Muhammad
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN TONGKOL JAGUNG DAN SEKAM PADI DALAM PEMBUATAN BRIKET DENGAN PEREKAT TEPUNG KANJI SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF firdaus; Azhari; Muhammad; Agam Muarif; Suryati
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 3 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i03.26100

Abstract

Briket merupakan sumber bahan bakar alternatif, yang memanfaatkan limbah pertanian yang bisa digunakan dalam mengolah briket. Analisa ini dilakukan untuk menganalisis bagaimana hasil campuran arang sekam padi dan tongkol jagung memengaruhi kualitas fisik serta karakteristik briket yang dihasilkan. Variabel yang digunakan yaitu perbandingan massa arang tongkol jagung dan sekam padi sebesar (30:70, 40:60, 50:50, 60:40 dan 70:30) dan menggunakan tepung kanji dengan variasi 10 gr, 15gr dan 20gr sebagai perekat, hal ini bertujuan untuk memastikan material memiliki daya rekat yang cukup kuat dalam menyatukan dua permukaan benda secara efektif. Metode yang digunakan adalah karbonisasi, dimana karbonisasi adalah proses untuk memperoleh karbon atau arang tanpa oksigen atau reagen lainnya. Dari tiga sampel yang diuji nilai kalor dengan perekat 20gr menunjukkan bahwa karakteristik nilai kalor tertinggi terdapat pada perbandingan (50:50). Karakteristik briket pada perbandingan tersebut memiliki nilai kadar air sebesar 4,3790%, kadar abu 6,2117%, kadar zat menguap 26,5941%, kadar karbon terikat 62,8152% dan nilai kalor tertinggi sebesar 6039,91 kal/g. Sementara itu, nilai kalor dari ketiga sampel tersebut dengan perekat 20gr terendah ditemukan pada perbandingan arang tongkol jagung dan sekam padi (30:70), yaitu sebesar 5755,97 kal/g.
Produksi Bioetanol dari Limbah Kertas HVS (Houtvrij Schrijf papier) melalui Proses Hidrolisis Asam Klorida (HCl) Aditya Maulana Adit; Meriatna; Leni Maulinda; Faisal; Muhammad; Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 2 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.26102

Abstract

Produksi kertas di Indonesia berdasarkan Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) mencapai 12,98 juta ton/tahun.Kertas yang telah digunakan dan dibuang dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan. Kandungan selulosa pada kertas sangat tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bioetanol. Limbah kertas HVS merupakan salah satu jenis limbah padat yang mengandung selulosa tinggi dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan hidrolisis asam HCl terhadap bahan baku serta waktu fermentasi terhadap kadar, densitas, dan viskositas bioetanol yang dihasilkan. Proses hidrolisis dilakukan menggunakan larutan HCl dengan perbandingan 1:2, 1:3, 1:4 dan 1:5 antara asam dan kertas HVS, kemudian difermentasi menggunakan mikroorganisme Saccharomyces cerevisiae selama 3, 5, dan 7 hari. Setelah fermentasi selesai, hasil cairan dianalisis meliputi kadar bioetanol tertinggi pada perbandingan 1:5 pada waktu fermentasi selama 5 hari dengan nilai 7,22% menggunakan piknometer, densitas (0,7881g/mL), dan viskositas (1,135mPa·s) menggunakan viskosimeter Ostwald..
Pembuatan Briket Arang dari Campuran Limbah Sekam Padi dan Pelepah Kelapa Sawit Menggunakan Perekat Tepung Tapioka Maya Febriyanti Sibuea; Rauzatul Rahmah; Wusnah; Muhammad; Sulhatun; Iqbal Kamar
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.26396

Abstract

Briket adalah bahan bakar padat berbasis karbon yang memiliki nilai kalor tinggi dan mampu mengalami pembakaran berkepanjangan. Penelitian ini mengeksplorasi pengolahan limbah sekam padi dan pelepah kelapa sawit menjadi briket sebagai substitusi bahan bakar, dengan memanfaatkan tepung tapioka sebagai agen perekat melalui proses karbonisasi. Variabel yang diteliti mencakup perbandingan bahan baku, ukuran partikel, dan konsentrasi perekat. Prosedur meliputi karbonisasi sekam padi pada suhu 250∘C selama 1 jam serta pelepah kelapa sawit pada 300∘C selama 2 jam, dilanjutkan pencampuran, pemadatan briket, dan pengeringan pada 105∘C. Parameter analisis meliputi kadar air, kadar abu, zat volatil, karbon terikat, serta nilai kalor. Hasil mengungkap pengaruh signifikan rasio bahan baku, konsentrasi perekat, dan ukuran partikel terhadap karakteristik fisikokimia dan termal briket. Formulasi optimal dicapai pada komposisi arang sekam padi:pelepah kelapa sawit 25:75, ukuran partikel 80 mesh, dan perekat 8%, yang menghasilkan kadar air 4,4%, kadar abu 11%, zat menguap 14%, karbon terikat 70,6%, serta nilai kalor 4542,0 kal/g.