Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Peran Geoteknik Pada Infrastruktur Perkeretaapian Pintor Tua Simatupang
INFO-TEKNIK 2016: Prosiding Semnas Teknik Sipil 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v0i0.3063

Abstract

Pengembangan jaringan kereta api koridor Pulau Kalimantan ada dua yaitu pembangunan KA khusus/batubara/akses pelabuhan (skema KPS) dan pembangunan kereta api antar kota/trans Kalimantan
Shear Strength and Durability Behaviors of Compacted Weathered Clay Shale Mixture Using Portland Cement Pintor Tua Simatupang; Idrus M. Alatas; Ayu K. Redyananda; Eko A. Purnomo
Journal of the Civil Engineering Forum Vol. 8 No. 2 (May 2022)
Publisher : Department of Civil and Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2960.818 KB) | DOI: 10.22146/jcef.3491

Abstract

The use of weathered clay shale often has the potential to cause geotechnical problems as an embankment material, especially slope failures. In order for weathered clay shale to be used as embankment material, the weathered clay shale must be mixed with other materials. An example of a widely used mix is a mix with a Portland cement (PC). In general, this mixture will increase the shear strength of the embankment material. In addition to shear strength, it is very important to investigate whether the material mixture is susceptible to durability. Therefore, this study aims to evaluate the shear strength and durability behaviors of weathered clay shale mixture, using PC. The percentage of this cement was varied and did not exceed 20%, with the mixing material also compacted based on Proctor Standard procedure. This test included the determination of shear strength and durability index at the smaller and larger (dry and wet sides) than optimum moisture content (OMC). Shear strength and durability index were determined by Triaxial and slake durability index tests, respectively. The results showed that the weathered clay mixture with 10% PC and 8% larger OMC led to an increase in the normalized shear strength (∆σ/σ) and durability index at approximately 300% and 24%, respectively, compared to the original clay shale. This indicated that the optimum shear strength and durability of this shale mixture were highly observed at 10% PC and 8% larger OMC (wet side). This verified also although the durability index increased by 97% with the addition of 20% PC, whose utilization was found to be unrealistic
The effect of ceramic shards waste material with the addition of variations of coconut fiber on compressive strength and UPV test in fiber concrete Yolanda Oktovina Nurul Huda; Pintor Tua Simatupang
Jurnal Teknika Vol 18, No 1 (2022): Available Online in June 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v18i1.15053

Abstract

Waste of coconut fiber (coco fiber) and ceramic shards has the potential that has not been maximally utilized. Using waste as a building material for concrete, can contribute to environmental sustainability and make buildings that are environmentally friendly (green building concepts) and economical. The study aimed to determine the effect of compressive strength and UPV test values produced by waste by ceramic shards of 25% as a substitute for coarse aggregate and coconut fiber as added concrete with variations of 0%, 0.50%, 1.0%, and 1.50% and good variations of concrete. The research method obtained from the results of testing of coarse aggregate, fine aggregate, cement, water, ceramic waste, and coconut fibers are used to determine the calculation of the concrete mix design, then make concrete samples. Based on the test results, the highest compressive strength at the age of 28 days was found in the 4th variation concrete (1.50% with 25% ceramic shard) of 32.95 MPa. From the results of the UPV test, the average velocity of the concrete was 3.5-4.5 m/s. From the results of the study, it was found that the result of the larger test was the UPV test because it looked at the density (velocity). Based on two test methods, the results obtained are increasing the compressive strength of concrete. Variations in the addition of coconut fiber and ceramic shard waste, it has an impact on the quality of the concrete that can achieve the quality of the concrete and the density between the aggregates binds to each other. Limbah serat sabut kelapa (coco fiber) dan pecahan keramik memiliki potensi yang belum maksimal digunakan. Dengan mempergunakan limbah sebagai material penyusun beton maka hal ini dapat berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan dan menjadikan bangunan yang ramah lingkungan (green building concept) dan ekonomis. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai kuat tekan dan tes UPV yang dihasilkan limbah oleh pecahan keramik sebesar 25% sebagai substitusi agregat kasar dan serat sabut kelapa sebagai bahan tambah beton dengan variasi 0%, 0.50%, 1.0% serta 1.50% dan variasi beton yang baik. Metode penelitian yang diperoleh dari hasil pengujian agregat kasar, agregat halus, semen, air, limbah keramik, dan serat serabut kelapa digunakan untuk menentukan perhitungan mix design beton, kemudian dilakukan pembuatan sampel beton. Berdasarkan hasil pengujian hasil kuat tekan tertinggi pada umur 28 hari terdapat pada beton variasi ke-4 (1.50% dengan 25% pecahan keramik) sebesar 32.95 MPa. Dari hasil tes UPV didapatkan rata-rata hasil velocity beton 3.5-4.5 m/s. Dari Hasil penelitian didapatkan bahwa hasil pengujjian yang lebih besar yaitu tes UPV dikarenakan melihat dari kerapatan (velocity). Berdasarkan dua metode pengujian, didapatkan hasil meningkatkan kuat tekan beton. Dengan variasi penambahan serat serabut kelapa dan limbah pecahan keramik memberikan dampak kualitas mutu beton yang dapat mencapai mutu beton dan kerapatan antar agregatnya saling mengikat satu sama lain.
PERSYARATAN TEKNIS FONDASI DALAM UNTUK GEDUNG TINGGI Pintor Tua Simatupang
Prosiding Seminar Nasional Teknik UISU (SEMNASTEK) SEMNASTEK UISU 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.24 KB)

Abstract

Perencanaan fondasi dalam untuk gedung tinggi harus memenuhi syarat-syarat teknis tertentu, terutama Standar Nasional Indonesia yang terkait dengan gedung. Persyaratan teknis pada hakikatnya adalah untuk menjamin fondasi yang diaktualkan pada suatu gedung tinggi benar-benar aman, baik akibat beban gravitasi maupun beban gempa selama periode layan gedung tersebut.Fondasi tiang sebagai jenis fondasi dalam yang paling populer, agar menjadi fondasi yang aman untuk gedung, maka harus dibuktikan bahwa jumlah tiang yang ditetapkan, memadai untuk melawan beban gravitasi gedung maupun bila terjadi gempa.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Mandiri Melalui Program Bank Sampah di Meruya Selatan Resmi Bestari Muin; Pintor Tua Simatupang; Juny Andry Sulistyo; Reni Karno Kinasih; Sylvia Indriany
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 06 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i06.1273

Abstract

Sebagian masyarakat Kelurahan Meruya Selatan masih terbiasa membakar sampah rumah tangganya, hal ini menimbulkan polusi udara dan potensi terjadinya kebakaran. Berbagai pihak perlu ambil andil untuk melepaskan kebiasaan membakar sampah di masyarakat, mulai dari pemerintah, pihak swasta, maupun akademisi. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman mengenai pengelolaan sampah yang benar, selain untuk menciptakan pola hidup bersih dan sehat juga untuk mengambil manfaat dari sampah. Yang dimaksud dengan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga secara mandiri melalui program bank sampah pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan program untuk melatih masyarakat untuk mandiri dalam mengelola sampah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi dan pemahaman tentang pentingnya pemilahan sampah mulai dari lingkungan keluarga, melibatkan masyarakat dan pemerintah setempat. Kegiatan ini dilakukan secara tatap muka di RPTRA Meruya Selatan, dan terbukti dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah dengan  memilah sampah berdasarkan jenisnya, hal ini terlihat dari survey (kuesioner) yang diisi oleh para peserta.
Interaksi Antara Parameter Kuat Geser Tanah dan Adhesi Tanah Geosintetik pada Tanah Berpasir Simatupang, Pintor Tua; Fitriani, Eka Nur
Konstruksia Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 15 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.15.2.30-38

Abstract

Material geosintetik telah diterapkan sebagai bahan material teknik sipil di bidang geoteknik. Dalam perencanaan perkuatan tanah dengan geosintetik diperlukan parameter kekuatan geser antara geosintetik dengan tanah. Telah dilakukan studi sebelumnya mengenai parameter kuat geser tanah dengan menggunakan pengujian uji geser langsung, akan tetapi pengujian masih terbatas pada material geosintetik berupa woven geotextile, nonwoven geotextile, dan geomembran sedangkan saat ini sudah berkembang material geosintetik lainnya yang digunakan sebagai perkuatan pada tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter kuat geser tanah antara geosintetik dan tanah dengan menggunakan pengujian uji geser langsung. Material geosintetik yang digunakan yaitu  woven geotextile, nonwoven geotextile, geomembran, geocomposite, dan geogrid. Jenis tanah yang digunakan merupakan tanah pasir yang ada di pantai Pangandaran dan 2 sampel tanah yang terdapat di daerah Kabupaten Pangandaran. Analisis dilakukan terhadap hasil pengujian uji geser langsung antara geosintetik dan tanah. Jenis tanah yang digunakan merupakan tanah pasir yang ada di pantai Pangandaran, tanah Cijulang dan tanah Cimerak. Analisis dilakukan terhadap hasil pengujian uji geser langsung antara geosintetik dan tanah. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa kekuatan geser antar muka yang terjadi tidak hanya dipengaruhi oleh jenis material geosintetik saja, akan tetapi butiran tanah juga mempengaruhi pada kekuatan geser antar muka yang dihasilkan. Ketiga sampel tanah merupakan tanah yang mengandung pasir, sehingga untuk tanah berpasir nilai rasio d/f pada geogrid berkisar antara 0,83 – 0,96; geotekstile woven nilai rasio d/f berikisar antara 0,78 – 0,88; pada geocomposite yang merupakan gabungan antara geotekstile non woven yang diperkuat dengan serat-serat polyester memiliki nilai rasio d/f berkisar antara 0,70 – 0,80; pada geotekstil non woven berkisar antara 0,69 – 0,79 sedangkan geomembrane nilai rasio d/f berkisar antara 0,54 – 0,62.
Analisis Stabilitas Lereng dengan Menggunakan Perkuatan Lereng dan Dinding Penahan Tanah Muthi'ah, Muthi'ah; Simatupang, Pintor Tua; Riswanto, Fery
Rekayasa Sipil Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2024.v13.i2.05

Abstract

Suatu jalan provinsi di daerah Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat yang berada di puncak suatu lereng perlu diamankan. Di kaki lereng direncanakan pemindahan suatu pipa buangan tambang menjadi lebih sempit ke arah lereng. Kegiatan ini akan menyebabkan timbulnya ketidakstabilan lereng karena lereng menjadi lebih curam. Sementara itu, dalam kondisi eksisting saja lereng sudah mengalami kelongsoran di puncak lereng. Agar kegiatan ini dapat dilakukan, maka lereng eksisiting harus dimodifikasi agar tetap stabil. Untuk mencapai desain yang optimal, dilakukan perhitungan stabilitas terhadap suatu kondisi lereng tertentu. Perhitungan stabilitas dikakukan dengan menggunakan metode elemen hingga dan metode kesetimbangan batas. Metode elemen hingga menggunakan program Plaxis 2D Advanced 2024.  Perhitungan stabilitas lereng dengan menggunakan software Plaxis dimaksudkan untuk memperoleh stabilitas yang sesungguhnya. Kondisi stabilitas yang memenuhi persyaratan teknis diperoleh apabila lereng diperkuat dengan ground anchor, geotekstil, dan dinding penahan tanah di kaki lereng. Faktor kemanan dengan kondisi final ini adalah 1,521 yaitu lebih besar dari persyaratan dalam SNI yaitu 1,5. Metode kesetimbangan batas digunakan untuk mengecek stabilitas lereng apabila hanya menggunakan dinding penahan tanah, yang memberikan nilai faktor keamanan 1,387 yang hampir sama dengan hasil dari metode elemen hingga. Ini menunjukkan bahwa perhitungan stabilitas yang telah dilakukan untuk kondisi lereng ini telah berhasil dan memberi keyakinan bahwa desain yang diajukan adalah optimal.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Mandiri Melalui Program Bank Sampah di Meruya Selatan Bestari Muin, Resmi; Simatupang, Pintor Tua; Sulistyo, Juny Andry; Indriany, Sylvia; Kinasih, Reni Karno
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 06 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i06.1273

Abstract

Sebagian masyarakat Kelurahan Meruya Selatan masih terbiasa membakar sampah rumah tangganya, hal ini menimbulkan polusi udara dan potensi terjadinya kebakaran. Berbagai pihak perlu ambil andil untuk melepaskan kebiasaan membakar sampah di masyarakat, mulai dari pemerintah, pihak swasta, maupun akademisi. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman mengenai pengelolaan sampah yang benar, selain untuk menciptakan pola hidup bersih dan sehat juga untuk mengambil manfaat dari sampah. Yang dimaksud dengan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga secara mandiri melalui program bank sampah pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan program untuk melatih masyarakat untuk mandiri dalam mengelola sampah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi dan pemahaman tentang pentingnya pemilahan sampah mulai dari lingkungan keluarga, melibatkan masyarakat dan pemerintah setempat. Kegiatan ini dilakukan secara tatap muka di RPTRA Meruya Selatan, dan terbukti dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah dengan  memilah sampah berdasarkan jenisnya, hal ini terlihat dari survey (kuesioner) yang diisi oleh para peserta.
Evaluation of liquefaction potential in reworked volcanic-colluvial deposits of the Bawen Area, Semarang Regency Vidayanti, Desiana; Ramli Nazir; Ratnaningsih, Ratnaningsih; Komerdevi, Det; Simatupang , Pintor Tua; Fitriani, Eka Nur
Teknisia Vol 30 No 2 (2025): Teknisia
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknisia.vol30.iss2.art1

Abstract

Liquefaction is a major geotechnical hazard that can severely damage infrastructure in earthquake-prone areas. This study evaluates the liquefaction potential of volcanic–colluvial deposits in Semarang Regency, Central Java, using Standard Penetration Test (SPT) data and the Simplified Procedure of Seed and Idriss (1971). Cyclic Stress Ratio (CSR) and Cyclic Resistance Ratio (CRR) were computed to obtain Factors of Safety (FS) under three earthquake scenarios (Mw = 5.0, 5.9, and 6.5). Results show that for Mw = 6.5, the shallow sandy layers at 0-3 m have FS = 0.07-0.21 (highly susceptible), while the 4.5-9 m interval is FS = 0.8-0.96 (marginal to near-threshold) and and the >10 m strata remain stable (FS > 1.2). For Mw = 5.9, shallow liquefaction is confined to 0-3 m (FS = 0.09-0.27), with the 4.5-9 m zone showing FS = 1.0-1.2 (marginal to stable). Even for Mw = 5.0, the 0-3 m layer yields FS = 0.14-0.41, indicating liquefaction susceptibility, whereas deeper layers are stable (FS > 1.0-1.2). These findings indicate that loose, saturated silty-sand layers with shallow perched groundwater are the most critical to cyclic softening. The site is underlain by reworked volcanic-colluvial materials derived from Mount Ungaran, characterized by fine-grained, near-saturated deposits within the upper 10 m. Compared with previous studies in northern Semarang, this study highlights the moderate liquefaction susceptibility of southern volcanic-colluvial terrains, an area rarely analyzed in Central Java and provides practical insights for toll-road foundation design and mitigation strategies in similar geological settings.