Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Menjanda sebagai Model Resiliensi Perempuan Sabariman, Hoiril; Kholifah, Siti
JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jsw.2020.4.1.4682

Abstract

Women in rural Madura prefer to live alone as a widow after being left by husbands (divorced/deceased). This phenomenon is better known as a single mother. The single mother women perform dual roles in the family, namely public roles and domestic roles. This research focuses on the causes of women who prefer to be single mothers as well as their strategies in maintaining resilience in the family. The case study approach and qualitative methods are used to understand the phenomenon. The data show that several factors influence women in Ponteh village to live longer as single mothers than men after getting divorced. Firstly, wanting to raise their children, secondly, for women, divorce is a traumatic event, third, understanding of Islamic thought, fourth, social prestige. The resilience of single mothers is indicated by their multiple roles as women. Women are more active in productive activities as well as reproductive or domestic activities. The contribution of this article is to explain more about the single mother phenomenon in rural Madura.
Dinamika Petani Akibat Fragmentasi Lahan Pertanian Suku Tengger di Pegunungan Bromo Susanti, Anik; Sabariman, Hoiril
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 20 No. 3 (2021): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Balai Besar Litbang Pelayanan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v20i3.2762

Abstract

Berdasarkan kepemilikan lahan, petani dapat digolongkan menjadi tiga kategori. Petani dengan lahan luas adalahpetani kaya, petani dengan lahan menengah, dan petani dengan lahan sempit. Setiap kategori petani memiliki strategiberbeda dalam pemilihan jenis tanaman, tenaga pengelolaan lahan, modal pertanian hingga mempertahankan ketahanansosial (resiliensi) bagi tiap-tiap keluarga. Tujuan penelitian menganalisis strategi petani gurem dalam meningkatkankesejahteraan sosial di Desa Sapikerep. Lokasi ini ditentukan sengaja, sedangkan pendekatan kualitatif deskriptif digunakanuntuk menjelaskan dinamika yang terjadi pada petani gurem. Sebanyak enam informan ditentukan secara kebetulan adaatau tersedia di suatu tempat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi serta catatan lapangan.Analisis data menggunakan model interaktif Miles and Huberman. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi petanigurem dalam meningkatkan kesejahteraan sosial di Desa Sapikerep cenderung mengusahakan tanaman yang memilikirisiko kegagalan yang kecil atau tanaman pangan yang digunakan sendiri, misal tanaman wortel dan jagung. Sementaraitu, anggota keluarga yang pantas bekerja dikerahkan untuk terlibat dalam proses produksi supaya menghemat biayaproduksi. Selain itu, petani memiliki pekerjaan sampingan. Petani gurem bergerak sebagai, tenaga buruh tani, memeliharaternak, dan membuka warung makan. Rekomendasi, diperlukan peran serta semua lapisan masyarakat guna membentukwadah sukarela yang akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan sosial petani gurem di Desa Sapikerep. Keterlibatanpemerintah daerah khususnya Dinas Pertanian menjadi fasilitator dalam kegiatan tersebut.
Edukasi Literasi Digital dalam Pelayanan Publik: Sosialisasi dan Pendampingan Bagi Masyarakat di Pulau Timor Izana, Nyimas Nadya; Sabariman, Hoiril; Susanti, Anik
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Current community activities cannot be separated from the use of technology, one of which is in the field of public services at the village level. Various factors that have not been able to involve village communities in the use of digital technology in public services are still difficult to obtain information, lack of literacy, and limitations in understanding digital literacy, especially in rural areas. This community service is carried out to increase digital literacy for the village community, especially about public services. The method of implementing this service uses Participation Action Research (PAR) in the form of socialization and mentoring. Three main conclusions were obtained from this community service activity, namely; First, the Kabuna Village Community, especially the community service target, has experienced an increase in digital literacy skills. This can be seen in the ability to access public services. Second, the people of Kabuna Village gain new knowledge and experience, especially those related to administrative mechanisms. Third, the people of Kabuna Village are able to utilize the village website as one of the media to promote the values of local wisdom that develop in the community.
Ritual dan Mistisisme dalam Tradisi Pernikahan Suku Tengger: Dari Perjodohan hingga Pembagian Warisan Susanti, Anik; Sabariman, Hoiril
Sosial Budaya Vol 19, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v19i2.16548

Abstract

Tengger ethnic group have unique customs in the wedding tradition. They maintain the mores of wedding in the form of rituals and mysticism from generation to generation. The purpose of this study is to analyze and explain the rituals and mysticism that exist in the Tengger tradition of wedding. Descriptive qualitative methods are used to scuttle the phenomenon. Informants are determined based on criteria and considerations to have a thorough understanding of rituals and mysticism in the wedding tradition. Data is collected through interviews, observations, and supporting documentation. The results of this study found that there are rituals performed by the community in the wedding tradition. Starting from the affairs of matchmaking, the parents in Tengger are also guided by a Primbon that is understood by some people including shamans. After the matchmaking, a meeting of friends is the day that the groom meets the bride-to-be. Then held a traditional Walagara (wologoro) ceremony consisting of japa mantra and banten kayoban.  Japa mantra is summoning the spirits of ancestors, ancestral spirits, and spirit guards of the village. Banten kayoban is a family inner bond between men and women after wedding. If the custom is not implemented, the marriage carried out is considered invalid even though it is carried out according to the State, even getting social sanctions in the Tengger community. The division of inheritance rights is owned by parents, an equal division between boys and girls. Mysticism is found in almost every ritual in the wedding tradition. Tengger people believe that mystical elements have a power that brings good to couples who want to get married.
Edukasi Literasi Digital dalam Pelayanan Publik: Sosialisasi dan Pendampingan Bagi Masyarakat di Pulau Timor Izana, Nyimas Nadya; Sabariman, Hoiril; Susanti, Anik
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methabdi.Vol5No1.pp1-6

Abstract

Current community activities cannot be separated from the use of technology, one of which is in the field of public services at the village level. Various factors that have not been able to involve village communities in the use of digital technology in public services are still difficult to obtain information, lack of literacy, and limitations in understanding digital literacy, especially in rural areas. This community service is carried out to increase digital literacy for the village community, especially about public services. The method of implementing this service uses Participation Action Research (PAR) in the form of socialization and mentoring. Three main conclusions were obtained from this community service activity, namely; First, the Kabuna Village Community, especially the community service target, has experienced an increase in digital literacy skills. This can be seen in the ability to access public services. Second, the people of Kabuna Village gain new knowledge and experience, especially those related to administrative mechanisms. Third, the people of Kabuna Village are able to utilize the village website as one of the media to promote the values of local wisdom that develop in the community.
Implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa: Desa UMKM Sebagai Pengembangan Potensi Desa Priyanugraha, Dimas Wira; Zahari, Abdul Kadir Mulku; Sabariman, Hoiril
Judge : Jurnal Hukum Vol. 5 No. 03 (2024): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i01.794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Undang-Undang no 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) di Desa Ponteh. Pemerintah desa membuat wadah Desa UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) sebagai pengembangan potensi desa untuk kesejahteraan warga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif sebagai pendekatan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Ditemukan bahwa dalam hal pembangunan desa, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa telah terlaksana dengan baik, khususnya pada bidang pengembangan potensi desa dan menggerakkan perekonomian desa. Dibentuknya “Desa UMKM” yang menjadi wadah bagi penciptaan lapangan pekerjaan bagi warga. Desa UMKM direncanakan, dibentuk, dan dilaksanakan dengan baik oleh pemerintah Desa Ponteh yang bekerja sama dengan swasta dan pelaku usaha warga. Desa UMKM membantu dalam upaya mengurangi pengangguran, baik yang musiman atau pengangguran tetap. Setelah itu, baru dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Desa Ponteh. Pemerintah Desa Ponteh membuat wadah Desa UMKM sebagai salah satu strategi untuk memberikan fasilitas dan mendukung kegiatan warga. Target tumbuh dan berkembang secara mandiri pelaku UMKM ini sesuai dengan tujuan yang ada dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Beberapa hal yang perlu dilengkapi guna meningkatkan pembangunan desa adalah masyarakat sebagai pelaku utama kegiatan UMKM perlu meningkatkan kwalitas produksinya, guna meningkatkan daya saing di pasar yang lebih luas. Sementara bagi pemerintah Desa Ponteh, perlu adanya pendampingan lebih lanjut guna meningkatkan kwalitas dan daya saing produk UMKM warga. Pemerintah desa juga bisa mencari masalah seputar permodalan, peningkatan sumber daya manusia dengan melakukan pelatihan, sarana prasarana, dan pengembangan pemasaran produk.
PERAN KLÈBUN BABINE’DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERNIKAHAN USIA DINI DI DESA PONTEH KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN Sabariman, Hoiril
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 2 (2019): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i2.6053

Abstract

Pencegahan kasus pernikahan usia dini di desa Ponteh berjalan optimal. Penelitian ini fokus pada peran Klèbun Babine’ (perempuan kepala desa)dalam pencegahan kasus pernikahan usia dini di desa Ponteh. Pendekatan studi kasus melalui pengamatan langsung dan wawancara mendalam digunakan untuk memahami fenomena tersebut.Dalam menjelaskan peran Klèbun Babine’ ada dua teori yang digunakan yaitu teori strukturalis dan teori interaksionis.Artikel ini menyimpulkan Klèbun Babine’ menjadi figur yang dapat dicontoh oleh remaja perempuan di desa. Cara kerja Klèbun Babine’ dalam mencegah kasus pernikahan usia dini, pertama tidak memberikan rekomendasi dari desa untuk anak di bawah umur. Kedua pendekatan secara multidimensional untuk penundaan pernikahan usia dini. Ketiga, melakukan penyadaran kepada masyarakat dengan memanfaatkan berbagai kegiatan desa.Keempat, sosialisasi tentang kesehatan reproduksi remaja secara terpadu.Kontribusi keilmuan artikel ini adalah, mengoptimalkan peran Klèbun Babine’ dalam pengentasan pernikahan dini di desa yang dipimpin perempuan.