Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA KONTRAK KERJA KONSTRUKSI PADA PROYEK REHAB BENGKEL UNTUK RUANG WIDYAISWARA, PENYULUH DAN LAB. IT. DI DINAS PANGAN, TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KALIMANTAN TIMUR MAINAH, MUT
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1326.541 KB)

Abstract

Kontrak adalah suatu perjanjian yang dibuat oleh para pihak secara tertulis sebagai media perikatan dan alat bukti bagi pihak yang berkepentingan. Di dalam konsep jasa konstruksi dikenal adanya kontrak kerja konstruksi yang merupakan landasan bagi penyelenggaraan jasa konstruksi di Indonesia. Kontrak kerja ini menjadi fokus dalam mengadakan suatu kegiatan jasa konstruksi, dikarenakan substansi kontrak yang memuat kepentingan hak dan kewajiban para pihak dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Di dalam pasal 1 ayat (5) dituangkan dalam peraturan perundang-undangan Nomor 18 tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi, kontrak kerja adalah keseluruhan dokumen yang mengatur hubungan hukum antara pengguna jasa dan penyedia jasa dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi. Dalam penelitian di gunakan metode uji validitas dan uji realibilitas untuk menentukan suatu item yang akan digunakan. Penerapan kontrak kerja pada pelaksanaan proyek rehab bengkel ruang widyaiswara, penyuluh, dan lab. IT. di dinas pangan, tanaman pangan dan hortikultura, kalimantan timur masih kurang diterapkan dilapangan. Dan adapun indikator yang mempengaruhi kontrak kerja masih banyak kendala yang mempengaruhi kontrak tersebut.
PELATIHAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PENCATATAN KEUANGAN UMKM DENGAN APLIKASI SI APIK DI DESA KALISUREN KECAMATAN TAJURHALANG BOGOR Syihab, Faizah; Widhiastuti, Rosalia Nansih; Harianti, Ati; Luthfiah, Uvi Nur; Mainah, Mut; Henifa, Henifa
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 3, No 1 (2025): SWADIMAS EDISI JANUARI 2025
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol3no1.654

Abstract

Good financial management is key to ensuring a business's sustainability and success, especially for micro, small, and medium enterprises (MSMEs'). Many MSMEs in Indonesia struggle to survive due to a lack of knowledge in effective financial management. This community service program aims to improve MSMEs' financial and managerial literacy through training in digital technology for financial transactions. This activity was conducted in the Tajurhalang District, Bogor Regency, involving 50 MSME actors. This training introduced the SI APIK application, a financial information system designed to help MSMEs record transactions efficiently and accurately. During the training, participants were guided in creating simple financial reports and understanding the importance of separating personal and business finances. The results of this activity show a significant improvement in the participant's ability to manage business finances, especially in daily transaction recording and financial report preparation. Participants previously not accustomed to routine financial recording can now utilize digital applications to facilitate monitoring and managing cash flow. This program is expected to contribute to the resilience of MSMEs amidst fierce competition and help them grow and develop. The success of this program also highlights the importance of continuous mentoring to ensure the application of the training materials that have been learned.Pengelolaan keuangan yang baik menjadi salah satu kunci utama untuk memastikan keberlanjutan dan kesuksesan usaha, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Banyak UMKM di Indonesia mengalami kesulitan bertahan karena kurangnya pengetahuan dalam pengelolaan keuangan yang efektif. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan manajerial UMKM melalui pelatihan penggunaan teknologi digital dalam pencatatan keuangan. Kegiatan ini dilakukan di Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, dengan melibatkan 50 pelaku UMKM. Pelatihan ini memperkenalkan aplikasi SI APIK, sebuah sistem pencatatan informasi keuangan yang dirancang khusus untuk membantu UMKM mencatat transaksi secara efisien dan akurat. Selama pelatihan, peserta dibimbing dalam membuat laporan keuangan sederhana dan memahami pentingnya pemisahan antara keuangan pribadi dan usaha. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta dalam mengelola keuangan usaha, terutama dalam hal pencatatan transaksi harian dan pembuatan laporan keuangan. Peserta yang sebelumnya tidak terbiasa dengan pencatatan keuangan secara rutin kini dapat memanfaatkan aplikasi digital untuk memudahkan mereka dalam memantau dan mengelola arus kas. Program ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan daya tahan UMKM di tengah persaingan yang ketat dan membantu mereka untuk tumbuh dan berkembang. Keberhasilan program ini juga menunjukkan pentingnya pendampingan berkelanjutan untuk memastikan penerapan materi pelatihan yang telah dipelajari.