Nurdin, Muhammad Fadhil
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBELAJARAN HIBRIDA PENGUATAN KAPASITAS PENGASUHAN ORANG TUA BAGI PENINGKATAN KETAHANAN KELUARGA SISWA BIMBINGAN BELAJAR DI DAYEUH KOLOT KABUPATEN BANDUNG Wibowo, Hery; Lesmana, Aditya Candra; Rachim, Hadiyanto Abdul; Nurdin, Muhammad Fadhil; Fedryansyah, Muhammad; Taher, Rusdin; Sekarningrum, Bintarsih; Nurwati, Nunung
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 5, No 1 (2024): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v5i1.52606

Abstract

Tantangan untuk menjadi orang tua yang baik, dalam rangka menumbuhkembangkan generasi cerdas berakhlak mulia kian hari kian berat. Oleh sebab itu, setiap upaya yang bertujuan pada penguatan ketahanan keluarga, khususnya peningkatan kapasitas pengasuhan adalah penting. Program pengabdian pada masyarakat ini berbentuk pemberian pembelajaran hibrida penguatan kapasitas pengasuhan orang tua bagi peningkatan ketahanan keluarga siswa Bimbingan Belajar di Dayeuh Kolot Kabupaten Bandung. Pola pembelajaran hibrida dipilih dengan tujuan untuk menjaga kesinambungan proses belajar dan memastikan peningkatan kapasitas orang tua dari waktu ke waktu. Metode yang diberikan melalui pembelajaran hybrid dengan memberikan materi baik secara luring maupun daring melalui media youtube. Adapun materinya adalah tentang penyadaran akan kewajiban menuntut ilmu bagi umat Islam, maksud dan tugas penciptaan manusia di muka bumi serta pemahaman dasar pengasuhan. Hasil kegiatan ini menemukan bahwa orang tua menjadi lebih memahami bagaimana melakukan pengasuhan bagi keluarganya. Selain itu juga ditemukan bahwa terjadi peningkatan interaksi antara orang tua dan anak dalam proses belajar yang diberikan selama kegiatan.
Makna Diri Dan Identitas Sosial Sarjana Sosiologi: Studi Fenomenologis Terhadap Universitas Jenderal Soedirman Thabrani, Ahmad; Nurdin, Muhammad Fadhil; Herdiansah, Ari Ganjar
Sosioglobal Vol 10, No 1 (2025): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v10i1.64468

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna diri dan identitas sosial sarjana sosiologi pasca kelulusan dengan menggunakan teori diri George Herbert Mead dan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Permasalahan ini muncul dari ketegangan antara idealisme akademik dan realitas sosial pasca kelulusan, terutama bagi lulusan ilmu sosial seperti sosiologi yang tidak secara langsung terserap dalam pasar kerja formal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dengan dua informan enam informan sarjana sosiologi dari Universitas Jenderal Soedirman tahun 2020–2021. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam melalui telepon aplikasi whatsapp (dalam jaringan) dan dianalisis secara tematik untuk menangkap pengalaman reflektif para informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan makna diri sarjana sosiologi berlangsung tidak linier dan dialogis, melalui pergulatan simbolik antara “I” dan “Me”, serta refleksi masa kuliah hingga fase pasca kampus. Makna diri sarjana sosiologi juga dikonstruksi melalui interaksi intersubjektif dan dialog diri yang berlangsung dalam dunia-kehidupan (lebenswelt) fenomenologis. Penelitian ini memperkaya pemahaman atas teori diri Mead dan fenomenologi Schutz dalam konteks lulusan sosiologi Indonesia yang mengalami transformasi identitas secara reflektif dan intersubjektif.Kata Kunci: Makna Diri, Identitas Sosial, Sarjana Sosiologi, FenomenologiABSTRACT This study aims to understand the self-meaning and social identity of sociology graduates after graduation by applying George Herbert Mead’s theory of self and Alfred Schutz’s phenomenological approach. The issue arises from the tension between academic idealism and post-graduation social realities, particularly among social science graduates such as those in sociology, whose disciplines are not directly absorbed into the formal job market. This research employs a qualitative method with a phenomenological approach, involving six bachelor of sociology as informants from Universitas Jenderal Soedirman, class of 2020–2021. Data were collected through in-depth interviews on whatsapp phonecall (online) and analyzed thematically to capture the informants’ reflective experiences. The findings reveal that the formation of self-meaning among sociology graduates is non-linear and dialogical, constructed through symbolic struggles between the “I” and the “Me,” as well as reflections spanning from their college years to the post-campus phase. Their self-meaning is also shaped by intersubjective interactions and inner dialogues that occur within a phenomenological lifeworld (lebenswelt). This study enriches the understanding of Mead’s theory of self and Schutz’s phenomenology in the context of Indonesian sociology graduates who experience identity transformation in reflective and intersubjective ways.Keywords: Self-Meaning, Social Identity, Sociology Graduates, Phenomenology