Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Intuisi

Peran Keterlibatan Ayah Dan Kesepian Terhadap Kepuasan Hidup Remaja Sutanto, Sandra Handayani; Suwartono, Christiany
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 13, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v13i1.28619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel kesepian yang dialami remaja dan keterlibatan ayah dalam kehidupan mereka terhadap kepuasan hidup yang mereka persepsikan/rasakan. Penelitian terdahulu menyatakan bahwa keterlibatan ayah turut memengaruhi kepuasan hidup remaja. Kesepian yang dirasakan oleh remaja akan menurunkan kepuasan hidup. Metode penelitian yang akan digunakan adalah korelasional non-eksperimental dengan menggunakan kuesioner UCLA Loneliness Scale, Father Involvement Scale dan Satisfation with Life Scale yang diadaptasi sesuai dengan keperluan penelitian. Subjek penelitian adalah remaja yang berusia 14-17 tahun sebanyak 173 orang, yang didapat dengan metode convenience sampling. Data dianalisa dengan teknik regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dan kesepian bersama-sama memberikan pengaruh terhadap kepuasan hidup remaja, dengan dimensi interaksi ayah-anak memberikan kontribusi paling besar terhadap kepuasan hidup remajaThis research aims examined the effect of loneliness and perceived father involvement to adolescence’s life satisfaction. Previous research show that father involvement has an effect or increase to life satisfaction in adolescence, and loneliness has decrease life satisfaction.The study conducted with quantitative method by using UCLA Loneliness Scale, Father Involvement Scale and Satisfaction with Life Scale. Respondents of this research are 173 adolescencein age range 14-17 years old, that we got by convenience sampling technique. All the data analyzed with multiple regression. Result of the study showed father’s involvement and loneliness variable together were effect on teen’s life satisfaction. Engagement between father and adolescence play a significance contribution to teen’s satisfaction of life
Peran Stres yang Dialami Orang Tua dan Welas Diri terhadap Kepuasan Hidup Selama Pandemi Covid-19 Sandra Handayani Sutanto; Dicky Sugianto; Jessica Amelia Anna
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 14, No 2 (2022): November 2022
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v14i2.38039

Abstract

Pandemi Covid-19 dan perubahan yang menyertainya mendatangkan dampak bagi semua orang, termasuk orang tua yang diharuskan beradaptasi dengan metode pembelajaran baru dan kebiasaan baru. Proses beradaptasi ini mendatangkan stres bagi orang tua, ditandai dengan keluhan yang cukup banyak, dan jika tidak ditangani dengan coping yang tepat akan mendatangkan burnout, dan menurunkan kepuasan hidup orang tua. Welas diri merupakan salah satu cara untuk menangani stres sehingga membuat kepuasan hidup tetap terjaga. Penelitian ini menggunakan metode korelasional yang bertujuan secara empiris melihat pengaruh stres yang dialami oleh orang tua dan welas diri yang dimiliki terhadap kepuasan hidup selama masa pandemi. Alat ukur Parenting Stress Scale, Skala Welas Diri dan Satisfaction with Life Scale yang telah diadaptasi digunakan dalam penelitian ini dengan subjek penelitian sebanyak 154 orang tua yang didapat dengan metode convenience sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan hipotesa alternatif diterima sehingga hasil penelitian  menunjukkan bahwa stres yang dialami oleh orang tua bersama-sama dengan welas diri memengaruhi kepuasan hidup sebesar 3.8%. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan rekomendasi kepada orang tua bagaimana menangani stres serta menjaga kepuasan hidup selama pandemi. The Covid-19 pandemic and all the changes have an impact on everyone, including parents who are required to adapt to new learning methods and new habits. This adaptation process brings stress to parents, characterized by quite a lot of complaints, and if not handled with the right coping, it will cause burnout, and reduce parental life satisfaction. Self-compassion is a way to cope with stress to maintain life satisfaction. This study employs correlational design with the aim of empirically looking at the influence of stress experienced by parents and their self-compassion on life satisfaction during the pandemic. Parenting Stress Scale, Self-Compassion Scale and Satisfaction with Life Scale which have been adapted are used in this study with 154 parents as research subjects obtained by convenience sampling method. The results of the study, using multiple regression analysis with alternatif hypothesis received so it showed that the stress experienced by parents together with self-compassion affected life satisfaction 3.8%. Results suggest recommendation to parents on how to manage stress and improve life satisfaction within the pandemic.
Peranan Keterlibatan Ayah terhadap Self-Esteem pada Pria Emerging Adulthood Clara Dea Kristianto; Sandra Handayani Sutanto
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 14, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v14i1.30200

Abstract

Tahap perkembangan emerging adulthood merupakan masa seorang bertransisi dari remaja ke dewasa. Pada tahap perkembangan ini, eksplorasi identitas kembali dilakukan dalam tiga aspek spesifik yaitu cinta, pekerjaan, dan pandangan akan hidup. Ekplorasi identitas ini perlu dilakukan dengan menjaga rasa optimisme dan harapan para emerging adults bagi masa depan karena eksplorasi yang menyimpang seperti perilaku-perilaku beresiko dapat terjadi juga. Rasa optimisme dan harapan sendiri berkorelasi secara positif dengan self-esteem. Sebaliknya, perilaku-perilaku beresiko berkorelasi secara negatif dengan self-esteem. Salah satu faktor self-esteem sendiri menurut literatur adalah dukungan dan keterlibatan orang tua. Menurut salah satu penelitian, seorang emerging adult pria akan lebih melihat dirinya dari bagaimana hubungannya dengan ayahnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh keterlibatan ayah terhadap self-esteem pada pria di tahap perkembangan emerging adulthood. Penelitian ini dilakukan pada 104 partisipan berkarakteristik pria berusia 18-25 tahun yang masih memiliki ayah kandung. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan alat ukur Skala Keterlibatan Ayah (SKA) dan Rosenberg’s Self-Esteem Scale (RSES). Uji hipotesis dilakukan dengan melakukan uji regresi linear sederhana terhadap kedua variabel. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan di antara kedua variabel (R2=.049, b= .051, p= .02; p.05). Maka, dapat disimpulkan bahwa keterlibatan ayah memiliki pengaruh terhadap self-esteem pria di tahap perkembangan emerging adulthood. Emerging adulthood is a stage where an individual is transitioning from adolescence to adulthood. On this stage of development, the exploration if identity is again carried out in three specific aspects that are love, work, and worldview. The identity explorations need to be done by maintaining a sense of optimism and hope of emerging adult’s future because, deviant exploration such as risk behaviors can also occur. Sense of optimism and hope correlates positively with self-esteem, on the contrary, risk behaviors correlate negatively with self-esteem. One of the factors of self-esteem itself, according to the literature is the support and the involvement of parents. According to one study, an emerging adult male will see himself more on how he relates with his father. Therefore, this study aims to look at how father involvement can influence self-esteem on men in emerging adulthood stage. This research was conducted to 104 participants characterized by men aged 18-25, who still have biological father. The design of this research is quantitative with Skala Keterlibatan Ayah (SKA) and Rosenberg’s Self-Esteem Scale (RSES) as the survey instruments. Hypothesis testing is done by performing a simple linear regression test on the two variables. The results of the hypothesis test showed that there was a significant effect between the two variables (R2=.049, b= .051, p= .02; p.05). Thus, it can be concluded that father involvement has an influence on male self-esteem in the developmental stage of emerging adulthood.
Keterlibatan Ayah dan Strategi Regulasi Emosi pada Remaja Tunarungu Mayong, Trisya Christine; Sutanto, Sandra Handayani
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 15, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v15i2.30198

Abstract

Tunarungu adalah individu yang memiliki keterbatasan dalam pendengaran. Gangguan pendengaran yang dialami seringkali menjadi sumber dari berbagai masalah dalam aspek kehidupan sosial individu akibat kesulitan dalam berkomunikasi. Akibatnya hal ini dapat mengakibatkan gangguan relasi yang menciptakan masalah pada regulasi emosi. Hal ini dapat memengaruhi kesejahteraan hidup penyandang tunarungu. Satu hal yang dapat membantu mengatasi hal ini adalah keterlibatan ayah. Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah, melalui dimensi-dimensinya yang mencakup engagement, accessibility, dan responsibility dapat membantu perkembangan strategi regulasi emosi – yang terdiri atas cognitive reappraisal dan expressive suppression. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau hubungan antara keterlibatan ayah pada strategi regulasi emosi pada remaja tunarungu dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif yang dilakukan terhadap 84 partisipan dengan karakteristik penyandang tunarungu berusia 10 sampai 21 tahun. Hasil uji statistika menunjukkan bahwa keterlibatan ayah memiliki hubungan positif dengan strategi cognitive reappraisal pada remaja tunarungu, dan tidak memiliki hubungan dengan strategi expressive suppression. Selain itu, dalam penelitian ini, peneliti juga melakukan uji korelasi antar dimensi variabel, serta uji beda terhadap data demografis.