Claim Missing Document
Check
Articles

Improving creative thinking skills and scientific attitude through inquiry-based learning in basic biology lecture toward student of biology education Sandika, Bayu; Fitrihidajati, Herlina
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 4, No 1 (2018): MARCH
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.944 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v4i1.5326

Abstract

Creative thinking skill and scientific attitude are one of 21st century skills which have to be taught to students in the learning process. The pre-study result indicated that only a few of learning process is provided by scientific activities which can assist students to comprehend the concepts easier and improve the students’ creative thinking skill and scientific attitude. Inquiry-based learning can be an alternative to provide an active and authentic scientific learning process. This study aims at improving creative thinking skill and scientific attitude through inquiry-based learning in basic biology lecture toward students of biology education. This study is included in a descriptive quantitative research. The research focused on the topic of cell transport which was taught toward 25 students of Biology 2 class from 2017 academic year of Biology Education Department. The learning process was conducted in two meetings on November 2017. The enhancement of students’ creative thinking skill was determined by one group pre-test and post-test research design using test instrument meanwhile the scientific attitude focused on curiosity and objectivity were observed using non-test instrument. Research result showed that students’ creative thinking skill enhanced highly and students’ scientific attitude improved excellently through inquiry-based learning in basic biology lecture.
Kualitas Hasil Fermentasi Pada Pembuatan Pakan Ternak Ruminansia Berbahan Baku Eceng Gondok (Eichornia crassipes) Fitrihidajati, Herlina; Ratnasari, Evie; -, Isnawati; Soeparno, Gatot
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 7, No 1 (2015): March 2015
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v7i1.3540

Abstract

Eceng gondok (Eichornia crassipes (Mart.) Solm) merupakan gulma perairan yang mengganggu ekosistem. Eceng gondok mengandung protein dan serat kasar yang tinggi. Kandungan serat kasar sulit dicerna, oleh karena itu, eceng gondok perlu diolah menjadi pakan ternak rendah serat kasar dengan cara fermentasi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kualitas hasil fermentasi eceng gondok pada berbagai lama waktu fermentasi dan konsentrasi bioaktivator. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan 2 perlakuan yaitu konsentrasi bioaktivator dan lama fermentasi. Variasi konsentrasi ragi tempe sebagai bioaktivator meliputi 0 g/kg (V0), 14 g/kg (V1), 17,5 g/kg (V23), 21 g/kg (V3) dan 24,5 g/kg (V4). Variasi lama fermentasi yaitu 5 hari (L5) dan 10 hari (L10). Selanjutnya, proses fermentasi untuk setiap perlakuan adalah 10 kg Eceng gondok dengan 5 kali ulangan keseluruhan sampela berjumlah 50. Parameter yang diukur meliputi kadar protein, serat kasar dan kandungan energi, serta struktur fisik. Hasil analisis menggunakan Anava dua arah menunjukkan bahwa perlakuan V1L5 (14 g/kg dengan waktu fermentasi 5 hari) menghasilkan kandungan protein kasar 11,09%, kadar serat kasar 21,16% serta kandungan energi 1064,27 Kcal/kg menunjukkan kualitas terbaik. Hasil fermentasi eceng gondok secara fisik berstruktur remahan, berwarna coklat kehitaman, dan berbau khas tempe. Berdasarkan hasil tersebut disarankan untuk mengolah eceng gondok menjadi pakan ternak dengan melakukan fermentasi menggunakan ragi tempe 14g/kg berat basah eceng gondok selama 5 hariWater hyacinth (Eichornia crassipes (Mart.) Solm) is an aquatic weed that disrupts the ecosystems. Water hyacinth contains high protein and fiber. However, the content of crude fiber is difficult to be digested; therefore, water hyacinth needs to be transformed into low crude fiber animal feed by fermentation processes. The purpose of this study was to describe the quality of fermented hyacinth on various duration of fermentation and various concentration of bioactivator. The study was an experimental study with two treatments, i.e. variation of bioactivator concentration and fermentation duration. The concentration of bioactivator (yeast of tempe) were 0 g/kg (V0), 14 g/kg (V1), 17.5 g/kg (V23), 21 g/kg (V3) and 24.5 g/kg (V4), whereas the duration of fermentation were 5 days (L5) and 10 days (L10). The fermentation process for each treatment was 10 kg Hyacinth with 5 replications; hence the total number of samples was 50. Parameters measured in this study included the levels of protein, crude fiber, energy content and physical structure. The results of the analysis using two-way ANOVA showed that the best quality was resulted from the V1L5 treatment (14 g/kg and the duration of fermentation was 5 days), namely 11.09% crude protein, 21.16% crude fiber content and energy content of 1064.27 Kcal/kg. The physical structure of fermented hyacinth were crumbs, blackish brown, and it had the distinctive smell of tempe. Based on these results it is advised to process water hyacinth into animal feed by fermentation using yeast of tempe 14g/kg wet weight of water hyacinth for 5 days.
PENGARUH PEMBERIAN SERBUK BIJI KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP PENURUNAN KADAR LOGAM BERAT TIMBAL (PB) PADA LIMBAH INDUSTRI BATIK DI KARAH SURABAYA ULFIANA, VETI; Rachmadiarti, Fida; Fitrihidajati, Herlina
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 3 (2016): VOL 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah industri batik sering menjadi permasalahan utama dalam lingkungan. Limbah batik banyak mengandung logam berat timbal (Pb) hingga 0,537 ppm. Oleh karena itu, agar air limbah batik yang akan dibuang ke lingkungan tidak mencemari maka harus melalui proses remediasi terlebih dahulu. Proses remediasi dalam penelitian ini menggunakan serbuk biji kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kadar logam timbal (Pb) di dalam air limbah batik dengan menggunakan berbagai konsentrasi serbuk biji kelor (Moringa oleifera) dan lama waktu pemaparan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan yaitu konsentrasi (20 g, 25 g dan 30 g) dan lama waktu pemaparan (20 menit dan 30 menit). Pengulangan dilakukan sebanyak 4 kali sehingga didapatkan 24 unit perlakuan. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah kadar logam timbal (Pb)  sebelum dan setelah perlakuan. Data dianalisis secara statistik menggunakan Anava 2 arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Data pendukung adalah pH, suhu pada air limbah dan kadar logam timbal (Pb) pada serbuk biji kelor (Moringa oleifera). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 30 gram serbuk biji kelor mampu menurunkan kadar logam timbal (Pb) paling optimal, sedangkan waktu optimal untuk menurunkan kadar logam timbal (Pb) adalah 20 menit.
PEMANFAATAN SAMPAH DAUN TREMBESI (SAMANEA SAMAN) DAN DAUN ANGSANA (PTEROCARPUS INDICUS) SEBAGAI BAHAN BAKU KOMPOS FAUZIYAH, FARISKA; Winarsih, Winarsih; Fitrihidajati, Herlina
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 6, No 3 (2017): Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kompos dari bahan sampah daun trembesi (Samanea saman) dan daun angsana (Pterocarpus indicus) ditinjau dari kadar hara N, P, K dan rasio C/N.  Jenis penelitian ini adalah observasional, materi yang diobservasi meliputi proses perubahan warna, tekstur, bau, suhu, pH dan kelembapan saat proses pengomposan dan kadar hara N, P, K dan rasio C/N. Sampah daun dirajang dan dicampur dengan kompos matang setelah itu ditumpuk atau digundukkan dengan tinggi 1 meter dan lebar 1,5 meter, sampah disiram setiap hari dan dibalik seminggu sekali. Kompos sampah daun matang setelah 40 hari. Hasil uji hara kompos dianalisis dengan cara membandingkan hasil kompos dengan sifat kimia tanah menurut Hardjowigeno. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Kadar hara N kompos daun 4,31%, kadar hara P2O5 2,15%, kadar hara K2O 3,59% dan rasio C/N 8,01. Kandungan hara kompos jika dibandingkan dengan sifat kimia tanah menurut Hardjowigeno termasuk dalam kategori sangat baik.
PEMANFAATAN TAWAS AL2(SO4)3 UNTUK MEMPERBAIKI KUALITAS LIMBAH CAIR PABRIK KERTAS DAN UJI TOKSISITAS PADA IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO) Rusmaindah, Erva Sukma; Fitrihidajati, Herlina; Haryono, Tjipto
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penurunan kadar logam berat timbal limbah cair pabrik kertas dengan menggunakan koagulan tawas Al2(SO4)3 dengan konsentrasi berbeda dan uji toksisitas hasil pengolahan limbah cair pabrik kertas pada ikan mas (Cyprinus carpio) setelah perlakuan dengan tawas Al2(SO4)3. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan, yaitu konsentrasi koagulan tawas. Jumlah sampel di penelitian ini adalah 20 sampel dengan 5 kali pengulangan. Konsentrasi yang digunakan adalah 0 mg/l tawas; 6,25 mg/l tawas; 12,5 mg/l tawas; dan 18,75 mg/l tawas. Parameter penelitian yang diamati adalah persentase penurunan kadar logam berat timbal (Pb) limbah cair pabrik kertas, nilai DO, pH, suhu, dan kematian ikan. Data dianalisis dengan analisis varian (ANAVA) satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar logam berat timbal limbah cair pabrik kertas dengan menggunakan konsentrasi koagulan tawas Al2(SO4)3 yang berbeda. Persentase yang tertinggi terdapat pada konsentrasi 18,75 mg/l,yaitu sebesar 56,25%. Hasil terbaik uji toksisitas limbah cair pabrik kertas pada ikan mas setelah perlakuan dengan tawas Al2(SO4)3, yaitu pada konsentrasi tawas 18,75 mg/l, persentase kematian ikan mas sebesar 34 %.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK CAIR ORGANIK DARI LIMBAH ORGAN DALAM IKAN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM MERAH (ALTERNANTHERA FICOIDES) Kurniawati, Devi; Rahayu, Yuni Sri; Fitrihidajati, Herlina
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kandungan unsur hara N, P, K dan rasio C/N dari pupuk cair dan pengaruh pemberian berbagai konsentrasi pupuk cair terhadap pertumbuhan bayam merah. Penelitian ini terdiri atas dua tahap, tahap I merupakan penelitian deskriptif dan tahap II merupakan penelitian eksperimen. Penelitian tahap II menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu perlakuan yaitu konsentrasi pemberian pupuk cair (0 mL/L/polybag (kontrol),  150 mL/L/polybag, 200 mL/L/polybag, 250 mL/L/polybag, dan 300 mL/L/polybag). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 25. Parameter yang diamati pada tahap I berupa kandungan N, P, K dan rasio C/N sedangkan pada penelitian tahap II adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan biomassa tanaman. Hasil penelitian tahap I dianalisis dengan membandingkan hasil uji pupuk cair organik dengan kriteria sifat tanah, sedangkan hasil pengamatan tahap II diuji statistik menggunakan Analisis Varian (Anava) satu arah yang kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mencari konsentrasi yang paling optimal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah kandungan unsur hara N, P, K dan rasio C/N dalam pupuk cair organik dari limbah organ dalam ikan secara berturut-turut adalah 0,12% (rendah), 0,009% (sangat rendah), 0,007% (sangat rendah), 1,64 (rendah) dan 13,80 (tinggi) dan pemberian pupuk cair organik terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap ketiga parameter penelitian yaitu tinggi tanaman, jumlah daun dan biomassa tanaman bayam merah (Alternanthera ficoides). Konsentrasi paling optimal dalam mempengaruhi pertumbuhan bayam merah adalah pada perlakuan kelima yaitu 300 mL/L/polybag.
BIOREMEDIASI TANAH TERCEMAR MINYAK BUMI DENGAN PENAMBAHAN KOMPOS BERBAHAN BAKU LIMBAH CAIR TAHU DAN KULIT PISANG Hanifah, Nabela Nur; Yuliani, Yuliani; Fitrihidajati, Herlina
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambangan minyak bumi di Bojonegoro mengakibatkan turunnya kualitas tanah yang diketahui dari rendahnya unsur hara dan tingginya senyawa pencemar hidrokarbon yaitu Total Petroleum Hydrocarbon, yang menyebabkan tanah menjadi kurang produktif.Oleh karena itu perlu dilakukan penanganan terhadap tanah tercemar minyak bumi tersebut yaitu dengan upaya bioremediasi.Bioremediasi merupakan aplikasi dari prinsip biologi dalam mengatasi zat kimia berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian kompos limbah cair tahu dan kulit pisang terhadap penurunan kadar TPH dan kenaikan kadar N tanah. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdapat satu faktor perlakuan terdiriatas empat aras yaitu tanpa penambahan kompos (A), pemberian kompos 87,46 g/kg (B),  120 g/kg (C), dan 154,8 g/kg (D) dengan 5 kali pengulangan. Data hasil penelitian tahap pertama dianalisis secara deskriptif dibandingkan dengan nilai sifat kimia tanah dan data pada penelitian tahap kedua dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kompos yang diperoleh dari limbah cair tahu dan kulit pisang mempunyai kadar hara N= 3,83%, P= 2,00%, K= 0,352%, C= 43,91%. Pemberian kompos limbah cair tahu dan kulit pisang berpengaruh terhadap penurunan kadar TPH dan peningkatan kadar hara N pada tanah tercemar minyak bumi.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK BERBAHAN ECENG GONDOK TERFERMENTASI DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI MERAH VARIETAS GADA MK F1 Wardhani, Marella Kusuma; Rachmadiarti, Fida; Fitrihidajati, Herlina
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh pemberian berbagai konsentrasi pupuk organik berbahan eceng gondok terfermentasi dan menentukan konsentrasi optimal pupuk organik berbahan eceng gondok terfermentasi terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah varietas Gada MK F1. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktorial, yaitu konsentrasi  pupuk organik eceng gondok terfermentasi. Konsentrasi yang digunakan antara lain 31,92 g/5 kg tanah; 63,84 g/5 kg tanah; 95,76 g/5 kg tanah; 127,68 g/5 kg tanah dan 0,27 g urea sebagai kontrol. Perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan tanaman yang meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman cabai merah varietas Gada MK F1. Data dianalisis menggunakan ANAVA satu arah dan dilanjutkan dengan Uji Duncan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi pupuk organik berbahan eceng gondok terfermentasi memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman yang meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman cabai merah varietas Gada MK F1 dan pemberian pupuk organik berbahan eceng gondok terfermentasi pada konsentrasi 127,68 g/5 kg tanah memberikan pengaruh paling optimal terhadap pertumbuhan tanaman yang meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman cabai merah varietas Gada MK F1.
PENGARUH PEMBERIAN LIMBAH PADAT INDUSTRI AGAR SEBAGAI PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI HIJAU (BRASSICA JUNCEA) Syarifah, Fitriatus; Fitrihidajati, Herlina; Indah, Novita Kartika
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 3 (2018): Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah padat industri agar merupakan salah satu limbah organik yang dibiarkan menumpuk di tempat penimbunan. Limbah padat industri agar dapat diubah menjadi pupuk organik dengan cara memfermentasikan limbah padat tersebut dengan menggunakan mikroorganisme. Mikroorganisme yang digunakan yaitu Effective Microorganism-4 (EM-4) dan dicampur dengan dedak dan kotoran sapi. Pupuk organik tersebut diimplementasikan terhadap tanaman sawi hijau (B. juncea). Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji kualitas unsur hara yang terkandung dalam limbah padat industri agar, baik sebelum maupun sesudah pengomposan dan untuk menguji pengaruh kompos limbah padat industri agar terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan  lima perlakuan. Dosis kompos dari limbah industri agar yaitu 0,28 g; 0,56 g; 0,84 g dan 1,12 g juga 0,24 g urea sebagai kontrol. Data dianalisis menggunakan Analisis Varian Satu Arah (ANOVA). Kompos limbah padat industri agar memiliki kandungan N 1,01% (sangat tinggi), P 0,14% (rendah), K 1,40% (sangat tinggi), dan rasio C/N 15 (sedang). Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh dari berbagai dosis kompos limbah padat industri agar terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau. Dosis kompos limbah padat industri agar 1,12 g/polybag memberikan dampak yang optimum terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BATANG BROTOWALI (TINOSPORA CRISPA) TERHADAP MORTALITAS KUTU DAUN (APHIS GOSSYPII) Permadi, Mochamad Sulung Didi; Fitrihidajati, Herlina
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 8, No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pestisida alami adalah pestisida yang berasal dari tumbuhan dan hewan. Jenis pestisida ini mudah diurai di alam sehingga aman bagi manusia dan lingkungan. Tanaman brotowali (Tinospora crispa) dapat dimanfaatkan sebegai pestisida alami untuk mengendalikan hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tanaman brotowali  sebagai pestisida untuk mengendalikan hama kutu daun (Aphis gossypii). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan satu faktor perlakuan yaitu pemberian konsentrasi ekstrak batang brotowali yang terdiri atas enam perlakuan (A=0%, B=3,125%, C=6,25%, D=12,5%, E=25%, F=50%) dengan empat pengulangan dengan jumlah sampel 20 pada setiap perlakuan sehingga total sampel 480. Penelitian dilakukan selama lima hari terhitung setelah 24 jam perlakuan dengan melihat jumlah mortalitas kutu daun. Sampel tanaman brotowali diperoleh dari Ketintang, Surabaya selanjutnya diekstrak dengan menggunakan alat Rotary vacum evaporator. Kutu daun diperoleh di lahan pertanian di daerah Mojokerto. Data dianalisis dengan menggunakan oneway Anova dan dilanjutkan dengan uji turkey dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pada pemberian ekstrak batang brotowali terhadap mortalitas kutu daun yang ditunjukkan dengan adanya mortalitas terhadap kutu daun setalah pemberian ekstrak batang brotowali. Konsentrasi ekstrak batang brotowali yang efektif mempengaruhi mortalitas Aphis gossypii yaitu konsentrasi 3,125 %.
Co-Authors Achmad Nur Syamsi Adi Candra, Adi Agustina, Dwi Wahyu Aini, Niswatul Alma Dwi Rahmawati Amelia, Awanda Anam, Muhammad Sayyidul Andriani, Betty Anggrawina, Arida Ajeng Wahyu Ariq, Muhamad Iqbal Aruna Nur Setiawan Aseyan, Aseyan Aulia Izzaty Karima Awanda Amelia BAYU SANDIKA Bayu Sandika Choirunnisakh, Putri Suci Citra Nuzulla Hariningwang Deswita Ardyagarani Durrotun Nafisah Dwi Anggorowati Rahayu Dwi Wahyu Agustina Endang Susantini ENDANG SUSANTINI Ervan Johan W., Ervan Ervan Johan Wicaksana Eva Kristinawati Putri Evie Ratnasari Evie Ratnasari Evie Ratnasari FAUZIYAH, FARISKA Fida Rachmadiarti Gatot Soeparno GATOT SOEPARNO Ginting, Gilbert Pengindonta Hanifah, Nabela Nur Hariningwang, Citra Nuzulla Haryono, Tjipto Ilmiah, Masrurotul Inayah Fitri Intan Dwi Puspitasari Iq Wulandari Isnawati - Isnawati Isnawati Isnawati Isnawati Kurniawati, Devi Kusuma, Adjeng Mayura Kusumawati, Retno Indah Lestari, Gadis Suci M. Rifqi Eka Wardhani Milatti, Selli Ihza Mirsa Risky Virdaussya Muhamad Iqbal Ariq Muhammad Izhar Mahendra Surya Nugraha Mulyono, Azzahra Imairel Putri Diyati MUSLIMIN IBRAHIM Musyarofah, Maulidatul Nabila Azahra Nindya Pertiwi Nissa' Nur Fitriani Niswatul Aini NOVITA KARTIKA INDAH Novita Kartika Indah Nugraha, Muhammad Izhar Mahendra Surya Nur Ana Nur Cholis Nurcholis Nurcholis Nursheila, Yasmine Artika Permadi, Mochamad Sulung Didi Pertiwi, Nindya Prihatinningtyas, Tri Meiriana Putri Suci Choirunnisakh Putut Rakhmad Purnama Qorie Rafi Azaly Rafio Rizkyta Putra Reni Ambarwati Reni Ambarwati Rizka, Asri Nur Rohmah, Daniyah Fathinur Rosiana Dwi Rukmana Rosidah Rosidah Rosidah Rosidah Rusmaindah, Erva Sukma Sabrina Jenry Fitria Sugiyono Sugiyono Sunu Kuntjoro Syamsi, Achmad Nur Syarifah, Fitriatus Tarzan Purnomo TARZAN PURNOMO Triwahyudi, Hery Ulfi Faizah ULFIANA, VETI Uswatun Hasanah Uswatun Hasanah Vidyawati, Dwi Savitri Virdaussya, Mirsa Risky Wardhani, M. Rifqi Eka Wardhani, Marella Kusuma Winarsih, Winarsih Wisanti Wisanti Wulandari, Insiatul Fa'anit Wulandari, Iq Yuliani, Yuliani YUNI SRI RAHAYU Zuhrotun Nisa, Widyana