Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ABDIMAS SILIWANGI

Pelatihan membuat Peyeum Bandung di kelas 9 SMP Darul Falah Cihampelas Kabupaten Bandung Barat: Indonesia Fathurrohim, Muhammad Faizal; Praja, Adhitya Eka
Abdimas Siliwangi Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peyeum merupakan makanan fermentasi berbahan baku singkong khas masyarakat Jawa Barat. Peuyeum mempunyai manfaat untuk kesehatan tubuh yang berguna untuk sistem saraf dan sistem pencernaan. Metode pelaksanaan kegitan ini adalah dengan cara praktek langsung membuat peyeum, 1 hari melakukan pencucian singkong, perebusan, dan pemberian ragi, serta difermentasi selama 3 hari. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa 55 orang dapat membuat peyeum dan 18 orang gagal menghasilkan produk peyeum yang sesuai. Kata Kunci : fermentasi, pelatihan, peyeum, praktek, singkong.
Sosialisasi program kang pisman (kurangi, pisahkan, manfaatkan) di Kelurahan Cipamokalan, Kabupaten Bandung Fathurrohim, Muhammad Faizal; Dwi Andika, Kristina; Siti Nurhaliza, Silva; Saffanah Sofyan, Zulfa; Ismawati, Irma; Suryati, Suryati
Abdimas Siliwangi Vol. 8 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah sampah di Kota Bandung masih menjadi masalah besar, terutama di Kelurahan Cipamokolan, di mana timbulan sampah cukup tinggi setiap harinya. Program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan) diusulkan oleh pemerintah sebagai pendekatan manajemen berbasis masyarakat, tetapi masih belum banyak digunakan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan warga dalam pemilahan dan pemanfaatan sampah melalui pendekatan pendampingan, sosialisasi, dan diskusi. Metode pelaksanaan berkonsentrasi pada tiga RW prioritas dan menggunakan sistem pemilahan organik dan anorganik serta teknologi tepat guna seperti rumah maggot, metode loseda, dan kompos takakura. Dari 4.816 rumah, hanya 21,64% yang memilah sampah secara konsisten, menurut hasil penelitian. Timbulan sampah harian mencapai 6.708,96 kg, terdiri dari 3.824,11 kg sampah organik, 1.610,15 kg sampah anorganik, dan 1.274,70 kg residu. Hanya 1.201,67 kg dari jumlah ini yang berhasil diolah, menghasilkan pengurangan total sebesar 17,91%. Meskipun pengurangan menjadi 20–30 persen pada bulan berikutnya, partisipasi masyarakat tetap tidak merata. Meskipun program edukasi dan pendampingan telah menunjukkan bahwa mereka efektif dalam mengurangi volume sampah, diperlukan pendekatan lanjutan untuk meningkatkan partisipasi warga dan meningkatkan kerja sama lintas sektor.