Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Comparative Study of Land Registration in the State of the Republic of Indonesia and the Republic of Singapore Jayanti, RA Andria; Arba, M; Hirsanuddin, Hirsanuddin
Khairun Law Journal Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Issue 1, September 2017
Publisher : Faculty of Law, Khairun University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/klj.v1i1.428

Abstract

This research aims to compare the value of certainty and protection of protection of land law in Indonesia and Singapore which aims to provide certainty and legal protection. This type of legal research is normative legal research. The method of approach used is legislation, conceptual and comparative approach. Based on the research that is registration of land in Indonesia is regulated in Law of the Republic of Indonesia Number 5 Year 1960 Article 19 BAL (Basic Agrarian Law/ Undang-Undang Pokok Agraria), and in Singapore regulated in Land Titles Act (LTA) Chapter 157 Year 2015. There are similarities and differences in registration of land, among others, Indonesia and Singapore adopt the right registration system (Torrens). Indonesia adopts negative publication of positive tendency system that produces certificate as a strong evidence and existence of rechtsverwerking institution (Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 24 Year 1997 Article 32) while in Singapore adopt positive publication system that generates certificate as absolute proof (LTA 157 Year 2015 Article 36) and the presence of caveat as a form of legal protection. It is expected that by changing the registration of land law in Indonesia can provide absolute legal certainty and legal protection in registration of land as in Singapore.
Pelaksanaan Small Claim Dalam Praktik Transaksi Jual Beli Kosmetik Melalui E-Commerce Sari, Paice Mutiara; Hirsanuddin, Hirsanuddin
Commerce Law Vol. 5 No. 1 (2025): Commerce Law
Publisher : Departement Business Law, Faculty of Law, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/commercelaw.v5i1.3044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbuatan hukum yang dilakukan oleh pelaku usaha yang dapat merugikan konsumen dalam transaksi jual beli kosmetik melalui e commerce dan untuk mengetahui mekanisme dalam melakukan penyelesaian sengketa konsumen melalui small claim. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan metode pendekatan perundang-undangan (statue approach), dan pendekatan konseptual (conceptual aproach). Hasil penelitian ini menunjukkan perbuatan hukum yang dilakukan oleh pelaku usaha yang dapat merugikan konsumen dalam transaksi jual beli kosmetik melalui e-commerce antara lain, terdapat iklan produk kosmetik yang menyesatkan, beredarnya kosmetik dengan merek palsu, adanya produk cacat dan tidak sesuai dengan pesanan yang menyebabkan terjadinya kerugian terhadap konsumen. Penyelesaian sengketa konsumen dapat dilakukan dengan cara formal atau informal. Penyelesaian sengketa secara formal dapat dilakukan dengan cara mengajukan komplain langsung ke pelaku usaha dan penyelenggara aplikasi, sedangkan penyelesaian sengketa secara informal dapat dilakukan melalui BPSK, Small Claim Court atau penyelesaian sengketa melalui pengadilan.
Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Bank Atas Kerugian Kejahatan Skimming (Studi Di Bank Bri Praya Lombok Tengah) Baiq Aulia Maharani; Hirsanuddin, Hirsanuddin
Commerce Law Vol. 4 No. 1 (2024): Commerce Law
Publisher : Departement Business Law, Faculty of Law, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/commercelaw.v4i1.4234

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk perlindungan hokum terhadap nasabah Bank atas kerugian kejahatan skimming di bank BRI Praya Lombok Tengah dan untuk mengetahui peran Otoritas Jasa Keuangan dalam melindungi nasabah atas kejahatan skimming di Indonesia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dengan metode penelitian normatif-empiris dengan mengkaji pada peristiwa yang terjadi dalam masyarakat, dengan metode pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan sosiologis. Hasil penelitian yang dapat disimpulkan terdapat 2 bentuk Perlindungan Hukum. Perlindungan hukum preventif dengan subjek hukum diberikan kesempatan untuk mengajukan keberatan atau pendapatnya sebelum suatu keputusan pemerintah tujuannya adalah mencegah terjadinya sengketa. Perlindungan hukum yang represif bertujuan untuk menyelesaikan sengketa. Peran OJK pada setiap kegiatan di sektor perbankan diatur melalui Undang-Undang Otoritas Jasa Keuangan Pasal 7. Di mana, peran OJK adalah menetapkan setiap pengaturan serta melaksanakan pengawasan yang meliputi beberapa hal.
Keabsahan Akta Notaris yang Menggunakan Cyber Notary Sebagai Akta Otentik Zaenul Islam, Ahmad; Kurniawan, Kurniawan; Hirsanuddin, Hirsanuddin
UNES Law Review Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i2.1206

Abstract

The rapid development of information technology can enable Notaries in carrying out their positions to interact indirectly with interested parties. This research is normative legal research which aims to analyze the concept of cyber notary as an authentic deed in Indonesia and the validity of notarial deeds that use cyber notary as authentic deeds. The results of this research are: The cyber notary concept is a concept that utilizes technological advances for notaries in carrying out their duties, such as: digitizing documents, signing deeds electronically, holding General Meeting of Shareholders (GMS) via teleconference. The validity of notarial deeds using Cyber ​​Notary is based on Article 16 paragraph (1) letter m UUJN in its explanation that the Notary must be physically present and sign the deed simultaneously with the presenters and witnesses. So the validity of the cyber notary as an authentic deed cannot yet be said to be authentic.