Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH LEADER’S EMOTION TERHADAP JOB PERFORMANCE DENGAN POWER DISTANCE DAN TASK INTERDEPENDENCE SEBAGAI VARIABEL MODERATOR (Studi pada BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah) Lestari, Fitri Wahyu; Suharnomo, Suharnomo
Diponegoro Journal of Management Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Faculty of Economics and Business Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.161 KB)

Abstract

The achievement of a organization goals is influenced by various factors, one of it is performance. The performance reflects how well employees are meeting their targets in a job. This study aims to determine the influence of leader’s emotion towards employee performance with power distance and task interdependence as a moderation variable.This research was conducted to employees of BAPPEDA Central Java Province with the number of samples by 105 respondents. Data was collected using these three methods which are interviews, questionnaires and literature studies. Simple regression analysis and moderated regression analysis was used in order to conduct this study.The results of this studies are: Leader’s Emotion affect positively towards the employees performance,  Power Distance attenuated the positive relationship between the leader's  emotion  and  the  employee's  job  performance  and,  Task  Interdependence attenuated the positive relationship between the leader's emotions and employee’s job performance.
Efektivitas Konsumsi Coklat Dan Pijat Endorphin Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Lestari, Restu Senja; M, Maryam Syarah; Jayatmi, Irma; Ariyanti, Novi; Lestari, Fitri Wahyu; Kustari, N Amelinda; Ernawati, Muji; Aryanti, Tanty
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.19997

Abstract

Dismenorea termasuk salah satu keluhan terkait menstruasi yang banyak dialami oleh wanita. Dismenorea merupakan gangguan menstruasi dengan angka kejadian tertinggi sebesar 89,5%, diikuti oleh ketidaknyamanan menstruasi sebesar 31,2% dan menstruasi berkepanjangan sebesar 5,3%. Pada beberapa penelitian, ditemukan prevalensi dismenorea bervariasi antara 15,8% dan 89,5%. Desain penelitian yang akan dipakai dalam penelitian ini merupakan pendekatan Study Case Literature Review (SCLR) menggunakan 6 sampel eksperimen yang dibagi kepada 2 pemberian intervensi di mana 1-3 responden remaja diberikan intervensi cokelat, 4-6 remaja putri lagi diberikan intervensi pijat endorphin, ekperimen dilakukan dengan memberikan intervensi selama 3 hari lalu kemudian dilakukan observasi intensitas penurunan nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil dari pemberian intervensi didapatkan Responden 1-3 sebelum diberikan intervensi cokelat memiliki Tingkat nyeri parah, dan setelah diberikan intervensi cokelat terdapat penurunan nyeri dengan hasil responden 1 memiliki Tingkat nyeri 0 atau tidak nyeri dan responden 2,3 memiliki Tingkat nyeri ringan. Responden 4-6 sebelum diberikan intervensi pijat endorphin memiliki Tingkat nyeri parah, dan setelah diberikan intervensi pijat endorphin terdapat penurunan nyeri dengan hasil Tingkat nyeri 0 atau tidak nyeri. Berdasarkan hasil Intervensi pijat endorphin lebih efektif dibandingkan dengan konsumsi cokelat. Maka disarankan klien atau masyarakat khususnya Remaja Putri dapat melakukan tindak lanjut yang tepat dan mampu memberikan intervensi non farmakologis berupa konsumsi cokelat dan pijat endorphin untuk menurunkan masalah dismenorea atau Kesehatan reproduksi Wanita.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN INTENSITAS NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI Kushayati, Nuris; Aprilin, Heti; Lestari, Fitri Wahyu
Enfermeria Ciencia Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 4, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/ec.v4i1.98

Abstract

Dismenore merupakan keluhan ginekologis yang prevalen pada remaja putri dan berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk konsentrasi belajar. Aktivitas fisik diduga memiliki peran protektif dalam mengurangi intensitas nyeri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat aktivitas fisik dan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Jenis penelitian adalah analitik korelasional dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh 55 remaja putri di Desa Wonorejo, Kabupaten Mojokerto, dengan sampel berjumlah 48 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen, yaitu aktivitas fisik, diukur dengan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), sedangkan variabel dependen, intensitas nyeri dismenore, dinilai menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan dengan uji statistik Spearman's rank correlation. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik aktivitas fisik didominasi oleh kategori ringan (50%), sedangkan intensitas nyeri dismenore paling banyak pada kategori sedang (75%). Analisis tabulasi silang mengungkap pola bahwa kelompok aktivitas fisik berat memiliki proporsi tertinggi untuk nyeri ringan (55,6%), sementara nyeri berat tidak ditemukan pada kelompok tersebut. Hasil uji Spearman's rank menunjukkan hubungan negatif yang signifikan dengan kekuatan moderat antara kedua variabel (nilai p = 0,01; koefisien korelasi r = -0,453). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat aktivitas fisik, intensitas nyeri dismenore cenderung semakin rendah. Kesimpulannya, terdapat hubungan negatif yang bermakna antara aktivitas fisik dan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Oleh karena itu, promosi aktivitas fisik yang teratur direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif dalam manajemen dismenore untuk meningkatkan kualitas hidup dan fungsi sehari-hari remaja putri