Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

DISTRIBUSI DENTIN TERSIER PADA PUNCAK PULPA GIGI MOLAR MANDIBULA YANG ATRISI AKIBAT MENYIRIH Yendriwati, Yendriwati; Lindawati, Yumi; Nababan, Rahmat Setiadi
Dentika: Dental Journal Vol. 19 No. 1 (2016): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.877 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v19i1.138

Abstract

Dentin tersier adalah jaringan yang dibentuk sebagai respon yang terlokalisasi terhadap stimulus eksternal yang kuat dalam penggunaan gigi geligi. Atrisi akibat pengunyahan yang cepat dan berlebihan seperti menyirih akan memicu odontoblast-like cell membentuk dentin tersier. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi dentin tersier yang terbentuk pada gigi penyirih di setiap puncak pulpa yaitu mesio lingual, linguodistal, bukomesial, bukodistal dan fisur, melihat perbedaan distribusi dentin tersier di setiap bagian puncak pulpa dan distribusi dentin tersier yang terbentuk berdasarkan derajat atrisi gigi. Desain penelitian ini adalah cross-sectional, dengan melakukan observasi pada 11 gigi molar satu atau molar dua rahang bawah untuk melihat dentin tersier yang terbentuk pada gigi penyirih yang mengalami atrisi. Sampel ditanam kedalam dental stone sampai sepertiga akar gigi, dibelah secara vertikal menggunakan diamond bur disc dari arah mahkota gigi sampai ke batas dental stone. Sampel diobservasi dan difoto menggunakan mikroskop Olympus SZX16 yang dilengkapi kamera dan terintegrasi dengan komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dentin tersier ditemukan pada setiap puncak pulpa gigi yang mengalami atrisi dengan distribusi pada bagian linguomesial 90%, linguodistal 72,8%, bukomesial 100%, bukodistal 100%, dan fisur 90,9%. Distribusi persentase dentin yang terbentuk lebih banyak ditemukan pada atrisi derajat 2 (100%) dibandingkan atrisi derajat 1. Sebagai kesimpulan, dentin tersier terbentuk pada seluruh puncak pulpa bagian bukal gigi yang mengalami atrisi dan semakin parah atrisi yang terjadi dentin tersier yang terbentuk semakin kompleks.
KONFIGURASI SALURAN AKAR GIGI PADA GIGI MOLAR SATU MANDIBULA PERMANEN: ROOT CANAL CONFIGURATION OF PERMANENT MANDIBULAR FIRST MOLARS Yendriwati; Melissa
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 3 (2015): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.094 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i3.1977

Abstract

Gigi molar satu (M1) mandibula permanen merupakan gigi yang paling sering mendapatkan perawatan endodonti,namun juga paling sering mengalami kegagalan perawatan dan membutuhkan perawatan ulang. Salah satu penyebabkegagalan ini adalah adanya saluran akar yang tidak terawat akibat kegagalan klinisi dalam mendeteksi saluran tersebut.M1 mandibula memiliki morfologi saluran akar yang sangat kompleks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuivariasi konfigurasi saluran akar gigi M1 mandibula berdasarkan klasifikasi Vertucci pada populasi di Medan. Studi crosssectional ini menggunakan 25 gigi M1 mandibula. Pada sampel dilakukan proses dekalsifikasi dan pewarnaan saluranakar, kemudian saluran akar diamati menggunakan stereomikroskop. Hasil penelitian menunjukkan variasi konfigurasisaluran akar pada akar mesial adalah 36% tipe II, 36% tipe IV, 16% tipe I, 8% tipe III, dan 4% tipe V, sedangkan padaakar distal adalah 84% tipe I, 8% tipe V, 4% tipe II dan 4% tipe III. Pada gigi M1 mandibula yang memiliki tiga akar,akar distolingual seluruhnya (100%) memiliki konfigurasi tipe I. Dapat disimpulkan bahwa gigi M1 mandibula memilikikonfigurasi saluran akar pada akar mesial tipe I, II, III, IV dan V, pada akar distal tipe I, II, III, dan V, pada akardistolingual seluruhnya tipe I, dan tidak dijumpai konfigurasi tipe VI, VII dan VIII pada seluruh akar.
PERBANDINGAN PEMAHAMAN PENCEGAHAN KARIES GIGI METODE VIDEO DAN LEAFLET SISWA PESANTREN AR-RAUDHATUL HASANAH MEDAN TAHUN 2020 Ameta Primasari; Minasari; Tyasingsih, Filia Dana; Yendriwati; DewaBrata, Gilang
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.418 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v16i2.1136

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini mengajak anak-anak untuk memahami materi penyuluhan yang diberikan penulis. Media yang digunakan yaitu media video dan leaflet mengenai pencegahan karies gigi. Jenis pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan pretest-posttest design Metode mencakup data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang langsung dari responden melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner pemehaman tentang pencegahan karies. Data sekunder, yaitu data yang mendukung data primer yang diperoleh dari catatan atau dokumen Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Medan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah mengetahui perbedaan pemahaman antara laki-laki dan perempuan, kemudian perbedaan hasil pre-test dan post-test, serta membandingkan metode pengukuran mana yang terbaik. Aspek pengukuran dalam pengabdian kepada masyarakat ini didasarkan pada jawaban responden terhadap pertanyaan dari kuesioner yang disesuaikan dengan skor, secara umum disusun sebanyak 15 pertanyaan. Sampel pada pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari 2 kelompok yaitu 34 orang siswa yang diberikan penyuluhan kesehatan dengan media video dan 34 orang siswa yang diberikan penyuluhan leaflet. Berdasarkan data hasil menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara peningkatan pengetahuan karies pada anak yang mendapatkan pendidikan kesehatan menggunakan media video maupun leaflet, karena didapatkan nilai p value sebesar 0,037.
Effect of aloe vera on the proliferation phase of oral mucosal wound healing in rats Primasari, Ameta; Yendriwati, Yendriwati; Minasari, Minasari; Buaya, Erlin Kristiani; Madani, Sri Ayu Winda; Sembiring, Kartika Nabila; Hidayati, Rizka
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/majkedgiind.77682

Abstract

Aloe vera is known as a medicinal plant containing an active substance acemannan thought to play a role in accelerating wound healing. This study aims to determine the effect of aloe vera extract on the proliferation phase of oral mucosa wound healing in rats by looking at epithelial thickening, epithelial gaps closure, growth of new blood vessels, and connective tissue growth. This research is a pure experimental study with a post-test only control group design. On the left buccal mucosa of the mouth of 24 white Wistar rats (n = 24), an incision was made by scalpel with 10 mm length and 2.5 mm depth. The rats were divided into 4 groups: groups 1 and 2 as controls, while groups 3 and 4 were applied with aloe vera extract made by maceration technique. Wound tissue was observed histologically with Hematoxylin-Eosin staining under a microscope with an image analyzer for measuring the thickness of epithelium. The analysis of epithelial gap width used morphometry, and the number of capillaries was counted manually. Connective tissue thickness was measured with Image-J software. These were carried out on days 7 and 14 after treatment and the data were analyzed with the independent t-test and Mann-Whitney test. The results showed that aloe vera extract had no significant effect on epithelial thickening on day 7 (p = 0.701) nor on day 14 (p = 0.639), but a significant effect was shown on epithelial gaps closing (p = 0.049), connective tissue thickening (p = 0.004), and capillary increase on day 7 (p = 0.049). It could be concluded that aloe vera extract could potentially accelerate the epithelial gaps closure, connective tissue thickening, and capillary increase during the proliferation phase of the oral mucosa wound healing.
PENGARUH BERKUMUR LARUTAN EKSTRAK BONGGOL NANAS 20% TERHADAP LAJU ALIR, pH, DAN TOTAL PROTEIN SALIVA Samosir, Albertus Luis Sandro; Primasari, Ameta; Astrina, Ika; Yendriwati, Yendriwati
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 38, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v38i1.64405

Abstract

Pendahuluan: Saliva memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan rongga mulut yaitu menjaga pH optimal rongga mulut. Penurunan pH saliva yang menyebabkan demineralisasi email.  Tanaman nanas memiliki khasiat bagi rongga mulut, yaitu dapat meningkatkan sekresi saliva dan memiliki enzim bromelain yang banyak didapatkan pada bonggol nanas yang mampu menghambat bakteri sehingga dapat mencegah terjadinya karies. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh berkumur larutan ekstrak bonggol nanas 20% terhadap laju alir, pH dan total protein saliva.Metode: Penelitian eksperimental kuasi dengan rancangan penelitian pretest-posttest design with control group design. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa FKG USU berusia 18-22 tahun. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel terbagi menjadi 2 kelompok dan berjumlah 10 subjek pada setiap kelompok perlakuan dan kontrol negatif.Saliva dikumpulkan sebelum dan sesudah berkumur larutan ekstrak bonggol nanas. Laju alir saliva diukur dengan cara menimbang saliva yang terkumpul dibagi per waktu, pH saliva diukur dengan menggunakan pH meter digital, total protein diukur dengan menggunakan PierceTM BCA Protein Assay Kit.Hasil: Penelitian menunjukkan berkumur larutan ekstrak bonggol nanas 20% memiliki pengaruh yang signifikan pada laju alir dan pH saliva (p < 0,05 ), sedangkan total protein memiliki pengaruh yang tidak signifikan.Kesimpulan: Penelitian ini bahwa berkumur larutan ekstrak bonggol nanas memiliki pengaruh yang baik terhadap laju alir dan pH saliva.