Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kajian Kesiapan RSUD Kota Salatiga Dalam Menghadapi Kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) Kuraini, Sri Nurul; Anggraini, Anggi Napida; Ariagita, Anggi Putri; Hapsari, Mesaluna Sita; Anggraini, Suci Dewi
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 9, No 2 (2023): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Kedua 2023
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v9i2.1552

Abstract

Salatiga termasuk RS yang dalam beberapa tahun terakhir ini  mengalami peningkatan jumlah pasien khususnya pasien BPJS Kesehatan dan RSUD Kota Salatiga sudah bekerjasama dengan BPJS, sehingga dalam pelayanannya menggunakan sistem BPJS 3 kelas namun RSUD Kota Salatiga belum memulai mempersiapkan kamar rawat inap yang sesuai standar. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji kesiapan RSUD Kota Salatiga dalam Menghadapi Kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) BPJS Kesehatan Berdasarkan PP No. 47 Tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian mixed methods yang merupakan perpaduan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan mengunakan rancangan penelitian deskriptif observasional. Hasil dari penlitian ini dimana masih banyak sarana dan prasarana yang belum sesuai standart namun ada pula beberapa saran dan prasarana sesuai standart. Kesimpulannya RSUD Kota Salatiga memeliki kesiapan yang cukup untuk menghadapi implementasi regulasi atau aturan KRIS dari pemerintah melalui pihak BPJS
Pemenuhan Standar Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) dalam Pencapaian Akreditasi Klinik Pratama di Pontianak Anggraini, Anggi Napida; Kur’aini , Sri Nurul; Prasastin , Oliva Virvizat
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 3 (2024): Jul-Agu
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v1i3.104

Abstract

Arah kebijakan yang tertuang dalam RPJMN tahun 2020-2024, dimana pada tahun 2024 sebagai bentuk penguatan sistem Kesehatan, didapatkan indikator bahwa 100% fasilitas pelayanan Kesehatan baik itu FKTP dan maupun FKRTL harus sudah terakreditasi. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2022, Instrument Tata Kelola Fasilitas dan Keselamatan (MFK/TKK3) terdiri 7 poin besar dan terbagi menjadi 10 elemen penilaian. Adapun point besarnya adalah keselamatan dan keamanan, bahan bahaya dan beracun (B3) serta limbah B3, penanggulangan bencana, system proteksi kebakaran, peralatan medis, system utilitas, sampah domestik dan limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemenuhan standar manajemen fasilitas dan keselamatan (MFK) dalam pencapaian akreditasi paripurna. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan studi kasus yang dilakukan di Klinik Pratama Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Sampel sejumlah 4 informan menggunakan wawancara mendalam. Penelitian dilakukan pada 5 – 25 Februari 2024. Hasil penelitian secara keseluruhan dari elemen penilaian Penerapan Standar MFK yaitu total 34 Elemen penilaian, terdapat 32 elemen (94,4%) terpenuhi, 1 elemen (5,8%) terpenuhi sebagian dan 1 elemen (5,8%) tidak terpenuhi Hal yang menjadi perhatian adalah 1 elemen (5,8%) tidak terpenuhi merupakan elemen yang tidak ada di klinik tersebut sehingga dapat disimpulkan bahwa elemen tersebut tidak dapat dinilai dikarenakan tidak adanya fasilitas/layanan yang diberikan. Hambatan dalam Pemenuhan Standar Manajemen Fasilitas Dan Keselamatan (MFK) adalah belum optimalnya dukungan manajemen. Masukan dan saran Manajemen harus berkomitmen terus dalam pemenuhan MFK. 
Sosialisasi Standar Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) sebagai Upaya Persiapan Monitoring Pasca Akreditasi Anggraini, Anggi Napida; Krisdianto, Muhammad Agung; Kur’aini, Sri Nurul; Prasastin, Oliva Virvizat
Tanggap Masyarakat untuk Aksi dan Sinergi Vol. 1 No. 02 (2025): Volume 01 Nomor 02 - Juni 2025
Publisher : TAM Global Insights - PT. Treeta Amanah Mandiri Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) berfokus pada kelengkapan penunjang pelaksanaan kegiatan di klinik dengan aman. 50% dari KTD merupakan kejadian yang dapat dicegah dengan pemenuhan standar MFK. Akreditasi klinik telah dilakukan pada 2023, perlu adanya monitoring pasca akreditasi yang dipersiapkan agar mutu berkelanjutan tetap terjaga. Pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini berfokus pada peningkatan pengetahuan tentang standar MFK sebagai upaya persiapan monitoring pasca akreditasi yang dilakukan di FKTP Pontianak, Kalimantan Barat pada 14 April 2025 dengan sasaran tenaga medis, non medis, dan struktural sejumlah 30 peserta. Berdasarkan hasil kegiatan PkM, pengetahuan peserta mengalami peningkatan, hasil Uji Paired Sample T-Test didapatkan nilai p-value sebesar 0,005 (p<0,05) yang artinya menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi. Adanya kegiatan PkM ini menambah tingkat pengetahuan peserta tentang standar MFK. PkM ini memberikan manfaat sebagai refresh dan update knowledge, sehingga peserta lebih siap dan memiliki kemampuan yang memadai
Sosialisasi Sistem Rujukan Berjenjang bagi Peserta JKN BPJS Kesehatan di Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Kur’aini, Sri Nurul; Anggraini, Anggi Napida; Aria Gita, Anggi Putri
Tanggap Masyarakat untuk Aksi dan Sinergi Vol. 1 No. 02 (2025): Volume 01 Nomor 02 - Juni 2025
Publisher : TAM Global Insights - PT. Treeta Amanah Mandiri Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem rujukan bertujuan mengatur alur pelayanan kesehatan agar pasien mendapat perawatan sesuai tingkat kebutuhan medisnya. Dengan sistem ini, proses pelayanan diharapkan lebih efektif dan efisien, mengurangi waktu tunggu serta mencegah rujukan yang sebenarnya masih bisa ditangani di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Namun, banyak peserta BPJS Kesehatan yang belum memahami mekanisme rujukan berjenjang, baik di FKTP maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menyosialisasikan sistem tersebut kepada peserta BPJS di Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, melalui penyuluhan, pre test, post test, evaluasi, dan monitoring. Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah kegiatan, dengan p-value 0,000 (p<0,05). Diharapkan kegiatan ini meningkatkan pemahaman peserta terhadap sistem rujukan, sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih terstruktur, hemat biaya, dan terkoordinasi dari tahap diagnosis hingga pengobatan.