Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

RANCANG BANGUN SISTEM REGISTRASI PERJANJIAN PASIEN RAWAT JALAN BERBASIS WEB DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH (UPTD) PUSKESMAS KEDIRI III KABUPATEN TABANAN BALI Sari, Anak Agung M. W.; Kartiko, Bambang Hadi; Karsana, I Wayan Widi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i1.2950

Abstract

Pelayanan rawat jalan merupakan salah satu pelayanan pertama dan pintu gerbang rumah sakit dimana pelayanan tersebut harus memberikan kemudahan kepada pasien rawat jalan. Pelayanan kesehatan yang diharapkan agar efisien terutama saat proses registrasi pasien. Saat ini proses pendaftaran pasien di Unit Pelaksana Teknis Derah (UPTD) Puskesmas Kediri III masih dilaksanakan secara manual, dimana pasien harus datang secara langsung ke Puskesmas mengambil nomor antrian, kemudian mendaftarkan diri di loket pendaftaran, sehingga terjadi penumpukan antrian di loket pendaftaran, dan mengakibatkan waktu pelayanan menjadi lebih lama dan pelayanan menjadi tidak terstandar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sistem registrasi perjanjian pasien rawat jalan berbasis web di Unit Pelaksana Teknis Derah (UPTD) Puskemas Kediri III agar pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih efektif dengan mempermudah pasien melakukan pendaftaran dari mana saja dan standar pelayanan rumah sakit akan meningkat. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan system development life cycle atau yang sering disingkat dengan SDLC dan tahap pengujian black box pada system informasi pendaftaran. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa telah dirancang dan dapat diaplikasikan system registrasi perjanjian berbasis web pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Kediri III.
Tinjauan Efektivitas Implementasi Rekam Medis Elektronik Pada Pendaftaran Pasien Rawat Inap Di RSUD Sanjiwani Gianyar Tahun 2024 Darmayanthi, Ni Luh Melia Putri; Maharani, Luh Putu Franciska; Wasita, Rai Riska Resty; Karsana, I Wayan Widi
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v7i.3543

Abstract

Implementasi rekam medis elektronik (RME) di rumah sakit merupakan langkah penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan kesehatan. Hambatan akses data pasien yang lambat dapat memperlambat respons penanganan dan menurunkan tingkat kepuasan pasien. Namun, tantangan teknis dan kesiapan tenaga kerja masih menjadi kendala dalam penerapan RME. Di RSUD Sanjiwani Gianyar, ketergantungan pada kestabilan jaringan internet dan kebutuhan pelatihan tambahan bagi petugas menjadi masalah utama. Jika tidak segera diatasi, kendala ini dapat mengurangi manfaat maksimal dari sistem RME, terutama dalam mempercepat pendaftaran pasien rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan RME di RSUD Sanjiwani Gianyar dalam mempercepat akses data pasien selama pendaftaran pasien rawat inap. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi lapangan dan wawancara terstruktur dengan lima petugas admission yang langsung menggunakan RME. Populasi penelitian terdiri dari seluruh petugas yang terlibat dalam pendaftaran pasien di RSUD Sanjiwani Gianyar, dengan sampel purposif pada petugas admission berpengalaman dalam penggunaan RME. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RME mampu mempercepat akses data pasien menjadi sekitar 1–2 menit, jauh lebih cepat dibandingkan metode manual yang memerlukan waktu 5–10 menit. Meskipun RME terbukti efektif dalam mempercepat akses data, kendala seperti kestabilan jaringan internet dan kebutuhan pelatihan tambahan masih memerlukan perhatian. Secara keseluruhan, implementasi RME di RSUD Sanjiwani Gianyar berdampak positif terhadap efisiensi pendaftaran pasien rawat inap, namun dukungan teknis dan pelatihan staf tetap perlu ditingkatkan untuk optimalisasi layanan.