Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Infrastructure and Civil Engineering

Pengelolaan Air Hujan Dengan Sumur Resapan dan Pemanenan Air Hujan di Universitas Trisakti Rahmadani, Ananda Rizki; Andajani, Sih; Hidayat, Dina P.A; Sejati, Wahyu
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i2.105

Abstract

Meningkatnya aktivitas perubahan penggunaan lahan di kawasan Universitas Trisakti menimbulkan permasalahan baru, di mana peningkatan jumlah area kedap air menyebabkan genangan saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dipilih solusi berupa pembangunan sistem ekodrainase dengan sumur resapan dan pemanenan air hujan pada gedung C Universitas Trisakti. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penerapan teknologi ekodrainase sumur resapan dan pemanenan air hujan di gedung C Universitas Trisakti, dengan harapan dapat memberikan rekomendasi terkait pembangunan sistem ekodrainase yang tepat untuk gedung tersebut. Untuk sumur resapan, digunakan empat metode perhitungan, yaitu metode Sunjoto (1988), Litbang PU (1990), SNI 03-2453-2002, dan SNI 8456-2017. Hasil perhitungan dari keempat metode dibandingkan berdasarkan parameter diameter, kedalaman, debit, dan jumlah sumur resapan yang dibutuhkan. Sementara itu, untuk pemanenan air hujan, dilakukan perhitungan volume dan debit guna menentukan kapasitas tangki yang diperlukan. Berdasarkan hasil perhitungan, metode Sunjoto dipilih sebagai metode yang digunakan dengan radius sumur sebesar 0,7 meter, kedalaman rencana 1,5 meter, dan diperlukan sebanyak 31 sumur resapan berpori untuk menampung debit air hujan di gedung C Universitas Trisakti. Namun, pembangunan 31 sumur resapan tersebut sulit direalisasikan karena keterbatasan lahan yang tersedia. Oleh karena itu, perhitungan yang lebih memungkinkan adalah kombinasi empat sumur resapan dengan radius 0,7 meter dan kedalaman 1,5 meter di setiap sudut bangunan, sehingga dapat menambah cadangan air tanah sebesar 13% dari volume air hujan di atap bangunan, serta dilengkapi dengan tangki pemanenan air hujan berkapasitas 65 m³ atau berukuran 6,5 m × 5 m × 2 m.
Analisis Penerapan LID Control pada Sistem Drainase Perumahan Griya Bintara Indah, Kota Bekasi dengan Pendekatan SWMM Poernomo, Bayu; Andajani, Sih
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v6i1.154

Abstract

Perumahan Griya Bintara, Kota Bekasi merupakan kawasan permukiman yang sering mengalami genangan saat hujan dengan intensitas tinggi. Keterbatasan lahan di kawasan perumahan ini menjadikan konsep Low Impact Development (LID) sebagai salah satu alternatif pendekatan pengelolaan limpasan air hujan. LID berfokus pada pengendalian limpasan air hujan melalui upaya memperlambat aliran, menyimpan, serta meningkatkan penyerapan air hujan sebelum mencapai saluran drainase. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi penerapan LID terhadap perubahan debit puncak limpasan, koefisien limpasan, dan kejadian genangan pada sistem drainase kawasan penelitian. Kawasan perumahan dibagi menjadi lima subcatchment berdasarkan kondisi topografi, arah aliran permukaan, dan jaringan drainase eksisting. Analisis dilakukan terhadap empat skenario sistem drainase, yaitu: skenario 0 tanpa penerapan LID, skenario 1 dengan penerapan LID sumur resapan, skenario 2 dengan penerapan LID saluran resapan (infiltration trench), serta skenario 3 dengan kombinasi kedua jenis LID tersebut. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan analisis berbasis perangkat lunak Strom Water Management Model (SWMM) 5.2 sebagai alat bantu untuk menilai kecenderungan perubahan debit puncak limpasan, koefisien limpasan, dan genangan yang digambarkan oleh jumlah saluran yang mengalami luapan. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh skenario penerapan LID menghasilkan kinerja sistem drainase yang lebih baik dibandingkan dengan kondisi eksisting tanpa LID. Pada skenario tanpa LID, debit puncak limpasan berada pada kisaran 0,49 - 1,52 m3/detik dengan koefisien limpasan 0,928 – 0,967 serta genangan akibat luapan pada 21 saluran drainase di lima subcatchment. Sementara itu, pada skenario kombinasi dua LID debit puncak limpasan menurun menjadi 0,08 - 0,32 m3/detik dengan koefisien limpasan 0,273 – 0,452 serta genangan akibat luapan pada tiga saluran drainase di Subcatchment 5. Perbedaan kinerja antara skenario saluran resapan dan skenario kombinasi dua LID relatif tidak signifikan yang mengindikasikan bahwa pada karakteristik kawasan dengan lahan terbatas dan tanah lempung dengan permeabilitas rendah, penerapan saluran resapan telah memberikan kontribusi dominan terhadap pengurangan limpasan. Ruas saluran pada Subcatchment 5 memerlukan penyesuaian atau pembesaran dimensi untuk menghilangkan genangan secara menyeluruh.