Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan Reproduksi

Kualitas Rujukan Bidan Delima di RSU A.W. Sjahranie, Samarinda Ginting, Erwin; Soejoenoes, Ariawan; Siswosudarmo, Risanto; Malinta, Umar
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.886 KB) | DOI: 10.22146/jkr.46606

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu merupakan indikator tingkat kesehatan, di mana di Indonesia angka ini masih tinggi. Bidan Delima adalah salah satu program nasional dalam upaya menurunkan angka kemaitian ibu ini.Tujuan: Membandingkan ketepatan rujukan pasien Bidan Delima dengan Bidan Non-Delima serta luaran meternal dan neonatalnya.Metode: Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Pasien yang dirujuk oleh Bidan Delima digunakan sebagai kelompok kasus sedangkan pasien yang dirujuk oleh bidan Non-Delima digunakan sebagai kontrol. Penelitian ini menggunakan studi Cross Sectional. Ukuran sampel dihitung untuk mendapatkan tipe satu 0,05, kekuatan 0,80 dan perbedaan proporsi sekitar 30%. Pengolahan data menggunakan alat pengolah data di komputer. Chi-Square dan regresi logistik digunakan untuk analisa statistik.Hasil dan Pembahasan: Sebanyak 189 pasien yang memenuhi syarat yang terdiri dari 66 pasien Bidan Delima dan 123 pasien Bidan Non-Delima digunakan. Pasien tepat waktu yang dirujuk oleh Bidan Delima adalah 63,6% dibandingkan dengan 72,4% oleh Bidan Non-Delima, memberikan RP 0,88 (95% CI 0,71-1,09). Angka kelahiran vaginal masing-masing adalah 54,5% dan 66,7% pada Bidan Delima dan Non-Delima masing-masing (RP 0,82; 95% CI 0,64-1,05). Tingkat bayi bugar masing-masing  adalah 78,8% dan 86,2% pada Bidan Delima dan Non-Delima (RP 0,91; 95%  CI 0,79-1,05).Simpulan: Tidak ada perbedaan ketepatan rujukan, luaran maternal dan neonatal antara Bidan Delima dan Bidan Non-Delima.Kata Kunci: Bidan Delima; Non-Delima; Ketepatan Rujukan  
Efikasi Misoprostol Rektal Intraoperasi Seksio Cesarea Versus Oksitosin dalam Mengurangi Jumlah Perdarahan untuk Mencegah Perdarahan Post Partum Milhan, Milhan; Soejoenoes, Ariawan; Prawitasari, Shinta
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.344 KB) | DOI: 10.22146/jkr.48773

Abstract

Latar Belakang : Perdarahan post partum adalah salah satu etiologi kematian ibu. Setelah operasi caesar, uterotonik dalam bentuk infus oksitosin (20-40 IU) atau misoprostol rektal (200-600 μg) diberikan untuk kontraksi uterus pasca operasi pada pasien pada risiko perdarahan post partum. Penelitian ini dibuat membandingkan kedua agen uterotonik  tersebut.Tujuan : Mengetahui perbandingan penggunaan misoprostol rektal tiga tablet (600 ugr) dan penggunaan oksitosin 20 IU  selama operasi seksio cesarea dalam mengurangi jumlah perdarahan untuk mencegah perdarahan post partum di fasilitas kesehatan tingkat lanjut.Metode : Penelitian ini adalah  double blind randomised controlled trial. Populasi penelitian adalah pasien rawat inap ruang kebidanan dan kandungan RSUD Datu Sanggul, Rantau. Besar sampel ditentukan dengan rumus Kirkwood dan Steme sebesar 98. Secara acak peserta dibagi ke kelompok misoprostol dan oksitosin. Farmasi menyediakan obat penelitian dan plasebo dalam bentuk yang tidak dapat dikenali. Untuk kelompok misoprostol disiapkan tablet misoprostol 600 μg untuk digunakan secara rektal ditambah spuit yang sudah diisi sebelumnya larutan saline normal. Kelompok oksitosin disiapkan tablet plasebo untuk digunakan secara rektal ditambah jarum suntik dengan oksitosin 20 IU dan larutan normal saline.Hasil dan Pembahasan: Didapatkan kelompok 1 (misoprostol) dari 42 sampel, yang mengalami perdarahan kurang dari 1000 ml sebanyak 41 sampel (97,6%) dan yang perdarahan lebih dari atau sama dengan 1000 ml sebanyak 1 sampel (2,38%). Sedangkan kelompok 2 (oksitosin) dari 42 sampel yang mengalami perdarahan kurang dari 1000 ml sebanyak 36 sampel (85,7% ) dan yang perdarahan lebih dari 1000 ml sebanyak 6 sampel  (14,3% )Kesimpulan: Ada perbedaan bermakna antara jumlah perdarahan kelompok misoprostol dengan jumlah perdarahan kelompok oksitosin. Karena mean rank kelompok misoprostol lebih rendah dapat disimpulkan bahwa: “Jumlah perdarahan pada penggunaan misoprostol rektal tiga tablet (600 ugr) lebih sedikit dibanding penggunaan oksitosin 20 IU selama operasi seksio cesarea”. Di antara variabel-variabel perancu, riwayat partus lama dan adanya faktor keterlambatan, berhubungan dengan  jumlah perdarahan. Variabel yang dapat digunakan untuk memprediksi jumlah atau banyaknya perdarahan adalah variabel “ada terlambat/tidak”. Kata Kunci: Jumlah Perdarahan, Oksitosin, Misoprostol, Perdarahan Postpartum