Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil di Pulau Harapan Kepulauan Seribu, Jakarta Nurbaeti, Irma; Rochanah, Siti; Yulianingsih, Yulianingsih; Idriani, Idriani; Kartini, Kartini
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 7, No 2 (2024): MEI 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v7i2.2255

Abstract

Stunting is a condition in which children under the age of five fail to reach their proper height due to infections and chronic malnutrition. The incidence of stunting has been beginned since pregnancy. This is caused by insufficient nutritional intake during pregnancy, inappropriate diet, and low food quality. Lack of knowledge of mothers about health and nutrition before and during pregnancy has contribution. Therefore, it is important to carry out health education on stunting prevention for pregnant women. The purpose of community service was to provide knowledge to pregnant women about stunting prevention. The activity took place on Monday, July 24, 2023 at the Pulau Harapan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. A total of 20 pregnant women and 10 mothers of toddlers was participated. The methods beginned with a pretest, providing health education, and ending with a post-test. The results of education obtained an increase in knowledge score of 10.71, test results there was a significant increase (t-test = 4.177; p-value = 0.002). Conclusion. The importance of stunting prevention health education for pregnant women can be continued with healthy nutrition care programs and monitoring of pregnant women and toddlers, to prevent stunting.
Hubungan Mobilisasi Dini pada Ibu Primipara Post Seksio Saesaria dengan Tingkat Kemandirian dalam Merawat Bayi di Salah Satu Rumah Sakit di Jakarta Sunaeti, Sunaeti; Maulana, Muhammad Farhan; Idriani, Idriani
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v5i1.22-26

Abstract

Latar Belakang. Mobilisasi dini merupakan aspek yang terpenting dalam pemulihan post seksio sesarea untuk mempertahankan kemandirian ibu primipara. Kenyataan di lapangan pada pasien post seksio sesarea khususnya primipara sudah melakukan mobilisasi dini walaupun kurang maksimal.Objektif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan hubungan mobilisasi dini dengan tingkat kemandirian ibu primipara post seksio sesarea dalam merawat bayi.Metode. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian non eksperimental kohort dengan pendekatan waktu/prospektif dengan mengobservasi variabel independen dahulu dengan cara mengikuti perubahan pada subjek melalui observasi kepada 45 responden. Alat ukur penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisa data yang digunakan adalah uji normalitas.Hasil. Hasil penelitian 32 responden (71,1%) melakukan mobilisasi dini dengan baik dan 31 responden (68,9%) mempunyai tingkat kemampuan mandiri, sehingga berdasarkan uji analisa data menunjukan bahwa nilai p-value = 0,008 (p-valueα < 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan mobilisasi dini dengan tingkat kemandirian ibu.Implikasi Klinis. Rumah sakit perlu mempertimbangkan penambahan media promosi cetak seperti leaflet dan gambar atau langkah-langkah mobilisasi dini yang sesuai dengan SPO (Standar Prosedur Operasional) post operasi seksio sesarea di RSUP Persahabatan untuk mendukung pelaksanaan mobilisasi dini dan tingkat kemandirian ibu primipara.Kata Kunci. Mobilisasi Dini; Tingkat Kemandirian Ibu; Seksio Sesarea; Primipara
Strategi Koping Terhadap Kecemasan pada Ibu Preeklampsia Sari, Irma Permata; Stella, Nendra Elaya Azra; Idriani, Idriani; Anggraini, Dewi; Nursanti, Irna
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v5i1.13-16

Abstract

Latar Belakang. Ibu hamil cenderung memiliki kecemasan terkait masalah kehamilan terutama ibu hamil yang beresiko, seperti preeklampsia. Preeklamsia adalah kelainan multisistemik yang terjadi pada kehamilan yang ditandai dengan adanya hipertensi disertai proteinuria dan edema. Kecemasan saat kehamilan akan berpengaruh pada janin, karena janin berada dalam masa pembentukan yang akan mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan bayi, berat bayi lahir rendah dan meningkatkan risiko kelahiran prematur (Hasim, 2018). Objektif . mengetahui hubungan strategi koping dengan kecemasan pada ibu preeklamsia di Wilayah Puskesmas Pacet Kabupaten Cianjur. Metode. penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari subjek penelitian ini adalah seluruh ibu hamil preeklamsia di Wilayah Puskesmas Pacet Kabupaten Cianjur. Teknik sampel yang digunakan total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner demografi (usia, paritas, pendidikan), startegi koping (The Brief Cope Inventory Scale ) dan kecemasan (Pregnancy Associated Anxiety Questionnaire-Revised). Analisis data menggunakan Chi-Square.Hasil . Didapatkan adanya hubungan strategi koping dengan kecemasan pada ibu preeklamsia di Wilayah Puskesmas Pacet Kabupaten Cianjur (p=0.002). Strategi penanggulangan sangat berperan pada ibu hamil preeklampsia dalam mengatasi kecemasan yang dihadapi.Implikasi Klinik. Mengintegrasikan pendekatan yang mempromosikan penggunaan strategi koping adaptif dalam perawatan rutin ibu hamil preeeklampsia untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis ibu hamil. Kata kunci : kecemasan, strategi koping, preeklampsia, kehamilan
Pemberdayaan Remaja Melalui Peer educator Gizi Seimbang dalam Meningkatkan Pengetahuan Siswa di SMP Muhammadiyah 36 Jakarta Awaliah, Awaliah; Rita, Erni; Idriani, Idriani; Widhi , Annisa Sekar; Widiastuti, Eni; Zuryati, Masmun; Setiyono, Erwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.339

Abstract

Masa remaja merupakan periode growth spurt dimana terjadi perkembangan fisik yang sangat cepat. Indonesia mempunyai tiga beban masalah gizi pada remaja yaitu stunting, wasting, obesitas dan kekurangan zat gizi mikro seperti anemia. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah  meningkatkan pengetahuan tentang gizi seimbang pada remaja dan membentuk duta Gizi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara luring pada tanggal 22 Agustus 2024, materi yang disampaikan adalah tentang edukasi gizi seimbang kepada peer educator yang terdiri dari 15 orang siswa kader kesehatan remaja di SMP 36 Muhammadiyah Jakarta. Hasil analisis didapatkan rata-rata pre-test 66.00 dengan standar deviasi 11.823 dan rata-rata post-test sebesar 90.67 dengan standar deviasi 12.228 terlihat mean perbedaan antara nilai pre-test dengan nilai post-test sebesar 24.67. Hasil uji statistik didapatkan nilai P Value 0,001. Dengan demikian ada perbedaan yang signifikan antara pre dan post test pada α 0,05. Kesimpulan: edukasi gizi seimbang efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi seimbang siswa sebagai peer educator di SMP Muhammadiyah 36 Jakarta. Diperlukan pelaksanaan edukasi gizi seimbang secara berkelanjutan dan meluas, serta pelibatan aktif peer educator sebagai agen perubahan dalam promosi kesehatan di lingkungan sekolah.
Pemberdayaan Kelompok Pendamping Diabetes Self Manajemen Education (KP-DSME) Berbasis Keluarga di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Zuryati, Masmun; Rita, Erni; Widiastuti, Eni; Awaliah, Awaliah; Idriani, Idriani; Setiyono, Erwan; Rahayu, Siti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.344

Abstract

Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular dan penyakit kronis yang paling banyak dialami oleh penduduk di dunia, salah satu jenis penyakit DM yang paling banyak dialami oleh penduduk dunia adalah DM tipe II, yaitu penyakit DM yang disebabkan oleh terganggunya sekresi insulin dan resistensi insulin. salah satu bentuk edukasi adalah Diabetes SelfManagement Education (DSME) yang dapat dilakukan secara mandiri maupun kelompok, baik di klinik ataupun di Rumah Sakit.Tujuan pengabdian Masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan keluarga dalam melaksanakan perawatan mandiri pada anggota keluarga yang menderita DM, meningkatkan Self Care behavior pada pasien DM sehingga status kesehatan dan kualitas hidup masyarakat khususnya pada penderita DM meningkat.Kegiatan pengabdian masyarakat telah dilaksanakan pada keluarga yang memiliki anggota keluarga penderita Diabetes yang berobat poli penyakit dalam RS Islam jakarta Cempaka putih. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara luring pada tanggal 9 Mei 2025, Berdasarkan hasil uji Paired t test, terdapat pengaruh DSME/S terhadap peningkatan pengetahuan manajemen mandiri pasien DM tipe 2 yaitu dengan P Value 0,000.  Artinya Ada hubungan yang signifikan pengetahuan Pendamping Diabetes Self Manajemen Education (KP-DSME) di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih.  Rekomendasi dapat diberikan kepada pasien DM tipe 2 sebagai pendidikan manajemen diri untuk mencegah komplikasi.
Pemberdayaan Siswa Sebagai Peer Educator Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Upaya Peningkatan Kualitas Generasi Sadar Kesehatan di SMP Muhammadiyah 36 Jakarta Selatan Idriani, Idriani; Rita, Erni; Awaliah, Awaliah; Widiastuti, Eni; Zuryati, Masmun; Setiyono, Erwan; Rochanah, Siti; Sukma, Febi; Fatihah, Putri Regina; Suwasti, Enggar Ajeng
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1141

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan membentuk konselor sebaya terlatih dengan  membekali pengetahuan dan ketrampilan konselor sebaya tentang kesehatan reproduksi remaja dan cara-cara menangani permasalahannya. Metode pelaksanaan adalah dengan membentuk konselor sebaya terlatih tentang kesehatan reproduksi. Konselor ini setelah mendapatkan pelatihan akan dikembalikan ke lingkungan sekolah dan diharapkan dapat menjadi Agent of Change untuk memberikan informasi tentang kesehatan resproduksi pada teman sebaya-nya di sekolah tersebut.  Hasil ketercapaian kegiatan dapat dinilai dari peningkatan pengetahuan sebelum diberikan edukasi Kesehatan Reproduksi dari 74,62 menjadi 87,69 dengan P Value 0,005, keaktifan peer edukator dalam kegiatan dan adanya kepuasan mitra terhadap kegiatan. Kesimpulan kegiatan yaitu terbentuk duta siswa sebagai peer edukator dan adanya peningkatan pengetahuan peer edukator setelah penyuluhan tentang kesehatan reproduksi. Rekomendasi adalah pentingnya pemberdayaan siswa sebagai Peer Educator kesehatan reproduksi remaja dalam upaya  peningkatan kualitas generasi sadar kesehatan