Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Multikultura

PENGARUH PEMIKIRAN MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB TERHADAP KAUM PADERI DI MINANGKABAU Maulana, Muhammad Afief; Letmiros, Letmiros
Multikultura Vol. 3, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara pemikiran Muhammad bin Abdul Wahhab dari Arab Saudi dengan kaum Paderi di Minangkabau. Pemikiran sang tokoh ini, akhirnya disebut dengan pemikiran Wahabi yang diterapkan kaum Paderi, terlihat dalam upaya kaum Paderi membasmi pemahaman TBC (tahayul, bid’ah dan churafat); usaha mengakhiri perang Paderi; serta dampak positif dari peristiwa tersebut terhadap masyarakat Minangkabau berdasarkan analisis teori kebudayaan C.A.Van Peursen. Metodologi yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif yang menggabungkan antara teori penelitian sejarah dan teori penelitian kebudayaan. Peneliti mengumpulkan data, menganalisis data, melakukan interpretasi data, dan mengakhirinya dengan kesimpulan.. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa adanya keterkaitan yang kuat antara gerakan kaum Paderi dengan pemikiran Wahabi, di antaranya adalah pemikiran Wahabi telah berhasil menghilangkan secara signikan paham TBC (tahayul, bid’ah dan churafat) yang sebelumnya telah merasuk ke dalam pemahaman keislaman masyarakat Minangkabau; terjadinya perdamaian antara kaum Paderi dan kaum Adat dengan menghasilkan konsensus ABS-SBK (Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah) yang menjadi filosofi hidup masyarakat Minangkabau sampai saat ini. Kemudian, berdasarkan teori kebudayaan C.A Van Peursen (1988), gerakan Paderi yang dilhami oleh pemikiran Wahabi secara bertahap berhasil mengubah kebudayaan masyarakat Minangkabau dari tingkat mitis kepada tingkat kebudayaan ontologis, hingga masyarakat Minangkabau mengenal ungkapan, “Alam Takambang Jadikan Guru.”
REPRESENTASI NILAI MORAL KEMANUSIAAN DALAM IKLAN RAMADHAN - MONTH OF MERCY – ALMARA’I EMOTIONAL COMMERCIAL 2015: SEBUAH ANALISIS SEMIOTIKA Mumtaza, Indy Alyssa; Letmiros, Letmiros
Multikultura Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk meneliti tentang representasi nilai moral kemanusiaan yang terkandung dalam iklan Ramadhan - Month of Mercy – Almara’i Emotional Commercial yang dirilis pada 29 Juni 2015 lalu. Almara’i adalah salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di Arab Saudi yang berdiri tahun 1977 mengiklankan produk-produknya, di antaranya melalui situs YouTube. Iklan yang sudah ditonton oleh lebih dari 70 ribu kali ini berisi nilai-nilai moral kemanusiaan baik yang tersurat maunpun yang tersirat. Melalui iklan ini, penulis akan menganalisis nilai-nilai moral kemanusiaan yang direpresentasikan melalui beberapa adegan dan cuplikan yang ditampilkan dalam iklan ini dengan pendekatan Semiotika beserta makna-makna denotasi dan konotasinya. Penulis menggunakan metode deskriptif-kualitatif berdasarkan teori Semiotika dari Roland Barthes (2017). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa teori Semiotika tergambar dalam penyampaian pesan dan tujuan dalam iklan ini. Adapun nilai moral kemanusiaan yang tampak pada iklan ini adalah (1) kepedulian sosial terhadap sesama, (2) tolong menolong dalam berbagai situasi, (3) menempatkan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi, (4) berbagi kepada yang membutuhkan, dan (5) kepekaan sosial tanpa memandang latar belakang.
SEMANGKA SEBAGAI SIMBOL PERJUANGAN RAKYAT PALESTINA Madaniyyah, Khaulah Tsabita; Letmiros, Letmiros
Multikultura Vol. 4, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze how the watermelon is used, interpreted, and disseminated as a symbol of resistance and a form of expression of solidarity with the Palestinian struggle on social media. The research employs a descriptive qualitative approach through various literature sources. It draws upon Roland Barthes’ (1977) theory of signs and meaning to examine the symbolic use of the watermelon in this context. The findings reveal that the watermelon, whose internal colors resemble those of the Palestinian flag—green (rind) symbolizing resilience, white (inner rind) symbolizing sincerity, red (flesh) symbolizing courage, and black (seeds) symbolizing the emerging younger generation—has evolved into a powerful emblem of solidarity and resistance against Israeli oppression of the Palestinian people. The popularity of the watermelon as a symbol has grown significantly since the escalation of the Israel–Palestine conflict on October 7, 2023, up to the time this study was conducted. It has appeared in a variety of visual content formats, including emojis and TikTok filters, thereby broadening its symbolic reach and amplifying its impact on the global solidarity movement.