Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Risiko Produksi Cabai Merah di Nagari Tabek Patah Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar Fikhriyyah, Alya; Ifdal, Ifdal; Paloma, Cindy
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 5 No. 3 (2023): December
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i3.481

Abstract

AbstrakPetani cabai Nagari Tabek Patah memiliki beberapa kendala yang dihadapi petani seperti masih rendahnya penerapan pengelolaan sarana alat mesin pertanian oleh petani, faktor cuaca dan iklim yang cukup ekstrim serta tingginya serangan hama dan penyakit pada tanaman cabai. Hal ini menjadikan produktivitas cabai merah memiliki banyak risiko dalam produktivitas usahatani cabai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber-sumber risiko, tingkat risiko dan manajemen risiko produksi cabai merah untuk mengatasi risiko produksi cabai merah di Nagari Tabek Patah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan sampel sebanyak 31 responden yang dipilih menggunakan Teknik Proporsionated Random Sampling. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga sumber risiko pada usahatani cabai merah di Nagari Tabek Patah yaitu risiko sosial, risiko fisik, dan risiko ekonomi. Berdasarkan perhitungan analisis tingkat risiko produksi cabai merah yang dihitung menggunakan koefisien variasi adalah 0,14 artinya tingkat risiko produksi cabai merah tergolong rendah dan terhidar dari kerugian. Manajemen risiko yang dilakukan petani cabai merah di Nagari Tabek Patah dengan metode pengendalian risiko (risk control) seperti mengatur pola tanam, tidak menanam tanaman yang sefamili dengan cabai, menanam 2-3 benih cabai pada satu lobang tanam, membiarkan gulma dipinggir bedengan, mengikuti kegiatan penyuluhan, dan penyortiran buah cabai serta melakukan diversifikasi dan pembiayaan risiko (risk financing) dengan metode penanggungan risiko (risk retention) dengan cara pengendalian hama penyakit secara kimiawi.
Analisis Usaha Mikro Kerupuk Ubi di Nagari Muara Panas Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok Adestia, Dita; Triana, Lora; Paloma, Cindy
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 6 No. 1 (2024): April
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v6i1.484

Abstract

Usaha mikro kerupuk ubi di Nagari Muara Panas Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok saat ini masih mengalami beberapa permasalahan seperti pengolahan kerupuk ubi di Nagari Muara Panas masih sangat sederhana, pengembangan usaha ubi yang belum maksimal dan keuangan pelaku usaha mikro kerupuk ubi yang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil usaha dan menganalisis keuntungan serta titik impas usaha kerupuk ubi di Nagari Muara Panas, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok. Metode penelitian adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian survei. Analisis data deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis tujuan pertama dan analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis tujuan kedua. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dengan periode penelitian mulai dari tanggal 27 Agustus 2023 - 24 September 2023. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode snowball sampling dengan jumlah sampel sebanyak 12 sampel yang didapatkan dengan perhitungan rumus Yamane. Pengumpulan data di lapangan dilakukan dengan wawancara secara langsung dengan pelaku usaha menggunakan panduan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total pendapatan yang diperoleh pelaku usaha mikro kerupuk ubi di Nagari Muara Panas selama periode penelitian yaitu Rp49.251.000,-. Total biaya sebesar Rp46.539.921,-. Total keuntungan yang diperoleh yaitu sebesar Rp7.055.079,-. Sedangkan titik impas yang diperoleh untuk kuantitas sebanyak 2.830 dan titik impas penjualan sebesar Rp39.821.376,-.Â