Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

"Tumbuh setelah Bencana" Rahman, Fadly
Jurnal Sejarah Vol 2 No 2 (2019): Bumi Berguncang dan Ombak Menghantam: Kajian Awal tentang Bencana dalam Sejarah I
Publisher : Masyarakat Sejarawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.807 KB) | DOI: 10.26639/js.v2i2.228

Abstract

In Indonesian history, volcanic disasters are both disastrous and blessing. In the short term it becomes disastrous when the impact causes massive damage and takes many casualties. But in the long term it can becomes blessings because the ashes from volcanic eruptions has the potential to fertilize the soil. Volcanic disasters as happened in several parts of Dutch East Indies regions that were traversed by the "ring of fire" have attracted the attention of scholars, such as botanists Verbeek (1886), Treub (1888), Hemsley (1888 & 1903), Valeton (1905), Ernst (1907), Backer (1929); volcanologist ter Braake (1945); and agronomist Mohr (1945) in examining soil conditions post-eruption which is good to growth of various vegetations. From their research it was concluded that the regions with the highest number of active volcanoes tend to have a high level of soil fertility. This article discusses the traces of scientific researchs on the vegetation condition after eruption of Krakatoa (1883) and how the research results became guidance for the botanical study in Dutch East Indies on the last of 19th century until the first half of 20th century.
PANGAN DALAM PERSPEKTIF BUDAYA SUNDA: MATERI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI DESA SINDULANG, KECAMATAN CIMANGGUNG, KABUPATEN SUMEDANG Wahya, Wahya; Rahman, Fadly; Hamid, Abdul
Midang Vol 2, No 1 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i1.50859

Abstract

Setiap bangsa di dunia tidak dapat melepaskan dirinya dari keperluan akan pangan atau makanan karena pangan merupakan sumber tenaga ketika melakukan aktivitas. Dengan pangan manusia dapat mempertahankan hidupnya di dunia. Oleh karena itu dicari berbagai cara melalui budaya agar pangan tetap dapat terus hadir dan diingat dalam kehidupan. Pangan dalam perspektif budaya Sunda memiliki nilai-nilai kearifan lokal. Pangan bukan hanya sekadar sesuatu yang diperlukan fisik untuk memberikan tenaga ketika melakukan aktivitas, tetapi memiliki nilai-nilai dalam kehidupan. Oleh karena itu, bukanlah hal yang aneh masalah makanan itu diangkat dalam ungkapan atau peribahasa dalam budaya Sunda yang menunjukkan kecerdasan orang Sunda dalam memandang makanan dari perspektif budayanya. Orang yang tidak kebagian makanan istimewa diasosiakan dengan bengkok tikoro ‘kehabisan makanan karena telat datang’. Keadaan masyarakat yang makmur digambarkan dengan murah sandang murah pangan ‘murah pakaian murah makanan’. Ketika bertamu hanya mendapatkan minuman tanpa makanan disindir dengan ngaburuy ‘seperti kecebong’. Orang kaya yang banyak makanan dan uang diilustrasikan dengan rea ketan rea keton ‘banyak ketan dan uang’. Budaya pangan melekat dengan kehidupan orang Sunda.
DAMPAK UMKM TERHADAP PENURUNAN PENJUALAN KFC DI INDONESIA Rahman, Fadly
Media Riset Bisnis Ekonomi Sains dan Terapan Vol 2, No 3 (2024): Media Riset Bisnis Ekonomi Sains dan Terapan
Publisher : Taksasila Edukasi Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71312/mrbest.v2i3.207

Abstract

This study aims to analyze the influence of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) on the decline in sales of fast food restaurants Kentucky Fried Chicken. MSMEs play an important role in the Indonesian economy, especially in helping to increase people's purchasing power with affordable prices and flavors that suit the tastes of the Indonesian people. This study uses a qualitative descriptive research method used to analyze topics and issues that rarely occur in MSMEs. The results of the study show that culinary MSMEs influence people's choices. The low price factor and easy-to-reach sales areas make consumers prefer MSME products to fast food restaurant products. The results of this study explain that MSMEs can compete with large companies.Keywords : MSMEs, business competition
MEWARISKAN INGATAN BENCANA Partisipasi Peneliti Ilmu Sejarah Unpad dalam Penelitian dan Peringatan Bencana Sangiang 1980 di Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka Gustaman, Budi; Jaelani, Gani A.; Rahman, Fadly
Midang Vol 3, No 1 (2025): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i1.61267

Abstract

Pada 26 Desember 1981, lima kampung di Desa Sangiang Kecamatan Talaga Kabupaten Majalengka dilanda banjir bandang yang menewaskan sebanyak 139 orang tewas, 124 luka-luka, dan 14 orang dinyatakan hilang. Bencana banjir bandang yang didahului longsor di perbukitan tersebut menjadi suatu bencana nasional yang membuat Presiden Soeharto datang langsung ke lokasi bencana untuk upaya relokasi. Bencana yang terjadi pada 44 tahun lalu tersebut hingga sekarang masih terekam dalam memori kolektif masyarakat Desa Sangiang, dengan suatu persoalan perihal pewarisan ingatan bencana kepada generasi muda yang semakin tereduksi oleh waktu dan perkembangan zaman. Untuk itu, kegiatan PPM ini berfokus pada partisipasi terhadap upaya pewarisan ingatan bencana melalui riset dan peringatan bencana pada 26 Desember 2024 lalu. Ada tiga temuan penting yang didapat dari kegiatan tersebut. Pertama, kegiatan PPM ini didahului oleh kegiatan riset sejarah bencana Sangiang yang dilakukan tim peneliti dari Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, yang dalam pelaksanannya memberikan sumbangsih berupa penyediaan data tentang bencana katastropik tersebut. Suatu kondisi yang sebelumnya tidak dimiliki oleh masyarakat Desa Sangiang. Kedua, berdasarkan riset tim peneliti, masyarakat mendapatkan informasi yang komprehensif perihal bencana yang pernah terjadi di wilayahnya sehingga menjadi bahan kajian masyarakat dalam upaya pewarisan ingatan yang berkontinuitas. Ketiga, pada 26 Desember 2024 lalu, masyarakat Desa Sangiang mencoba untuk mengemas peringatan bencana dengan pemberian edukasi serta informasi yang aktual dan faktual, dengan menggandeng tim peneliti Unpad, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Majalengka, pegiatan budaya, dan masyarakat umum, baik para saksi hidup maupun para generasi muda. Kegiatan PPM ini menjadi sumbangsih nyata bagi masyarakat Desa Sangiang yang memiliki visi dalam pewarisan ingatan bencana yang terarah dan berkelanjutan.
MENDORONG PENSIUNAN UNTUK BERWIRAUSAHA: PELUANG DAN TANTANGAN UMKM DI INDONESIA Rahman, Fadly
Media Riset Bisnis Ekonomi Sains dan Terapan Vol 3, No 2 (2025): Media Riset Bisnis Ekonomi Sains dan Terapan
Publisher : Taksasila Edukasi Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71312/mrbest.v3i2.265

Abstract

Retirement is a time when someone starts a new life. There are many challenges faced by retirees in living their retirement life. One of them is the decreasing source of income that is usually not received every month. One solution is to encourage retirees to start becoming entrepreneurs. The opportunity to start with Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) can be used as a solution to maintain retirement welfare.This paper aims to analyze the opportunities that can be utilized by retirees in starting a business, and the challenges faced when becoming entrepreneurs.This writing uses a qualitative approach by interviewing retirees who have become entrepreneurs and are running their businesses in the MSME sector. The results of this study indicate that becoming an MSME entrepreneur has an economic and social impact on retirees. Therefore, becoming an MSME entrepreneur can be a solution to maintain retirement welfare.To maximize the opportunities for retirees to start a business, support is needed from the company or workplace to conduct entrepreneurship training before leaving the company. Capital support from the government and assistance when starting a business.Keywords: Retirees, Entrepreneurs, MSMEs
Dasar Hukum Program Inkubasi Bisnis Terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Rahman, Fadly; Sodikin, Sodikin
Action Research Literate Vol. 9 No. 1 (2025): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v9i1.2598

Abstract

Perlindungan hukum terhadap upaya pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program inkubasi bisnis merupakan upaya pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja. Dan apa yang dilakukan oleh pemerintah tercantum pada Peraturan Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Permenkop UKM) No. 14 tahun 2023 tentang Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) tentang Penyelenggaraan Pengembangan Inkubasi. Inkubator bisnis mempunyai peran dalam membantu pertumbuhan dan pengembangan UMKM serta melakukan pendampingan untuk meningkatkan kinerja UMKM. Penulisan ini menggunakan penelitian hukum normatif. Penelitian Hukum Normatif adalah penelitian yang mengkaji tentang data kepustakaan mengenai bahan hukum primer, seperti rancangan undang-undang, hasil penelitian, atau pendapat pakar hukum. UMKM di Indonesia menghadapi berbagai masalah, di antaranya Keterbatasan modal, Manajemen Keuangan, Masalah Perizinan, Kurangnya inovasi produk, Kesulitan mengembangkan Bisnis. Dengan adanya Inkubator Bisnis sangat membantu bagi UMKM dalam memperbaiki kinerjanya dan mendorong kreativitas UMKM.
The Vulnerable Region: Disasters in West Java in the 19th and Early 20th Centuries Jaelani, Gani Ahmad; Rahman, Fadly; Gustaman, Budi
Paramita: Historical Studies Journal Vol 34, No 2 (2024): Disaster and Disease in History
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v34i2.49318

Abstract

Abstract: This article examines the disasters in West Java during the nineteenth and early twentieth centuries, focusing on earthquakes and volcanic eruptions. These events, frequently reported in newspapers, garnered the attention of colonial scientists due to their potential threat to colonial economic and political interests. The initial response involved systematically documenting these occurrences annually, a practice aligned with global efforts to understand these natural phenomena. Consequently, annual reports have become abundant. Through systematic analysis of reports routinely published in the Natuurkundig Tijdschrift voor Nederlandsch-Indië, this article analyzes the process of knowledge production about earthquakes and volcanic eruptions during the colonial era, using West Java as a case study. Additionally, it investigates how these natural disasters influenced political policies, particularly the relocation of the capital from Cianjur to Bandung. Finally, the article explores the evolution of knowledge production concerning advancements in science and technology and shifts in colonial politics. Abstrak: Artikel ini mengkaji fenomena bencana di Jawa Barat pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 dengan  fokus pada gempa bumi dan gunung meletus. Kedua peristiwa bencana ini banyak mendapat pemberitaan dan kemudian menarik perhatian para ilmuwan kolonial untuk melakukan kajian lebih mendalam, karena keduanya sampai batas tertentu mulai dianggap sebagai ancaman bagi kepentingan ekonomi dan politik kolonial. Upaya awal yang dilakukan oleh para ilmuwan saat itu adalah pendokumentasian kedua peristiwa tersebut setiap tahun. Praktik ini cukup umum dilakukan di tingkat global, sebagai salah satu upaya untuk memahami kedua fenomena alam tadi. Konsekuensi dari itu, laporan tahun terkait kedua fenomena tersebut menjadi berlimpah. Dengan melakukan pembacaan sistematis laporan yang secara rutin diterbitkan di Natuurkundig Tijdschrift voor Nederlandsch-Indië, artikel ini akan menganalisis proses produksi pengetahuan gempa dan gunung meletus di masa kolonial dengan mengambil contoh kasus di Jawa Barat. Dari pembacaan secara serial laporan peristiwa bencana, artikel ini juga akan melihat sejauh mana fenomena gempa dan gunung meletus berpengaruh pada kebijakan politik, dalam hal ini perpindahan ibu kota dari Cianjur ke Bandung. Terakhir, artikel ini juga akan menganalisis perubahan proses produksi pengetahuan dalam hubungannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan juga politik kolonial.