Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

EVALUATION OF STUDENT INTEREST AND TALENT DEVELOPMENT PROGRAM AT YASPORBI 1 ELEMENTARY SCHOOL Hidayat, Annisa Zackyah; Zulaikha, Siti; Rochanah, Siti
International Education Trend Issues Vol. 1 No. 2 (2023): International Education Trend Issue
Publisher : PT. BATARI EDU CALYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56442/ieti.v1i3.196

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the context, input, process, and product of the interest and talent development program for students at SD Yasporbi 1. The research method was descriptive qualitative. This type of research is the CIPP model evaluation research. The focus of this research is the interest and talent development program for students at SD Yasporbi 1. Data collection techniques used interviews, observation, and documentation studies. The results of the study show that (1) the context aspect is by the Extracurricular and P5 Technical Guidelines in Elementary Schools, namely the background of the extracurricular program, which is to facilitate and develop the potential, talents, and interests of students, as well as to grow the mentality and foster students' self-confidence. (2) The input aspect which includes planning, (3) The process aspect, the implementation of the extracurricular program includes program mechanisms, program implementation, management of infrastructure, manpower, and financing, (4) product aspect.
Edukasi Kesehatan Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil di Pulau Harapan Kepulauan Seribu, Jakarta Nurbaeti, Irma; Rochanah, Siti; Yulianingsih, Yulianingsih; Idriani, Idriani; Kartini, Kartini
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 7, No 2 (2024): MEI 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v7i2.2255

Abstract

Stunting is a condition in which children under the age of five fail to reach their proper height due to infections and chronic malnutrition. The incidence of stunting has been beginned since pregnancy. This is caused by insufficient nutritional intake during pregnancy, inappropriate diet, and low food quality. Lack of knowledge of mothers about health and nutrition before and during pregnancy has contribution. Therefore, it is important to carry out health education on stunting prevention for pregnant women. The purpose of community service was to provide knowledge to pregnant women about stunting prevention. The activity took place on Monday, July 24, 2023 at the Pulau Harapan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. A total of 20 pregnant women and 10 mothers of toddlers was participated. The methods beginned with a pretest, providing health education, and ending with a post-test. The results of education obtained an increase in knowledge score of 10.71, test results there was a significant increase (t-test = 4.177; p-value = 0.002). Conclusion. The importance of stunting prevention health education for pregnant women can be continued with healthy nutrition care programs and monitoring of pregnant women and toddlers, to prevent stunting.
Improving Teacher Work Engagement Through Compensatory Satisfaction and Psychological Well-Being Mardhotillah, Hafsah; Rochanah, Siti; Matin, Matin
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Improving Work Engagement Through Compensatory Satisfaction and Psychological Well-Being. Objecticves: This study aims to identify the effect of compensation and psychological well-being on work engagement for private elementary school teachers during the pandemic. Methods: This study employed a quantitative approach with multiple linear regression analysis. The data retrieval technique used a Instrument developed from the utrech work engagement scale, a ryff psychological well-being scale and a compensation scale. Sample selection was done by using purposive cluster sampling technique. Research sampel is 408 teachers of private elementary schools in Karawang Regency. Findings: The results of this study confirm that: (1) Compensation had a significant effect on teachers work engagement, (2) Psychological well-being had a significant effect on teachers work engagement, and (3) Compensation and psychological well-being simultaneously affected teachers work engagement by 50.6%. Conclusions: It is concluded that work engagement is influenced by compensation and psychological well-being. Therefore, these two variables need to be considered in increasing teacher work engagement. Keywords: psychological well-being, compensation, work engagement DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v11.i2.202116
Pengaruh Pendampingan Menyusui Pada Ibu Postpartum Terhadap Perlekatan Menyusui di RS Islam Jakarta Cempaka Putih Harniati, Annisa; Rochanah, Siti; Larasati, Lela
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5926

Abstract

Secara alamiah, setiap wanita yang telah melahirkan pasti akan memasuki masa menyusui. Meskipun demikian, tidak semua ibu dapat melakukannya dengan baik. Teknik dan perlekatan menyusui yang tidak sempurna seringkali menjadi masalah utama yang dapat menyebabkan nyeri, lecet, dan henti menyusui dini, yang pada akhirnya menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendampingan menyusui terhadap perlekatan menyusui pada ibu postpartum. Menggunakan rancangan kuantitatif pre eksperimental dengan pendekatan one group pre test – post test design, penelitian dilakukan di RS Islam Jakarta Cempaka Putih terhadap 30 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Pendampingan menyusui diberikan secara langsung untuk mengobservasi dan mengkoreksi teknik ibu, sementara perlekatan menyusui diukur menggunakan lembar observasi skala LATCH yang telah terstandarisasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan. Rata-rata skor perlekatan menyusui sebelum pendampingan adalah 5,33 dengan rentang 3-7 (kategorisasi cukup), yang kemudian meningkat tajam menjadi 8,40 dengan rentang 6-9 (kategorisasi baik) setelah intervensi. Berdasarkan uji statistik non-parametrik Wilcoxon, diperoleh hasil p-value = 0,000 (p < 0,005), yang mengonfirmasi adanya perbedaan bermakna secara statistik antara kondisi sebelum dan sesudah pendampingan. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa program pendampingan menyusui terstruktur memiliki pengaruh positif dan terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas perlekatan menyusui. Temuan ini mendukung pentingnya integrasi pendampingan menyusui sebagai standar layanan keperawatan maternitas di fasilitas kesehatan untuk mendukung keberhasilan menyusui dan kesehatan ibu-bayi.
Hubungan Stres Dengan Gangguan Menstruasi Pada Remaja Putri Di Sma 1 Barunawati Jakarta Barat Giyantini, Kamila; Larasati, Lela; Rochanah, Siti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.6027

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai oleh berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi. Pada remaja putri, salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang sering terjadi adalah gangguan menstruasi, yang dapat berupa ketidakteraturan siklus, nyeri menstruasi, maupun perubahan durasi dan volume perdarahan. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam terjadinya gangguan menstruasi adalah stres. Stres pada remaja dapat muncul akibat tuntutan akademik, tekanan sosial, maupun masalah personal yang berpotensi mengganggu keseimbangan hormonal tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan gangguan menstruasi pada remaja putri di SMA 1 Barunawati Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 49 siswi kelas X yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat stres Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42) serta kuesioner gangguan menstruasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Pearson Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres ringan dan stres sedang, masing-masing sebesar 26,5%. Selain itu, sebanyak 53,1% responden dilaporkan mengalami gangguan menstruasi. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,013 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan gangguan menstruasi. Kesimpulannya, semakin tinggi tingkat stres yang dialami remaja putri, maka semakin besar kemungkinan terjadinya gangguan menstruasi.
Pemberdayaan Siswa Sebagai Peer Educator Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Upaya Peningkatan Kualitas Generasi Sadar Kesehatan di SMP Muhammadiyah 36 Jakarta Selatan Idriani, Idriani; Rita, Erni; Awaliah, Awaliah; Widiastuti, Eni; Zuryati, Masmun; Setiyono, Erwan; Rochanah, Siti; Sukma, Febi; Fatihah, Putri Regina; Suwasti, Enggar Ajeng
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1141

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan membentuk konselor sebaya terlatih dengan  membekali pengetahuan dan ketrampilan konselor sebaya tentang kesehatan reproduksi remaja dan cara-cara menangani permasalahannya. Metode pelaksanaan adalah dengan membentuk konselor sebaya terlatih tentang kesehatan reproduksi. Konselor ini setelah mendapatkan pelatihan akan dikembalikan ke lingkungan sekolah dan diharapkan dapat menjadi Agent of Change untuk memberikan informasi tentang kesehatan resproduksi pada teman sebaya-nya di sekolah tersebut.  Hasil ketercapaian kegiatan dapat dinilai dari peningkatan pengetahuan sebelum diberikan edukasi Kesehatan Reproduksi dari 74,62 menjadi 87,69 dengan P Value 0,005, keaktifan peer edukator dalam kegiatan dan adanya kepuasan mitra terhadap kegiatan. Kesimpulan kegiatan yaitu terbentuk duta siswa sebagai peer edukator dan adanya peningkatan pengetahuan peer edukator setelah penyuluhan tentang kesehatan reproduksi. Rekomendasi adalah pentingnya pemberdayaan siswa sebagai Peer Educator kesehatan reproduksi remaja dalam upaya  peningkatan kualitas generasi sadar kesehatan
Hubungan Persepsi tentang KB dengan Penggunaan Kontrasepsi pada Wanita Usia Subur di Puskesmas Babelan 1 Perlih, Maharani; Larasati, Lela; Rochanah, Siti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6278

Abstract

Keluarga Berencana (KB) merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta mengendalikan pertumbuhan penduduk. Keberhasilan program KB sangat dipengaruhi oleh persepsi wanita usia subur (WUS) terhadap penggunaan kontrasepsi, karena persepsi yang positif dapat mendorong penggunaan kontrasepsi, sedangkan persepsi yang negatif dapat menjadi hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi tentang KB dengan penggunaan kontrasepsi pada wanita usia subur di Puskesmas Babelan 1. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 54 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, kemudian data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi positif tentang KB, yaitu sebanyak 30 responden (55,6%), dan sebanyak 31 responden (57,4%) menggunakan alat kontrasepsi. Hasil analisis statistik menjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi tentang KB dengan penggunaan kontrasepsi pada wanita usia subur dengan nilai p < 0,05 dan nilai Oods Ratio (OR) sebesar 7,667. Hal ini menjukkan bahwa wanita usia subur yang memiliki persepsi positif tentang KB memiliki peluang lebih besar untuk menggunakan kontrasepsi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi dan konseling Keluarga Berencana untuk membentuk persepsi positif pada wanita usia subur guna mendukung keberhasilan program KB.
Efektivitas Edukasi Berbasis Video Animasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Dalam Mencegah Kekurangan Energi Kronik (KEK) Di Puskesmas Kecamatan Koja Jakarta Utara Novac, Nabella; Larasati, Lela; Rochanah, Siti; Nurhayati, Ety
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6510

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah gizi masyarakat yang serius karena berkaitan dengan peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas ibu serta luaran kehamilan yang tidak optimal. KEK dapat menyebabkan anemia, komplikasi kehamilan dan persalinan, serta meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah, prematur, dan gangguan tumbuh kembang. Meskipun berbagai program gizi telah dilakukan, kasus KEK masih ditemukan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Koja. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kejadian KEK adalah kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai pemenuhan gizi seimbang dan kebutuhan energi selama kehamilan. Oleh karena itu, diperlukan metode edukasi yang efektif, menarik, dan mudah dipahami, salah satunya melalui penggunaan media video animasi yang bersifat visual dan interaktif. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Kecamatan Koja dengan melibatkan 86 ibu hamil sebagai responden yang dipilih secara purposive. Tingkat pengetahuan diukur sebelum dan sesudah pemberian edukasi menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan skor pengetahuan. Penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah intervensi. Nilai rata-rata pre-test sebesar 66,69 dan meningkat menjadi 86,05 pada post-test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi (p<0,05). Kesimpulan edukasi menggunakan media video animasi terbukti berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan Kekurangan Energi Kronik di Puskesmas Kecamatan Koja.