Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Penerapan Metode Blended Learning pada Pembelajaran IPS ditengah Pandemi Covid-19 Jenjang di SMP Suhantoro
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 6 No. 1 (2022): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Social studies learning at the junior secondary education (SMP) level during the pandemic must continue to be carried out with various limitations but must not reduce the quality of teaching and learning activities such as face-to-face activities (KTM). Then the policy taken by the education office and implemented by the teacher through distance education (PJJ). There are many choices of how teachers conduct learning activities through distance learning methods, based on the results of the research that the authors carried out, the implementation of the learning turned out to be experiencing many obstacles in learning outcomes. Weaknesses that occur in learning either through google forms, WAG, zoom and social media methods via android are not optimal, due to common obstacles including; signal problems, limited android capacity, limited application mastery and most importantly not all students have android phones. So the most appropriate blended learning model is a combination of offline and online between those who have Android and cannot be balanced in participating in teaching and learning activities. Pembelajaran IPS ditingkat pendidikan menengah pertama (SMP) di masa pandemic harus tetap dilaksanakan dengan berbagai keterbatasan namun tidak boleh mengurangikualitas kegiatan belajar mengajar seperti kegiatan tatap muka (KTM). Maka kebijakan yang diambil oleh dinas pendidikan dan dilaksanakan oleh guru melaui pendidikan jarak jauh (PJJ). Banyak pilihan bagaiman guru mengadakan kegiatan belajar melalui metode pembelajaran jarak jauh, berdasarkan hasil penelitian yang penulis laksanakan, terhadap pelaksanaan pembelajran tersebut ternyata banyak mengalami kendala dalam hasil pembelajaran. Kelemahan yang terjadi pada pembelajaran baik melalui google form, WAG, zoom dan metode medsos melalui anderoid ternyata tidak maksimal, dikarenakan kendala umum diantaranya; masalah sinyal,kapsitas anderoid yang terbatas, keterbatasan pengusaan aplikasi dan yang paling utama ialah tidak semua siswa memiliki handphone anderoid. Maka pembelajaran model blanded yang paling tepat ialah perpaduan luring dan daring antara yang mempunyai anderoid dan tidan bisa seimbang dalamengikuti kegiatan belajar mengajar
Analisis Masalah Tradisi Dan Budaya Di Era Society 5.0 Dalam Pembelajaran IPS Sri Mastuti; Suhantoro Suhantoro
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol 13, Nomor 2, Desember, T
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine whether students are aware of various cultural or traditional problems that occur in Madura and are passed down and become knowledge for junior high school students in Sumenep Regency. This research is descriptive, in this case direct observation to four schools in Sumenep Regency and conducting surveys and questionnaires on students' knowledge of Madura's traditions and culture which are still maintained in Era Society 5.0. The contribution of this research is to find out how much knowledge of junior high school students on traditions and culture that is still maintained by junior high school students in four places in Sumenep Regency contained in social studies learning, so that people can understand knowledge about Madura culture and traditions that are still maintained and not eroded by the times. Which continues to develop along with technological advances that make communication between students and the community continues to grow rapidly in the Society 5.0 era. In social studies learning that will be studied also makes surveys in maintaining traditions and culture that have been continuously maintained from generation to generation and continue until now.
Analisis Pemilihan Plat Form Pembelajaran IPS MI/SD Ditengah Pandemi Bagi Mahasiswa PGMI IAIN Madura Suhantoro .
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 5 No. 1 (2021): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif pembelajaran IPS di MI/SD ditengah pandemi saat ini. Pendidikan IPS adalah mata pelajaran yang mengkaji kehidupan sosial yang bahannya didasarkan pada kajian sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi dan tata negara. Melalui pembelajaran ilmu pengetahuan sosial dapat di masukkan nilai-nilai pendidikan karakter dengen mengintegrasikan materi dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial tersebut.Dalam rancangan pembelajaran guru hendaknya diarahkan dan difokuskan sesuai dengan kondisi dan perkembangan potensi siswa agar pembelajaran yang dilakukan benar-benar berguna dan bermanfaat bagi siswa, sehingga mereka mampu menjadikan apa yang dipelajarinya sebagai bekal dalam memahami dan ikut serta dalam melakoni kehidupan masyarakat di lingkungannya. Apalagi ditengah pandemi saat ini yang tidak memungkinkan pembelajaran tatap muka. Sehingga dilakukan pembelajaran melalui daring. Tetapi didalam diberlakukan sesuatu tersebut pasti ada kendala yang dihadapi. This study aims to determine how effective social studies learning in MI / SD on in the midst of the current pandemic. Social studies education is a subject that examines social life whose material is based on historical studies, geography, economics, sociology, anthropology and state administration. Through social science learning, the values ​​of character education can be entered by integrating the material in social science learning. In the learning design the teacher should be directed and focused according to the conditions and potential development of students so that the learning carried out is truly useful and beneficial for students. , so that they are be able to make what they learn as provisions in understanding and participating in living the life of the community in their environment. Especially in the midst of the current pandemic which does not is allow face-to-face learning. So that learning is carried out online. But in being put into effect, there must be obstacles to be faced.
Pengaruh Penerapan Pembukuan Akuntansi Sederhana Terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (Studi Kasus Pada Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep) Suhantoro .; Harirah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 7 No. 2 (2023): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many micro, small, and medium-sized enterprises (MSMEs) have been found to experience a lack of progress or stagnation over the years, making it inappropriate to consider them as having improved their economic status. Referencing the theory of community empowerment, this research conducted training to enhance the literacy and awareness of MSME operators regarding accounting bookkeeping, thereby allowing them to comprehend the subsequent impact. Employing a qualitative approach, the study involved 25 MSME operators as respondents. The findings indicate that prior to the training, many MSME operators tended to neglect managing their business finances through accounting bookkeeping; however, after the training, these operators began to realize the significance of accounting bookkeeping. Banyak ditemukan beberapa pelaku UMKM dalam beberapa tahun tidak ada perkembangan atau bisa dibilang stagnan, sehingga untuk dikatakan sebagai meningkatkan taraf ekonomi tidaklah sesuai. Mengacu pada teori pemberdayaan masyarakat, penelitian ini melakukan penyuluhan untuk meningkatkan literasi serta kesadaran para pelaku UMKM dalam hal pembukuan akuntansi yang kemudian mengetahui apa dampak setelahnya. Penelitianinidilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan 25 pelaku UMKM sebagai responden.Hasil yang diperoleh sebelum dilakukan penyuluhan para pelaku UMKM cenderung mengabaikan mengelola keuangan usahanya melalui pembukuan akuntansi, setelah dilakukan penyuluhan para pelaku UMKM mulai muncul kesadaran akan pentingnya pembukuan akuntansi.
Analisis Pemilihan Plat Form Pembelajaran IPS MI/SD Ditengah Pandemi Bagi Mahasiswa PGMI IAIN Madura ., Suhantoro
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 5 No. 1 (2021): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif pembelajaran IPS di MI/SD ditengah pandemi saat ini. Pendidikan IPS adalah mata pelajaran yang mengkaji kehidupan sosial yang bahannya didasarkan pada kajian sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi dan tata negara. Melalui pembelajaran ilmu pengetahuan sosial dapat di masukkan nilai-nilai pendidikan karakter dengen mengintegrasikan materi dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial tersebut.Dalam rancangan pembelajaran guru hendaknya diarahkan dan difokuskan sesuai dengan kondisi dan perkembangan potensi siswa agar pembelajaran yang dilakukan benar-benar berguna dan bermanfaat bagi siswa, sehingga mereka mampu menjadikan apa yang dipelajarinya sebagai bekal dalam memahami dan ikut serta dalam melakoni kehidupan masyarakat di lingkungannya. Apalagi ditengah pandemi saat ini yang tidak memungkinkan pembelajaran tatap muka. Sehingga dilakukan pembelajaran melalui daring. Tetapi didalam diberlakukan sesuatu tersebut pasti ada kendala yang dihadapi. This study aims to determine how effective social studies learning in MI / SD on in the midst of the current pandemic. Social studies education is a subject that examines social life whose material is based on historical studies, geography, economics, sociology, anthropology and state administration. Through social science learning, the values ​​of character education can be entered by integrating the material in social science learning. In the learning design the teacher should be directed and focused according to the conditions and potential development of students so that the learning carried out is truly useful and beneficial for students. , so that they are be able to make what they learn as provisions in understanding and participating in living the life of the community in their environment. Especially in the midst of the current pandemic which does not is allow face-to-face learning. So that learning is carried out online. But in being put into effect, there must be obstacles to be faced.
Penerapan Metode Blended Learning pada Pembelajaran IPS ditengah Pandemi Covid-19 Jenjang di SMP Suhantoro
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 6 No. 1 (2022): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Social studies learning at the junior secondary education (SMP) level during the pandemic must continue to be carried out with various limitations but must not reduce the quality of teaching and learning activities such as face-to-face activities (KTM). Then the policy taken by the education office and implemented by the teacher through distance education (PJJ). There are many choices of how teachers conduct learning activities through distance learning methods, based on the results of the research that the authors carried out, the implementation of the learning turned out to be experiencing many obstacles in learning outcomes. Weaknesses that occur in learning either through google forms, WAG, zoom and social media methods via android are not optimal, due to common obstacles including; signal problems, limited android capacity, limited application mastery and most importantly not all students have android phones. So the most appropriate blended learning model is a combination of offline and online between those who have Android and cannot be balanced in participating in teaching and learning activities. Pembelajaran IPS ditingkat pendidikan menengah pertama (SMP) di masa pandemic harus tetap dilaksanakan dengan berbagai keterbatasan namun tidak boleh mengurangikualitas kegiatan belajar mengajar seperti kegiatan tatap muka (KTM). Maka kebijakan yang diambil oleh dinas pendidikan dan dilaksanakan oleh guru melaui pendidikan jarak jauh (PJJ). Banyak pilihan bagaiman guru mengadakan kegiatan belajar melalui metode pembelajaran jarak jauh, berdasarkan hasil penelitian yang penulis laksanakan, terhadap pelaksanaan pembelajran tersebut ternyata banyak mengalami kendala dalam hasil pembelajaran. Kelemahan yang terjadi pada pembelajaran baik melalui google form, WAG, zoom dan metode medsos melalui anderoid ternyata tidak maksimal, dikarenakan kendala umum diantaranya; masalah sinyal,kapsitas anderoid yang terbatas, keterbatasan pengusaan aplikasi dan yang paling utama ialah tidak semua siswa memiliki handphone anderoid. Maka pembelajaran model blanded yang paling tepat ialah perpaduan luring dan daring antara yang mempunyai anderoid dan tidan bisa seimbang dalamengikuti kegiatan belajar mengajar
Pengaruh Penerapan Pembukuan Akuntansi Sederhana Terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (Studi Kasus Pada Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep) ., Suhantoro; Harirah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 7 No. 2 (2023): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many micro, small, and medium-sized enterprises (MSMEs) have been found to experience a lack of progress or stagnation over the years, making it inappropriate to consider them as having improved their economic status. Referencing the theory of community empowerment, this research conducted training to enhance the literacy and awareness of MSME operators regarding accounting bookkeeping, thereby allowing them to comprehend the subsequent impact. Employing a qualitative approach, the study involved 25 MSME operators as respondents. The findings indicate that prior to the training, many MSME operators tended to neglect managing their business finances through accounting bookkeeping; however, after the training, these operators began to realize the significance of accounting bookkeeping. Banyak ditemukan beberapa pelaku UMKM dalam beberapa tahun tidak ada perkembangan atau bisa dibilang stagnan, sehingga untuk dikatakan sebagai meningkatkan taraf ekonomi tidaklah sesuai. Mengacu pada teori pemberdayaan masyarakat, penelitian ini melakukan penyuluhan untuk meningkatkan literasi serta kesadaran para pelaku UMKM dalam hal pembukuan akuntansi yang kemudian mengetahui apa dampak setelahnya. Penelitianinidilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan 25 pelaku UMKM sebagai responden.Hasil yang diperoleh sebelum dilakukan penyuluhan para pelaku UMKM cenderung mengabaikan mengelola keuangan usahanya melalui pembukuan akuntansi, setelah dilakukan penyuluhan para pelaku UMKM mulai muncul kesadaran akan pentingnya pembukuan akuntansi.
Operationalising Islamic Moderation in Digital Communication: Ethical Pathways to Counter Social Polarisation in Indonesia Suhantoro, Suhantoro; Syahrudin, Syahrudin; Susanto, Roni; Lailatul Qomariyah, Darul
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Social polarization in Indonesia's digital age is increasingly shaped by the fragmentation of micro-identities and the algorithmic dynamics of social media platforms. However, existing studies tend to emphasize technological or political factors while underexploring the ethical-religious dimensions that can counter such polarization. In particular, the role of moderate Islamic values ​​as a normative and communicative framework for digital interactions remains under-theorized and under-examined empirically. To address this gap, this study investigates how Islamic principles of moderation (wasatiyyah) can be operationalized in digital communication practices to reduce polarization and strengthen social cohesion. Using a qualitative case study design, data were collected through in-depth structured interviews with 18 participants, including Islamic religious leaders, sociologists, and active social media users, selected based on their engagement with online religious and social discourse. These interviews were complemented by a systematic content analysis of 120 social media posts and discussions across major platforms, which were analyzed using thematic coding to identify patterns of ethical expression, interaction styles, and conflict framing. The findings demonstrate three analytical contributions. First, the digital articulation of Islamic values ​​such as ukhuwah (social solidarity), adab (ethical behavior), and tawasuth (politeness) serves as a counter-discursive mechanism that disrupts polarizing narratives by reframing disagreements in moral and relational terms, rather than identity-based antagonisms. Second, these values ​​shape inclusive communication practices such as dialogical engagement, self-restraint in judgment, and recognition of differences that reduce symbolic exclusion and soften ideological boundaries in online interactions. Third, the integration of moderate Islamic ethics with digital modernity produces a form of moral resilience that enhances social cohesion by balancing religious norms with the participatory logic of digital media
KEHIDUPAN HOMOSEKSUAL DALAM NOVEL CINTA TAK BERKELAMIN KARYA ANDY STEVENIO: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Suhantoro, Suhantoro; Rokhmansyah, Alfian; Purwanti, Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 3, No 3 (2019): Juli 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.627 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v3i3.2113

Abstract

This study aims to describe the views of other figures on homosexuality which are illustrated in Andy Stevenio's Love of Insecure novels. The data in this study are in the form of excerpts of stories in the novel. This study uses reading and technique notes. Data analysis using qualitative methods. The results of the study showed that there were several figures who accepted the perpetrators and rejected homosexual behavior, such as Mama Wira and Mama Wisnu the two figures both accepted the perpetrators but refused their behavior. Most people still accept homosexual behavior because it is related to human rights. However, on the other hand the community continues to accept homosexual behavior because it is contrary to trusted beliefs and customs. Then, there are also those who reject behavior as well as homosexuals like Papa Wira, schools and authors of their own stories. The form of rejection given is in the form of violence against the main character. This is consistent with what is in Indonesia because most homosexuals will be tried or treated harshly in the past. Until finally the Indonesian government formulated a law on LGBT so that LGBT perpetrators still get good treatment. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan tokoh lain terhadap homoseksual yang tergambar dalam novel Cinta Tak Berkelamin karya Andy Stevenio. Data pada penelitian ini berupa kutipan cerita di dalam novel. Penelitian ini menggunakan teknik baca dan teknik catat. Analisis data menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa tokoh yang menerima pelaku dan menolak perilaku homoseksual, seperti Mama Wira dan Mama Wisnu kedua tokoh sama-sama menerima pelaku tetapi menolak perilakuknya. Kebanyakan masyarakat yang masih menerima perilaku homoseksual karena berkaitan dengan HAM. Namun, di sisi lain masyarakat tetap menerima perilaku homoseksual karna bertentangan dengan kepercayaan dan adat istiadat yang dipercaya. Kemudian, ada pula yang menolak perilaku serta pelaku homoseksual seperti Papa Wira, sekolah serta pengarang cerita sendiri. Bentuk tindakan penolakan yang diberikan berupa tindakan kekerasan terhadap tokoh utama. Hal ini sesuai dengan apa yang ada di Indoensia karena sejak dulu kebanyakan para pelaku homoseksual akan diadili atau diperlakukan secara kasar. Hingga pada akhirnya pemerintah Indonesia merumuskan UU tentang LGBT agar para pelaku LGBT tetap mendapat perlakuan baik.