Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : LenteraBio

PENGARUH MIKORIZA VESIKULAR ARBUSKULAR DAN TRICHODERMA HARZIANUM PADA PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI HIJAU (BRASSICA JUNCEA L.) DI TANAH LIAT DAN TANAH PASIR Ginting, Agape Emmanuella Br; Yuliani, Yuliani; Dewi, Sari Kusuma
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 3 (2018): Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikoriza Vesikular Arbuskular dan Trichoderma harzianum merupakan mikroorganisme yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman sawi. Pertumbuhan tanaman sawi juga dipengaruhi oleh media tanam seperti media tanam tanah liat dan tanah pasir. Tujuan penelitian adalah untuk menguji pengaruh jenis media tanam yang digunakan terhadap pertumbuhan tanaman sawi, menguji pengaruh jenis agen hayati yang digunakan terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau, dan mendeskripsikan interaksi antara jenis media tanam dengan jenis agen hayati yang digunakan terhadap pertumbuhan sawi hijau. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK). Variabel manipulasi yaitu jenis agen hayati dan jenis media tanam. Penelitian  ini menggunakan enam perlakuan yang diulang sebanyak empat kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Parameter pertumbuhan yang diamati yaitu biomassa basah, tinggi tanaman serta jumlah daun. Data dianalisis dengan ANAVA dua arah kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media tanam tanah pasir dan agen hayati Mikoriza Vesikular Arbuskular terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau, dan interaksi antara tanah pasir dan Mikoriza Vesikular Arbuskular menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau yaitu biomassa basah dan jumlah daun.
PENGARUH PEMBERIAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL), TRICODERMA HARZIANUM, RHIZOBIUM SP. DAN KOMBINASINYA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX) PADA MEDIA TANAH KAPUR Prasetyowati, Kartika; Yuliani, Yuliani
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 3 (2018): Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah berkapur umumnya bertesktur pasir berlempung, memiliki kadar kalsium (Ca) tinggi, dan pH di atas 7 (basa). Upaya pengelolaan lahan pertanian tanpa menggunakan bahan kimia yang merusak lingkungan, salah satunya dengan menggunakan Mikroorganisme Lokal (Mol), Tricoderma harzianum dan Rhizobium sp. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian kombinasi mikroorganisme terhadap pertumbuhan tanaman kedelai (Glycine max) pada media tanah kapur. Pertumbuhan tanaman dalam penelitian ini meliputi; tinggi, biomassa, jumlah daun, panjang akar, jumlah polong  biomassa polong, dan biomassa bintil akar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan meliputi; Kontrol, Mol, Tricoderma harzianum, Rhizobium sp, kombinasi Mol dan Tricoderma harzianum, kombinasi Mol dan Rhizobium sp, kombinasi Mol, Tricoderma harzianum dan Rhizobium sp. dan empat ulangan. Data dianalisis dengan menggunakan Anava satu arah dan dilanjutkan dengan menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi Mikroorganisme Lokal (Mol), Tricoderma harzianum dan Rhizobium sp. merupakan kombinasi terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman kedelai pada media tanah kapur dibanding dengan perlakuan lainnya.
PENGGUNAAN MIKORIZA VESIKULAR ARBUSKULAR (MVA) GENUS GLOMUS UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA) PADA CEKAMAN AIR Putri, Titis Eka; Yuliani, Yuliani; Trimulyono, Guntur
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 8, No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian berbagai dosis Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) genus Glomus untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata) pada kondisi cekaman air. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan (tinggi dan biomassa tanaman), produksi (berat basah biji), dan persentase infeksi MVA pada tanaman kacang hijau dalam berbagai kondisi cekaman air. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), perlakuan terdiri atas 2 faktor, yaitu dosis Mikoriza Vasikular Arbuskular (MVA) (20 gram dan 25 gram) dan tingkat cekaman air (0%, 25%, 50% dan 75%) dengan 3 pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANAVA dua arah. Hasil penelitian menunjukkan nilai tinggi tanaman kacang hijau tertinggi terdapat pada perlakuan dosis MVA 25 gram dan tingkat cekaman air 25% (M2W1) yaitu 49.63 cm. Biomassa tanaman kacang hijau tertinggi terdapat pada perlakuan dosis MVA 25 gram dan tingkat cekaman air 25% (M2W1) yaitu 49.53 gram. Berat basah biji tertinggi terdapat pada dosis MVA 25 gram dan cekaman air 25% yaitu6.72 gram. Persentase infeksi MVA tertinggi terdapat pada perlakuan pemberian dosis MVA 20 gram dan tingkat cekaman air 50% yaitu 53.33%. Pemberian dosis MVA dan tingkat cekaman air berpengaruh terhadap pertumbuhan, produksi dan persentase infeksi MVA pada tanaman kacang hijau (Vigna radiata).
KEPADATAN SPORA DAN STATUS INFEKSI MIKORIZA VESIKULA ARBUSKULA DI RIZOSFER TEMBAKAU (NICOTIANA TABACUM L.) VARIETAS LOKAL JAWA TIMUR PADA LAHAN CEKAMAN KEKERINGAN Syamsiyah, Fitri; Yuliani, Yuliani
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 8, No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kendala yang sering dihadapi petani tembakau adalah masalah kekeringan pada lahan. Kondisi kekurangan air merangsang pembentukan simbiosis antara tanaman dengan mikoriza pada daerah rizosfer. Tujuan penelitian ini adalah menghitung kepadatan spora dan persentase status infeksi Mikoriza Vesikula Arbuskula (MVA) pada tanaman tembakau varietas lokal Jawa Timur di lahan cekaman kekeringan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional. Lokasi penelitian meliputi lahan tembakau di Bojonegoro (Kec. Baureno dan Kedung Adem), Sampang (Kec. Robatal dan Torjun), dan Probolinggo (Kec. Kraksaan dan Krejengan). Isolasi spora MVA dilakukan dengan metode saring basah dan sentrifugasi. Metode clearing and staining untuk mengetahui status infeksi MVA terhadap akar. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung kepadatan spora dan persentase status infeksi MVA pada akar. Berdasarkan hasil penelitian diketahui kepadatan spora MVA yang ditemukan berkisar 13-60 spora/100 g tanah. Kepadatan spora paling tinggi ditemukan pada lahan tembakau di Kecamatan Kraksaan sebesar 60 spora/ 100 g tanah. Kepadatan spora paling rendah ditemukan pada lahan tembakau di Kecamatan Kedung Adem sejumlah 13 spora/ 100 g tanah. Persentase infeksi MVA dengan akar tanaman tembakau adalah 68-78%.  Status infeksi MVA pada lahan dalam kategori tinggi-sangat tinggi.
POTENSI EKSTRAK LICHEN PARMELIA SULCATA DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI XANTHOMONAS CAMPESTRIS PADA TANAMAN KUBIS Pranadita, Kharisma Alfia; Yuliani, Yuliani
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 8, No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lichen merupakan salah satu organisme yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi dan memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pestisida hayati. Salah satu jenis lichen yang sering dijumpai di Indonesia ialah lichen P. sulcata. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ekstrak lichen P. sulcata dan untuk menentukan konsentrasi optimal ekstrak lichen P. sulcata dalam menghambat pertumbuhan bakteri X. campestris secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima variasi konsentrasi yaitu 10.000 ppm, 20.000 ppm, 30.000 ppm, 40.000 ppm, dan 50.000 ppm serta menggunakan kontrol positif kloramfenikol 5% dan kontrol negatif akuades dengan empat kali pengulangan. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode kertas cakram. Data yang diperoleh berupa hambatan pertumbuhan bakteri X. campestris yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat di sekitar kertas cakram dan dianalisis menggunakan ANOVA serta dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak lichen P. sulcata berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan bakteri X. campestris. Perlakuan ekstrak lichen P. sulcata dengan konsentrasi 50.000 ppm paling optimal dalam menghambat bakteri X. campestris dengan diameter sebesar 9,87±0,25 mm.
PENGARUH MEDIA PROPAGASI MYE (MALT YEAST EXTRACT) DAN MS (MURASHIGE AND SKOOG) TERHADAP DIAMETER DAN BERAT TALUS LICHEN PARMELIA SULCATA SECARA IN VITRO Diah Ashshoffa, Firda Nurul; Yuliani, Yuliani
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 8, No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lichen merupakan organisme simbion yang lambat pertumbuhannya. Parmelia sulcata merupakan salah satu jenis lichen foliose yang banyak ditemukan di Indonesia dan memiliki senyawa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat sehingga perlu ditumbuhkan secara cepat dan dalam kuantitas yang besar. Pertumbuhan talus lichen dapat diamati dari pengukuran diameter dan berat talus. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi media propagasi MYE (Malt Yeast Extract) dan MS (Murashige and Skoog) yang paling efektif untuk diameter dan berat talus lichen Parmelia sulcata secara in vitro. Sampel lichen diperoleh dari Arboretum Sumber Brantas, Batu. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan melakukan percobaan menumbuhkan lichen pada formulasi media MYE dan media MS dengan tujuh formulasi, yaitu; MYE 1, MYE 2, MYE 3, MYE 4, MS 1, MS 2 dan MS 3. Analisis data menggunakan ANOVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media propagasi MYE dan MS berpengaruh terhadap diameter dan berat talus lichen Parmelia sulcata. Pembentukan talus lichen Parmelia sulcata terbaik diperoleh setelah dua minggu pengamatan yaitu pada formulasi media MYE 4 dengan diameter talus rata-rata 9,00 cm dan berat talus rata-rata 2,79 gram.