Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Acupressure intervention for children: A scoping review Ramdaniati, Sri; Sitaresmi, Mei Neni; Haryanti, Fitri; Iman, Arief Tarmansyah
Belitung Nursing Journal Vol. 11 No. 1 (2025): January - February
Publisher : Belitung Raya Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33546/bnj.3524

Abstract

Background: Acupressure is a popular form of complementary nursing among adults. It stimulates the body’s self-healing processes by enhancing energy flow, or “chi,” along meridian channels. Acupressure can address many health issues and is also used on children because it is painless and straightforward. Although acupressure has existed for centuries, research on its applications for children remains limited. Objective: This review aimed to categorize and synthesize the research conducted over 30 years on acupressure in children. Design: A scoping review Data Source: The databases searched were PubMed, ProQuest, Scopus, ScienceDirect, Wiley, Medline EBSCO, and Google Scholar. The inclusion criteria were original peer-reviewed articles in English or Indonesian that used acupressure as an intervention for children in any setting from 1991 until March 2022 and were updated until March 2024. Review Methods: This review followed the Joanna Briggs Institute Manual Methodologies. Subsequently, the retrieved articles were imported into the EndNote program version 20. Based on the identification results, 2924 articles were obtained, and 76 articles were retained. The review decision process was depicted in a PRISMA flow diagram. Results: Of the 76 articles, 72% came from the Asian continent, 66% were published within the past ten years, and 59% were randomized controlled trials. Acupressure was most used (48%) by school-age children (7-12 years), with commonly targeted points being Neiguan (P6), Zusanli (ST36), Hegu (LI4), Yintang (Extra1), and auricular acupoints. Acupressure on children can be administered by acupuncturists, nurses, doctors, caregivers, and parents, offering six main benefits: alleviating nausea and vomiting, relieving pain, decreasing anxiety, relieving fatigue, increasing visual function, and increasing weight and height. Conclusion: Acupressure offers numerous advantages for children with various conditions. Healthcare and nursing professionals should consider using it as a complementary intervention to address issues and problems in healthy and sick children. However, further studies are needed to evaluate its effectiveness.
Pengetahuan Ibu tentang Kejang Demam pada Anak Balita Siddiq, Cakra Muhafizhdien; Cahyaningsih, Henny; Ariyanti, Metia; Sofyana, Haris; Nursyamsiyah, Nursyamsiyah; Ramdaniati, Sri
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i2.4371

Abstract

Kejang demam merupakan salah satu kondisi medis yang paling sering terjadi pada anak balita dan seringkali menimbulkan kekhawatiran pada orang tua, khususnya ibu. Pengetahuan ibu mengenai kejang demam sangat penting agar dapat melakukan penanganan pertama yang tepat dan mencegah dampak buruk pada anak. Namun, masih banyak ibu yang belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang kejang demam, sehingga tindakan yang dilakukan seringkali kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang kejang demam pada anak balita. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling jenis non-probability sampling diambil dengan cara accidental sampling. Sampel penelitian adalah ibu yang memiliki anak balita, dengan jumlah responden sebanyak 108 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dianalisis secara statistik menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 57 orang (52,8%), pengetahuan baik sebesar 44 (40,7%) dan pengetahuan kurang 7 (6,5%). Saran dari penelitian ini adalah melanjutkan program pendidikan kesehatan yang sudah terjadwal hal ini sangat diperlukan agar ibu mampu melakukan penanganan kejang demam dengan benar dan mengurangi risiko komplikasi pada anak.