Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Rumputisasi UPT Wilayah 1 TPU Cibarunay Kota Bandung: - Ferninda, Muhammad Dimas; Ramdan, Mochamad; Daffa Rafyandi, Muhammad; Astiti, Putri
Jurnal Administrasi Publik dan Bisnis Vol 6 No 2 (2024): September
Publisher : LPPM STIA Lancang Kuning Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36917/japabis.v6i2.159

Abstract

Identifikasi dan memperoleh informasi merupakan tujuan dari penelitian tentang Implementasi Kebijakan Rumputisasi UPT wilayah 1 TPU Cibarunay Kota Bandung. Metode yang digunakan merupakan metode deskriptif pendekatan kualitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini memberikan penjelasan tentang Implementasi Kebijakan Rumputisasi UPT wilayah 1 TPU Cibarunay Kota Bandung. Hasil dari penilitian ini menggambarkan dan menunjukan bahwa berdasarkan implementasi nya terdapat ketidak konsistenan dalam pelaksanaan regulasi kebijakan yang sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Bandung, karena hambatan dan kekurangan nya.
Peran Komunikasi Dalam Pendidikan Era Digital Astiti, Putri; Raharja, Duane Masaji
Gandiwa Jurnal Komunikasi Vol 3, No 2 (2023): Gandiwa Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/g.v3i2.2514

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi dinamika proses komunikasi pendidikan di era digital, dengan fokus pada pengalaman pembelajaran di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bagasasi. Pendidikan di era digital memperkenalkan paradigma baru dalam interaksi antara dosen dan mahasiswa, serta penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran komunikasi dalam pembelajaran online dan mengevaluasi dampaknya terhadap interaksi, keterlibatan mahasiswa, dan hasil pembelajaran.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan dosen, observasi pembelajaran online, dan analisis dokumen seperti Rencana Pembelajaran Semester (RPS), materi ajar, serta umpan balik mahasiswa. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik, mengidentifikasi pola-pola utama dalam dinamika komunikasi pendidikan di STIA Bagasasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa STIA Bagasasi telah berhasil mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran, memanfaatkan platform seperti Zoom, Google Meet, dan Google Classroom. Proses komunikasi antara dosen dan mahasiswa melibatkan pemberian materi melalui berbagai media, tugas daring, dan umpan balik yang dilakukan secara online. Kendala seperti penggunaan bahasa yang kurang baik, hambatan teknologi, dan tantangan citra pendidik juga diidentifikasi. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana komunikasi pendidikan beradaptasi dengan era digital di STIA Bagasasi. Implikasi temuan ini dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan tinggi, utamanya pada konteks pembelajaran era digital.
MODEL KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK Astiti, Putri; Winarti, Agus; Astuti, Livia
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v7i1.925

Abstract

Abstrak: Komunikasi merupakaan fondasi kehidupan manusia yang dibangun untuk menjalin hubungan sesama. Komunikasi orang tua pada anak terjadi pada diri anak yang berkelanjutan dan secara sendirinya akan membentuk karakter anak. Keluarga menjadi tempat yang pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak. Fokus penelitian ini adalah model komunikasi keluarga untuk membentuk karakter anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implementasi model komunikasi keluarga dalam membentuk karakter anak. Apa yang menjadi pendukung dan penghambat dalam menerapkan model komunikasi yang di aplikasikan dalam keluarga antara orang tua dan anak. Model komunikasi keluarga yang umum di gunakan dalam keluarga adalah Model otoriter dengan menggunakan aturan yang ketat dan mengharapkan kepatuhan tanpa banyak diskusi; Model permisif orang tua cenderung memberikan kebebasan yang besar pada anak dan jarang memberian batasan atau disiplin dan; Demokratis, orang tua berdiskusi dan berkolabrasi dalam mengambil keputusan, dengan memberikan ruang bagi anak untuk kebebasann kepada kesempatan kepada anak untuk berpartisipasi aktif mendengarkan pendapatnya, dan melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dan prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data: reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Implementasi model komunikasi keluarga dalam membentuk karakter anak mayoritas dengan menggunakan model demokratis; (2) Faktor pendukung adalah latar belakang orang Jawa masih hormat dan taat kepada kedua orang tuanya atau yang di tuakan dalam keluarga. (3) Faktor penghambat adalah adanya kemajuan teknologi, anak lebih banyak bermain dengan hadirnya smartphone sehingga waktu untuk komunikasi bersama berkurang. Kunci: komunikasi; keluarga; karakter. Abstract Communication serves as the fundamental foundation of human life, built to foster relationships. Parent-child communication is a continuous process that intrinsically shapes a child's character. The family is the primary and most crucial environment for a child's character formation. This study focuses on family communication models in shaping children's character. The objectives of this research are to understand the implementation of family communication models in shaping children's character and to identify the facilitating and hindering factors in applying these communication models within families, specifically between parents and children. Common family communication models include: the Authoritarian model, which uses strict rules and expects obedience without much discussion; the Permissive model, where parents tend to grant great freedom to children and rarely impose limits or discipline; and the Democratic model, where parents discuss and collaborate in decision-making, providing children with the opportunity for active participation, listening to their opinions, and involving them in the decision-making process. This study employs a descriptive qualitative method, with data collection procedures involving observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings indicate that: (1) The implementation of family communication models in shaping children's character predominantly utilizes the democratic model; (2) Supporting factors include the Javanese cultural background, where children still show respect and obedience to their parents or elders within the family; (3) Hindering factors include the advancement of technology, leading children to spend more time with smartphones, thus reducing time for shared communication. Keywords: communication; family; character.