Adiredjo, Afifuddin Latif
Brawijaya University

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

REGENERASI EMBRIO PISANG LIAR MELALUI KULTUR IN VITRO DENGAN APLIKASI SUKROSA, BENZYL ADENINE DAN POLYVINYLPIRROLIDONE Putri, Syafrilia Rahma; Roostika, Ika; Adiredjo, Afifuddin Latif; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.53 KB) | DOI: 10.21776/730

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi media yang optimal melalui penggunaan Benzyl adenine (BA), polyvinylpirrolidone (PVP), dan sukrosa untuk pertumbuhan eksplan embrio pisang liar SPN21, serta mengetahui pengaruh BA, PVP, dan sukrosa dal iam media in vitro terhadap perkecambahan dan pertumbuhan embrio pisang liar SPN-21. Dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap pada 360 biji embrio (setiap perlakuan diulang 5 kali dan satu  ulangan  terdiri dari  6 embrio), hasil  pengamatan dalam bentuk data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan analisis ragam  dengan taraf 5%. Formulasi media dengan penambahan sukrosa, BA dan PVP  memberikan  pengaruh yang nyata terhadap persentase daya tumbuh, rata-rata jumlah tunas dan rata-rata jumlah daun. persentase daya hidup, persentase daya tumbuh dan jumlah tunas, jumlah akar dan jumlah daunyang tertinggidiperoleh dari  media MS yang ditambah dengan sukrosa 4% danBA 0.5 mg/l (M7). Untuk variabel yang sama dan tinggi tunas perlakuan yang tertinggi diperoleh dari media MS yang ditambah  sukrosa 4% (M8). Embrio pisang SPN21 tidak menghendaki formulasi media yang kompleks untuk meregenerasikannya. Media MS yang mengandung sukrosa 4% merupakan formulasi yang tepat untuk kultur regenerasi embrio pisang liar SPN21.
KARAKTERISASI SIFAT MORFOLOGI GALUR-GALUR JAGUNG (Zea mays L.) MUTAN Sari, Diah Kartika; Sugiharto, Arifin Noor; Adiredjo, Afifuddin Latif
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.149 KB) | DOI: 10.21776/735

Abstract

Mutasi adalah salah satu proses yang dapat meningkatkan keragaman. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan sifat morfologi galur-galur jagung mutan dilakukan pada bulan April hingga Agustus 2016 di Dusun Areng-areng, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Bahan yang digunakan adalah galur INCY mutan (400 ppm dan 600 ppm), INCY non mutan, INHY mutan (400 ppm dan 800 ppm), dan INHY non mutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beda nyata pada beberapa karakter kuantitatif antara galur INCY mutan dengan INCY non mutan yaitu jumlah hari benih berkecambah, diameter tongkol, bobot pipilan dan beda nyata antara galur INHY mutan dengan INHY non mutan yaitu umur berbunga jantan, umur berbunga betina, umur panen, diameter tongkol, dan bobot pipilan. Pada karakter kualitatif, beda nyata hanya ditunjukkan oleh galur INHY 400 ppm (mutan) yaitu bentuk ujung daun pertama, warna anther dan warna silk, warna biji, dan bentuk permukaan biji. Perubahan yang terjadi pada galur mutan menunjukkan bahwa proses mutasi masih berlangsung hingga generasi selanjutnya.
KERAGAMAN GENETIK 10 PLASMA NUTFAH PADI LOKAL (Oryza sativa L.) BERDASARKAN SIFAT KUANTITATIF DAN KUALITATIF Wijayadjati, Suryahadi; Pikukuh, Bambang; Adiredjo, Afifuddin Latif
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.336 KB) | DOI: 10.21776/736

Abstract

Padi atau beras (Oryza sativa L.) adalah makanan pokok di Indonesia. Permintaan terhadap beras oleh konsumen terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Salah satu solusi untuk mengelola plasma nutfah adalah dengan melakukan karakterisasi padi lokal untuk dapat mengidentifikasi karakter padi lokal yang memiliki potensi unggul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan karakterisasi pada 10 plasma nutfah padi lokal. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Februari – Juli 2016 di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur tepatnya di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah 10 plasma nutfah padi lokal (kebo jambi, si kumis, kali badeng, longser, cemani, kapor, sempol, kahayan, pandan wangi, kali kumbo.). Nilai heritabilitas yang termasuk kriteria tinggi adalah karakter tinggi bibit, jumlah daun per bibit, total anakan tahap bunting, tinggi tanaman tahap matang susu,tinggi tanaman tahap pengisian, tinggi tanaman panen, panen anakan total, panen anakan produktif, panjang malai, total cabang malai sekunder per malai, gabah bernas per malai, bobot gabah bernas per malai, bobot, gabah hampa per malai, bobot gabah per tanaman, bobot 1000 butir. Nilai heritabilitas yang tinggi pada beberapa karakter akan membantu pemulia tanamandalam melakukan seleksi terhadapplasma nutfah padi lokal.
PENYERBUKAN PADA BUNGA SEMANGKA (Citrullus vulgaris) SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN BENIH UNGGUL Setyawan, Khaton Fajar; Adiredjo, Afifuddin Latif; Ashari, Sumeru
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/794

Abstract

Buah semangka banyak digemari karena rasanya yang manis dan segar. Benih merupakan salah satu komponen dalam budidaya tanaman yang merupakan kunci keberhasilan usaha tani. Waktu penyerbukan menentukan keberhasilan produksi benih semangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penyerbukan terhadap hasil dan kualitas benih serta untuk mengetahui waktu yang tepat dalam melakukan penyerbukan buatan pada tanaman semangka. Penelitian dilaksanakan bulan Januari sampai bulan April pada lahan PT. East West Seed Indonesia di Desa Seputih, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan berupa waktu penyerbukan yaitu pukul 06.00-07.00 WIB (W1), pukul 09.00-10.00 WIB (W2), pukul 12.00-13.00 WIB (W3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu penyerbukan memberikan pengaruh nyata terhadap persentase keberhasilan polinasi, bobot buah pertanaman, diameter buah, jumlah benih pertanaman, bobot benih kering pertanaman, persentase benih bernas, bobot 1000 biji, keserempakan perkecambahan dan daya berkecambah.
PERSILANGAN BEBERAPA VARIETAS PADI GOGO DAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) UNTUK MENGHASILKAN F1 Yanuar, Aninda Dwi; Adiredjo, Afifuddin Latif
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/875

Abstract

Padi merupakan tanaman pokok hampir setengah populasi manusia di dunia. Permintaan terhadap ketersediaan padi sangat tinggi namun tidak diikuti dengan jumlah produksi yang tinggi pula. Salah satu penyebabnya adalah karena luas lahan sawah semakin berkurang. Hal ini dapat diatasi dengan upaya penggunaan varietas tahan pada lahan sub-optimal seperti lahan kering. misalnya varietas padi gogo. Persilangan antara padi gogo dan padi sawah diharapkan dapat menghasilkan benih F1. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2017 di lahan sawah yang berlokasi di Jalan Hamid Rusdi Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Bahan tanam yang digunakan dalam penelitian ini adalah padi gogo varietas Situ Bagendit dan Towuti sebagai tetua betina, padi sawah varietas Ciherang, dan Cibogo sebagai tetua jantan. Data karakter kuantitatif dianalisis dengan uji-t tidak berpasangan (t-student unpaired) taraf 5%. Pengamatan dilakukan pada set persilangan yang berbeda dan pada hasil  tanaman kontrol. Hasil analisis menunjukkan tidak ada perbedaan nyata pada karakter kuantitatif yaitu keberhasilan persilangan dan masa pengisisan bulir pada set persilangan yang berbeda. Sedangkan pada hasil analisis yang dilakukan pada set persilangan yang berbeda dengan tanaman kontrol menunjukkan perbedaan nyata pada karakter panjang beras pecah kulit dan lebar beras pecah kulit. Pada karakter kualitatif, hasil menunjukkan warna kulit ari beras pada setiap set persilangan adalah coklat muda, sedangkan pada tanaman kontrol adalah putih. Bentuk beras pecah kulit pada F1 pada setiap set persilangan dan hasil tanaman kontrol padi gogo adalah ramping. Sedangkan bentuk beras pecah kulit pada padi sawah adalah sedang.
Evaluasi Kemajuan Genetik Seleksi Langsung dan Tidak Langsung Melalui Komponen Hasil Beberapa Galur Cabai Besar (Capsicum annuum L.) Shandila, Puji; Waluyo, Budi; Adiredjo, Afifuddin Latif
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/984

Abstract

Cabai besar adalah tanaman hortikultura komersial yang penting di Indonesia karena aroma dan rasa yang pedas disukai oleh masyarakat. Salah satu satu permasalahan yang dihadapi ialah  penurunan produktivitas cabai besar. Solusinya adalah dengan meningkatkan produksi cabai besar yang dapat diawali dengan pemilihan genotip unggul. Pemilihan genotip unggul dapat dimulai dengan mengetahui parameter genetik seperti heritabilitas dan estimasi kemajuan genetik langsung. Selain seleksi langsung, perlu juga diketahui kemajuan gentik tidak langsung hasil melalui komponen hasil. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk menduga kemajuan genetik akibat seleksi langsung dan tidak langsung untuk hasil tinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Juli 2018 di Agro Techno Park, Jatikerto, Malang. Bahan penelitian terdiri dari 39 genotip cabai menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Berdasarkan hasil penelitian, nilai heritabilitas dan kemajuan genetik langsung yang tinggi diperoleh pada karakter jumlah buah per tanaman, bobot per buah, dan bobot buah per tanaman (hasil). Nilai kemajuan genetik tidak langsung melalui komponen hasil lebih rendah jika dibandingkan dengan nilai kemajuan genetik langsung terhadap hasil. Nilai efisiensi berkisar antara 0.01-0.89 yang artinya seleksi langsung terhadap bobot buah per tanaman akan lebih baik daripada seleksi tidak langsung bobot buah per tanaman melalui karakter lain.
Analisa Regresi dan Korelasi Terhadap Beberapa Karakter Agronomi pada Varietas-Varietas Bawang Merah (Allium cepa L. var. ascalonicum) Rawdhah, Qothrunnada; Adiredjo, Afifuddin Latif; Baswarsiati, Baswarsiati
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/987

Abstract

Produksi bawang merah yang fluktuatif menjadikan potensi untuk pengembangan karakter yang berproduksi stabil. Karakter hasil dikendalikan oleh banyak gen yang ekspresinya sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Ekspresi inilah yang disebut dengan fenotip. Dalam pemuliaan tanaman fenotip dapat direpresentasikan dengan data. Data yang didapatkan dianalisa dengan regresi dan korelasi. Informasi dari hasil analisa regresi dan korelasi dapat membantu program seleksi tanaman bawang merah untuk mencapai kestabilan produksi. Maka dari itu dalam penelitian ini dilakukan analisa regresi dan korelasi untuk menyatakan hubungan antar karakter agronomi pada tanaman bawang merah sehingga karakter yang dipelajari dapat dijadikan karakter penentu sebagai informasi penting sebelum melakukan seleksi bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi regresi dan korelasi antar karakter agronomi. Varietas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Vietnam, Victory, Super Phillip, Tajuk, Bauji, Batu Ijo dan Katumi. Penelitian dilaksanakan di KP. Karangploso Balai Pengkajian Teknologi Karangploso pada bulan April hingga Juli 2017. Hasil analisa menunjukkan bahwa karakter panjang tanaman, jumlah daun, diameter daun, jumlah anakan, persentase bunga per petak dan jumlah umbi saling memberikan fungsi linear dan korelasi yang positif. Namun jika dipasangkan dengan karakter hasil panen memberikan fungsi linear dan korelasi yang negatif.
Genotypic Variability in Carbon Isotope Discrimination and Water Use Efficiency among Recombinant Inbred Lines of Sunflower (Helianthus annuus L.) Afifuddin Latif Adiredjo; Philippe Grieu
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 40, No 1 (2018): FEBRUARY
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v40i0.1728

Abstract

To evaluate genotypic variability in carbon isotope discrimination or CID and water use efficiency or WUE, recombinant inbred lines (RILs) population of sunflower (Helianthus annuus L.) was used. Seventy eight sunflower RILs were grown in greenhouse and 100 sunflower RILs were grown under field condition, and measured some morphological and physiological traits including leaf area at flowering (LAf), net CO2 assimilation rate (A) and transpiration per day at flowering (Ef). WUE, called “potential” WUE (WUEp), was calculated as the ratio of assimilation potential (Ap) to transpiration per day at flowering (Ef) where Ap was derived from the multiplication of A with LAf. The CID was significantly varied among RILs and there was significant negative genetic correlation between CID and WUEp. Heritability of the CID was higher rather than the WUEp which reflected wide genetic variability of CID. The genetic correlation between CID and WUEp and the wide genotypic variability of CID indicated that CID can be proposed as an indicator to determine WUE in sunflower and open a way in understanding the genetic diversity of the RILs which could be used as a basic consideration before applying selection program in sunflower breeding.