Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Ethics of Interaction Between Ustadz and Santri at the Nashriyah NW Sekunyit Islamic Boarding School Fatmawati; Abd. Latif Manan
Manajia: Journal of Education and Management Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/manajia.v4i3.168

Abstract

The interaction between teachers (ustadz) and students (santri) within Islamic boarding schools (pesantren) constitutes an educational relationship that transcends the mere transmission of knowledge, serving fundamentally as a locus for character formation and moral development. This study aims to analyze the forms of interaction ethics between ustadz and santri, alongside the factors influencing their implementation, at Pondok Pesantren Nashriyah NW Sekunyit, Central Lombok, West Nusa Tenggara. Employing a descriptive qualitative approach, research subjects comprising school administrators, male teachers, female teachers, and students were selected via purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentary analysis, subsequently analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, and validated through source, technique, and temporal triangulation. The findings indicate that teacher student interaction ethics manifest across five primary dimensions: exchanges of greetings and courteous conduct, the use of refined language, expressions of deference (ta'dzim), compliance with institutional rules and seeking permission, and adherence to modest dress codes alongside gender-segregated interaction boundaries. The implementation of these ethics is facilitated by institutional pesantren culture, pedagogical role modeling, and religious comprehension, yet challenged by diverse familial backgrounds, social media exposure, and variations in student character. The novelty of this research lies in its specific mapping of interaction ethics within a localized Lombok pesantren that integrates tahfidz (Quranic memorization) with classical Islamic texts (kitab kuning), demonstrating that ethical formation operates predominantly through habituation and social modeling rather than mere adherence to codified regulations. These insights underscore the necessity of enhancing pedagogical role modeling and digital literacy among students as sustainable strategies for character education.
The Principal's Strategy for Fostering Religious Tolerance Among Students at SDN 2 Kayu Putih, Gerung, West Lombok Regency Hayyu Lucyana Novianthi; Abd. Latif Manan
Manajia: Journal of Education and Management Vol. 4 No. 4 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/manajia.v4i4.207

Abstract

Educational institutions play a strategic role in shaping students' character to foster tolerance and respect for diversity. In this context, the principal's leadership is a crucial factor, requiring specific strategies to create a harmonious and inclusive learning environment. This study aims to identify the strategies employed by the principal of SDN 2 Kayu Putih, Gerung (West Lombok Regency), to build religious tolerance among students. A qualitative approach utilizing a case study design was adopted for this research. Data collection involved interviews, observation, and document analysis. Data analysis followed the Miles and Huberman framework, comprising data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the principal fosters religious tolerance among students by utilizing school artifacts, introducing cultural elements through national holiday celebrations, and actively engaging teachers, families, and the community.
Permainan Tradisional Sungkit Khas Lombok Sebagai Media Pengembangan Sosial-Emosional Anak Usia Dini di TK PAUD AL IKHWAN Sesait Dena Azrena; Abdul Latif Manan
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.761

Abstract

Perkembangan sosial-emosional merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini karena berkaitan dengan kemampuan anak dalam berinteraksi, bekerja sama, mengendalikan emosi, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial. Permainan tradisional dapat menjadi salah satu media yang memberikan pengalaman langsung kepada anak untuk mengembangkan kemampuan tersebut. Salah satu permainan tradisional yang memiliki nilai sosial dan budaya adalah permainan Sungkit khas Lombok. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan permainan tradisional Sungkit sebagai media pengembangan sosial-emosional anak usia dini di TK PAUD Al Ikhwan Sesait. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan Sungkit memberikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sebaya, bekerja sama, mengikuti aturan, menunggu giliran, mengendalikan emosi, menerima hasil permainan, serta menghargai teman. Temuan tersebut sejalan dengan penelitian mengenai permainan tradisional yang menunjukkan adanya keterkaitan dengan perkembangan sosial-emosional anak, termasuk kemampuan berinteraksi, bekerja sama, mengendalikan diri, dan mengikuti aturan. Dengan demikian, permainan tradisional Sungkit dapat dimanfaatkan sebagai salah satu media pembelajaran yang mendukung perkembangan sosial-emosional sekaligus mengenalkan budaya lokal kepada anak usia dini.
Kontribusi Guru Pendidikan Agama Islam terhadap Pembentukan Kecerdasan Sosial Peserta Didik Hilmadatul Mardiyah; Abdul Latif Manan
EduCurio: Education Curiosity Vol 5 No 1 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v5i1.2888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk kecerdasan sosial peserta didik serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis data Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memberikan kontribusi nyata dalam pembentukan kecerdasan sosial melalui keteladanan, pembiasaan, pemberian tanggung jawab, serta pendampingan dalam kegiatan pembelajaran, IMTAK, dan Pramuka. Kontribusi tersebut tidak terbatas pada penyampaian materi keagamaan, tetapi diwujudkan melalui pengalaman sosial yang memungkinkan peserta didik mempraktikkan sikap saling menghargai, bekerja sama, berkomunikasi, membantu, bertanggung jawab, dan peduli terhadap orang lain. Proses pembentukan kecerdasan sosial didukung oleh lingkungan sekolah, keterlibatan peserta didik, dan konsistensi guru dalam memberikan arahan serta pembiasaan. Adapun hambatannya meliputi perbedaan karakter, kurangnya kepercayaan diri sebagian peserta didik, dan belum meratanya keterlibatan dalam kegiatan sosial. Dengan demikian penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran PAI memiliki peran yang lebih luas dari sekadar penyampaian pengetahuan keagamaan karena dapat menjadi sarana pembentukan kecerdasan sosial melalui pengalaman dan interaksi yang dilakukan secara berkelanjutan.