Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Relief: Journal of Craft

DOL SEBAGAI IDE PENCIPTAAN TAS MAKE UP Rusmiati, Rusmiati; Widdiyanti, Widdiyanti; Prastawa, Wisnu
Relief : Journal of Craft Vol 2, No 2 (2023): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v2i2.3750

Abstract

Dol is a traditional Bengkulu musical instrument resembling a bedug, which is played by striking using a wooden bat with a cloth-covered end. The Dol instrument is tubular with a slightly oblong bottom and has a single membrane as the sound source at the top. The body is painted in bright hues like red, green, and yellow to make it more appealing. Its distinctive form inspired the development of textile products in the form of makeup bags. Ornamentation of works using the batik techniques. The process used to create this artwork involves three stages: exploration, seeking sources of knowledge on dol musical instruments; design, which entails creating drawings for the work; embodiment, which consists of the writing batik technique and stitching the bag. The five pieces of original artwork and two pieces of designed artwork are combined to form a makeup bag. Each work is titled according to the type of rhythm in playing dol namely Suwena 1, Suwena 2, Suwari 1, Suwari 2, Suwari 3, Tamatam 1, and Tamatam 2.
Visualisasi Makan Bajamba Dengan Teknik Ukir Pada Kayu Farihah, Nur Annisa; Yulimarni, Yulimarni; prastawa, Wisnu
Relief : Journal of Craft Vol 3, No 1 (2023): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v3i1.5393

Abstract

Makan bajamba adalah budaya asli Minangkabau khususnya di nagari Koto Baru Salo, kabupaten Agam yang sangat patut untuk dilestarikan keberadaannya. Dalam Konsep perwujudan karya bersumber dari budaya makan bajamba menghadirkan visualisasi dari prosesi makan bajamba yang diwujudkan dalam bentuk relief dengan tiga nilai utama yang terkandung di dalam makan bajamba yaitu nilai kebersamaan, nilai etika dan nilai silaturahmi. Proses perancangan, perwujudan serta penerapan karya menggunakan teori bentuk, estetika, dan fungsi. Teknik yang digunakan pada pembuatan karya ini adalah teknik ukir tinggi, dengan menggunakan bahan utama kayu surian. Hasil akhir dari karya ukir kayu berbentuk relief ini bejumlah tujuh karya yang berjudul yaitu Karya I Mahidang, Karya II Pasambahan, Karya III Jamba, Karya IV Adab Makan Bajamba, Karya V Menikmati Jamba, Karya VI Parabuang, Karya VII Makan Parabuang. Dalam setiap karya mengandung nilai dan ilmu pengetahuan tentang kegiatan makan bajamba .
Burung merak hijau sebagai ide penciptaan motif batik pada cardigan Azizah, Nisatul -; Ferawati, Ferawati; prastawa, wisnu; Kurniawan, Ramadhani
Relief : Journal of Craft Vol 4, No 2 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v4i1.5453

Abstract

Burung Merak Hijau merupakan salah satu burung terindah di dunia yang juga terdapat di Indonesia, khususnya di pulau Jawa, yaitu Pavo muticus. Bulu ekor ini tumbuh dari pangkal ekor sehingga dapat berbentuk seperti sebuah kipas yang sangat besar dan indah. Di atas kepalanya terdapat jambul tegak. Sedangkan merak betina memiliki bulu-bulu yang kurang mengkilap, berwarna hijau keabu-abuan tanpa dihiasi bulu penutup ekor. Burung merak hijau walaupun berukuran besar, tetapi memiliki keunikan pandai terbang dan bulu ekor yang memiliki warna yang indah yaitu hijau keemasan yang berkilau dengan ujung ekor berbentuk seperti mata berwarna coklat, hijau dan biru.Konsep penciptaan karya ini berangkat dari burung merak hijau karena memiliki bulu yang indah, memiliki warna yang cerah, serta hewan yang dilindungi sebagai motif batik pada cardigan.  Landasan teori yang digunakan dalam mewujudkan karya ini yaitu teori bentuk, fungsi, warna, motif, kreasi, dan estetis. Metode pada proses penciptaan karya ini dimulai dari tahap eksplorasi dilanjutkan pada tahap perancangan kemudian perwujudan karya. Karya ini menggunakan teknik batik tulis dan jahit dengan media kain mori primisima dan zat pewarna remazol. Karya yang diciptakan merupakan karya fungsional. Adapun fungsi karya secara fisik adalah sebagai pakaian cardigan yang berlengan panjang dan tanpa lengan dengan ukuran L. Karya yang diciptakan berupa cardigan sebanyak tujuh dengan judul bertengger, bersuara, kasih sayang ibu, terbang, cantik, kipas, dan merak betina.
Tari Rangguk Sebagai Ide Penciptaan Pada Karya Kulit Dewi, Eti Livia; Hendra, Hendra; Prastawa, Wisnu
Relief : Journal of Craft Vol 3, No 2 (2024): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v3i2.5460

Abstract

Penciptaan karya “Tari Rangguk Sebagai Ide Penciptaan Pada Kriya Kulit” dilatarbelakangioleh ketertarikan pengkarya, terhadap tari rangguk yang ada di wilayah Kumun Debai. MasyarakatKumun Debai masih menjaga dan melestarikan tradisi ini sampai sekarang. Tari Rangguk adalahsalah satu kesenian tradisional yang bernuansakan Islam yang tumbuh dan berkembang di KumunDebai. Tari rangguk biasanya ditarikan oleh 7 sampai 15 orang remaja putri sebagai penari, 2 oranglaki-laki sebagai penabuh rebana dan 2 orang perempuan sebagai pelantun tale. Penciptaan karyaini menjadi salah satu media promosi bagi masyarakat luas, tidak hanya masyarakat pemilik tradisitersebut, namun juga masyarakat luas. Metode penciptaan karya yaitu melalui tahapan dan proseseksplorasi terhadap sumber ide, perancangan dengan menghasilkan sketsa dan desain, danperwujudan atau visualisasi menjadi karya. Secara umum penciptaan karya menggunakan landasanteori berupa bentuk, fungsi, estetis, dan dekoratif. Sementara perwujudan karya menggunakanmedia kulit samak nabati, dengan teknik tatah kempa dan pyrography.