Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL MAHKAMAH

Bagian Waris Orang Hemaprodite Menurut Imam Abu Hanifah Dan Imam Ali As-Shobuni Khotim, Ahmad; Abizar, Mukhammad Hafidz
Jurnal Mahkamah : Kajian Ilmu Hukum dan Hukum Islam Vol. 4 No. 1 June (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jm.v4i1.415

Abstract

Penelitian ini menggambarkan mengenai permasalahan pembagian waris bagi orang yang bekelamin ganda (khunta) berdasarkan pendapat Imam Ali As-Shobuni dan Imam Abu Hanifah, Salah satu daripermasalahan bagi orang yang bekelamin ganda (khuntsa) adalah dalam hal menentukan hak waris ataukewarisannya. Dalam al-Qur’an telah jelas dikemukakan secara detail mengenai hukum kewarisan untuk laki-laki dan perempuan. Tapi belum ditemukan dalam al-Qur’an mengenai hukum waris bagi orang yang bekelamin ganda (khunta) ini. Maka dalam penelitian ini akan dijelaskan bagaimana pendapat Imam Abu Hanifahdan Imam Ali As-Shobuni dalam menetapkan pembagian warisnya. Sifat penelitian adalah deskriptif dan jenis penelitian yang digunakanadalah normatif. Bahan hukum dan data diperoleh dari norma-norma hukum Islam tentang kewarisan dan khuntsa yang diperoleh dari nash al-Qur’an dan Hadits, serta pendapat para fuqaha’ dan para ahli yang diperoleh dari berbagai literatur tentang kewarisan.. Datadicari melalui studi kepustakaan (library research), sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah, pada dasarnya dalam menentukan status hukum bagi bagi orang yang bekelamin ganda (khuntsa), dapat dilihat dari tanda-tanda kedewasaannya dan darimana ia mengeluarkan air kencing seperti yang disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas.
Protection of Children's Rights in Post-Divorce Custody Disputes Comprehensive Study on the Best Interests of Children Khotim, Ahmad
Jurnal Mahkamah : Kajian Ilmu Hukum dan Hukum Islam Vol. 10 No. 1 June (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jm.v10i1.6219

Abstract

In the framework of Indonesian positive law, it is only the KHI that assigns child custody to the mother. Other legal provisions merely indicate that both parents are responsible for their children's care without clarifying which parent is awarded custody following a divorce. Various rulings exist that have granted custody to mothers, yet there are also instances where custody has been awarded to fathers. This creates ambiguity regarding the determination of child custody post-divorce. The objective of this study is to assess the most effective indicators for judges to consider in making child custody decisions, grounded in the principle of prioritizing the child's best interests. The methodology employed for this research is prescriptive normative legal analysis with a conceptual focus. Findings indicate that several factors can be utilized when deliberating on custody matters, including the child's wellbeing, the behavior of the parents, cooperation between them, and the allocation of parenting time. Should there be a need for additional factors, judges are permitted to incorporate these, provided they align with the principle of the child's best interests.