Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Respon Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Kacang Hijau (Vigna radiata L.) terhadap Jenis Pupuk Kompos Fathurrohman, Kamal; Barunawati, Nunun; Murdiono, Wisnu Eko
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 12 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1055

Abstract

Penggunaan varietas unggul untuk pertanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) di beberapa kabupaten Jawa Timur masih sedikit digunakan. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman kacang hijauantara lain peng-gunaan varietas dan jenis pupuk kompos.Tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan interaksi antara varietas Sriti, Perkutut, Vima-2 dan jenis pupuk kompos terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian dilak-sanakan pada Juni-Agustus di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian ini adalah faktorial menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah varietas kacang hijau, sedangkan faktor kedua yaitu jenis pupuk kompos. Hasil penelitian ini adalahterdapat interaksi antara penggunaan varietas dan jenis pupuk kompos pada parameter pengamatan luas daun 28 hst dan bobot 100 biji. Pemberian pupuk kompos kotoran kambing 20 ton ha-1 menghasilkan parameter tinggi tanaman, bobot 100 biji dan hasil per hektar yang lebih tinggi dibandingkan kompos sampah organik, sedangkan penggunaan varietas Vima-2 menghasilkan bobot kering, total jumlah polong, total jumlah polong berisi, bobot 100 biji dan hasil per hektar yang lebih tinggi dibandingkan varietas Sriti dan Perkutut.
Pengaruh Pupuk Kotoran Kambing dan Waktu Aplikasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Tarihoran, Masnidar; Barunawati, Nunun; Roviq, Mochammad
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1164

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) adalah salah satu tanaman hortikultura dari famili Solanaceae yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Produksi di lapangan menunjukkan masih dibawah potensi hasil. Salah satu faktor yang sering dihadapi dalam budidaya cabai rawit adalah jenis tanah dan musim. Berdasarkan kondisi tersebut upaya untuk meningkatkan bahan organik tanah, salah satunya dengan penambahan pupuk kotoran kambing dan PGPR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kotoran kambing dan waktu aplikasi PGPR yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Sawahan, Desa Payaman, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri pada bulan Desember 2017 sampai dengan Maret 2018. Penelitian ini bersifat faktorial yang menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor, yaitu dosis pupuk kotoran kambing dan waktu aplikasi PGPR. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Apabila terjadi pengaruh nyata pada perlakuan maka dilakukan uji lanjut dengan menggunakan BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara perlakuan dosis pupuk kotoran kambing dan waktu aplikasi PGPR pada parameter jumlah bunga total per tanaman, persentase fruit set, total bobot buah per tanaman, berat segar buah cabai rawit dan hasil per hektar. Dosis pupuk kotoran kambing berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif per tanaman. Waktu aplikasi PGPR berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang produktif.
Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Kambing dan Waktu Pemberian Pupuk Majemuk NPK pada Pertumbuhan dan Hasil Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Pratiwi, Wiwin; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1189

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi di Indonesia. Produksi di lapangan menunjukkan masih dibawah potensi hasil. Faktor penting yang ber-pengaruh pada produksi cabai rawit adalah jenis tanah dan musim. Sehingga dalam hal ini pada jenis tanah Alvisol yang mengandung 63% pasir, 21% debu, dan 16% liat perlu ditambahkan bahan organik yang berfungsi untuk memperbaiki sifat fisik tanah (struktur), sifat kimia (daya tukar kation dan serapan unsur hara), dan sifat biologi (meningkatkan jasa renik). Selain penggunaan pupuk kandang kambing, tanaman cabai membutuhkan pupuk untuk pertumbuhan dan produksinya, pupuk majemuk yang cukup mengandung unsur hara makro yaitu NPK. Karena tanaman cabai tipe tanaman indeterminate yang dipanen secara berkala. Dibandingkan pupuk Urea dan ZA atau pupuk tunggal pupuk NPK  lebih efisien yang menyesuaikan tahapan pertumbuhan tanaman. Tujuan dari penelitian ini ialah mendapatkan interaksi antara dosis pupuk kandang kambing dan waktu pemberian pupuk majemuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai cawit. Penelitian dilaksanakan bulan Desember - Maret 2018 di Desa Payaman, Kecamatan Plemahan, Kediri. Penelitian ini merupakan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) dengan 12 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dosis pupuk kandang kambing 20 ton/ha dengan waktu aplikasi pupuk majemuk NPK 7, 28, 42 dan 56 hst (P3) mampu mengahasilkan hasil per hektar yang lebih tinggi yaitu 5,6 ton dibandingkan perlakuan lainnya.
Pengaruh Sumber Nitrogen Berbeda dan Tingkat Kapasitas Lapang terhadap Hasil Padi (Oryza sativa L.) Varietas Situbagendit Sari, Tria Ratna; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1192

Abstract

Padi merupakan bahan makanan pokok Asia, khususnya di Indonesia yang perlu ditingkatkan. Perubahan iklimbeberapa tahun terakhir mengakibatkan ketersediaan air yang kurang,sehingga mengakibatkan terhambatnya penyerapan pupuk oleh tanaman. Ketersediaan unsur hara dan ketersediaan air perlu dilakukan agar kebutuhan pertumbuhan dan hasil tanaman padi tetap tumbuh normal. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh antara pemberian sumber nitrogen berbeda dan tingkat kapasitas lapang pada pertumbuhan serta hasil padi (Oryza sativa L.). Mendapatkan sumber nitrogen dan tingkat kapasitas lapang yang tepat pada pertumbuhan dan hasil padi. Penelitian dilaksanakan sejak Juni hingga September 2018 di Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Batu.Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok yang disusun secara faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah N1: N dari NPK dosis 2,25 g per tanaman, N2: N dari Urea dosis 0,8 g per tanaman, dan N3: N dari ZA  dosis 1,7 g per tanaman. Faktor kedua adalah kapasitas lapang, yaitu :P1: Kapasitas lapang 100%, P2: Kapasitas lapang 75%, P3: Kapasitas lapang 50%, P4: Kapasitas lapang 25%. Sehingga di dapat 36 kombinasi perlakuan. Pengamatan hasil yang dilakukan yakni jumlah daun, jumlah anakan, panjang tanaman, umur muncul malai dan bobot biji per rumpun.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sumber nitrogen dan tingkat kapasitas lapang dapat meningkatkan jumlah daun, jumlah anakan dan panjang tanaman. Perlakuan kapasitas lapang berpengaruh terhadap umur muncul malai. Jenis sumber nitrogen ZA pada kapasitas lapang 75% dapat mempertahankan hasil bobot biji per rumpun.
Pengaturan Jarak Tanam dan Dosis Pupuk Majemuk NPK pada Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Varietas Vima 2 Ramadhani, Putri Wahyu; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1198

Abstract

Di Indonesia kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu bidang usaha di dalam bidang agribisnis sebagian besar kebutuhan kacang hijau domestik untuk pakan atau industri pakan dan sebagian lainnya untuk pangan. (Barus, Khair, Siregar, 2014). Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari dan mendapatkan jarak tanam dan dosis pupuk Majemuk NPK 15:15:15 yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau (Vigna radiata L.) varietas Vima 2.Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2017 yang bertempat dilahan bekas budidaya tanam padi di Desa Dadaprejo Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian ini adalah penelitian faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah jarak tanam kacang hijau yang terdiri dari J1 = 40 cm × 20 cm, J2 = 40 cm × 15 cm dan J3 = 40 cm × 10 cm sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk Majemuk NPK 15:15:15 yang terdiri dari 3 taraf yaitu  D0 = kontrol, D1 = 250 kg ha-1, D2 = 350 kg ha-1, setiap kombinasi diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan jarak tanam 40 cm × 15 cm dengan pemberian dosis pupuk NPK majemuk 250 kg ha-1 memberikan hasil yang lebih baik dan pengaruh nyata terhadap bobot 100 biji kacang hijau. Penggunaan jarak tanam 40 cm × 15 cm menunjukkan bobot 100 biji dan bobot kacang hijau per hektar lebih tinggi. Pemberian dosis pupuk NPK 250 kg ha-1 menunjukkan bobot biji kacang hijau per hektar lebih tinggi daripada kontrol dan dosis pupuk NPK 350 kg ha-1.
Pengaruh Dosis Pupuk Organik dan Pupuk Anorganik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata Sturt) Ilmi, Kharisma Choirun; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1309

Abstract

Jagung manis merupakan salah satu jenis jagung yang digemari karena memiliki rasa yang manis. Pemupukan pada masa fase pertumbuhan dapat meningkatkan kemanisan jagung manis. Pemupukan organik dan anorganik dalam jumlah yang tepat dan seimbang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan produksi jagung manis. Pupuk yang bermutu baik adalah pupuk yang mengandung kebutuhan unsur hara yang sesuai bagi tanaman dan berkesinambungan penggunaannya di lahan yang dibudidayakan.. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2018 hingga Juni 2019 di Agroekoteknopark Jatikerto dan dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan pupuk organik dan anorganik yaitu P0 (Pupuk Phonska 350 kg ha-1 dan Pupuk Urea 300 kg ha-1), P1 (Pupuk Phonska 175 kg ha-1, Pupuk Urea 150 kg ha-1 + pupuk organik 8 ton ha-1), P2 (Pupuk Phonska 175 kg ha-1, Pupuk Urea 150 kg ha-1 + pupuk organik 10 ton ha-1), P3 (Pupuk Phonska 175 kg ha-1, Pupuk Urea 150 kg ha-1 + pupuk organik 12 ton ha-1), P4 (Pupuk Phonska 175 kg ha-1, Pupuk Urea 150 kg ha-1+ pupuk organik 14 ton ha-1), P5 (Pupuk Phonska 175 kg ha-1, Pupuk Urea 150 kg ha-1 + pupuk organik 16 ton ha-1) Hasil penelitian dapat disimpukan bahwa penambahan dosis pupuk organik dan anorganik menunjukkan hasil panen yang sama. Penambahan pupuk organik hinga 16 ton ha-1 juga tidak menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis.
Pengaruh Pupuk Kandang dan Nitrogen Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max [L.] Merr.) Utami, Widi Rizky; Barunawati, Nunun; Sitompul, Syukur Makmur
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1334

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan utama sebagai  penghasil protein nabati bagi penduduk Indonesia. Berdasarkan data BPS (2015) produksi kedelai di Indonesia mencapai 963.183 ton. Namun jumlah produksi ini belum bisa memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia. Peningkatan produksi kedelai dapat dilakukan dengan pemupukan. Pemberian pupuk organik yang berupa pupuk kandang dapat memperbaiki agregasi dalam tanah sehingga tanah menjadi lebih gembur dan akar mampu menyerap hara lebih baik. Nitrogen berperan penting dalam proses fotosintesis sehingga memiliki peran penting bagi metabolisme dan respirasi tanaman. Penelitian ini ditujukan untuk mempelajari pembentukan polong, pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai dengan pemberian pupuk kandang dan untuk mempelajari peranan nitrogen pada pengaruh pupuk kandang terhadap pembentukan polong, pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2019 hingga Mei 2019. Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok secara faktorial. Faktor pertama adalah  pupuk kandang ayam dengan empat taraf, yaitu 0, 10, 20 dan 30 ton ha-1. Faktor kedua adalah pupuk nitrogen dengan dua taraf, yaitu 0 kg N ha-1 dan 150 kg N ha-1. Ulangan dilakukan sebanyak 5 kali dan diuji lanjut menggunakan BNT 5% dan DMRT 5%. Parameter pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat kering tanaman, umur berbunga dan umur berpolong. Parameter fotosintesis meliputi kadar klorofil daun dan kandungan nitrogen tanaman. Parameter hasil meliputi jumlah polong, berat polong, jumlah biji dan berat biji. Pemberian pupuk kandang ayam 30 ton ha-1 dengan pemupukan nitrogen merupakan hasil terbaik dalam pertumbuhan tanaman dan pemberian pupuk kandang ayam 10 ton ha-1 dengan pemupukan nitrogen memberikan hasil terbaik pada komponen hasil.
STUDI PERTUMBUHAN DUA VARIETAS TEBU (Saccharum officinarum L.) DENGAN JENIS BAHAN TANAM BERBEDA Erlina, Yunita; Wicaksono, Karuniawan Puji; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/348

Abstract

Perbanyakan tanaman tebu dilakukan secara vegetatif. Hingga saat ini teknologi perbanyakan tebu berupa bagal, bud chip, dan bud sett. Bagal merupakan metode perbanyakan yang biasa digunakan oleh petani pada umumnya. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 kali ulangan. Hasil penelitian me-nunjukkan bahwa terdapat interaksi antara varietas dengan bahan tanam. Varietas PSJK memiliki pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan varietas Bululawang. Pada varietas Bululawang, bahan tanam yang berasal dari top stek dan bagal dapat memperbaiki persentase perkecambahan berturut-turut sebesar 27,82% dan 13,26 % dibandingkan dengan bahan tanam yang berasal dari sogolan. Sebaliknya, pada varietas PSJK bahan tanam berupa sogolan memiliki persentase perkecambahan yang lebih baik. Varietas dan bahan tanam tidak memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun dan diameter batang. Pertumbuhan tebu dipengaruhi oleh varietas dan bahan tanam. Top stek dan sogolan dapat digunakan sebagai bahan tanam karena memiliki pertumbuhan yang tidak berbeda dengan bagal
RESPON GALUR HARAPAN GANDUM (Triticum aestivum L.) TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN DI DATARAN MEDIUM Sandi, Farhadz Fadhillah; Aini, Nurul; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/379

Abstract

Konsumsi tepung terigu di Indonesia selama 2012-2014 mencapai 5,35 juta ton. Saat ini, budidaya gandum di Indonesia tidak hanya dilakukan di dataran tinggi (di atas 1.000 mdpl) dengan suhu rendah (20oC), tetapi juga di dataran medium (600-800 mdpl), dengan kisaran suhu 25-30oC.Faktor penting yang membatasi pertumbuhan dan hasil gandum adalah ketersediaan air. Oleh karena itu, pada penelitian ini respon pertumbuhan dan hasil galur harapan gandum terhadap tingkat kadar air tanah dipelajari secara mendalam, serta untuk mendapatkan galur gandum yang toleran terhadap cekaman kekeringan dari beberapa galur gandum adaptif iklim tropis di dataran medium. Kadar air tanah mempengaruhi komponen pertumbuhan dan hasil pada setiap galur yang diujikan. Secara umum, pada semua galur, penurunan tingkat kadar air tanah 75%-25% menurunkan beberapa rerata komponen pertumbuhan, seperti jumlah daun, tinggi anakan, dan jumlah anakan. Pada komponen pertumbuhan penurunan kadar air sampai 25% mempercepat umur berbunga dan panen, serta menurunkan hasil per tanaman. Galur SO3 lebih toleran pada kondisi kadar air terendah (25%), ditunjukkan oleh bobot biji per tanaman lebih tinggi, walaupun memiliki umur panen lebih lama. Sementara itu, galur M7 memiliki umur berbunga dan panen paling cepat, dan galur M8 menghasilkan bobot biji per tanaman tertinggi pada kadar air tanah 100% dan 75% kapasitas lapang.
PENGARUH KETINGGIAN TEMPAT DAN APLIKASI BORON TERHADAP FERTILITAS POLEN DAN HASIL GANDUM (Triticum aestivum L.) Pratama, Faris Fikardian; Nihayati, Ellis; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.368 KB) | DOI: 10.21776/380

Abstract

Suhu merupakan satu dari syarat tumbuh yang mempengaruhi produksi biji gandum di Indonesia tidak terkecuali galur gandum Maros 7 (M7). Galur M7 memiliki umur panen yang pendek dan viabilitas biji yang tinggi. Produksi biji yang optimal diperoleh dengan menanam gandum di dataran tinggi lebih dari 1000 mdpl khususnya di Indonesia. sementara itu, penambahan unsur hara mikro seperti boron berfungsi meningkatkan produksi biji gandum dengan mempengaruhi perkecambahan tabung polen. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil biji yang optimal pada ketinggian tempat dan aplikkasi boron yang tepat. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Desember 2014 sampai April 2015 di dua lokasi, pertama di kebun Percobaan FP-UB Cangar dan kedua di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu. Penelitian menggunakan rancangan tersarang (Nested Design) dengan 2 faktor yang diulang 4 kali. Faktor pertama terdiri dari 2 level ketinggian tempat meliputi dataran tinggi 1.650 mdpl dan dataran medium 700 mdpl. Faktor kedua terdiri dari 4 taraf yang meliputi tanpa aplikasi boron, 0,23 mM, 0,49 mM dan 1 mM. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata antara perlakuan ketinggian tempat dengan aplikasi boron terhadap pengamatan hasil yaitu pada parameter bobot 100. Selain itu, aplikasi boron di dataran tinggi 1.650 mdpl dan dataran medium 700 mdpl menunjukkan pengaruh nyata terhadap pengamatan fase generatif dan hasil  pada taraf konsentrasi 0,49 mM dan 1 mM.