Armita, Deffi
Department Of Agronomy, Faculty Of Agriculture, Universitas Brawijaya

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI DAN INTERVAL PEMBERIAN PGPR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNCIS TEGAK (Phaseolus vulgaris L.) Ningsih, Yanti Fitriah; Armita, Deffi; Maghfour, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/817

Abstract

Produksi buncis yang berfluktuasi mengakibatkan Indonesia masih belum dapat memenuhi kebutuhan konsumsi. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi buncis dilakukan dengan cara penggunaan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacter). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan waktu aplikasi PGPR yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman buncis. Hipotesis dari penelitian ini adalah konsentrasi PGPR dipengaruhi oleh interval aplikasi PGPR dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.). Penelitian di-laksanakan di Unit Pelayanan Teknis Tanaman Palawija Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang Jawa Timur pada bulan februari sampai april 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 3 taraf diantaranya K1= 5 ml L-1, K2 = 10 ml L -1, K3 = 15 ml L -1 dan 4 taraf antara lain T1= 0, 1, 3 MST; T2 = 0, 2, 3 MST; T3 = 0, 2, 4 MST; T4 = 0, 3, 4 MST dan terdapat satu perlakuan tanpa PGPR sebagai Kontrol. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), yang di uji lanjut dengan BNJ 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara perlakuan konsen-trasi dan interval pemberian PGPR pada semua parameter, akan tetapi secara terpisah  perlakuan konsentrasi PGPR dan perlakuan interval waktu pemberian PGPR berpengaruh nyata pada beberapa parameter. Dari penelitian ini didapatkan bahwa perlakuan pemberian PGPR dengan konsentrasi 15 ml memiliki hasil yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan perlakuan yang lain pada parameter tinggi tanaman dan luas daun dan Perlakuan T1 dan T2 menunjukkan jumlah cabang berbeda nyata dengan T3 dan T4.
PENGARUH KONSENTRASI GA3 DAN LAMA PENYINARAN PADA KUALITAS BUNGA ANYELIR (Dianthus caryphyllus L.) Rachma, Herda; Armita, Deffi; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/839

Abstract

Anyelir (Dianthus caryophyllus L.) ialah komoditas bunga potong yang potensial karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi dalam industri bunga potong dan menempati peringkat ke tiga dalam peragangan komoditas bunga potong di Indonesia. Faktor utama permasalahan anyelir potong ialah fase vegetatif yang panjang sehingga menyebabkan waktu berbunga menjadi lebih lama. Anyelir potong umumnya berbunga pada umur 6 bulan setelah perbanyakan vegetatif menggunakan stek. Waktu tersebut tergolong lama untuk budidaya tanaman hias bunga potong, sehingga diperlukan teknologi yang mampu menghasilkan anyelir potong dengan waktu berbunga lebih cepat serta tetap memenuhi klasifikasi mutu bunga potong. Salah satu upaya untuk mempercepat pembungaan serta tetap memenuhi syarat mutu bunga potong ialah dengan melakukan induksi pembungaan menggunakan pemberian GA3 dan lama penyinaran. Tujuan penelitian ini ialah mempelajari pengaruh interaksi antara konsentrasi GA3 dan lama penyinaran pada kualitas bunga serta menentukan konsentrasi GA3 dan lama penyinaran yang tepat untuk mempercepat terbentuknya pembungaan. Bahan yang digunakan adalah bibit anyelir varietas top beauty, pupuk majemuk NPK, GA3 dan aquades. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Petak Terbagi (RPT). Penelitian dilaksanakan bulan Juni sampai Oktober 2016 didalam rumah naungan Desa Punten, Bumiaji, Kota Batu. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi GA3 dipengaruhi oleh pemberian lama penyinaran pada parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun serta seluruh pengamatan komponen hasil.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KENTANG (Solanum tuberosum L.) DATARAN MEDIUM VARIETAS DTO 28 TERHADAP DOSIS PUPUK NPK DAN PGPR Ristikawati, Dinar; Armita, Deffi; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/882

Abstract

Di Indonesia, budidaya kentang umumnya dilakukan di dataran tinggi. Peningkatan produktivitas kentang dapat dilakukan dengan budidaya kentang di dataran medium. Salah satu faktor pembatas produksi kentang adalah ketersediaan unsur hara dalam tanah. Penggunaan varietas yang tepat dengan optimalisasi dosis pupuk NPK yang dibantu oleh PGPR merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hasil kentang dataran medium. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara dosis NPK dengan waktu pemberian PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil kentang di dataran medium. Penelitian dilaksanakan di Desa Junrejo, Kota Batu dengan ketinggian tempat 600 m diatas permukaan laut dan dimulai pada bulan Januari hingga Mei 2017. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan metode Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis NPK, yaitu tanpa NPK (P0), 600 kg/ha NPK (P1), 900 kg/ha NPK (P2), 1.200 kg/ha NPK (P3). Faktor kedua adalah waktu pemberian PGPR, yaitu saat tanam (T1), saat tanam dan 15 hari setelah tanam (T2), saat tanam, 15, dan 30 hari setelah tanam (T3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara dosis NPK dan waktu pemberian PGPR mempengaruhi bobot umbi kentang per petak dan per hektar. Dosis NPK mempengaruhi jumlah umbi per tanaman dan bobot umbi per tanaman. Namun, pemberian PGPR pada berbagai waktu tidak mempengaruhi pertumbuhan dan hasil kentang.
Respon Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Pemberian Pupuk Kalium dan Pupuk Daun Khuluqi, M. Azrul Ahsani; Armita, Deffi; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/952

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum) mengalami penurunan produksi yang disebabkan rendahnya tekanan turgor sel sehingga kandungan air dalam umbi cepat menguap saat penyimpanan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui respon  bawang merah terhadap pemberian pupuk kalium dan pupuk daun serta mengetahui kombinasi pupuk yang terbaik. Penelitian dilaksanakan dilahan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jatimulyo, Malang, pada bulan Oktober-Desember 2016. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan yaitu : P0: Tanpa pemupukan, P1: Pupuk daun seminggu sekali, P2: 100 kg.ha-1 Urea, 300 kg.ha-1 SP-36 dan 200 kg.ha-1 KCl, P3: 100 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daun seminggu sekali, P4: 120 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daunseminggu sekali, P5: 150 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daun seminggu sekali, P6: 100 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daun dua minggu sekali, P7: 120 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daun dua minggu sekali, P8: 150 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daun dua minggu sekali. Hasil penelitian pemberian pupuk kalium dan pupuk daun berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan per rumpun, luas daun, jumlah umbi, bobot segar umbi, bobot umbi kering matahari, bobot susut umbi, bobot umbi kering matahari per hektar dan indeks panen. Kombinasi pupuk paling baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman serta bobot susut umbi bawang merah yaitu 120 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daun seminggu sekali.
Pengaruh Pemberian Berbagai Konsentrasi Garam dan Frekuensi Penyiraman terhadap Pertumbuhan, Hasil, dan Kadar Flavonoid pada Tanaman Sweet Basil (Ocimum basilicum) Agusti Ardiansyah Saputro; Deffi Armita; Ellis Nihayati
Agrotechnology Research Journal Vol 6, No 2 (2022): Agrotechnology Research Journal
Publisher : Perkumpulan Agroteknologi/Agroekoteknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.993 KB) | DOI: 10.20961/agrotechresj.v6i2.65083

Abstract

Salt stress and infrequent watering application obstruct sweet basil growth and yield. But both condition can increase flavonoid production. The aim of this research is to get tolerant level of sweet basil plant on various salt concentration and watering frequency with several parameters consists of growth, yields, and flavonoid contents. The research was conducted from October 2021-January 2022 at the greenhouse of Petahunan Village, Pasuruan City. The method used was a factorial of randomized block design with various watering frequency consisist of once a day (W0), once on two days (W1), and once on three days (W2). Various salt concentration consists of 0 ppm (N0), 1000 ppm (N1), 2000 ppm (N2), 3000 ppm (N3), and 4000 ppm (N4). There is an interaction between saline medium and infrequence watering, whenever with more watering can decrease saline effect on plant primary metabolism. Interaction betweet saline medium and infrequence watering inhibit plant vegetative growth. But saline that interaction can improve sweet basil yields such us flowers, seeds, and also flavonoid contents on leaves. The research conclusion is that interaction between saline medium and infrequence watering obstructed vegetative growth, but increase  yields and flavonoid contents.