Sebayang, Husni Thamrin
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Jenis Gulma pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Akibat Pengaruh Pengendalian Gulma Ginting, Egia Pranata; Sebayang, Husni Thamrin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1300

Abstract

Gulma sering disebut sebagai tumbuhan pengganggu yang pada umumnya tumbuh di waktu dan tempat yang tidak tepat. Kemampuan beradaptasi yang tinggi di segala kondisi lingkungan akan menjadikan ancaman serius bagi tanaman budidaya. Gulma dapat berasosiasi dengan gulma lainnya dan menurunkan hasil panen jika tidak ada pengendalian. Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu pengendalian dengan cara manual, mekanis, kultur teknis, hingga kimia. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2019 di Desa Kasin, Kecamatan Karangploso, Provinsi Jawa Timur, terletak di ketinggian 675 mdpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan pengendalian gulma dengan masing-masing 4 ulangan. Bahan yang digunakan ialah herbisida oksifluorfen 240 g l-1, herbisida Pendimethalin 330 g l-1, mulsa plastik hitam perak, mulsa jerami padi. Pengamatan yang dilakukan yaitu analisis vegetasi gulma sebelum olah tanah dan pada umur tanaman 15, 30, 45 dan 56 hst, dengan metode kuadran menggunakan frame berukuran 40 cm x 40 cm. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 7 spesies gulma pada saat sebelum olah tanah yaitu Amaranthus spinosus, Cyperus rotundus, Cyperus iria, Eleusine indica, Bidens pilosa, Sonchus arvensis, Taraxacum officinale. Setelah dilakukan perlakuan pengendalian gulma terdapat 3 spesies gulma baru yaitu Echinochloa cruss-galli, Portulaca oleracea dan Ludwigia octovalvis.
Keanekaragaman Gulma pada Kentang (Solanum Tuberosum L.) Akibat Pengaruh Pengendalian Gulma Sitompul, Boy Bravo; Sebayang, Husni Thamrin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1313

Abstract

Gulma ialah tumbuhan yang tidak diinginkan kehadirannya karena dapat bersaing dengan tanaman dalam perebutan unsur hara sehingga dapat mempengaruhi hasil panen. Kehadiran gulma dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Dibutuhkan teknik pengendalian yang tepat agar pertumbuhan tanaman dapat berjalan dengan baik. Penyiangan dan aplikasi herbisida merupakan teknik yang dapat dilakukan dalam pengendalian gulma. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman gulma pada kentang (Solanum tuberosum L.) akibat pengaruh pengendalian gulma. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2019, di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur dengan ketinggian tempat 1720 mdpl dan curah hujan rata-rata 1807 mm/tahun. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari H0, H1, H2, H3, H4 dan H5. Pengamatan yang dilakukan yaitu analisis vegetasi gulma sebelum olah tanah dan setelah aplikasi pada umur 49, 63, 77 dan 91 hst. Analisis vegetasi gulma menggunakan metode kuadran dengan frame berukuran 0,5 m x 0,5 m. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 spesies gulma pada saat sebelum olah tanah yaitu Amaranthus deflexus L., Stellaria media L., Dactylis glomerata, Agrostis stolonifora, Crepis bursifolia L., Lepidium didymum L., Galinsoga quadriradiata, Cerastium glomeratum, Crepis foetida L. dan Oxalis latifolia. Setelah dilakukan perlakuan pengendalian gulma terdapat 2 spesies gulma yang tidak tumbuh yaitu Agrostis stolonifora dan Cerastium glomeratum.
PENGARUH DOSIS PUPUK NITROGEN DAN FREKUENSI PENYIANGAN GULMA PADA HASIL TANAMAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) Kartika, Luki Rahma; Azizah, Nur; Sebayang, Husni Thamrin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.944 KB) | DOI: 10.21776/737

Abstract

Produktivitas ubi jalar di Indonesia tergolong rendah, yaitu sebesar 15,37 t ha-1 dibandingkan potensi produksi hasil yang bisa mencapai 30 t ha-1. Produksi ubi jalar yang rendah dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah gulma dan pemupukan yang tidak berimbang. Penurunan produksi ubi jalar akibat gulma mencapai 50% yaitu dengan hasil sebesar 18,6 t ha-1 dari perkiraan hasil sebesar 37,05 t ha-1. Dosis pupuk Nitrogen yang tepat menghasilkan pertumbuhan yang optimal. Pengaturan dosis pupuk Nitrogen dan frekuensi penyiangan gulma diharapkan dapat memberikan pengaruh yang nyata pada hasil ubi jalar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis Nitrogen dan frekuensi penyiangan gulma yang tepat untuk mendapatkan hasil ubi jalar yang optimal. Penelitian dilaksanakan di UPT Pengembangan Benih Palawija Singosari, Kabupaten Malang, pada bulan Juni hingga Oktober 2016, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu P1 (N 50 kg ha-1 + Tanpa penyiangan), P2 (N 50 kg ha-1 + Penyiangan 15 HST), P3 (N 50 kg ha-1 + Penyiangan 15 dan 30 HST), P4 (N 50 kg ha-1 + Penyiangan 15, 30 dan 45 HST), P5 (N 100 kg ha-1 + Tanpa penyiangan), P6 (N 100 kg ha-1 + Penyiangan 15 HST), P7 (N 100 kg ha-1 + Penyiangan 15 dan 30 HST), dan P8 (N 100 kg ha-1 + Penyiangan 15, 30 dan 45 HST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P8 memberikan hasil umbi 24.28 t ha-1 dan keuntungan tertinggi mencapai Rp. 23.614.000.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN WIJEN (Seamum indicum L.) PADA FREKUENSI DAN WAKTU PENYIANGAN GULMA YANG BERBEDA Prihatin, Wiwit; Sebayang, Husni Thamrin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/816

Abstract

Tanaman wijen (Sesamum indicum L.) ialah komoditas pertanian yang memiliki potensi agroindustri sebagai bahan baku penting produk pangan, minyak, farmasi, kosmetik, dan aneka industri. Biji dan minyak wijen memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan. Produktivitas tanaman wijen di Indonesia tergolong rendah yaitu sebesar 465 kg ha-1, padahal potensi produksinya bisa mencapai 1.600 kg ha-1. Gulma merupakan salah satu penyebab rendahnya produktivitas tanaman wijen, karena dapat menurunkan produksi sebesar 40%. Pengendalian gulma melalui pengaturan frekuensi dan waktu penyiangan yang tepat perlu dilakukan untuk mengurangi persaingan antara tanaman wijen dengan gulma, sehingga hasil dan produktivitas wijen meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi dan waktu penyiangan yang tepat pada pertumbuhan dan hasil tanaman wijen. Penelitian dilaksanakan di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada bulan Februari sampai Juni 2016, menggunakan rancangan RAK dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu P1 (tanpa penyiangan), P2 (penyiangan 14 hst), P3 (penyiangan 28 hst), P4 (penyiangan 42 hst), P5 (penyiangan 14, 28 hst), P6 (penyiangan 14, 42 hst), P7 (penyiangan 28, 42 hst) dan P8 (penyiangan 14 hst + 28 hst + 42 hst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penyiangan dengan frekuensi 3 kali pada 14 hst + 28 hst + 42 hst dan 2 kali pada 14 hst + 28 hst, 14 hst + 42 hst, 28 hst + 42 hst, menghasilkan hasil tanaman wijen masing sebesar 1,39 ton ha-1, 1,31 ton ha-1, 1,32 ton ha-1, dan  1,30 ton ha-1.
PENGARUH UMUR BIBIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) PADA 2 MACAM SISTEM TANAM Putra, Bagus Sulistyono; Sebayang, Husni Thamrin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/831

Abstract

Indonesia merupakan negara yang agraris dengan sebagian besar penduduk memiliki pencaharian sebagai petani. Namun pemenuhan kebutuhan pokok dalam negeri masih mengandalkan impor. Sepanjang Januari – Oktober 2014 impor beras mencapai 50,2 juta ton. Untuk ituperlu dilakukan studi tentang peningkatan produktivitas tanaman padi menggunakan umur bibit dan sistem tanam yang tepat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2016 di Desa Arang – arang, Kecamatan Dau, Malang dengan ketinggian tempat 608 mdpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan kombinasi perlakuan umur bibit (B1: 25 HSS (hari setelah semai); B2: 20 HSS; B3: 15 HSS; B4: 10 HSS; B5: 5 HSS) dan sistem tanam (S1: jajar legowo; S2: tegel). Analisa data menggunakan sidik ragam (5%), apabila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji LSD 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan umur bibit 10 hari setelah semai dengan sistem jajar legowo 4:1 menghaslkan produktivitas tanaman tertinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain.
PENGARUH WAKTU PENYIANGAN PADA TUMPANGSARI JAGUNG ( Zea mays) DAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) Sena, Ega Aris; Sebayang, Husni Thamrin; Nugroho, Agung
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/883

Abstract

Jagung (Zea mays) dan kacang tanah (Arachis hypogaea L.) ialah komoditas pertanian yang prospektifuntuk dikembangkan di Indonesia. Jagung (Zea mays L.) ialah salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Jatikerto. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2015 sampai Februari 2016.Rancangan yang digunakan pada penelitian ini ialah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan yang diulang 3 kali. 8 perlakuan tersebut yaitu: (P1) Tidak disiangi, (P2) Penyiangan pada umur 2 mst, (P3) Penyiangan pada umur 4 mst, (P4) Penyiangan pada umur 6 mst, (P5) Penyiangan pada umur 2 mst dan 4 mst, (P6) Penyiangan pada umur 2 mst dan 6 mst, (P7) Penyiangan pada umur 4 mst dan 6 mst dan (P8) Penyiangan pada umur 2 mst, 4 mst dan 6 mst.Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu penyiangan gulma berpengaruh nyata pada pada parameter gulma, pertumbuhan dan hasil tanaman jagung dan kacang tanah. Perlakuan penyiangan gulma pada waktu 2 dan 4 mst (P5) serta penyiangan gulma pada waktu 2, 4 dan 6 mst (P8) lebih efektif dan efisien dilakukan padatumpangsari jagung dan kacang tanah. Penyiangan yang dilakukan lebih cepat pada awal periode kritis atau 2 mst nyata lebih baik dalam mengendalikan dan menekan pertumbuhan gulma.
Pengaruh Pengendalian Gulma dan Dosis Pupuk Nitrogen Pada Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L) Firdaus, Muhammad Ferry; Sebayang, Husni Thamrin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/902

Abstract

Peningkatan hasil jagung dalam negeri mengalami beberapa rintangan di lapangan diantaranya yaitu  tanaman penganggu atau gulma dan dosis pemupukan Nitrogen yang kurang efektif dan efisien. Pemupukan yang kurang efektif dan efisien dapat menyebabkan pengeluaran financial resources (sumber daya keuangan) semakin besar sedangkan tujuan budidaya ialah untuk mendapatkan keuntungan dari hasil produksi tanaman budidaya. Penelitian dilaksanakan di lahan kelurahanJatimulyo, kecamatan Lowokwaru, kota Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Oktober 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri 8 perlakuan pengendalian gulma dan 3 kali ulangan, sehingga terdapat 24 petak percobaan. Perlakuan yang dilakukan: Bergulma + 100 kg N ha-1 (P0); Bebas gulma + 100 kg N ha-1 (P1); Bergulma + 150 kg N ha-1 (P2); Bergulma + 250 kg N ha-1(P3); Penyiangan (21+ 42 hst) + 150 kg N ha-1(P4); Penyiangan (21 + 42 hst) + 250 kg ha-1(P5); Herbisida Ametrin 1500 g ha-1 + 150 kg N ha-1 (P6); Herbisida Ametrin 1500 g ha-1+ 250 kg N ha-1 (P7). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan herbisida ametrin 1500 g ha-1 sebagai herbisida pra tumbuh dengan pemupukan Nitrogen nyata meningkatkan hasil apabila dibandingkan dengan perlakuan tanpa pengendalian gulma. Pengaplikasian herbisida ametrin dan pemberian pupuk Nitrogen 150 kg ha-1 dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung sebesar 35,79% jika dibandingkan dengan perlakuan tanpa pengendalian gulma P0.
Pengaruh Kombinasi Pupuk Kandang Kambing dan Kalium pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays sacharata Sturt) Hendra, Archippus Christopher; Sebayang, Husni Thamrin; Suminarti, Nur Edy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/930

Abstract

Tingginya penggunaan dosis pupuk anorganik yang tidak dimbangi dengan penggunaan pupuk oranik mengakibatkan menurunnya kualitas dan kesuburan tanah serta produksi jagung manis yg kurang maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh kombinasi pupuk kandang kambing dan pupuk kalium pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis, serta untuk menentukan kombinasi pupuk kandang kambing dan kalium yang tepat pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan September – Desember 2015 di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya yang terletak Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang, ketinggian tempat 330 m dpl, suhu rata-rata 27-29ºC, curah hujan rata-rata 85 - 100 mm bulan-1,dan jenis tanah Alfisol. Bahan yang digunakan adalah benih tanaman jagung manis varietas BONANZA F1, pupuk organik kotoran kambing, pupuk N, pupuk P, pupuk K. Penelititan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 8 kombinasi perlakuan, yaitu: P1 = 100% Pupuk Kandang Kambing + 100% KCl; P2 = 150% Pupuk Kandang Kambing + 0% KCl; P3 = 125% Pupuk Kandang Kambing + 25% KCl; P4 = 100% Pupuk Kandang Kambing + 50% KCl; P5 = 75% Pupuk Kandang Kambing + 75% KCl; P6 = 50% Pupuk Kandang Kambing + 100% KCl; P7 = 25% Pupuk Kandang Kambing + 125% KCl; dan P8 = 0 % Pupuk Kandang Kambing + 150% KCl. Hasil panen per hektar, pengunaan 75% pupuk kandang kambing + 75% pupuk KCl mendapatkan hasil tertinggi dengan hasil  18,27 ton ha-1.
Pengaruh Pengendalian Gulma pada Berbagai Jenis Pupuk Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merill.) Rahmadita, Sylvie; Sebayang, Husni Thamrin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/966

Abstract

Kedelai (Glycine max (L.) Merill) adalah tanaman pangan semusim yang termasuk kedalam golongan leguminose yang digunakan untuk bahan baku pembuatan tahu dan tempe. Produksi kedelai nasional belum memenuhi angka kebutuhan kedelai nasional. Rendahnya produktivitas kedelai salah satunya disebabkan karena adanya gangguan dari (gulma) yang dapat menyebabkan persaingan dengan tanaman budidaya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui tingkat pertumbuhan dan hasil dari tanaman kedelai terhadap berbagai macam cara pengendalian dan juga jenis pupuk yang digunakan sehingga dapat direkomendasikan teknik pengelolaan lahan budidaya yang baik dan tepat. Penelitian dilaksanakan di Agrotechno Park Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan, yaitu W1= Penyiangan 1 kali (21 hst), Pupuk organik (kontrol), W2= Penyiangan 1 kali (21 hst), Pupuk anorganik, W3= Penyiangan 1 kali (21 hst), Pupuk organik dan anorganik, W4= Penyiangan 2 kali (21 hst dan 35 hst), Pupuk organik, W5= Penyiangan 2 kali (21 hst dan 35 hst), Pupuk anorganik, W6= Penyiangan 2 kali (21 hst dan 35 hst), Pupuk organik dan anorganik, W7=, herbisida Oxyfluerfen 720 g/ha, Pupuk organik, W8= Herbisida Oxyfluerfen 720 g/ha, Pupuk anorganik, W9= Herbisida Oxyfluerfen 720 g/ha, Pupuk organik dan anorganik. Hasil penelitan menunjukkan cara pengendalian gulma 2 kali dengan aplikasi pupuk anorganik maupun pupuk campuran antara organik dan anorganik mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman dari segi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar tanaman dan bobot kering tanaman dan hasil tanaman kedelai.