Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Bahasa dan Identitas Diri Ummahat Manhaj Salafushalihin dalam Komunikasi Kelompok Melalui Media Sosial Whatsapp (Studi kasus di kalangan kelompok Taklim Al-Itqan Pasar Minggu, Jakarta Selatan) Santa Lorita Simamora; Dicky Andika
J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung Vol 6, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.702 KB) | DOI: 10.31294/kom.v6i2.6136

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bahasa dan identitas diri ummahat manhaj salafushalihin dalam komunikasi kelompok melalui whatsapp di kalangan kelompok taklim Al-Itqan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Berkembangnya teknologi komunikasi turut memengaruhi cara sebuah kelompok kajian Islam Al-Itqan berkomunikasi. Kelompok Majelis Taklim berkomunikasi tidak hanya secara tatap muka saat kajian rutin sepekan sekali, namun juga melalui media sosial whatsapp. Whatsapp menjadi media kedua anggota majelis taklim dalam sharing ilmu, beropini , saling memberi kabar, bertukar pikir, diskusi tentang berbagai peristiwa ataupun informasi di luar kajian rutin dengan menggunakan bahasa yang mereka pahami serta sadar atau tidak sadar identitas diri anggota grup whatsapp tampak melalui bahasa yang mereka gunakan. Oleh karena itu menjadi menarik mengkaji lebih dalam tentang bahasa yang digunakan kelompok kajian yang sudah memiliki cara memahami Islam sesuai Al-Qur’an dan Hadits tersebut dalam komunikasi kelompok melalui media sosial whatsapp. Subjek dalam penelitian ini ummahat anggota grup whatsapp kelompok taklim Al-Itqan. ditentukan berdasarkan tehnik purposive. Teori yang digunakan dalam penelitian sebagai landasan berpikir peneliti adalah Teori terkait bahasa dan identitas diri. Pendekatan penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi kasus. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif dari Hubermas dengan melakukan reduksi dan kategorisasi terhadap hasil data yang dikumpulkan melalui pengamatan non partisipan dan wawancara mendalam kepada subjek penelitian. Data yang telah dikategorisasikan selanjutnya ditampilkan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian ini akan mendeskripsikan bahasa dan identitas diri ummahat kelompok taklim Al-Itqan.
LITERASI MEDIA DIGITAL MELALUI BINA KREATIVITAS MENJADI SMART VLOGER KEPADA ANAK ASUH PANTI ASUHAN HIDAYAH DI KRANGGAN, JATISAMPURNA Dicky Andika; Santa Lorita Simamora; M. Gunawan
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2020 "Peranan Strategis Teknologi Dalam Kehidupan di Era New Normal"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

kegiatan Pengabdian masyarakat ditujukan kepada anak-anak Panti Asuhan Hidayah dalam peningkatan kemampuan memahami kategori-kategori konten media instagram khususnya aplikasi vlog layak ditonton sesuai usia mereka 12-17 sehingga keterbatasan ekonomi tidaklah menjadi hambatan bagi-anak-anak panti asuhan untuk cerdas dalam memahami media sosial. Sekitar 20 anak-anak panti asuhan Hidayah  tinggal di pemukiman Jatiraden dengan kondisi normal  akan diberikan pelatihan-pelatihan melalui kegiatan bina kreativitas smart menjadi vloger  yang bersifat fun education dengan kata lain belajar dan sambil bermain. Kegiatan pelatihan akan dilaksanakan selama 1 (satu) bulan dengan dua kali pertemuan, durasi waktu setiap pertemuan sekitar 2-3 jam agar anak-anak tidak lelah mengingat aktivitas anak-anak asuh tersebut padat dengan kegiatan tahfiz Qur‘an. Waktu pelaksanaan kegiatan dirancang di hari Minggu dengan tujuan tidak menggangu hari kerja Tim Pengabdian dan diharapkan menjadi hiburan bagi anak-anak panti asuhan di Jatiraden, Jatisampurna, Bekasi.
POLA KOMUNIKASI WARGA BINAAN DAN PEMBIMBING ROHANI RELAWAN DA’WAH MUSLIMAT CENTER DDII DALAM PROGRAM ASIMILASI DI LAPAS WANITA KELAS IIA TANGERANG Santa Lorita; Dicky Andika; Saeful Rokhman; Sya'roni Tohir
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 3 No. 02 (2020): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v3i02.77

Abstract

The purpose of this study was to determine the communication patterns of female assisted residents in Tangerang Class IIA Lapas after participating in routine studies through an assimilation program with an Islamic approach by the Da'wah Muslimat Volunteer Team of the Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia. This qualitative research approach uses a case study method that seeks to describe in detail and comprehensively the patterns of communication between spiritual guides and assisted members of the assimilation program in their interactions while following Islamic enlightenment regularly twice a week. The informants were 7 of the 12 participants of the assimilation program at the Class IIA Lapas Tangerang, Banten. Informants are assisted residents who have undergone half the time of determining the research informants using purposive sampling technique. Collecting data using observation, in-depth interviews with research informants and conducting documentation studies. The results of data collection were analyzed using qualitative data analysis model analysis from Miles and Huberman so that a conclusion was generated.
Shift of Pikukuh Karuhun Values due to Communication Technology Exposure to Baduy Society Santa Lorita Simamora; Dicky Andika; Rizki Briandana; Widyastuti Widyastuti
Nyimak: Journal of Communication Vol 5, No 2 (2021): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.012 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v5i2.4144

Abstract

The purpose of this study was to determine the reality in the shift of meaning and loyalty of cultural values  in the current generation and the millennial generation of the Baduy Dalam Cibeo, Kanekes, Banten. On the basis of the consideration that no matter how strong the culture binds individuals in a certain ethnicity, it is difficult to stem the consequences of interactions with other individuals outside of the ethnic group. Moreover, it cannot be denied that exposure to communication technology has touched the Inner Baduy tribe which is known for their loyalty to upholding their ancestral customs, i.e. neither allowed to touch nor use the results of technological engineering. The phenomenological studies’ methods used in this study were observation data collection techniques and interviews. The research subjects were 3-year-old children and 3 Baduy teenagers who had interacted with visitors from outside Baduy and had used digital media communication technology (Mobile Cellular). The results showed that social interaction with outside guests led to behavior that was contrary to Pikukuh, i.e. using a cell phone outside of Cibeo Village. This is a contradiction between the personal needs of adolescents in Baduy and the violation of cultural values.Keywords: Media exposure, communication technology, cultural values, cultural meaning Baduy ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui realitas pergeseran makna dan loyalitas nilai budaya pada generasi milenial Baduy Dalam Cibeo, Kanekes, Banten. Melalui dasar pertimbangan bahwa betapapun kuatnya budaya mengikat individu-individu dalam etnis tertentu, sulit untuk membendung konsekuensi interaksi dengan individu lain di luar kelompok etnis tersebut. Apalagi tidak dapat dipungkiri bahwa terpaan teknologi komunikasi telah menyentuh suku Baduy Dalam yang dikenal dengan loyalitasnya dalam memegang teguh adat nenek moyang, yaitu tidak boleh menyentuh atau menggunakan hasil rekayasa teknologi. Metode studi fenomenologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah anak usia 3 tahun dan 3 remaja Baduy yang pernah berinteraksi dengan pengunjung dari luar Baduy dan pernah menggunakan teknologi komunikasi media digital (Mobile Cellular). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial dengan tamu luar menimbulkan perilaku yang bertentangan dengan Pikukuh, yaitu menggunakan telepon seluler di luar Desa Cibeo. Hal ini merupakan kontradiksi antara kebutuhan pribadi remaja Baduy dengan pelanggaran nilai-nilai budaya. Kata Kunci: Terpaan media, teknologi komunikasi, nilai budaya, makna budaya Baduy
PELATIHAN MENGGUNAKAN TIGA KATA SOPAN (MAAF-MOHON-TOLONG) DI MEDIA SOSIAL KEPADA SISWA SMAN 7 KRANGGAN, BEKASI Santa Lorita Simamora; Dicky Andika
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 10: Oktober 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitra dalam PKM periode 2020/2021 tentang pelatihan menggunakan tiga kata sopan yaitu SMAN 7 Kranggan, Bekasi, berlokasi di Jl. Lingkar Tata Kota, Kranggan No. 107, Kode poas 17433, Kecamatan Jatisampurna, Bekasi. Sekolah ini diresmikan oleh Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Thamrin Gunardi, M.A. pada 31 Juli 1997. SMAN & Bekasi merupakan salah satu sekolah unggulan di wilayah Bekasi Kota dengan akreditasi A. Hal ini relevan dengan visinya yaitu, Unggul dalam prestasi, disiplin dalam bertindak, bertabiat ihsan. Namun demikian dalam era teknologi digital saat ini, visi tersebut tidak menjamin bahwa para siswa telah sepenuhnya bertabiat ihsan dalam dunia maya, sehingga masih memerlukan pembinaan melalui pengadaan pelatihan-pelatihan komunikasi yang berhubungan dengan bicara sopan di media sosial. Salah satu dampak kehadiran media sosial yaitu munculnya ujaran kebencian dan bullying (Nurrachmi & Ririn, 2018). Beberapa perilaku yang sering dilakukan oleh netizen mulai dari memaki, mengucapkan kata kotor, hingga merendahkan orang lain. Hal ini dikarenakan karena para netizen atau pengguna internet yang kurang bijak dalam menggunakannya (Aziz, 2018) sehingga menggunakan Bahasa tidak sopan. Siswa SMAN 7 Bekasi merupakan kaum muda kategori remaja, secara psikologis diasumsikan belum memiliki kematangan pribadi dan sangat ekspresif, sehingga mudah terkontaminasi menggunakan bahasa tidak sopan di media sosial. Untuk itu perlu dibina menggunakan Bahasa sopan melalui latihan-latihan. Target dalam program ini adalah : a) Siswa memiliki pemahaman tentang etika bicara baik di media sosial, b) Siswa memiliki pemahaman tentang fungsi media sosial sebagai sarana interaksi dengan baik c) Siswa memiliki keterampilan menggunakan bahasa sopan di media sosial. Target capaian luarannya adalah: publikasi media cetak/online, peningkatan pemahaman tentang etika bicara baik dan fungsi media sosial secara positif serta memiliki kebiasaan menggunakan Bahasa sopan di media social, Untuk menjamin keberhasilan program maka akan dilakukan evaluasi pada setiap tahapan perkembangan program. Untuk mendukung keberhasilan program ini, maka setelah pembinaan melalui pelatihan dilakukan monitoring dan komunikasi secara konsisten dilaksanakan sesuai kebutuhan. Sehingga keberlanjutan penerapan etika bicara baik di media sosial oleh siswa terus berjalan
REPRESENTASI MAKNA NEW NORMAL DI ERA PANDEMI COVID 19 PADA HARIAN KOMPAS DAN REPUBLIKA Afdal Makkuraga Putra; St. Khadijah; Dicky Andika; Eka Perwitasari
MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 11, No 1 (2021): Mediakom Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wabah virus Corona atau Covid 19 membawa pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Patogen yang tak kasat mata ini merupakan pembawa penyakit sindrome pernafasan yang bisa berakibat pada kematian. Untuk memutus mata rantai penyebarannya pemerintah memberlakukan new normal (Kenormalan baru). Suatu bentuk adaptasi kehidupan yang berbeda dengan kehidupan sebelum datangnya pandemi. New Normal ditandai dengan bekerja dari rumah (WFH), menghidari kerumunan, memakai masker dan rajin mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitiser. Media-media besar menjadikan peristiwa pandemi sebagai berita utama setiap hari. Penelitian ini akan mengkaji pemberitaan tentang pandemi corona mulai Maret 2020-Oktober 2020 di Harian Kompas dan Republika. Metode penelitian Analisis Wacana Kritis model Van Dijk. Hasil penelitian menujukkan terdapat perbedaan warna dan cara pemberitaan terkait dengan wacana normal baru. Harian Kompas berfokus pada pemulihan ekonomi dalam era new normal sedang Republika menekankan pada kedisiplinan warga mematuhi protokol kesehatan. Pada analisa kognisi sosial Republika senantiasa memegang teguh prinsip 3M2K (muslim, moderat, modern, kebangsaan, dan kerakyatan). Sedangkan Kompas memegang teguh jurnalisme fakta dan jurnalisme makna. Pada level konteks sosial terlihat bahwa New Normal sudah menjadi grand narrative atau meta narasi narasi.
Cinta Situregen: Mengatasi Abrasi dan Sampah di Desa Situregen Fahreza Y H, M Ryan; Juliana, Aisyah; Fathonah , Ainnun; Widyawati; Malika, Illinia; Prayogi, Khalfi; Andika, Dicky; Taryono; Ulum, Reza Miftahul
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 6 No. Khusus: Desember 2024
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.6.Khusus.179-188

Abstract

KKNT IPB Innovation 2024 is a community service program that integrates higher education curricula to train students in analyzing and finding solutions to societal problems. Situregen Village has the potential for tourism, particularly the Cimandiri Beach, but faces issues with coastal cleanliness. This community service activity aims to implement innovation through the planting of abrasion-preventing plants such as mangroves, sea pandanus, and sea pines, as well as waste management practices. The program involves various local communities and institutions, including the Beach and Sea Lovers Community (KPPL) and the Disaster-Resilient Village (Destana), in activities such as socialization, planting, and beach cleaning to reduce the negative impacts of environmental pollution and improve aesthetics and public health. The activities include socializing waste segregation and practical actions like planting and beach cleaning on different dates. The results show positive impacts in reducing abrasion, increasing environmental awareness, and building active community participation. Challenges faced include suboptimal participation and miscommunication between parties. Sustainability recommendations include periodic education, continuous planting, and the establishment of local working groups to monitor the program. This program demonstrates that with active involvement from various stakeholders and the community, Situregen Village can become a model for a clean, healthy, and sustainable village.
Pengaruh Terpaan Film Barbie Terhadap Sikap Feminitas Perempuan Pada Pasangan Lestari, Christina Arsi; Andika, Dicky
Petanda: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Humaniora Vol 7, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/petanda.v7i1.4332

Abstract

Film Barbie yang memiliki gambaran tersirat tentang kewanitaan sebelumnya banyak mengundang kontroversi dan kritik. Hal ini terjadi karena boneka Barbie telah menyebarkan citra wanita ideal yang memiliki tubuh yang sangat tidak realistis. Boneka Barbie juga dianggap sebagai simbol penekanan dunia terhadap wanita bahwa standar kecantikan wanita harus memiliki tubuh langsing dan kulit yang sempurna. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah “Seberapa besar pengaruh paparan menonton film Barbie terhadap feminitas wanita pada pasangan khususnya mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana? Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui dan menganalisis sikap feminin yang ditunjukkan wanita terhadap pasangannya. Besarnya pengaruh antara Variabel Terpapar Film Barbie (X) terhadap Variabel Sikap Feminitas Wanita pada pasangannya (Y) sebesar 26,5%. Tingkat hubungan antar variabel berada pada posisi sedang/cukup. Uji hipotesis dalam penelitian ini terbaca f Hitung sebesar 28,909 dengan Tingkat Probabilitas Signifikan (sig) sebesar 0,000000732 28,909. artinya Ho ditolak dan Ha diterima, atau terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel X Terpapar Film Barbie terhadap variabel Y Sikap Feminitas Wanita.
Transcendental Communication with Near Death Experience Lorita Simamora, Santa; Sulthan Fadhilah, Muhammad; Andika, Dicky; Gunawan, M; Jamilah Mihardja, Eli
COMMICAST Vol. 5 No. 3 (2024): December
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/commicast.v5i3.11171

Abstract

This study examines the experiences of individuals with Near-Death Experiences (NDEs) or individuals who have had near-death experiences. This phenomenon is still without a concrete definition and clear mechanism, almost like a mystery, as it is not perceived by others, only felt by the individuals who experience it. There are few individuals with near-death experiences due to severe illness or tragic accidents. The Near-Death Experience phenomenon falls into the category of unique and rare events, with a relatively small number of studies from the perspective of transcendental communication in Indonesia. The aim of this study is to understand and describe how individuals interpret their experiences of transcendental communication when in a coma or abnormal consciousness. This study uses a phenomenological approach with three subjects. The results of this study are expected to deeply explore the experiences of individuals' transcendental communication with their Creator during near-death conditions. These experiences serve as lessons for everyone that death will surely come, hence the need to prepare with good deeds and worship. To delve deeper into the description of the near-death transcendental communication experiences, in-depth interviews were conducted with subjects who voluntarily agreed to participate. The subjects were selected using purposive sampling techniques, specifically snowball sampling. The study results indicate that the transcendental communication experienced by the three subjects involved communicating with their God, their Creator, resulting in profound meanings for them. All three subjects perceived their near-death condition as a pivotal point for behavioral change towards a better direction in life.
Kompetensi Komunikasi Leader Berbasis Indigenous Guna Mendukung Brand Image dan Reputasi Positif IKABOGA Simamora, Santa Lorita; Pandjaitan, Rosmawaty Hilderiah; Andika , Dicky
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kalam Vol. 3 No. 3 (2024): Pemberdayaan Potensi Masyarakat Untuk Peningkatan Kemampuan Hidup Sehat
Publisher : Prisani Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70704/jpk.v3i3.302

Abstract

Indonesia is known as a country rich in positive ancestral heritage, such as friendliness, politeness, listening, understanding, and respecting others. These positive attitudes play an important role in achieving effective communication, especially in a large organization like IKABOGA, where food experts from all over Indonesia gather. These positive ancestral attitudes need to be applied to support the brand image and positive reputation of IKABOGA that has already been established. The partner in the PKM (Community Partnership Program) for the 2022/2023 period on indigenous-based leader communication competency training to support the brand image and positive reputation of IKABOGA is the IKATAN AHLI BOGA INDONESIA (IKABOGA) organization, located at Jl Penggilingan Baru 1 No.21-27 Rt001 RW 03, Kel. Dukuh, Kec. Kramat Jati, East Jakarta. Established on December 3, 1987, it serves as the sole forum for Indonesian culinary experts. The establishment of IKABOGA was the realization of the idea from the Sub-Consortium of Cooking and Culinary Services under the Directorate of Community Education, Directorate General of Non-Formal Education, Department of National Education, which at that time was chaired by Prof. Dr. W.P. Napitupulu. The elected General Chairperson is Dr. Dewi Motik Pramono, MSi. Currently, the Indonesian Culinary Experts Association has expanded to various regions in Indonesia through the SUBKONSORSIUM pathway. In 2012, DPD IKABOGA was formed in 27 provinces, with 100 DPCs in cities and regencies, totaling approximately 10,000 members (ikabogakb.com. 2023)). The vision of IKABOGA is to build a professional Indonesian culinary society. To achieve its vision, IKABOGA INDONESIA organizes various non-political, independent, and active community activities involving individuals or organizations and collaborates with the government and the business world. The missions of IKABOGA include: a) As a government partner in implementing development in the field of science and technology in culinary and culinary services; b) Conducting training and community course guidance in culinary and culinary services; c) Disseminating information about culinary and culinary services to the public through activities such as seminars, workshops, and others; d) Serving as a channel for member aspirations and activities; e) Fostering the professional development of its members in the field of culinary and culinary services; f) Making the organization an open and responsive forum by facilitating reciprocal communication among IKABOGA Indonesia members, between members and the organization, and between IKABOGA INDONESIA and other organizations and institutions, both governmental and non-governmental (ikabogakb.com. 2023).