Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Midang

PANGAN DALAM PERSPEKTIF BUDAYA SUNDA: MATERI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI DESA SINDULANG, KECAMATAN CIMANGGUNG, KABUPATEN SUMEDANG Wahya, Wahya; Rahman, Fadly; Hamid, Abdul
Midang Vol 2, No 1 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i1.50859

Abstract

Setiap bangsa di dunia tidak dapat melepaskan dirinya dari keperluan akan pangan atau makanan karena pangan merupakan sumber tenaga ketika melakukan aktivitas. Dengan pangan manusia dapat mempertahankan hidupnya di dunia. Oleh karena itu dicari berbagai cara melalui budaya agar pangan tetap dapat terus hadir dan diingat dalam kehidupan. Pangan dalam perspektif budaya Sunda memiliki nilai-nilai kearifan lokal. Pangan bukan hanya sekadar sesuatu yang diperlukan fisik untuk memberikan tenaga ketika melakukan aktivitas, tetapi memiliki nilai-nilai dalam kehidupan. Oleh karena itu, bukanlah hal yang aneh masalah makanan itu diangkat dalam ungkapan atau peribahasa dalam budaya Sunda yang menunjukkan kecerdasan orang Sunda dalam memandang makanan dari perspektif budayanya. Orang yang tidak kebagian makanan istimewa diasosiakan dengan bengkok tikoro ‘kehabisan makanan karena telat datang’. Keadaan masyarakat yang makmur digambarkan dengan murah sandang murah pangan ‘murah pakaian murah makanan’. Ketika bertamu hanya mendapatkan minuman tanpa makanan disindir dengan ngaburuy ‘seperti kecebong’. Orang kaya yang banyak makanan dan uang diilustrasikan dengan rea ketan rea keton ‘banyak ketan dan uang’. Budaya pangan melekat dengan kehidupan orang Sunda.
MEWARISKAN INGATAN BENCANA Partisipasi Peneliti Ilmu Sejarah Unpad dalam Penelitian dan Peringatan Bencana Sangiang 1980 di Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka Gustaman, Budi; Jaelani, Gani A.; Rahman, Fadly
Midang Vol 3, No 1 (2025): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i1.61267

Abstract

Pada 26 Desember 1981, lima kampung di Desa Sangiang Kecamatan Talaga Kabupaten Majalengka dilanda banjir bandang yang menewaskan sebanyak 139 orang tewas, 124 luka-luka, dan 14 orang dinyatakan hilang. Bencana banjir bandang yang didahului longsor di perbukitan tersebut menjadi suatu bencana nasional yang membuat Presiden Soeharto datang langsung ke lokasi bencana untuk upaya relokasi. Bencana yang terjadi pada 44 tahun lalu tersebut hingga sekarang masih terekam dalam memori kolektif masyarakat Desa Sangiang, dengan suatu persoalan perihal pewarisan ingatan bencana kepada generasi muda yang semakin tereduksi oleh waktu dan perkembangan zaman. Untuk itu, kegiatan PPM ini berfokus pada partisipasi terhadap upaya pewarisan ingatan bencana melalui riset dan peringatan bencana pada 26 Desember 2024 lalu. Ada tiga temuan penting yang didapat dari kegiatan tersebut. Pertama, kegiatan PPM ini didahului oleh kegiatan riset sejarah bencana Sangiang yang dilakukan tim peneliti dari Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, yang dalam pelaksanannya memberikan sumbangsih berupa penyediaan data tentang bencana katastropik tersebut. Suatu kondisi yang sebelumnya tidak dimiliki oleh masyarakat Desa Sangiang. Kedua, berdasarkan riset tim peneliti, masyarakat mendapatkan informasi yang komprehensif perihal bencana yang pernah terjadi di wilayahnya sehingga menjadi bahan kajian masyarakat dalam upaya pewarisan ingatan yang berkontinuitas. Ketiga, pada 26 Desember 2024 lalu, masyarakat Desa Sangiang mencoba untuk mengemas peringatan bencana dengan pemberian edukasi serta informasi yang aktual dan faktual, dengan menggandeng tim peneliti Unpad, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Majalengka, pegiatan budaya, dan masyarakat umum, baik para saksi hidup maupun para generasi muda. Kegiatan PPM ini menjadi sumbangsih nyata bagi masyarakat Desa Sangiang yang memiliki visi dalam pewarisan ingatan bencana yang terarah dan berkelanjutan.