membuktikan potensi pemanfaatan limbah kulit kopi sebagai bahan baku biofuel berkualitas.
PEMANFAATAN TONGKOL JAGUNG DAN SEKAM PADI DALAM PEMBUATAN BRIKET DENGAN PEREKAT TEPUNG KANJI SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF firdaus; Azhari; Muhammad; Agam Muarif; Suryati
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 3 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i03.26100

Abstract

Briket merupakan sumber bahan bakar alternatif, yang memanfaatkan limbah pertanian yang bisa digunakan dalam mengolah briket. Analisa ini dilakukan untuk menganalisis bagaimana hasil campuran arang sekam padi dan tongkol jagung memengaruhi kualitas fisik serta karakteristik briket yang dihasilkan. Variabel yang digunakan yaitu perbandingan massa arang tongkol jagung dan sekam padi sebesar (30:70, 40:60, 50:50, 60:40 dan 70:30) dan menggunakan tepung kanji dengan variasi 10 gr, 15gr dan 20gr sebagai perekat, hal ini bertujuan untuk memastikan material memiliki daya rekat yang cukup kuat dalam menyatukan dua permukaan benda secara efektif. Metode yang digunakan adalah karbonisasi, dimana karbonisasi adalah proses untuk memperoleh karbon atau arang tanpa oksigen atau reagen lainnya. Dari tiga sampel yang diuji nilai kalor dengan perekat 20gr menunjukkan bahwa karakteristik nilai kalor tertinggi terdapat pada perbandingan (50:50). Karakteristik briket pada perbandingan tersebut memiliki nilai kadar air sebesar 4,3790%, kadar abu 6,2117%, kadar zat menguap 26,5941%, kadar karbon terikat 62,8152% dan nilai kalor tertinggi sebesar 6039,91 kal/g. Sementara itu, nilai kalor dari ketiga sampel tersebut dengan perekat 20gr terendah ditemukan pada perbandingan arang tongkol jagung dan sekam padi (30:70), yaitu sebesar 5755,97 kal/g.