Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Kepentingan Nasional Jepang dalam Mengembangkan Teknologi Pembersih Sampah Antariksa Oktaviani, Jusmalia; Simatupang, Helga Yohana
Global and Policy Journal of International Relations Vol 13, No 02 (2025)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v13i02.5485

Abstract

Sampah antariksa telah menjadi tantangan kritis dalam eksplorasi orbit rendah Bumi, dengan lebih dari 14.000 potongan puing beragam ukuran yang meningkatkan risiko tabrakan dan menimbulkan potensi kerugian finansial serta gangguan layanan infrastruktur satelit. Laporan ini menganalisis distribusi sampah antariksa global—didominasi oleh Rusia, Amerika Serikat, dan Tiongkok—serta perkembangan kebijakan dan teknologi pembersihan sampah antariksa di Jepang. Meskipun kontribusi puing Jepang relatif kecil, negara ini memanfaatkan peluang strategis melalui pembentukan Space Strategic Fund, redefinisi konstitusi “tujuan damai,” dan kemitraan dengan sektor swasta seperti Astroscale untuk mengembangkan solusi dual-use. Teknologi ini tidak hanya bertujuan membersihkan orbit tetapi juga memiliki potensi aplikasi keamanan antariksa, sejalan dengan meningkatnya ancaman dari program luar angkasa militer regional. Pendekatan Jepang menggabungkan investasi keuangan, kerangka regulasi, dan diplomasi soft power untuk membangun reputasi sebagai pemimpin tata kelola antariksa global. Studi ini memberikan wawasan tentang bagaimana negara kekuatan menengah dapat memanfaatkan inovasi teknologi untuk meningkatkan pengaruh strategis di domain antariksa, dengan implikasi penting bagi kebijakan luar negeri, keamanan nasional, dan kolaborasi internasional di era antariksa kontemporer..Kata Kunci: sampah antariksa, teknologi pembersihan, diplomasi antariksa, Jepang, keamanan antariksa
New Colonialism in an Ecological Guise Oktaviani, Jusmalia; Iqbal, Firdaus Muhamad
Journal Of Global Strategic Studies : Jurnal Magister Hubungan Internasional Vol 5 No 2 (2025): Journal of Global Strategic Studies
Publisher : Master's Programs in International Relations, Faculty of Social and Political Science, Jenderal Achmad Yani University (UNJANI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jgss.v5i2.4675

Abstract

Waste trade from developed to developing countries reflects systemic environmental racism. Wealthy nations turn poorer nations into dumping grounds, creating structural injustice and geography-based discrimination. The concept of ecological colonialism reinforces this, highlighting environmental exploitation in colonized countries. Environmental issues and so-called “green” policies are often used by developed nations to impose dominance over the Global South. This is manifested in the exploitation of natural resources, dependency on debt and foreign loans, technological domination, and waste colonialism. Such practices demonstrate that environmental protection is prioritized only for the powerful, while marginalized communities are sacrificed, thereby reinforcing structural inequality and dependency. This study frames waste trade not as ordinary commerce but as a form of domination over developing countries, particularly in Asia and Africa. Using qualitative methods and secondary data collection, it presents a theoretical framework to explain how waste trade becomes a tool for developed nations to create structural dependency.
Beyond Wavering: Post-Colonial Resistance and Norm Contestation in ASEAN’s Response to Myanmar’s Coup Muhammad, Andra Khagum; Oktaviani, Jusmalia; Panorama , Anggun Dwi
Nation State: Journal of International Studies Vol. 8 No. 2 (2025): Norm Contestation, Identity and Cultural Dynamics in Contemporary International
Publisher : Faculty of Economics and Social Science, Department of International Relations, Universitas Amikom Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/nsjis.v8i2.2304

Abstract

This study aims to analyze ASEAN's response to the military coup in Myanmar as a form of post-colonial resistance that affects regional norm formation. This study is important because it reveals how collective memories of colonialism shape ASEAN's attitudes towards the concepts of democracy, sovereignty, and intervention, giving rise to the dynamics of norm contestation between the principle of non-intervention and the pressure to protect human rights. The method employed is Critical Discourse Analysis (CDA), which is used to explore the discourse construction and ideology underlying ASEAN policies. The theoretical framework adopted includes norm contestation theory which emphasizes that international norms are dynamic and contested, as well as Dipesh Chakrabarty's post-colonial approach, which highlights historical trauma as the foundation of institutional resistance. The results show that ASEAN's cautious stance is not a weakness, but a form of protection of sovereignty and political identity shaped by colonial experiences. This study contributes to the understanding of the interaction between global and local norms in the post-colonial world, enriching the discourse of international relations from the perspective of the Global South.
MEKANISME PENANGGULANGAN BENCANA ALAM OLEH PALANG MERAH INDONESIA (PMI) KABUPATEN BANDUNG Oktaviani, Jusmalia; Sari, Suwarti; Akbar, Taufan Herdansyah
Jurnal Academia Praja Vol 2 No 02 (2019): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.078 KB) | DOI: 10.36859/jap.v2i02.120

Abstract

Indonesia adalah negara yang rentan terhadap berbagai jenis bencana alam. Berbagai daerah di Indonesia mengalami hal tersebut, termasuk Provinsi Jawa Barat khususnya Kabupaten Bandung yang wilayahnya sangat rawan mengalami banjir, longsor, serta gempa. Mekanisme pemberian bantuan serta penanggulangan bencana sangat penting untuk dilaksanakan dengan cepat dan tepat untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. Salah satu lembaga yang memiliki wewenang untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan adalah Palang Merah Indonesia, yang mana dalam penelitian ini difokuskan pada Palang Merah Indonesia Kabupaten Bandung.
Implementasi PP Nomor 59 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Malaysia Subagyo, Agus; Djatah, Stenly; Ginanjar, Yusep; Akbar, Taufan Herdansyah; Tholhah, Tholhah; Rahmat, Angga Nurdin; Oktaviani, Jusmalia; Pratama, Muhammad Raihan; Putra, Rakha Aditya; Shelina, Bella; Farida, Nissa Nur; Putri, Benaya
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma (in Progress)
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1332

Abstract

Perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) merupakan isu strategis dalam hubungan bilateral Indonesia-Malaysia, terutama mengingat besarnya jumlah PMI yang bekerja pada sektor domestik dan informal serta tingginya tingkat kerentanan yang mereka hadapi. Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 59 Tahun 2021 sebagai regulasi komprehensif yang mengatur pelaksanaan perlindungan PMI pada tahap pra-penempatan, masa bekerja, hingga purna-penempatan. Namun, implementasi regulasi tersebut di Malaysia masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari rendahnya literasi hukum PMI, keterbatasan akses terhadap informasi resmi, hingga lemahnya mekanisme pengaduan di lapangan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman PMI mengenai isi dan mekanisme perlindungan yang diatur PP 59/2021 melalui sosialisasi, penyuluhan hukum, dan pendampingan berbasis komunitas bekerja sama dengan PCI Muslimat NU Malaysia. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman PMI terkait hak kontraktual, akses layanan perwakilan RI, serta mekanisme pelaporan ketika menghadapi pelanggaran ketenagakerjaan. Penandatanganan MoU antara UNJANI dan PCI Muslimat NU Malaysia memperkuat keberlanjutan program edukasi hukum dan membuka peluang pengembangan model perlindungan berbasis komunitas. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi akademisi dan organisasi diaspora untuk memastikan implementasi PP 59/2021 berjalan efektif di negara tujuan, serta perlunya program edukasi regulasi yang bersifat periodik dan terstruktur untuk meningkatkan kapasitas perlindungan diri PMI.
Systematic Literature Review : Gender Focal Point in Military Aprillia, Bunga; Oktaviani, Jusmalia
Indonesian Journal of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Social Science Research (IJSSR)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/ijssr.05.02.29

Abstract

Gender equality in the military is a phenomenon that still receives little attention, because the military world is still dominated by male masculinity and there is still little involvement of women in military operations or peace missions. Since the existence of UN Resolution 1325, it has become an opening for gender equality in the military world, especially for women. Women have an important role in conflict management, conflict prevention and can be peacemakers after conflict. Women are considered more sensitive to local situations and environments, thus facilitating acceptance in society. This research is descriptive research using the Systematic Literature Review (SLR) method. Based on the Scopus search results, 2 documents were found that were relevant to the gender focal point and 1 article was found from the publish or perish search results. And there are 6 previous articles that also researched gender focal points. The research results show that gender focal point research in the military field is still rare and this provides wider space for researchers interested in this field.
Strategi Pengembangan Usaha Komoditas Pangan Melalui Kerja sama Antar Desa di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Subagyo, Agus; Sari, Suwarti; Nurdin, Iing; Djemat, Yuswari Octonain; Ginanjar, Yusep; Rachmat, Angga Nurdin; Benarrivo, Renaldo; Nastiti, Nala Nourma; Oktaviani, Jusmalia; Akbar, Taufan Herdansyah; Alamari, Muhammad Fauzan; Harikesa, I Wayan Aditya; Tholhah, Tholhah; Rianda, Bimbi; Nuradhawati, Rira; Rokhmat, Dicky Febriansyah; Panorama, Anggun Dwi; Aprimayanti, Risyah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1300

Abstract

Kerja sama dianggap penting karena potensi sumber daya alam, sosial budaya, dan ekonomi desa di Pangalengan tidak selalu sama. Kegiatan pengabdian ini bertujuan Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan terhadap pengembangan usaha komoditas pangan kepada kelompok masyarakat; Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan terhadap kemampuan ekspor dan kerja sama desa; dan Meningkatkan motivasi masyarakat untuk memulai menjadi pelaku usaha. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, pendekatan kelompok, pendekatan individual, metode ceramah, dan metode diskusi. Teridentifikasi komoditas unggulan yang paling potensial dikembangan untuk ekspor pada saat ini di Desa Warnasari adalah biji kopi. Namun kemampuan ekspor dinilai masih perlu persiapan lebih komprehensif, yaitu tata kelola kelembagaan, produksi, pengemasan dan pembuatan produk turunan biji kopi. Kerja sama di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan dalam lingkup kerja sama antar warga dengan Pemerintah Desa sudah terjalin dengan baik yang dapat dilihat dari kekompakan seragam yang dikenakan dan komunikasi yang persuasif. Namun masih memiliki kelemahan pada kerja sama desa serta dengan pihak swasta seperti pengepul kopi.