Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

AKSI CEGAH STUNTING BERSAMA IGABA KAPANEWON GAMPING Evi Wahyuntari; Faurina Rizca Fauzia; Ratna Yunita Setiyani Subarjo
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v2i2.462

Abstract

Latar belakang: Permasalahan gizi di Indonesia yang masih sangat tinggi salah satunya adalah stunting. Prevalensi kejadian stunting di DIY sebesar 10,69% dan Kapenawon Gamping menjadi prioritas lokus stunting pada tahun 2021 dan 2022.  Tujuan: pemberdayaan guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) melalui pelatihan guru agar mampu melakukan deteksi dini dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) permasalahan gizi anak. Permasalahan: Sampel 6 TK ABA ditemukan 56 (22%) anak  status gizi buruk, 26 (10%)  anak obesitas, dan 29 orang (11%) stunting. Metode: Pelatihan guru terkait dengan pencegahan stunting dari segi gizi, kebersihan, tumbuh kembang anak, dan psikologi orangtua terhadap kesehatan anak. Hasil:  Terdapat 61 guru TK anggota IGABA yang telah diberikan pelatihan, tersedia buku gizi, tumbuh kembang dan coping stress sebagai media KIE yang dapat dimanfaatkan guru dan  52 (85,2%) skor pengetahuan meningkat.   Simpulan:   Pemberian pelatihan guru sebagai salah satu upaya mengoptimalkan peran guru untuk pencegahan stunting pada anak pra sekolah . Kata kunci : Stunting, pra sekolah, tumbuh kembang
AKSI CEGAH STUNTING BERSAMA IGABA KAPANEWON GAMPING Evi Wahyuntari; Faurina Rizca Fauzia; Ratna Yunita Setiyani Subarjo
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v2i2.462

Abstract

Latar belakang: Permasalahan gizi di Indonesia yang masih sangat tinggi salah satunya adalah stunting. Prevalensi kejadian stunting di DIY sebesar 10,69% dan Kapenawon Gamping menjadi prioritas lokus stunting pada tahun 2021 dan 2022.  Tujuan: pemberdayaan guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) melalui pelatihan guru agar mampu melakukan deteksi dini dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) permasalahan gizi anak. Permasalahan: Sampel 6 TK ABA ditemukan 56 (22%) anak  status gizi buruk, 26 (10%)  anak obesitas, dan 29 orang (11%) stunting. Metode: Pelatihan guru terkait dengan pencegahan stunting dari segi gizi, kebersihan, tumbuh kembang anak, dan psikologi orangtua terhadap kesehatan anak. Hasil:  Terdapat 61 guru TK anggota IGABA yang telah diberikan pelatihan, tersedia buku gizi, tumbuh kembang dan coping stress sebagai media KIE yang dapat dimanfaatkan guru dan  52 (85,2%) skor pengetahuan meningkat.   Simpulan:   Pemberian pelatihan guru sebagai salah satu upaya mengoptimalkan peran guru untuk pencegahan stunting pada anak pra sekolah . Kata kunci : Stunting, pra sekolah, tumbuh kembang
Self-Compassion pada Dewasa Awal dengan Fatherless: Penelitian Mutia Shafa Zukhulaika; Ratna Yunita Setiyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4483

Abstract

Fatherlessness is increasingly prevalent in Indonesia and has notable effects on emotional development, particularly during emerging adulthood. The absence of a father figure may hinder individuals’ ability to cultivate self-compassion. This study aims to explore the dynamics of self-compassion among emerging adults who experience fatherlessness. A qualitative case study approach was employed through in-depth interviews and observations with two emerging adult participants. Data were analyzed using Neff’s three components of self-compassion: self-kindness vs. self-judgment, common humanity vs. isolation, and mindfulness vs. over-identification. The findings show that both participants demonstrated low self-kindness and high self-judgment, reflected in excessive self-criticism and feelings of unworthiness. In the area of common humanity, participants tended to feel isolated and believed their suffering was unique. Regarding mindfulness, they recognized their emotions but often became overwhelmed by negative affect. This study concludes that fatherlessness significantly contributes to low self-compassion in emerging adults, particularly through patterns of self-criticism, emotional isolation, and difficulties in emotion regulation.
Aggressive Behavior of Adolescents in terms of Authoritarian Parenting Perceptions Ratna Yunita Setiyani; Icha Herawati; Fuad Nashori
Journal of Public Health Sciences Vol. 1 No. 02 (2022): Journal of Public Health Sciences
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.771 KB) | DOI: 10.56741/jphs.v1i02.104

Abstract

The family is the most critical environment in early adolescent development. Every parent's parenting style in educating their children is unique. Cruel parenting and lack of warmth between parents and children or also known as US authoritarian parenting is one of the most dominant forms of parenting that can affect adolescent attitudes. This study aims to determine the relationship between adolescent aggressive behavior and perceptions of authoritarian parenting. This study uses a quantitative method with a correlational approach. Respondents in this study were aged between 15 to 21 years and still lived at home with their parents. The number of respondents in this study were 105 respondents. The sampling technique used is probability sampling technique. Data collection is done by filling out a questionnaire. Data were analyzed with Pearson Correlation Product moment. The results showed that respondents limited aggressive behavior to a very high percentage of 58.1% (61 people). While authoritarian parenting was experienced by 44.8% (47 people), it was also experienced at a very high level of 46.7% (49 people). The results of product moment analysis obtained a value of p = 0.000 (p <0.05) with a correlation coefficient of 0.892 which indicates a high close relationship.