Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Taman Kanak-Kanak Inspiratif: Mengenalkan Siklus Air Melalui Pembelajaran Dini Tentang Pemanfaatan Air Hujan Untuk Mengurangi Banjir Dengan Menggunakan Sumur Resapan, Lokasi di Desa Dungus, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur Tatas, Tatas; Paramitha, Kharisma Keysia; Khoiri, Mohamad; Mawardi, Amalia Firdaus; Tajunnisa, Yuyun; Alam, Rizki Robbi Rahman; Ralindra, Deris Faisa; Purnamasari, Ragil; Wilujeng, Susi A; Wibowo, Yosi Noviari
Sewagati Vol 9 No 3 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i3.2450

Abstract

Untuk menanamkan pemahaman tentang lingkungan dan keberlanjutan kepada anak usia dini, pengetahuan tentang siklus air dan pengelolaan sumber daya alam menjadi sangat penting. Di kawasan perkotaan, masalah seperti kekurangan air tanah dan banjir merupakan tantangan serius. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, solusi praktis seperti penggunaan sumur resapan dan pemanfaatan air hujan diperkenalkan. Proyek ini dilaksanakan di TK Tunas Nusantara, Madiun, yang terletak di lereng Gunung Wilis. Daerah ini dipilih karena potensinya dalam meresapkan air hujan dan padat penduduk. Diharapkan anak-anak dapat memahami pentingnya pengelolaan air hujan. Kolaborasi dengan Ikatan Alumni SMA Negeri 2 Madiun (IKASDA) juga menjadi bagian dari proyek ini, agar solusi tersebut dapat diterapkan secara lebih luas dan berkelanjutan dalam kebijakan daerah. Dengan mengintegrasikan konsep ini ke dalam kurikulum TK, kualitas pendidikan dan kesadaran lingkungan dapat meningkat. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman praktis kepada anak-anak tentang pentingnya pengelolaan air hujan dan sumur resapan. Hasil kegiatan ini akan disebarluaskan melalui berbagai platform, termasuk artikel ilmiah dan publikasi online, untuk menjangkau lebih banyak pihak.
Penerapan Kampanye Gerakan Menuju Sertifikasi Halal (GEMESH) Sebagai Metode Promosi dan Penjaminan Kualitas Perkopian Lokal di Area Kavling DPR Sidoarjo Putro, Herdayanto Sulistyo; Ariati, Nafla Rahma Dian; Gading, Anjani Puspa; Ayundra, Rezania; Salsabila, Finna Ananda; Hibatullah, Faizah; Putri, Aulia Malihah; Putra, Ananda Satria Eka; Nawfal, Mohammad Fadl Johara; Putra, Muhammad Farhan Lucky; Ciptoaji, Yusril Rizqi; Khulaida, Khoridatul; Purnomo, Adi Setyo; Putra, Surya Rosa; Rizqi, Hamdan Dwi; Wilujeng, Susi Agustina; Indrawan, Iwan Adi; Tatas, Tatas
Sewagati Vol 9 No 3 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i3.2589

Abstract

Gerakan Menuju Sertifikasi Halal (GEMESH) merupakan kampanye yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha kopi lokal tentang pentingnya sertifikasi halal sebagai penjamin kualitas dan daya saing produk. Studi ini berfokus pada penerapan GEMESH di beberapa kafe lokal di area Kavling DPR, Sidoarjo, yakni TYE Coffee House, Moengkopi JiwARTspace, Smesta Coffee, REP Cafe and Resto, serta Uyan Coffee and Heritage, yang telah berhasil mendapatkan sertifikasi halal. Melalui GEMESH, kampanye ini tidak hanya berfungsi sebagai metode promosi, tetapi juga sebagai jaminan kualitas bagi konsumen Muslim yang terus meningkat. Dengan sertifikasi halal, kafe-kafe tersebut mampu memperluas pasar, meningkatkan kepercayaan pelanggan, serta memperkuat citra bisnis dimana produk olahan makanan halal yang dihasilkan telah mendapat sertifikat halal melalui rangkaian sertifikasi halal. Pendekatan GEMESH melibatkan sosialisasi, pendampingan teknis, serta edukasi terkait proses dan manfaat sertifikasi halal. Hasilnya, kampanye ini berhasil mendorong pelaku usaha kopi lokal untuk mematuhi standar halal, meningkatkan kualitas produk, dan mendorong perkembangan UMKM di wilayah tersebut. Studi ini menunjukkan bahwa sertifikasi halal dapat menjadi faktor kunci dalam keberhasilan promosi usaha lokal.
Pendekatan Isochrone terhadap Aksesibilitas Kawasan Transit-Oriented Development (TOD) pada Pembangunan Stasiun Tenjo Baru, Kabupaten Bogor Firmansyah, Dio Astya; Tatas, Tatas; Muhammadun, Haris; Bayuaji, Ridho; Darmawan, Muhammad Sigit
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 4 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2025.30854

Abstract

Kompleksitas transportasi di Jabodetabek mendorong pengembangan kawasan berbasis Transit-Oriented Development (TOD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat aksesibilitas pejalan kaki di kawasan pengembangan TOD Stasiun Tenjo Baru, Kabupaten Bogor, dengan menggunakan pendekatan isochrone berbasis waktu tempuh. Metode yang digunakan adalah analisis spasial menggunakan teknik Isochrone Convex Hull melalui pemrograman Python dengan library OSMnx, GeoPandas dan NetworkX, berdasarkan data jaringan jalan dari OpenStreetMap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas pejalan kaki di sekitar Stasiun Tenjo Baru belum optimal sesuai prinsip TOD. Area yang dapat dijangkau dalam waktu 10 menit berjalan kaki masih sangat terbatas, hanya mencakup sebagian kecil Podomoro City. Distribusi penggunaan lahan masih didominasi fungsi residensial (2.331 unit dalam radius 30 menit), sementara fasilitas nonresidensial seperti komersial, retail dan publik masih minim. Jaringan jalan menunjukkan karakteristik tidak homogen dengan bottleneck dan dead-end roads di luar kawasan perumahan, serta ketiadaan konektivitas ke arah utara stasiun. Analisis ini mengungkap kesenjangan antara kondisi eksisting dengan rencana pengembangan TOD, di mana capture rate stasiun berisiko rendah akibat keterbatasan aksesibilitas. Disimpulkan bahwa pengembangan TOD di Stasiun Tenjo Baru masih dalam tahap awal dengan tantangan utama pada asimetri aksesibilitas dan dominasi fungsi residensial, sehingga diperlukan intervensi perencanaan berbasis bukti spasial untuk mencapai prinsip TOD yang optimal. Kata kunci: aksesibilitas, isochrone, Transit-Oriented Development, Stasiun Tenjo Baru, walkability, perencanaan transprotasi