Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Respon Time Dengan Tingkat Kepuasan Keluarga Pasien Emergency Severity Index Level 1 dan 2 di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Destiningrum, Clara Kurnia; Marti, Eva; Nugraha, Dwi Antara
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 5 No 1 (2024): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v5i1.242

Abstract

Latar belakang : Kepuasan pasien merupakan salah satu faktor yang digunakan untuk mengevaluasi mutu pelayanan di rumah sakit. IGD merupakan salah satu unit yang mendukung kepuasan pasien pertama kali. Pelayanan yang cepat dan tepat dilaksanakan sesuai prioritas berdasarkan kondisi kegawatan pasien. Rumah sakit Panti Rapih mengadopsi sistem triase Emergency Severity Index (ESI) sebagai sistem dalam memilah atau mengkategorikan pasien berdasarkan tingkat kegawatannya. Respon time yang dibutuhkan untuk penanganan ESI level 1 dan 2 adalah kurang dari 5 menit. Hasil studi pendahuluan dengan metode obeservasi didapatkan data masih terdapat pasien yang menunggu diperiksa lebih dari 5 – 10 menit sehingga menimbulkan ketidakpuasan pasien dan keluarga dan sebanyak 45 pasien batal periksa pada periode 1 bulan Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan respon time dengan tingkat kepuasan keluarga pasien ESI level 1 dan 2 di IGD Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observational analitic dengan desain cross sectional. Sampel yang digunakan sejumlah 67 responden yang diambil dengan accidental sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner angaka kepuasan yang diberikan secara langsung pada responden dan lembar obersvasi untuk mengukur respon time. Hasil : Hasil penelitian didapatkan sebagian besar respone time tepat sebanyak 61 responden (91%), sedangkan untuk kepuasan keluarga mengatakan sangat puas sebanyak 60 responden (89,6%). Uji Kolmogorov-Smirnov bivariat antara kepuasan dan respon time menunjukkan kemaknaan secara statistik diperoleh data p value 0,011 < 0,05. Simpulan: Terdapat hubungan yang cukup signifikan antara respon time dengan tingkat kepuasan keluarga pasien ESI level 1 dan 2 di IGD Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Saran: Penelitian lebih lanjut mengenai faktor faktor yang berhubungan dengan tingkat kepuasan dan respon time.
Hubungan Pengetahuan Kepala Keluarga Dengan Perilaku Pencegahan Malaria Kampung Sakartemin Weripang, Imelda; Marti, Eva; Ratnawati, Emmelia
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 5 No 1 (2024): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v5i1.262

Abstract

Pendahuluan : Penyakit Malaria disebabkan oleh parasite plasmodium pada nyamuk betina yang terinfeksi dan menginfeksi manusia, dengan gejala panas dingin, menggigil serta demam berkepanjangan. Gejala Malaria biasanya muncul 10-15 hari setelah parasit masuk ke tubuh manusia. Penyakit Malaria disebabkan oleh pengaruh perilaku, gaya hidup dan lingkungan yang tidak sehat. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku manusia ialah tingkat pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan malaria didesa sakartemen distrik fakfak tengah kabupaten fakfak papua barat. Metode : Desain penelitian deskriptif kuantitatif , jenis metode korelasi cross sectional, sampel dalam penelitian 97 responden. Alat ukur yang digunakan merupakan lembar kuisioner pengetahuan dan kuisioner perilaku pencegahan malaria yang diberikan kepada responden. Hasil : Tingkat pengetahuan baik sebanyak 64 responden dan pengetahuan cukup 26 responden dan tingkat perilaku pencegahan malaria kurang baik 66 responden dan perilaku pencegahan malaria baik 31 responden. Angka koefisien korelasi nilai r = 0,442 (korelasi lemah) dan p value = 0.000 (signifikan) berhubungan. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan malaria dengan kekuatan korelasi lemah. Penelitian berikutnya disarankan mengambil studi kualitatif terkait faktor yang mempengaruhi perilaku kepala keluarga dalam pencegahan malaria. Kata kunci : pengetahuan,perilaku pencegahan, penyakit malaria,faktor yang mempengaruhi perilaku.
TINGKAT STRES MENINGKATKAN KONSUMSI ROKOK PADA LAKI-LAKI DEWASA MUDA DI GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA Astuti, Ani Puji; Marti, Eva; Widianti, Christina Ririn
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v13i2.679

Abstract

Merokok merupakan salah satu masalah yang terus berkembang di Indonesia, salah satunya dipengaruhi oleh stres. Pada perkembangan, usia dewasa muda akan mengalami perubahan sehingga rentan mengalami stress dan mengarah pada perilaku negatif seperti merokok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan konsumsi rokok pada laki-laki dewasa muda di Gamping Sleman Yogyakarta. Penelitian ini merupakan analitik observasional korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pemuda usia dewasa yang merokok dan menetap di Gamping, Sleman, Yogyakarta. Sampel penelitian ini berjumlah 45 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata responden merupakan tamatan SMK/SMA yang sudah bekerja, dan memiliki anggota keluarga yang merokok. Sebesar 48,9% responden mengalami tingkat stres sedang dan merupakan perokok sedang (66,7%). Data Pemuda di Gamping yang telah dilakukan pengolahan data menggunakan uji spearman diperoleh nilai p-value yaitu 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat hubungan antara tingkat stres dengan konsumsi rokok pada pemuda Di Gamping Sleman Yogyakarta. Saran yang diberikan peneliti untuk mengatasi stres dengan melakukan hal-hal positif bukan dengan merokok.. Peneliti juga menyarankan kepada puskesmas setempat untuk memberikan edukasi terkait bahaya merokok, dan cara untuk mengurangi stres.