Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Asap Cair Tempurung Kelapa dengan Dosis yang Berbeda terhadap Kepadatan Chlorella sp Bayu Dwi, Bayu Dwi; Eddiwan, Eddiwan; Efawani, Efawani
South East Asian Water Resources Management Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seawarm.1.2.23-28

Abstract

Asap cair adalah hasil destilasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran langsung yang mengandung lignin, selulosa, hemiselulosa, dan senyawa karbon lainnya. Asap cair yang terbuat dari tempurung kelapa biasanya digunakan dalam meningkatkan pertumbuhan sel tumbuhan termasuk mikroalga salah satunya Chlorella sp. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh asap cair tempurung kelapa dengan dosis berbeda terhadap kepadatan dan biomassa Chlorella sp. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan sistem Rancangan Acak Lengap dan dianalisis menggunakan One Way ANOVA. Perlakuan terdiri dari 3 dosis asap cair tempurung kelapa berbeda yaitu dengan pemberian dosis A (1 mL), B (2 mL), dan C (3 mL). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan kontrol memiliki kepadatan tertinggi dibanding perlakuan A, B dan C, dengan yaitu 4.381 x 104 sel/mL. Kepadatan terendah didapat pada perlakuan A (1 mL) yaitu 2.970 x 104 sel/mL, kemudian perlakuan B (2 mL) 4.158 x 104 sel/mL dan perlakuan C (3 mL) yaitu 3.513 x 104 sel/mL. Suhu rata-rata berkisar antara 25-26ÂșC, pH rata-rata berkisar antara 5-8 dan intensitas cahaya berkisar antara 5000-6000 Lux. Hasil biomassa menunjukkan bahwa biomassa tertinggi yaitu kontrol dengan hasil 2,13 g/L. Hasil analisis diperoleh bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan (P>0,05) dari pemberian asap cair tempurung kelapa, dan asap cair tempurung kelapa kurang efektif dalam meningkatkan kepadatan sel Chlorella sp.
The assessment of status of Sibam River and Air Hitam River Pekanbaru city Riau Province using pollution index Yuliati, Yuliati; Sumiarsih, Eni; Efawani, Efawani; Mulyani, Isma; Fajri, Nur El
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 12, No 2 (2023): AUGUST 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.2.29001

Abstract

The quality of the Siak River is gradually deteriorating with the rapid socio-economic development in its tributary watersheds. S. Sibam and Air Hitam are part of the Siak tributaries in the Siak tributary sub-region in Pekanbaru City. The quality of the Sibam and Air Hitam tributaries in the Siak Watershed of Pekanbaru City has been studied to determine the relative pollution level of water quality standards. Water quality measurements were carried out from January to August 2022 at the upstream, middle, and confluence with the Siak River. The pollution level of the Sibam River and Air Hitam River was measured using the pollution index method. The quality of the Sibam River and Air Hitam waters is compared to the quality standards according to The Regulation of Government of the Republicof Indonesia(RGRI) Number 22/2021 Class III. The water quality parameter measured consisted of dissolved oxygen, TSS, pH, BOD, COD, nitrate, nitrite, ammonia, and total phosphate. Pollution index calculations for the Sibam and Air Hitam rivers show light pollution, with index values ranging from 1.75 to 3.57. Nitrite and ammonia concentrations in the Sibam River do not meet quality standards. Whereas in the Air Hitam River, the BOD, nitrite, and ammonia level exceeds the quality standards (RGRI Number 22/2021 Class III). The highest pollution index is in the middle of the river, with settlements on both rivers.Keywords:Pollution IndexWater QualitySibam RiverAir Hitam River