Produksi ikan asin merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang penting bagi masyarakat pesisir di Indonesia, termasuk di Desa Pusong Teulaga Tujuh, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa. di balik manfaat ekonomi yang diperoleh, proses produksi ikan asin juga menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pencemaran lingkungan dari aktivitas produksi ikan asin dan mengidentifikasi strategi mitigasi yang efektif di Desa Pusong Teulaga Tujuh, Kecamatan Langsa Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pelaku usaha dan masyarakat, serta dokumentasi kondisi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah produksi ikan asin yang tidak terkelola dengan baik menyebabkan pencemaran air, tanah, dan udara. Dampak terhadap kesehatan masyarakat meliputi gangguan pernapasan akibat bau menyengat dan potensi penyakit yang ditularkan melalui air tercemar. Strategi mitigasi yang direkomendasikan meliputi: pembangunan sistem pengolahan limbah cair sederhana, pengelolaan limbah padat menjadi produk bernilai ekonomis, penerapan praktik produksi bersih, dan peningkatan kesadaran masyarakat melalui edukasi berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat yang berkelanjutan.