Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Sosialisasi Pemanfataan Aplikasi Media Sosial Dalam Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid-19 Pada TK Al-Zharufa Kota Cimahi Hadiansah, Deni; Pringgandinie, Desty Rara; Winarti, Agus; Astuti , Livia; Putra, Fajar Setyaning Dwi; Rahaju, Anne
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.356 KB) | DOI: 10.31943/abdi.v3i1.33

Abstract

Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, kegiatan pembelajaran pada jenjang TK dilaksanakan secara daring. Atas kebijakan tersebut, muncul beberapa kendala dan masalah dalam pelaksanaannya yang dikeluhkan banyak pengelola TK, termasuk pengelola TK Al-Zharufa. Oleh karena itu, penyuluhan melalui sosialisasi tentang pemanfaatan media sosial dalam pembelajaran daring di TK Al-Zharufa dilaksanakan. Adapun tahapan kegiatannya melalui perencanaan, pengorganisasian, dan evaluasi kegiatan. Setelah kegiatan sosialisasi dilaksanakan, diperoleh simpulan bahwa pada dasarnya guru-guru di lapangan, khususnya pada TK Al-Zharufa sangat memerlukan kegiatan penyuluhan untuk mengembangkan wawasannya baik secara teoretis maupun praktis tentang pemanfaatan aplikasi media sosial dalam pembelajaran daring selama pandemi Covid-19. Demikian, kegiatan sejenis perlu dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan.
Impact of Online Learning During the Covid-19 Pandemic on the 'Paket C' Learning Program Livia Astuti
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol 5 No 2 (2021): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : Al-Hayat Al-Istiqomah Foundation collab with Letiges

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v5i2.196

Abstract

Every citizen has the right to education. One of the educational pathways in Indonesia is Non-Formal Education, such as Study Groups, courses, Learning Activity Studios, tutoring, training centres, and the like. Non-formal education students are usually called Learning Citizens, teachers for learning residents are called teaching tutors. Non-formal education has a flexible implementation, regulations, and a curriculum that focuses on one or a few lessons. Non-formal education emphasizes one or several studies to gain knowledge and skills in specific fields relatively quickly compared to formal education. The Covid-19 pandemic has not only hit Indonesia but the whole world. The order of education has changed, which was initially face-to-face, now it has to be online. Residents of learning and tutors are forced to operate online media for continuous learning. This study aims to analyze the positive and negative impacts of online or distance learning during the Covid-19 pandemic. The method used is Literature Study, data obtained by collecting library data from news, journals, magazines, theses, and books, then recorded and processed into research material. The study results show that online learning has a negative impact, namely the network is not adequate as a result, learning residents experience failure to understand. With the material presented, enthusiasm decreases; limited facilities in online learning; expensive internet quota. The positive impact of online education is that knowledge is more practical; delivery of material/information can reach large numbers; more interested in online, civil servants and learning residents gain new experiences. In general, there are more negative impacts than positive ones. So it needs further development research, focusing on the best online learning methods.
Parenting Pattern of Orphan and Dhuafa Children in Building Religious Character Agus Winarti; Livia Astuti
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol 6 No 2 (2022): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : Al-Hayat Al-Istiqomah Foundation collab with Letiges

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v6i2.284

Abstract

Parenting is a method parents apply to provide children guidance, direction and care. Proper parenting will build a positive and personal child's character. This research aims to determine how to implement orphanage parenting in building the religious nature of orphans and the poor and the support and obstacles in building children's character at the Ar-Rifqi orphanage in Bandung. The research subjects were teachers/ustadz, caregivers and learning residents at the orphanage. Field research with a qualitative descriptive approach. Methods of data collection using observation, interviews, and documentation. Analysis techniques: data reduction, data presentation and conclusions. The research results are (1) Implementation of orphanage parenting in building the religious character of orphans and dhuafa by using democratic parenting. (2) Supporting factors are the background of foster children who are orphans and poor, in dire need of parental love, and loving foster parents (3) Inhibiting factors are inadequate learning facilities. These findings show that orphanages have played an active role in building the religious character of orphans and the poor. Therefore it is suggested that democratic parenting is studied more broadly and in-depth so that it can then be applied to other orphanages.
PENDIDIKAN ANAK DALAM KELUARGA DIPENGARUHI STATUS SOSIAL EKONOMI Livia Astuti
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1 No 2 (2019): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi ekonomi dalam keluarga dipengaruhi pendidikan. Pendidikan keluarga berlangsung dalam lingkungan keluarga dimana orang tua berfungsi sebagai pengajar, pendidik, pemberi contoh. Orang tua bersama-sama mempersiapkan kebutuhan fisik dan psikis anak. Metode penelitian menggunakan studi kasus pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpul observasi, wawancara dan studi literature. subjek penelitian adalah 3 (tiga) keluarga yang berada dalam tingkat ekonomi berbeda-beda. Hasil penelitian memberikan hasil bahwa kelangsungan pendidikan keluarga terjamin bila orang tua memiliki status social tinggi, bukan dari segi ekonomi tinggi melainkan ilmu, kepribadian, dan akhlak mulia orang tua yang baik. Orang tua diharapkan dapat menjadi tauladan bagi anak-anaknya karena mereka adalah pendidik pertama dan utama dalam keluarga
KONTRIBUSI MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU KESEHARIAN REMAJA Livia Astuti
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v2i2.273

Abstract

Kemampuan adaptasi setiap orang akan berbeda dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggal dan berkegiatan. Media sosial menjadi salah satu hal yang berkontribusi pada perilaku remaja yang berkembang dijaman milenial. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara personal, kuesioner, studi literatur, dan observasi selama beberapa bulan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa media sosial menjadi salah satu hal yang penting bagi perkembangan remaja karena kemudahan pencarian informasi yang mereka butuhkan. Selain itu media sosial menjadi salah satu tempat berkreativitas, mengekspresikan diri, sampai menjadi sarana mencari rejeki materiil. Sayangnya Penggunaan media sosial yang terlalu sering justru akan menimbulkan hal negatif antara lain membuat tubuh mereka kurang bergerak yang kelak akan menimbulkan berbagai macam penyakit dimasa usia produktif.
DAMPAK MASA PANDEMI COVID 19 PADA SIKAP ORANG TUA DAN PERKEMBANGAN PERILAKU ANAK USIA SEKOLAH Agus Winarti; Livia Astuti; Fajar Setyaning Dwi Putra
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v3i1.314

Abstract

Pandemi covid-19 memberikan dampak yang cukup beragam bagi setiap orang, yang mengakibatkan terjadi suatu perubahan secara menyeluruh dalam kehidupan keseharian dan secara emosional masyarakat tidak siap dengan adanya kebijakan pemerintah untuk Work From Home (WFH), baik orang tua maupun anak-anak usia sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pandemi covid-19 pada sikap orang tua dan perkembangan perilaku anak usia sekolah dengan diterapannya pembelajaran study from home. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif fenomenologi, data diperoleh melalui angket dan wawancara melalui WhatsApp (WA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Dampak sikap orang tua yang mengekang, anak menjadi bergantung pada orang lain. Sementara orang tua yang bersikap membebaskan, anak berperilaku manja dan agresif. Sedangkan orang tua yang sikap terbuka dampaknya anak menjadi mandiri memiliki introspeksi diri, dapat menyelesaikan tugas-tugas, mudah menyelesaikan permasalahan, kreatif, bermotivasi dan berprestasi. Ada kalanya orang tua mengalami kejenuhan dan cenderung lebih emosional dalam menghadapi perilaku anak, Perkembangan perilaku anak adalah gambaran dari perilaku lingkungan sosial di sekitarnya selama pandemi berada di rumah. Demikian halnya jika orang tua kurang mampu mengendalikan emosi selama WFH pada masa pandemi covid-19. Oleh karena itu maka diharapkan orang tua mampu mengendalikan emosi dan selalu berusaha menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung perkembangan perilaku anak yang diharapkan
PERAN ORANG TUA DALAM MEMBENTUK PRIBADI ANAK MELALUI PENDIDIKAN KELUARGA Livia Astuti
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v3i2.344

Abstract

Pada keluarga terdapat dasar kegiatan dengan bentuk tata hukum, ekonomi, dan tradisi. Ketiganya merupakan peleburan sejumlah atribut yang ada didalamnya dan dilaksanakan dalam bentuk komunikasi dan interaksi internal yang edukatif menurut pola asuhan, bimbingan, contoh, dan teladan. Kemajuan keluarga ditentukan oleh peran orang tua yang harus berdiri pada posisi yang baik untuk dijadikan pola dan pedoman perilaku anak. Metode kegiatan yang akan disampaikan kepada para orang tua menggunakan teknik observasi, wawancara, angket, dan literatur. Hasil kegiatan sebagai berikut.. (1)Anak yang ditinggal kedua orang tuanya bekerja cenderung bersifat manja, (2) Orang tua yang berpendidikan tinggi umumnya mengetahui bagaimana tingkat perkembangan anak dan bagaimana pengasuhan orang tua yang baik sesuai dengan perkembangan anak khususnya untuk pembentukan kepribadian yang baik bagi anak, (3) orang tua yang mempunyai latar belakang pendidikan yang rendah, dalam pengasuhan umumnya kurang memperhatikan tingkat perkembangan anak. Orang tua merupakan lingkungan pertama bagi anak yang berperan penting dalam setiap perkembangan khususnya kepribadian. Maka diperlukan cara mengasuh anak agar dapat terbentuk kepribadian yang diharapkan oleh orang tua. Pola asuh yang baik untuk pembentukan kepribadian anak adalah pola asuh yang memprioritaskan kepentingan anak, tetapi tetap dengan pengawasan dan pengendalian sehingga terbentuk karakter anak yang dapat mengontrol diri, mandiri, mempunyai hubungan yang baik dengan teman, mampu menghadapi stres dan mempunyai minat terhadap hal baru.
PENINGKATAN MUTU “ELECTRONIC LEARNING” PADA ERA PANDEMI COVID-19 Nina Nurhasanah; Livia Astuti
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v4i1.405

Abstract

Pendidikan Nonformal, layanan pendidikan alternatif, pencukup, juga pelengkap dari Pendidikan Formal sebagai bentuk partisipasi long life education. Terdampaknya dunia pendidikan karena pandemi Covid-19 menimbulkan masalah. Warga belajar, orang tua wali yang tidak memiliki gadget sebagai penunjang keberlangsungan pembelajaran online risau. Pelaksanaan pembelajaran antara warga belajar dan tutor dilaksanakan melalui video call, absensi dilakukan menggunakan voice note yang semua tersedia pada aplikasi WhastApp. Materi-materi yang diberikan melalui bentuk video dengan waktu kurang dari 5 menit. Tujuan penelitian mencakup 1) Memahami efektifitas yang diterapkan pada pembelajaran online di era pandemi Covid-19; 2) Memahami keunggulan dan kelemahan pembelajaran berbasis online berdasarkan keterlibatan warga belajar; 3) Memahami perkembangan mutu pembelajaran electronic learning. Tujuan tersebut diharapkan dapat menjadikan pembelajaran online pada era pandemi ini bermutu baik. Metode yang terapkan pada penelitian ini adalah Kuantitatif, suatu kajian penelitian untuk mendapat kebenaran dengan dilakukan pemahaman data secara teliti yang berupaya untuk mencari solusi pada masa sekarang dan bersifat terbarukan dengan menimbang keterkaitan faktor satu dengan dengan yang lainnya serta memberikan representasi secara jelas menyangkut motif, sifat-sifat, karakter yang khas atau untuk kemudian dijadikan suatu kesimpulan yang umum. Agregasi data menggunakan alat ukur observasi, wawancara, angket dan studi literatur. Kesimpulan penelitian menunjukkan secara empirik, kegiatan pembelajaran melalui “electronic learning” dapat meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan kesetaraan program paket c pada era pandemi covid-19.
PENERAPAN SIX PILLARS OF CHARACTER UNTUK MEMBANGUN KUALITAS KARAKTER ANAK Livia Astuti; Nurjannah Nurjannah
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v4i2.477

Abstract

: Pendidikan Karakter adalah pendidikan untuk membentuk kepribadian seseorang melalui pendidikan budi pekerti, yang hasilnya terlihat dalam tindakan nyata seseorang, yaitu tingkah laku yang baik, jujur, bertanggung jawab, menghormati hak orang lain, dan kerja keras. Tujuan utamanya yaitu mempromosikan manusia yang tangguh, baik secara individu atau dalam kelompok. Pendidikan karakter penting diberikan pada anak sedini mungkin agar ketika dewasa, mereka sudah memiliki jiwa yang tangguh, karakter dan etika yang baik. Pendidikan karakter yang diberikan pada anak usia dini di TK Mutiara Bandung menggunakan pola Six Pillar of Character dengan isi seperti berikut. Trustworthiness, Respect, Responsibility, Fairness, Caring, dan Citizenship. Pendidikan karakter anak menggunakan ke enam pilar karakter tersebut diberikan kepada anak usia dini melalui pelajaran ataupun sambil bermain. Karena anak sejatinya harus lebih banyak bermain, maka guru menyematkan enam pilar karakter kedalam permainan dan perilaku harian antara guru dengan siswa, maupun guru dengan guru, mengingat anak itu lebih banyak mengingat sesuatu dari penglihatannya daripada pendengarannya. Anak-anak tentu akan lebih mudah mencontoh dari perilaku yang dilihatnya ketimbang dari kalimat suruhan apalagi kalimat paksaan. Penerapan enam pilar karakter ini dinilai cukup baik sebagai dasar bekal pembentukan diri anak-anak usia dini. Pendidikan karakter ini dinilai bagus untuk dikembangkan lagi kedalam sebuah penelitian lanjutan hingga tahap pembenahan karakter remaja yang sudah terlanjur dinilai jelek oleh masyarakat.
STRATEGI PEMBINA DALAM MENDIDIK SANTRI Nurjanah, Dinda; Astuti, Livia; Khotimah, Iim
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v6i2.833

Abstract

Strategi pembina merupakan hal yang paling penting bagi lembaga pesantren, apalagi dalam mendidik santri. Suksesnya lembaga pesantren tergantung dari seberapa strategi yang dibuat oleh pembina, selain itu ditambah dorongan dari keinginan santrinya sendiri, sehingga dibalik semua itu ada santri ataupun alumni Al-Mu’awanah yang mendapatkan penghargaan sendiri sebab hasil yang selama ia perjuangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah membahas tentang Strategi Pembina Dalam Mendidik Santri (Penelitian Terhadap Santri Ponpes Modern Al-Mu’awanah Majalaya), penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data disajikan dalam bentuk huruf bukan angka. Pembina (pimpinan dan asatidz) menjadi informan dalam penelitian ini, karena selalu terlibat dalam pelaksanaan mendidik santri. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara interview atau wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembina dalam mendidik santri di Pondok Pesantren Modern Al-Mu’awanah Majalaya menciptakan sebuah konsep asuh yang sudah tertata dan terstruktur. Berawal dari pimpinan, ke staff kepengasuhan, kemudian disampaikan ke OP3M/Munadzomah lalu disampaikan ke santri. Mendidik di Pondok Pesantren Modern Al-Mu’awanah Majalaya tidak hanya konsep asuh secara turun temurun, salah satu pembinaan paling tepat adalah dengan memberikan motivasi atau doktrin yang baik, karena minimnya motivasi yang ditunjukkan kepada santri untuk belajar dapat menyebabkan santri terkadang bolos dalam mengikuti pelajaran pesantren. Keterbatasan motivasi ini dapat menghambat santri dalam mencapai tujuan di pendidikan. Doktrin yang baik biasanya dapat mempengaruhi santri itu bisa dilihat dari kualitas dan pendidikannya. Faktor pendukung dan penghambat dalam mendidik santri yaitu: (a) faktor pendukung: pendukung di Intern maupun di ekstern mendapatkan apresiasi yang baik (b) faktor penghambat: diantara hambatan itu ialah perbedaan pendapat pemangku kebijakan pondok pesantren, kurangnya elektronik seperti handphone, dikarenakan keterbatasan handphone kepengasuhan santri dan internet juga tidak disediakan wifi, lalu keterbatasan kesadaran santri tentang menjaga kebersihan karena tidak adanya karyawan yang bertugas membersihkan, itu semua dibebankan kepada santri.