Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA PADA MATA KULIAH SOSIOLOGI KELUARGA Manan, Abdul Latif
Jurnal Agasthia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Active learning merupakan model pembelajaran dengan 3 (tiga) kegiatan utama, yaitu interactive lecturer, reading guide dan small group kreativitas dan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi akademik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan model pembelajaran dengan pendekatan active learning pada mata kuliah Sosiologi Keluarga mahasiswa program studi Pendidikan Sosiologi semester Va tahun akademik 2010/2011. Hasil penerapan model menunjukkan bahwa kemampuan akademis meningkat dan ditandai dengan peningkatan keaktifan mahasiswa selama pembelajaran. Peningkatan tersebut ditandai dengan munculnya minat dan motivasi mahasiswa sebesar 82,58%. Selama penerapan model tersebut mahasiswa aktif dalam perkuliahan terbukti dari hasil evaluasi pembelajaran yang mencapai 93,15% mahasiswa yang menyatakan cukup puas, puas dan sangat puas, Penerapan model ini berhasil ditandai dengan jumlah mahasiswa yang memperoleh nilai B sebanyak 39 mahasiswa atau 88,64% dan hal ini melampaui target penerapan model pembelajaran active learning.Kata Kunci: Active Learning, Motivasi, Prestasi
Penanaman nilai-nilai religius di madrasah aliyah Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur Nusa Tenggara Barat Abd. Latif Manan; Sodiq A. Kuntoro; Ajat Sudrajat
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 5, No 2 (2017): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.804 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v5i2.16898

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk; (1) mengetahui dan mengkaji upaya penanaman nilai-nilai religius di Madrasah Aliyah Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur; (2) menganalisis faktor-faktor penghambat pengembangan nilai-nilai religius di Madrasah Aliyah Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di Madrasah Aliyah Nahdlatul Wathan Kelurahan Pancor Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, penarikan serta pengujian kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penanaman  nilai-nilai religius di Madrasah Aliyah Nahdlatul Wathan Pancor ditempuh melalui beberapa upaya, yakni: (a) melalui kegiatan belajar mengajar di dalam kelas maupun di luar kelas melalui kegiatan keagamaan; (b) menggunakan berbagai strategi; serta (c) menjalin kerja sama sekolah dengan orang tua siswa; (2) faktor-faktor yang mempengaruhi penanaman nilai-nilai religius berasal dari faktor guru, siswa, dan orang tua siswa.Kata kunci: nilai, religius, perilaku keagamaan siswa  INCULCATING RELIGIOUS VALUES IN MADRASAH ALIYAH NAHDLATUL WATHAN PANCOR EAST LOMBOKAbstractThis research is intended for: (1) knowing and reviewing the effort of inculcating religious values in Madrasah Aliyah Nahdlatul Wathan Pancor East Lombok; (2) analyzing the factors that hamper the Inculcating of religious values in Madrasah Aliyah Nahdlatul Wathan Pancor East Lombok. The method used in this research is case study method with qualitative approach. The research was conducted at Madrasah Aliyah Nahdlatul Wathan, Pancor Sub-District, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. Data were obtained through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques using data reduction, data display, and drawing and verifying conclusions. The results showed that: (1) inculcating of religious values in Madrasah Aliyah Nahdlatul Wathan Pancor taken through several efforts, namely: (a) through teaching and learning activities in the classroom or outside the classroom through religious activities; (b) using various strategies, and (c) establish school cooperation with parents of students; (2) factors influencing the inculcating of religious values are derived from teachers, students, and parents.Keywords: values, religious, student’s religious behavior
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA PADA MATA KULIAH SOSIOLOGI KELUARGA Abd. Latif Manan
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.707 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v1i2.712

Abstract

Active learning merupakan model pembelajaran dengan 3 (tiga) kegiatan utama, yaitu interactive lecturer, reading guide dan small group discusion. Model pembelajaran tersebut dapat meningkatkan motivasi, kreativitas, dan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan model pembelajaran dengan pendekatan active learning pada mata kuliah Sosiologi Keluarga mahasiswa program studi Pendidikan Sosiologi semester Va tahun akademik 2010/2011. Hasil penerapan model menunjukkan bahwa kemampuan pengetahuan akademis meningkat dan ditandai dengan peningkatan keaktifan mahasiswa selama pembelajaran. Peningkatan tersebut ditandai dengan munculnya minat dan motivasi mahasiswa sebesar 82,58%. Selama penerapan model tersebut mahasiswa aktif dalam perkuliahan terbukti dari hasil evaluasi pembelajaran yang mencapai 93,15% mahasiswa yang menyatakan cukup puas, puas dan sangat sangat puas. Penerapan model ini berhasil ditandai dengan jumlah mahasiswa yang memperoleh nilai B sebanyak 39 mahasiswa atau 88,64% dan hal ini melampaui target penerapan model pembelajaran active learning.
Pendidikan Humanisme Religius Dalam Pendidikan Islam Abd. Latif Manan; Khairuddin Khairuddin
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 17 No. 2 (2019): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v17i2.333

Abstract

Banyak hal yang harus berubah dalam dunia pendidikan islam karena beragai persoalan dan tantangan pada era modern sekarang ini, yang mengakibatkan merosotnya akhlak generasi muda yang masih menempuh pendidikan, yang tentu saja hal ini jauh dari harapan dunia pendidikan, lebih-lebih pendidikan islam yang mengharapkan para generasi muda menjadi generasi yang memiliki prilaku dan akhak yang baik berdasarkan ajaran agama. Dalam tulisan ini akan di uraikan permasalahan dalam dunia pendidikan yang sedang terjadi di sebabkan adanya pemahaman bahwa ada perbedaan antara ilmu agama dan umum, rapuhnya posisi anak didik, orientasi pada pencapaian memperoleh ijazah dan penguasaan ilmu umum, maka ada solusi sebenarnya terhadap pemasalahan yang sedang teradi yaitu dengan pendekatan humanisme dalam pendidikan islam
Islamic Education in The Digital Era: Overcoming Barriers and Maximizing Opportunities Muhtar, Fathurrahman; Manan, Abdul Latif
Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam (Oktober)
Publisher : Fakultas Tarbiyah - Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/alulya.v10i2.4444

Abstract

This article examines the impact of digital transformation and scientific development on Islamic thought, education, and society. It explores how the stagnation of rational inquiry following the post-Ibn Rushd era, compounded by the closure of ijtihad and the dominance of dogmatic interpretations, has weakened the intellectual capacity of Muslims to respond to contemporary global challenges. Drawing from theories of scientific paradigm shifts (Kuhn), future shock (Toffler), and knowledge society (Kumar), the study argues that Islamic education must adapt by integrating digital technologies, reformulating epistemology, and reviving the Islamization of science. It highlights both opportunities and threats in the digital era, including the rise of online da'wah and virtual Islamic learning, as well as the misuse of digital media for radicalism and pornography. The paper concludes that reimagining Islamic knowledge systems—through critical, ethical, and innovative engagement with digital tools—is essential to ensure Islam’s relevance in the 21st century. Strategic recommendations are offered to realign Islamic education with the demands of the digital age, while preserving its core spiritual values.
The RECONSTRUCTIVISM-BASED LEARNING IN MADRASAHS: RECONSTRUCTIVISM-BASED LEARNING IN MADRASAHS Abd. Latif Manan
Maharah: Journal of Islamic Education Teaching and Learning Vol. 1 No. 1 (2024): Juli-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/maharah.v1i1.33

Abstract

This paper examines the integration of constructivist-based learning within Indonesia's education system, highlighting its transformative role in both Islamic and general educational settings. Grounded in Piaget’s cognitive development and Vygotsky’s sociocultural theories, constructivism emphasizes learner agency, prior knowledge, and context. The study explores how principles like active engagement and collaborative learning are applied, especially in Madrasahs, which blend Islamic teachings with general education to foster critical thinking and problem-solving. Constructivist practices, such as problem- and project-based learning, support authentic learning in a digital, multicultural landscape. Challenges include balancing learner-centered approaches with curriculum demands and overcoming resistance to pedagogical changes. By blending traditional Islamic values with modern educational needs, Madrasahs promote social responsibility and character growth. The study concludes that constructivist frameworks enhance student engagement and adaptability, contributing positively to Indonesia’s educational outcomes.
Persinggungan antara Pendidikan Islam dan Revolusi Industri 4.0 Abdul Latif Manan; Fathurrahman Muhtar
Maharah: Journal of Islamic Education Teaching and Learning Vol. 2 No. 2 (2026): Januari-Juni
Publisher : Pascasarjana UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/maharah.v2i2.309

Abstract

Kajian ini menganalisis transformasi pendidikan Islam dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 yang ditandai oleh kemajuan teknologi seperti Artificial Intelligence dan Generative AI. Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic review untuk mengkaji literatur terkait integrasi teknologi digital dalam pendidikan Islam. Temuan penelitian menegaskan pentingnya pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan ilmu keislaman dan ilmu modern guna mengatasi dikotomi keilmuan serta membentuk lulusan yang unggul secara intelektual dan spiritual (insan kamil). Selain itu, implementasi teknologi seperti AI berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pendekatan personalisasi, efisiensi evaluasi, dan akses pengetahuan yang lebih luas, meskipun tetap menghadapi tantangan seperti bias algoritmik, kesenjangan digital, dan keterbatasan dalam memahami konteks keislaman yang kompleks. Oleh karena itu, diperlukan strategi komprehensif yang mencakup penguatan infrastruktur, pengembangan kurikulum berbasis teknologi, peningkatan kapasitas pendidik, serta penyusunan regulasi dan pedoman etika yang kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi dalam pendidikan Islam harus diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga untuk menjaga nilai-nilai spiritual dan moral, sehingga mampu menghasilkan generasi yang adaptif, kritis, dan berkarakter dalam menghadapi tantangan global.
Pengaruh Penggunaan Media Plastisin Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5–6 Tahun di TK PKK Bagik Payung Sartikawati; Abdul Latif Manan
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1193

Abstract

Kemampuan motorik halus merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia 5–6 tahun yang perlu distimulasi melalui kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media plastisin terhadap kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK PKK Bagik Payung Kecamatan Suralaga. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian berjumlah 22 anak kelompok B yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan persentase dan uji-t. Hasil: Hasil pretest menunjukkan jumlah skor 206 dengan rata-rata persentase 39% dalam kategori Mulai Berkembang (MB). Setelah diberikan perlakuan melalui kegiatan bermain dan membentuk menggunakan plastisin, hasil posttest meningkat menjadi 402 dengan rata-rata persentase 76% dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), atau meningkat sebesar 37 poin persentase. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai thitung = 38,289 > ttabel = 1,721 pada taraf signifikansi 5%, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Implikasi: Media plastisin dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran konkret dan berbasis bermain untuk memberikan stimulasi terhadap kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun secara terarah dan menyenangkan
The Role of Parents in Instilling Religious Values in the Alpha Generation in Dasan Baru Hamlet, Suralaga District Erli Widianti; Abdul Latif Manan
EDUJAVARE: International Journal of Educational Research Vol. 4 No. 02 (2026): EDUJAVARE: International Journal of Educational Research
Publisher : CV. Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/edujavare.1938

Abstract

nstilling religious values within the family environment is a crucial aspect in shaping a child's character and personality from an early age. This study aims to determine the role of parents in instilling religious values in the Alpha generation in Dasan Baru Hamlet, Suralaga District, and identify various challenges faced in its implementation. This study uses a qualitative approach with field research. Data collection techniques were carried out through interviews, observations, and observations. Data analysis techniques used the Miles and Huberman interactive data analysis model. The results of the study indicate that parents play an important role in the formation of children's religious character through role models, habituation to practicing religious teachings, the use of digital technology as a medium for religious education, supervision of digital activities, and providing motivation and support in worship. On the other hand, the process of instilling religious values still faces several challenges, including low parental digital literacy, exposure to negative content, the influence of games and social media, and the rapid flow of information and digital culture that influence children's behavior. Therefore, synergy between families and the wise use of technology are needed so that the instillation of religious values in the Alpha generation can take place optimally amidst the development of the digital era.
Aktivitas Bermain Sains Berbasis Pertumbuhan Biji-Bijian untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Kelompok B Saojatul Aini; Abdul Latif Manan
SEMESTA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/semesta.v4i3.757

Abstract

This study aimed to improve the cognitive abilities of Group B children through science play activities based on seed-growth experiments at Insan Qur’ani Kindergarten, Sembalun, East Lombok. The study employed classroom action research following the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles with two meetings in each cycle. The participants were 15 children. Data were collected through participatory observation, performance tests, and documentation and analyzed using descriptive quantitative analysis. The findings revealed a progressive increase in classical mastery, from 26.7% at the pre-action stage to 60.0% at the end of Cycle I and 86.7% at the end of Cycle II. The final achievement exceeded the predetermined success criterion of 75%. Science play activities involving seed-growth experiments provided concrete learning experiences that encouraged children to observe changes, recognize cause-and-effect relationships, solve simple problems, and develop an understanding of number concepts and plant parts. These findings indicate that utilizing local learning resources through science-based play activities can effectively support early childhood cognitive development.