Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Menara Ilmu

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR VIRTUAL LEARNING MODEL PADA MATA KULIAH HAMA DAN PENYAKIT HUTAN DI FAKULTAS KEHUTANAN Widya, Nurul; Fadhlya Adri, Rantih
Menara Ilmu Vol 15, No 2 (2021): VOL. XV NO. 2 APRIL 2021
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v15i2.2595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahanajar dengan menggunakan aplikasi Flipbook maker berbasis web untuk menunjang proses dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Hama dan Penyakit Hutan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi yang semakin pesat, tuntutan akan efisiensi semakin meningkat, serta pengaruh modernisasi di dunia pendidikan. Metode penelitian dilakukan adalah dengan metode Research and Development (R&D). Penelitian ini diawali dengan menyiapkan bahan ajar yang sebelumnya digunakan, mencari bahan ajar lain dari berbagai referensi terbaru, mengolaborasikan bahan ajar yang lama dengan bahan ajar yang baru, merevieu bahan ajar yang telah disusun, dan menyempurnakan bahan ajar menjadi sebuah e-book. Adapun luaran pada penelitian ini adalah tersedianya e-book pada mata kuliah Hama dan Penyakit Hutan. Kata kunci:Flipbook maker, Virtual Model Learning, Hama dan Penyakit Hutan, e-book, Teknologi Pendidikan
Klasifikasi Tiga Varietas Daun Gambir (Uncaria Gambir Roxb.) Menggunakan Spektroskopi Inframerah dan Analisis Kemometrik Zulfani, Elga; Satria, Dedi; Widya, Nurul; Rivaldo, Ifan
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 APRIL 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i2.6658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan tiga varietas daun gambir (Uncaria gambir Roxb.), yaitu varietas Udang, Riau, dan Cubadak, yang tumbuh di Sumatera Barat, menggunakan metode spektroskopi Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan analisis kemometrik. Spektrum inframerah diperoleh dalam rentang panjang gelombang 4000–500 cm⁻¹. Analisis kemometrik yang digunakan meliputi Principal Component Analysis (PCA), Partial Least Squares Discriminant Analysis (PLS-DA), dan Orthogonal Partial Least Squares Discriminant Analysis (OPLS-DA). Sebelum analisis kemometrik dilakukan, data diproses terlebih dahulu menggunakan metode preprocessing seperti SNV dan MSC untuk meningkatkan akurasi. Hasilnya, PCA mengidentifikasi variabel dominan berdasarkan bilangan gelombang tertentu dengan Q² sebesar 0,91. PLS-DA menunjukkan pemisahan antar varietas dengan Q² sebesar 0,79 setelah preprocessing SNV. Sementara itu, OPLS-DA menghasilkan pemisahan paling jelas di antara tiga varietas dengan Q² sebesar 0,748 setelah preprocessing SNV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preprocessing seperti SNV dan Multiplicative Scatter Correction (MSC) meningkatkan akurasi model klasifikasi. Analisis Variabel Importance for Projection (VIP) mengidentifikasi bilangan gelombang 1000 cm⁻¹ sebagai area yang paling signifikan dalam pemisahan varietas. Kombinasi FTIR dan analisis kemometrik terbukti sebagai metode yang cepat, akurat, dan efisien untuk klasifikasi varietas daun gambir. Hasil ini memberikan kontribusi dalam pengembangan metode kontrol kualitas untuk industri gambir.Kata Kunci: Daun Gambir, Spektroskopi Inframerah, Analisis Kemometrik, PCA, PLS-DA, OPLS-DA
Tinjauan Literatur Defisiensi Vitamin B1: Implikasi Klinis, Metabolik, dan Terapeutik Widya, Nurul
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 OKTOBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i1.7163

Abstract

Defisiensi vitamin B1 (tiamin) merupakan masalah kesehatan global yang masih sering terabaikan, meskipun perannya sangat penting dalam metabolisme energi melalui jalur glukosa dan siklus Krebs. Kekurangan tiamin dapat menimbulkan manifestasi klinis beragam, mulai dari beriberi, sindrom Wernicke-Korsakoff, hingga gangguan metabolisme modern seperti gagal jantung dan komplikasi diabetes. Artikel ini bertujuan untuk meninjau implikasi klinis, metabolik, serta pendekatan terapeutik defisiensi vitamin B1 berdasarkan literatur terkini. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis publikasi ilmiah dalam sepuluh tahun terakhir yang diperoleh dari basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Hasil telaah menunjukkan bahwa defisiensi vitamin B1 berdampak luas pada sistem saraf, kardiovaskular, dan metabolisme glukosa, dengan risiko lebih tinggi pada populasi rentan seperti penderita alkoholisme, pasien dengan nutrisi parenteral, serta individu dengan penyakit kronis. Suplementasi tiamin, baik oral maupun intravena, terbukti efektif dalam mengurangi morbiditas, namun tantangan tetap ada dalam hal diagnosis dini, identifikasi biomarker yang sensitif, serta evaluasi cost-effectiveness program suplementasi di tingkat populasi. Kesimpulannya, defisiensi vitamin B1 masih menjadi masalah signifikan dengan implikasi klinis dan metabolik yang serius, sehingga diperlukan strategi pencegahan, diagnosis, dan terapi yang lebih komprehensif serta penelitian lanjutan mengenai biomarker dan efektivitas intervensi jangka panjang. Kata kunci: Vitamin B1, defisiensi tiamin, metabolisme energi, beriberi, terapi tiamin