Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

STUDI HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR-AKTIVITAS, MOLECULAR DOCKING DAN EVALUASI IN VITRO BEBERAPA FLAVONOID TANAMAN SEBAGAI COX-2 INHIBITOR Suryasaputra, Dadan; Anugrah, Rina; Ikhsan, Algi; Rismaya, Rismaya
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.384 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v6i1.2562

Abstract

Flavonoid merupakan senyawa turunan polifenol, yang memiliki aktivitas antiinflamasi dan dianggap sebagai kelompok baru antinflamasi dengan menghambat enzim COX-2, contohnya hesperidin, diosmin, dan ginkgetin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi beberapa flavonoid (luteolin, kaemferol, apigenin, kuersetin, kuersitrin, katekin, baikalein, rutin, dan mirisetin) sebagai inhibitor selektif COX-2 secara hubungan kuantitatif struktur aktivitas (HKSA), molecular docking dan potensinya terhadap enzim COX-2 secara in vitro. Flavonoid yang diprediksikan menggunakan HKSA memiliki aktivitas adalah rutin, quersitrin, mirisetin dan quersetin dengan nilai aktivitas log(1/IC50prediksi) berturut-turut 7.52 ?M; 6.25 ?M; 5.48 ?M; dan 5.46 ?M. Dari hasil uji molecular docking terhadap enzim COX-2 diperoleh 4 flavonoid potensial yaitu; mirisetin, kuersetin, catechin, and apigenin, dengan RMSD 0,2301 ± 0,0185 dan nilai ?G-nya berturut-turut: -8.57; -8.34; -8.68; and -8.54 (kcal/mol). Ligan yang memiliki potensi terhadap reseptor target dilakukan pengujian aktivitas inhibisi COX-2 secara in vitro dilakukan dengan teknik ELISA yaitu rutin, quersetin dan mirisetin, dengan persen inhibisi 42,9%; 40,26%; 53,53% dan celecoxib sebagai pembanding dengan 57,32% inhibisi. Ketiga flavonoid ini berpotensi dikembangkan sebagai inhibitor COX-2.
The role of financial literacy and self-control: risky credit behavior in using paylater Rismaya, Rismaya; Ullum, Miftahul; Mardiyani, Mardiyani
Manajemen dan Bisnis Vol 24, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Department of Management - Faculty of Business and Economics. Universitas Surabaya.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mabis.v24i2.913

Abstract

In an increasingly digital era, credit is more accessible, which can potentially lead to risky credit behavior. It is to analyze how financial technology and financial literacy influence risky credit behavior where self-control is a mediating variable. The research method uses quantitative research, causal associative research type the total sample size is 150 respondents. Data gathered was carried out by distributing online questionnaires and then analyzed with PLS-SEM. The results stated that financial technology and financial literacy significantly affect risky credit behavior. Meanwhile, the mediating variable that strengthens the correlation between fintech and risky credit behavior is self-control. This indicates that financial literacy and self-control are very influential in minimizing the negative impact of using financial technology such as PayLater, namely risky credit behavior. There is a need to increase financial literacy among Pay Later users and education related to self-control in using digital credit services to reduce the occurrence of risky credit behavior.
GAMBARAN POLA MAKAN PADA PENDERITA GASTRITIS PADA WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEMBANTU DI DESA RANTAU PANJANG Gunawan, Shifa Salsabila; Hutajulu, Shofiah Amini; Hastuty, Widya; Tamara, Tasya Aulia; Rismaya, Rismaya; Batubara, Silvana Della; Siagian, Yulia Annisyah; Rahmanda, Vani; Utami, Tri Niswati
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v13i1.2129

Abstract

ABSTRAK Gastritis digambarkan sebagai suatu peradangan atau inflamasi terjadi pada mukosa lambung disebabkan oleh beberapa faktor, seperti adanya iritasi, infeksi dan juga tidak beraturnya pola makan yang dimiliki seseorang, seperti lewatnya waktu makan, makan dalam jumlah yang berlebih, makan dengan terburu-buru serta makan-makanan dengan menggunakan banyaknya bumbu serta berasa pedas. Penyebab terjadinya gastritis yaitu konsumsi makanan yang dapat memicu meningkatnya kadar asam lambung. Adapun penelitian ini dibuat dengan jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian deskriptif dengan jumlah responden pada penelitian ini yaitu 45 orang responden dengan kriteria masyarakat dengan gangguan penyakit gastritis dan bertempat tinggal di Desa Rantau Panjang Kelurahan Pantai Labu. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, penyebab penyakit gastritis yang diderita responden menimbulkan rasa sakit perut, mual serta sakit kepala oleh karenanya responden bisa makan dalam jumlah lebih dari 3 kali dalam satu hari. Yang mana dalam sehari jumlah makan responden hanya 2 kali pada satu hari serta tidak mengkonsumsi makanan selingan atau cemilan yang akhirnya kondisi lambung menjadi kosong selama 5-6 jam yang seharusnya kosong selama 3-4 jam saja. Sebab, awal dari penyebab terjadinya gangguan gastritis yaitu diakibatkan tidak beraturnya pola makan ataupun disebabkan kondisi lambung yang kosongpada durasi yang cukup lama. Kata Kunci: Gastritis, lambung, Pola Makan
Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Praktik Sewa Menyewa Tambak Desa Borongkalukua Kabupaten Maros Rismaya, Rismaya; Lawang, Hasanna; Raehana, Syarifah; Herawati, Andi
El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Vol. 4 No. 2: OKTOBER 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/el-fata.v4i2.293

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik sewa menyewa tambak di Desa Borongkalukua, Kabupaten Maros, serta menilai kesesuaiannya dengan Hukum Ekonomi Syariah dan mengungkap faktor pendorong masyarakat menyewakan tambaknya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan pemilik dan penyewa tambak di Borongkalukua. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa praktik kerjasama yang dilakukan masyarakat Desa Borongkalukua sudah sesuai dengan syariat Islam , meskipun ada yang hanya perjanjian lisan tapi karena tradisi masyarakat yang terjadi di Desa Borongkalukua perjanjian lisan itu cukup di patuhi dan tidak pernah terjadi masalah, tidak pernah ada yang menyangkali dari perjanjian lisan ini maka menurut penulis ini sesuai dengan hukum islam sejalan dengan kaidah "Al-‘adatu muhakkamah".
STUDI HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR-AKTIVITAS, MOLECULAR DOCKING DAN EVALUASI IN VITRO BEBERAPA FLAVONOID TANAMAN SEBAGAI COX-2 INHIBITOR Suryasaputra, Dadan; Anugrah, Rina; Ikhsan, Algi; Rismaya, Rismaya
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v6i1.2562

Abstract

Flavonoid merupakan senyawa turunan polifenol, yang memiliki aktivitas antiinflamasi dan dianggap sebagai kelompok baru antinflamasi dengan menghambat enzim COX-2, contohnya hesperidin, diosmin, dan ginkgetin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi beberapa flavonoid (luteolin, kaemferol, apigenin, kuersetin, kuersitrin, katekin, baikalein, rutin, dan mirisetin) sebagai inhibitor selektif COX-2 secara hubungan kuantitatif struktur aktivitas (HKSA), molecular docking dan potensinya terhadap enzim COX-2 secara in vitro. Flavonoid yang diprediksikan menggunakan HKSA memiliki aktivitas adalah rutin, quersitrin, mirisetin dan quersetin dengan nilai aktivitas log(1/IC50prediksi) berturut-turut 7.52 μM; 6.25 μM; 5.48 μM; dan 5.46 μM. Dari hasil uji molecular docking terhadap enzim COX-2 diperoleh 4 flavonoid potensial yaitu; mirisetin, kuersetin, catechin, and apigenin, dengan RMSD 0,2301 ± 0,0185 dan nilai ΔG-nya berturut-turut: -8.57; -8.34; -8.68; and -8.54 (kcal/mol). Ligan yang memiliki potensi terhadap reseptor target dilakukan pengujian aktivitas inhibisi COX-2 secara in vitro dilakukan dengan teknik ELISA yaitu rutin, quersetin dan mirisetin, dengan persen inhibisi 42,9%; 40,26%; 53,53% dan celecoxib sebagai pembanding dengan 57,32% inhibisi. Ketiga flavonoid ini berpotensi dikembangkan sebagai inhibitor COX-2.