Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sistem Klasifikasi Kelor dalam Etnobotani Masyarakat Wolio Sofyani, Wa Ode Winesty
JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jsw.2019.3.1.3488

Abstract

This article studies about ethnobotany kelor (Moringa oleifera) of Wolio people in Baubau, Southeast Sulawesi Province. The aim of this research is to know how the classification systems of kelor plants in Wolio people and why the kelor plants to be classified. Data collection of this research is using ethnography method, in-depth interview and participatory observation to know the view of Wolio people concern with kelor. The result of this research shows that kelor classification system of Wolio people consists of females and males. According to Wolio people, the existence of kelor classification due to a difference of colour, type, size, and taste. The use of kelor gender as kelor classification system reflects the life of Wolio people.  
ANALISIS FAKTOR DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA PANTAI NAMBO, KOTA KENDARI, SULAWESI TENGGARA: (ANALYSIS OF FACTORS IN THE DEVELOPMENT OF NAMBO BEACH TOURISM DESTINATION, KENDARI CITY, SOUTHEAST SULAWESI) Janu, La; Sofyani, Wa Ode Winesty; Aris, La Ode; Husriadi, Muhammad
e-Journal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi Vol. 12 No. 2 (2025): e-JEBA Volume 12 Number 2 Year 2025
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ejeba.v12i2.53724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung pengembangan Destinasi Wisata Pantai Nambo. Sumber data dalam penelitian ini adalah berasal dari data primer dan data sekunder, sementara teknik pengumpulan data yaitu dilakukan melalui wawancara dan pengamatan. Analisis data menggunakan pendekatan kualitatif dimana permasalahan penelitian dianalisis dengan menggunakan teori penghambat dan pendukung pengembangan pariwisata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor menghambat pengembangan Destinasi Wisata Pantai Nambo yaitu tercemar aktivitas penambangan pasir, limbah rumah tangga, terdapat sarana dan prasarana yang tidak terawat, tempat pembuangan abu jenazah mayat suku-bangsa Bali dan sumber daya manusia pariwisata yang minim. Faktor pendukung pengembangan Destinasi Wisata Pantai Nambo berupa dekat dengan pusat Kota Kendari, dukungan dana dari pemerintah, sarana dan prasarana yang cenderung lengkap dan pusat pagelaran seni dan budaya.