Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH ORIENTASI ETIS, EQUITY SENSITIVITY, DAN BUDAYA JAWA TERHADAP PERILAKU ETIS AUDITOR PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI YOGYAKARTA Widiastuti, Eni; Nugroho, Mahendra Adhi
Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 1 (2015): Nominal April 2015
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.399 KB) | DOI: 10.21831/nominal.v4i1.6886

Abstract

Abstrak: Pengaruh Orientasi Etis, Equity Sensitivity, dan Budaya Jawa terhadap Perilaku Etis Auditor pada Kantor Akuntan Publik di Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh Orientasi Etis Idealisme terhadap Perilaku Etis Auditor, (2) pengaruh Orientasi Etis Relativisme terhadap Perilaku Etis Auditor, (3) pengaruh Equity Sensitivity terhadap Perilaku Etis Auditor, (4) pengaruh Budaya Jawa terhadap Perilaku Etis Auditor, dan (5) pengaruh Orientasi Etis Idealisme, Orientasi Etis Relativisme, Equity Sensitivity, dan Budaya Jawa terhadap Perilaku Etis Auditor. Populasi penelitian ini adalah seluruh auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) di Yogyakarta. Metode pengumpulan data dengan kuesioner. Uji validitas menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment, sedangkan uji reliabilitas menggunakan Conbrach Alpha. Uji asumsi klasik meliputi uji linearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji multikolinearitas. Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana, dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat pengaruh Orientasi Etis Idealisme terhadap Perilaku Etis Auditor, (2) Terdapat pengaruh Orientasi Etis Relativisme terhadap Perilaku Etis Auditor, (3) Terdapat pengaruh Equity Sensitivity terhadap Perilaku Etis Auditor, (4) Terdapat pengaruh Budaya Jawa terhadap Perilaku Etis Auditor, (5) Terdapat pengaruh Orientasi Etis Idealisme, Orientasi Etis Relativisme, Equity Sensitivity, dan Budaya Jawa secara simultan terhadap Perilaku Etis Auditor.   Kata kunci: Orientasi Etis, Equity Sensitivity, Budaya Jawa, dan Perilaku Etis Auditor
Penanggulangan Tuberkolosis Pada Masa Pandemi Di Kelurahan Kwitang Dengan Peningkatan Kemampuan Kader Rita, Erni; hasyim, ummul habibah; Suryatih, Atih; Widiastuti, Eni; Isro, Agus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.3.2.77-82

Abstract

Tuberkulosis  (TB)  adalah  penyakit  menular  disebabkan oleh bakteri TB (Mycobacterium tuberculosis). Penyakit tersebut berkembang pesat pada orang yang hidup dalam kemiskinan, kelompok terpinggirkan, dan populasi rentan lainnya.TB,Insiden TB di Indonesia sebanyak 845 ribu kasus , dengan 569,879 kasus sudah ternotifikasi sementara sisanya 33% masih belum terlaporkan. Tantangan penangulangan TB di tahun 2020 ini diperberat dengan adanya pandemi virus Corona (COVID-19) yang membutuhkan langkah tepat dan efektif, Perbandingan kematian pasien karena TB mencapai lebih dari 60 persen. kematian dari virus corona ini hanya mencapai 3-5 persen. Luas wilayah kwitang 4.9 ha, RW 06 dengan luas lebih kurang 1 ha,Lokasi ini sangat padat penduduk , Jarak antara rumah lebih kurang 1 meter, RW 06 dengan jumlah penduduk  2097Jiwa,jumlah laki-laki 993 jiwa, jumlah perempuan 1034 jiwa, terdiri dari 640 KK, dengan 13 RT, Data Penderita TB di kelurahan Kwitang pada tahun 2019 berjumlah  34 orang, dari RW 06 ada 10 orang. Pada  januari  sampai  mei 2020  TB positif  7 orang dari RW 06 ada 2 orang  ,selama kondisi Pandemik RW 06 ada 3 orang yang positif dengan Virus Corona. Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 5 Agustus dan tanggal 13 agustus 2020.dengan mengunakan sistem online daring mengunakan zoom, sedangkan untuk pengunaan aplikasi tim pengabdian masyarakat melakukan pelatihan dengan sitem Training of Trainer (TOT) kepada 3 orang kader yang dilaksanakan di kampus Fakultas Ilmu Keperawatan dengan memperhatikan Protokol Kesehatan.Kata kunci: Kwitang, Pandemi, Tuberkolosis, Keperawatan, Teknik
DETERMINAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH: Determinants of the Quality of Nursing Services on Patient Satisfaction at the Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital Widiastuti, Eni; Zuryati, Masmun; Sunandar, Mas Asep; Ernirita; Awaliah; Idriani; Setiyono, Erwan
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1827

Abstract

Pendahuluan: Tingginya tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan perlu diimbangi dengan peningkatan mutu pelayanan keperawatan, dimana pelayanan keperawatan merupakan bagian integral dari pelayanan Kesehatan. Rumah sakit harus berupaya untuk memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas tinggi untuk meningkatkan kepuasan pasien, karena berbagai aspek dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Metode: Penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sample sebanyak 128 pasien rawat inap, pengambilan sample dengan teknik stratified random sampling. Analisis menggunakan distribusi frekwensi, chisquare dan regresi logistik. Hasil: menggambarkan usia responden rata-rata 46,7 tahun, jenis kelamin perempuan (72%), pendidikan SMA (53,9%), pasien tidak bekerja (60,9%). Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional baik (54,7%), mutu pelayanan keperawatan kurang baik (51,6%) dan pasien kurang puas terhadap pelayanan keperawatan  50,8%.   Tidak terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan dengan kepuasan pasien (p > 0,05). Terdapat hubungan antara pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional dengan kepuasan pasien (p=0,000), terdapat hubungan antara mutu pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien (p=0,000). Variabel dominan yang berhubungan dengan kepuasan pasien yaitu mutu pelayanan keperawatan. Mutu pelayanan keperawatan yang baik berpeluang 8,3 kali memberikan kepuasan pada pasien dibandingkan mutu pelayanan keperawatan yang kurang baik. Kesimpulan:  Rumah Sakit senantiasa meningkatkan mutu pelayanan dan asuhan keperawatan melalui pelatihan asuhan keperawatan berfokus kebutuhan pasien, dengan harapan kebutuhan dasar dan keselamatan pasien dapat terpenuhi melebihi ekspektasi pasien, sehingga  kepuasan pasien meningkat.  
Diskusi Refleksi Kasus Meningkatkan Kualitas Pembuatan Standar Operasional Prosedur Pelayanan Keperawatan Hartopo, Muhammad Koko; Kurniati, Tri; Widagdo, Giri; Widiastuti, Eni; Suatmaji, Suatmaji
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 4 (2024): Jurnal Keperawatan: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i4.2211

Abstract

Standar Operasional Prosedur merupakan langkah untuk menjamin keselamatan pasien, meningkatkan pelayanan dan mencegah penyalahgunaan kewenangan praktik. Salah satu upaya meningkatkan kualitas pembuatan Standar Operasional Prosedur adalah dengan Diskusi Refleksi Kasus. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh Diskusi Refleksi Kasus terhadap kualitas pembuatan Standar Operasional Prosedur pelayanan keperawatan di RSAB Harapan Kita. Desain quasi eksperimen melalui rancangan pretest-postest control group design yang melibatkan 13 perawat kelompok intervensi dan 13 perawat kelompok kontrol. Intrumen penelitian menggunakan lembar observasi untuk pengukuran awal dan pengukuran setelah pelatihan. DRK dilaksanakan setiap akan membuat SOP pada kelompok intervensi. Analisis multivariat menggunakan General Linear Model-Repeat Measures (GLM-RM). Hasil mendapatkan nilai Greenhouse-Geisser sebesar 0,000 yang menunjukkan bahwa Diskusi Refleksi Kasus meningkatkan kualitas pembuatan Standar Operasional Prosedur pelayanan keperawatan setelah mendapatkan pelatihan. Diskusi Refleksi Kasus meningkatkan kualitas pembuatan Standar Operasional Prosedur pelayanan keperawatan di RSAB Harapan Kita.
GAMBARAN PROSES PENYIMPANAN OBAT DI UNIT FARMASI LOGISTIK RSUD KELAS D TELUK PUCUNG TAHUN 2024 Widiastuti, Eni; Nurmawaty , Dwi; Nabila, Anggun; Shorayasari , Susi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43203

Abstract

Unit farmasi sebagai bagian pelayanan penunjang pada rumah sakit bertanggungjawab dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian yang bertugas memenuhi kebutuhan kefarmasian pada pasien. Penyimpanan obat bertujuan mempertahankan mutu obat dari kerusakan akibat peyimpanan yang tidak baik dan memudahkan pencarian serta pengawasan obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses penyimpanan obat di Unit Farmasi Logistik RSUD Kelas D Teluk Pucung Kota Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, melalui wawancara mendalam kepada informan, observasi langsung dan telaah dokumen. Hasil penelitian diperoleh temuan sebagai berikut: Pertama, pengaturan tata ruang belum optimal, beberapa kendala diantaranya luas ruangan masih kurang, jumlah rak dan pallet yang tersedia masih kurang tidak sebanding dengan jumlah obat yang ada. Kedua, penyusunan stok obat belum terlaksana secara optimal, beberapa kendala diantaranya ketersediaan rak, pallet dan lemari khusus yang terbatas, maka banyak obat-obat yang belum tersusun dengan baik sesuai dengan alfabetis dan nama obat di rak, prinsip FEFO dan FIFO belum dilaksanakan secara optimal. Ketiga, pencatatan obat sudah dijalankan tetapi belum optimal. Prosedur penerimaan sudah dijalankan dengan baik, sedangkan prosedur pengeluaran obat terkadang masih belum tercatat dengan baik. Pelaksanaan stok opname dan pelaporan dilakukan setiap akhir bulan tetapi prosesnya sulit dilakukan karena tata letak obat yang tidak tersusun dengan baik.
Pengaruh Penerapan Asuhan Keperawatan Berfokus Pada Kebutuhan Spiritual Terhadap Kepuasan Pasien Okiyana, Soviyani; Fadilah, Harif; Widiastuti, Eni; Hadi, Muhammad
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.17572

Abstract

ABSTRACT Spiritual needs are indispensable for patients with acute, chronic or terminal illnesses as they are an important aspect of the healing process. The implementation of holistic and comprehensive nursing care is expected to provide patient satisfaction which has a positive impact on the quality of nursing services. This study aims to determine the effect of the implementation spiritual needs nursing care on patient satisfaction in the Hemodialysis Unit.  This study used the Generalized Linear Model Repeat Measure (GLM-RM) method to analyze the effect of the application of spiritual needs nursing care on patient satisfaction. There is a significant effect on patient satisfaction before and after the application of spiritual nursing care in the intervention group with a p-value = 0.000 (<0.05). Based on the parameter estimates test, the strength of the difference was 42.9%, meaning that there was an effect on patient satisfaction from the first measurement between the control group and the intervention group. Conclusion: The implementation of nursing care focusing on spiritual needs has an influence on patient satisfaction in the Hemodialysis Unit. It is expected that every health service can implement spiritual nursing care standards in an effort to improve patient satisfaction. Keywords: Spiritual Needs, Nursing Care Implementation, Patient Satisfaction  ABSTRAK Kebutuhan spiritual hal yang sangat diperlukan pasien yang mengidap penyakit akut, kronis ataupun terminal karena termasuk aspek penting dalam proses penyembuhan. Penerapan asuhan keperawatan secara holistik dan komprehensif diharapkan dapat memberikan kepuasan pasien yang berdampak positif terhadap kualitas layanan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan asuhan keperawatan kebutuhan spiritual terhadap kepuasan pasien di unit Hemodialisis. Penelitian ini menggunakan metode Generalized Linear Model Repeat Measure (GLM-RM) yaitu untuk menganalisia pengaruh penerapan asuhan keperawatan kebutuhan spiritual terhadap kepuasan pasien.Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pasien sebelum dan sesudah dilakukan penerapan asuhan keperawatan spiritual pada kelompok intervensi dengan nilai p-value = 0.000 (< 0.05). Berdasarkan uji parameter estimates, didapatkan kekuatan perbedaan 42,9% artinya terdapat pengaruh kepuasan pasien dari pengukuran pertama antar kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Penerapan asuhan keperawatan berfokus pada kebutuhan spiritual mempunyai pengaruh terhadap kepuasan pasien di Unit Hemodialisis. Diharapkan setiap layanan kesehatan dapat menerapkan standar asuhan keperawatan spiritual dalam upaya meningkatkan kepuasan pasien. Kata Kunci: Kebutuhan Spiritual, Penerapan Asuhan Keperawatan, Kepuasan Pasien.
Pemberdayaan Keluarga dengan pendekatan Heatlh Coaching dalam Upaya Keluarga sadar dan Siaga Tuberkulosis.di Klinik TB RO Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Rita, Erni; Mujiastuti, Rully; Setiyono, Erwan; Widiastuti, Eni; Awaliah; Idriani; Zuryati, Masmun; Nurhidayat, Wulan; Arfiansyah, Fachri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.7.2.129-136

Abstract

Tuberkulosis Resistan Obat (TBC RO) adalah penyakit TBC yang disebabkan oleh kuman M. tuberculosis yang sudah mengalami resistansi atau kebal terhadap obat antituberkulosis (OAT) yang digunakan saat ini. Pelayanan Tuberkulosis Resistensi Obat pada Layanan terpadu TB Resistensi Obat adalah Pelayanan Klinis yang bersifat komprehensif, terpadu dan menyeluruh terhadap pasien dengan diagnosis TB RO. Pasien TB RO setiap hari minum obat di depan PS ( Pasient Supporter). Pasient Suporter yang bertugas untuk mendampingi pasien TB RO dari awal pengobatan sampai sembuh. Pendampingan pasien bertujuan agar pasien benar-benar berobat penuh sehingga tidak akan mangkir. Oleh karena itu pendamping pasien perlu memberikan motivasi serta perhatian agar pasien memiliki kemauan untuk sembuh. Health Coaching adalah praktik pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan dengan maksud untuk meningkatkan kesehatan individu dan untuk memfasilitasi pencapaian tujuan Kesehatan.Tujuan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat membentuk inovasi pendampingan keluarga adalah Pemberdayaan keluarga dengan pendekatan Heatlh Coaching dalam Upaya Keluarga sadar dan Siaga Tuberkulosis. Metode yang diterapkan adalah kombinasi dari beberapa pendekatan yaitu metode Pemberdayaan dengan pendekata health coaching sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam merawat dan mencegah penularan TB Paru didalam lingkungan keluarga., serta metode bina suasana. Hasil Pengabdian kepada Masyarakat dari kegiatan adalah peningkatan pengetahuan dan kemampuan keluarga dalam merawat dan mencegah penularan TB Paru.Rata-rata pengetahuan keluarga sebelum dilakukan Coaching 8,88, setelah dilakukan Coaching 9,81, dengan P Value 0,000. Ada hubungan yang signifikan pengetahuan Coaching pada keluarga TB RO. Kesimpulannya, pemberdayaan keluarga siaga dengan metode Health Coaching kepada keluarga efektif meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam merawat dan mencegah penularan TB paru,
Pemberdayaan Remaja Melalui Peer educator Gizi Seimbang dalam Meningkatkan Pengetahuan Siswa di SMP Muhammadiyah 36 Jakarta Awaliah, Awaliah; Rita, Erni; Idriani, Idriani; Widhi , Annisa Sekar; Widiastuti, Eni; Zuryati, Masmun; Setiyono, Erwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.339

Abstract

Masa remaja merupakan periode growth spurt dimana terjadi perkembangan fisik yang sangat cepat. Indonesia mempunyai tiga beban masalah gizi pada remaja yaitu stunting, wasting, obesitas dan kekurangan zat gizi mikro seperti anemia. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah  meningkatkan pengetahuan tentang gizi seimbang pada remaja dan membentuk duta Gizi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara luring pada tanggal 22 Agustus 2024, materi yang disampaikan adalah tentang edukasi gizi seimbang kepada peer educator yang terdiri dari 15 orang siswa kader kesehatan remaja di SMP 36 Muhammadiyah Jakarta. Hasil analisis didapatkan rata-rata pre-test 66.00 dengan standar deviasi 11.823 dan rata-rata post-test sebesar 90.67 dengan standar deviasi 12.228 terlihat mean perbedaan antara nilai pre-test dengan nilai post-test sebesar 24.67. Hasil uji statistik didapatkan nilai P Value 0,001. Dengan demikian ada perbedaan yang signifikan antara pre dan post test pada α 0,05. Kesimpulan: edukasi gizi seimbang efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi seimbang siswa sebagai peer educator di SMP Muhammadiyah 36 Jakarta. Diperlukan pelaksanaan edukasi gizi seimbang secara berkelanjutan dan meluas, serta pelibatan aktif peer educator sebagai agen perubahan dalam promosi kesehatan di lingkungan sekolah.
Pemberdayaan Kelompok Pendamping Diabetes Self Manajemen Education (KP-DSME) Berbasis Keluarga di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Zuryati, Masmun; Rita, Erni; Widiastuti, Eni; Awaliah, Awaliah; Idriani, Idriani; Setiyono, Erwan; Rahayu, Siti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.344

Abstract

Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular dan penyakit kronis yang paling banyak dialami oleh penduduk di dunia, salah satu jenis penyakit DM yang paling banyak dialami oleh penduduk dunia adalah DM tipe II, yaitu penyakit DM yang disebabkan oleh terganggunya sekresi insulin dan resistensi insulin. salah satu bentuk edukasi adalah Diabetes SelfManagement Education (DSME) yang dapat dilakukan secara mandiri maupun kelompok, baik di klinik ataupun di Rumah Sakit.Tujuan pengabdian Masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan keluarga dalam melaksanakan perawatan mandiri pada anggota keluarga yang menderita DM, meningkatkan Self Care behavior pada pasien DM sehingga status kesehatan dan kualitas hidup masyarakat khususnya pada penderita DM meningkat.Kegiatan pengabdian masyarakat telah dilaksanakan pada keluarga yang memiliki anggota keluarga penderita Diabetes yang berobat poli penyakit dalam RS Islam jakarta Cempaka putih. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara luring pada tanggal 9 Mei 2025, Berdasarkan hasil uji Paired t test, terdapat pengaruh DSME/S terhadap peningkatan pengetahuan manajemen mandiri pasien DM tipe 2 yaitu dengan P Value 0,000.  Artinya Ada hubungan yang signifikan pengetahuan Pendamping Diabetes Self Manajemen Education (KP-DSME) di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih.  Rekomendasi dapat diberikan kepada pasien DM tipe 2 sebagai pendidikan manajemen diri untuk mencegah komplikasi.
Sapa Jiwa Bersama Keluarga Meringankan Beban, Menguatkan Harapan Dalam Perawatan ODGJ Slametiningsih, Slametiningsih; Widiastuti, Eni; Nursanti, Irna; Rita, Erni; Sukma, Bagja Angga; Kusmayadi, Yadi; Somana, Aan; Wahyuni, Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21981

Abstract

ABSTRAK Keluarga memiliki peran utama dalam merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), namun kerap menghadapi beban emosional, sosial, dan ekonomi. Minimnya akses terhadap edukasi dan dukungan psikososial membuat peran ini menjadi semakin berat. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meringankan beban keluarga pengasuh ODGJ melalui edukasi psikososial, diskusi kelompok, dan fasilitasi akses layanan kesehatan jiwa di Kelurahan Leuwi Gajah, Bandung. Metode: Kegiatan melibatkan 11 responden yang merupakan keluarga ODGJ. Mayoritas berjenis kelamin perempuan (63,6%) dengan usia rata-rata 39,6 tahun. Tingkat pendidikan sebagian besar adalah SMA (45,5%) dan SMP (36,4%). Hubungan responden dengan ODGJ sebagian besar adalah orang lain (54,5%) dan saudara kandung (36,4%). Sebagian besar menggunakan BPJS (90,9%) dan telah merawat ODGJ lebih dari satu tahun (90,9%). Perawatan dilakukan secara bergantian (81,8%), dan sebagian besar rutin melakukan kontrol ke rumah sakit (63,6%). Hasil: Sebelum intervensi, rata-rata skor beban keluarga sebesar 27,5 dan menurun menjadi 25,7 setelah intervensi. Meskipun tidak signifikan secara statistik, peserta melaporkan peningkatan pemahaman dan rasa lebih kuat secara emosional. Kesimpulan: Program “SAPA JIWA” memberikan dampak positif dalam meringankan beban keluarga dan memperkuat peran mereka dalam perawatan ODGJ. Pendekatan komunitas yang partisipatif menjadi kunci keberhasilan dalam membangun ketahanan keluarga. Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat, ODGJ, Beban Keluarga, Edukasi Psikososial, Kesehatan Jiwa Komunitas.  ABSTRACT Families play a central role in caring for people with mental disorders (ODGJ), yet often face emotional, social, and financial burdens. Limited access to education and psychosocial support further complicates their role. Objective: This community service activity aimed to ease caregiver burden through psychosocial education, group discussions, and access to mental health services in Leuwi Gajah, Bandung. Methods: The program involved 11 respondents who were family members of ODGJ. Most were female (63.6%) with an average age of 39.6 years. Educational backgrounds were mostly high school (45.5%) and junior high (36.4%). The majority were non-parental caregivers (54.5%) and siblings (36.4%). Most used BPJS insurance (90.9%) and had been caring for the patient for more than one year (90.9%). Caregiving was mostly done in shifts (81.8%) and 63.6% routinely visited mental health services. Results: The average caregiver burden score decreased from 27.5 to 25.7 after the program. Although not statistically significant, participants reported improved understanding and emotional resilience. Conclusion: The “SAPA JIWA” program had a positive impact on reducing caregiver burden and strengthening the family's role in supporting ODGJ. A participatory, community-based approach was key to fostering family resilience. Keywords: Community Service, Mental Disorders, Caregiver Burden, Psychosocial Education, Community Mental Health