Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Cognitive Commitmen Behavioral Therapy Sebagai Penangkal Kecanduan Gagdet Pada Remaja Pada Masa New Normal Covid 19 Di Panti Asuhan St. Louis De Monfort Sikumuna Kota Gero, Sabina; Hamu, Antonia Helena
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Vol 1 No 1 (2022): JPMJ Vol 1 No 1 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.119 KB) | DOI: 10.47218/jpmj.v1i1.183

Abstract

Pandemi covid 19 membawa perubahan kebijakan didunia pendidikan. Kebijakan tersebut membuat remaja sekolah tidak melakukan tatap muka dikelas dan menggantikan dengan metode pembelajaran jarak jauh berbasis internet atau daring yang banyak menggunakan Gagdet. Remaja bebas menggunakan gagdet untuk mengakses internet. Remaja lebih rentan terhadap kecanduan smartphone daripada orang dewasa. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah Pemberdayaan remaja dengan memberikan Cognitive commitment Behaviora therapy (CCBT) sebagai penanggkal kecanduan gadget pada remaja di Panti Asuhan St. Louis De Monfort, Sikumana Kupang. ceramah, bermain, small group discussion dan demonstrasi dengan didahului dan diakiri dengan pre test dan post test menggunakan kuisioner Kecanduan internet. Pemberian psikotherapy CCBT 5 sesi dan monitoring evaluasi. Kegatan ini dilaksanakan pada 5 Mei samapi 5 Juni 2021. Remaja sebanyak 62 orang. Hasil: Kecanduan gadget tingkat berat dari awal 52% turun menjadi 12%, Tingkat sedang dari 24% menjadi 52%, ringan 16% menjadi 20% dan normal 8% menjadi 16%. Remaaja yang kecanduan berat disarankan rujuk ke psikiatrik dan yang tingkat sedang meneruskan mencatat dalam Buku Pekerjaan rumah kegiatan pengalihan remaja dan di dampingi oleh pengasuh panti memonitor ketergantungan remaja dengan format yang tersedia dalam buku Kerja. Remaja sangat kooperatif dalam psikotherapi ini sehingga perlu dilkaukan secara berkala agar remaja dapat menggunakan gadget dengan bijak
Efektivitas Perawatan Luka Konvesional Dressing Modifikasi  Ekoenzim Terhadap Perubahan Skor Winners Scale padaUlkus  Diabetes Mellitus Tuminting, Julliet Cicillya; Gero, Sabina; Widyaningsih, Widyaningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): JIK (JURNAL ILMIAH KESEHATAN)
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus (DM) masih menjadi masalah kesehatan global yang utama. Penyakit yang biasa disebut penyakit gula atau diabetes ini menyebabkan tubuh penderitanya tidak mampu mengatur kadar glukosa darah. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat menurunkan kadar gula darah yaitu kayu manis. Tujuan penelitian mengetahui efektivitas perawatan luka menggunakan konvensional dressing modifikasi ekoenzim terhadap perubahan skor Winners Scale luka pada pasien diabetes melitus di Kota Manado Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif quasi-experimental dengan non-equivalent control group design. Teknik nonprobality sampling dengan total sampling 30 orang yang terdiri dari 15 orang untuk kelompok intervensi dan 15 orang untuk kelompok control Hasil: Hasil penelitian nilai rerata perubahan skor luka pada kelompok yang mempunyai luka diabetes melitus sebelum di berikan konvesional dressing modifikasi ekoenzim kondisi luka di hari ke 15 menunjukan kondisi luka dengan nilai mean rerata berada di 21,466±6,289. Dan setelah di berikan konvesional dressing modifikasi ekoenzim kondisi luka perubahan kondisi luka berada nilai mean rerata di 17,733±5,799. Serta hasil analisis hasil terdapat efektivitas pada kelompok konvesional dressing modifikasi ekoenzim p value <0,05 yaitu hari ke 15 (0.000). Hasil uji beda antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol diperoleh p value 0,046 (<0,05). Artinya terdapat perbedaan yang signifikan konvesional dressing modifikasi ekoenzim dan non konvensional. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa konvesional dressing modifikasi ekoenzim lebih efektif dibandingkan metode non konvensional terhadap kondisi luka pada kaki pasien penderita diabetes militus
Pengalaman Adaptasi Orang dengan HIV untuk Mempertahankan Kualitas Hidup Awom, Enggelino; Agusman, Ferry; Gero, Sabina
Jurnal Sehat Mandiri Vol 20 No 2 (2025): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 20, No.2 Desember 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v20i1.2341

Abstract

HIV remains a global health problem with a prevalence of 20.8 million people in 2022, while in Indonesia 50,282 cases were reported, with Teluk Bintuni being one of the areas with high prevalence. This study aimed to explore the experiences of people living with HIV (PLHIV) in adapting to maintain their quality of life. A qualitative phenomenological approach was employed with purposive sampling of six PLHIV participants at Teluk Bintuni Regional General Hospital, conducted from September to December 2024. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, then analyzed phenomenologically. The findings revealed that most participants were aged 36–45 years, predominantly unmarried, and categorized as having early-stage HIV. Physiological adaptation was shown through adherence to antiretroviral (ARV) therapy and the adoption of a healthy lifestyle. Psychologically, participants experienced a transition from emotional stress to acceptance and gratitude, while spiritual adaptation was reflected in regular worship and strengthening faith. Socially, stigma encouraged most participants to conceal their HIV status, although family and healthcare support played a crucial role in sustaining treatment. In conclusion, the adaptation of PLHIV is multidimensional—encompassing physiological, psychological, spiritual, and social aspects—highlighting the importance of interventions to reduce stigma and strengthen community support in order to improve their quality of life.
Pelaksanaan Fungsi Case Management Untuk Meningkatkan Kendali Mutu dan Biaya Pelayanan Rawat Inap: Studi Fenomenologi di RSUD RAA Soewondo Pati Nurhamdanah, Siti; Gero, Sabina
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 3 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss3.2004

Abstract

Background: Hospitals are healthcare institutions with complex systems and structures, involving various stakeholders ranging from managers, owners, payers, professional teams, to patients and families. In facing the challenges of service quality and financing efficiency, case management has become an important strategic intervention to ensure quality, integrated, and cost-effective care. Research Objective: To determine the implementation of case management functions in efforts to improve quality control and cost control of inpatient services at RAA Soewondo Pati Regional General Hospital. Research Method: This study employed a phenomenological qualitative method. Data collection was conducted through in-depth interviews with informants from various groups, namely PPA, DPJP, hospital management, health workers, case managers, and families/patients. Data analysis was conducted thematically using an interpretative approach. Research results: The implementation of the case manager function was not yet optimal, characterised by weak interprofessional coordination, overlapping roles, a lack of understanding of the role of the case manager, and the absence of a performance indicator-based evaluation system. Patients and families complained about ineffective service processes, including poor communication, long treatment durations, and a lack of education regarding follow-up care.
The Effect of Warm Water Foot Soaking Therapy and Hand Massage on Blood Pressure and Anxiety in Hypertensive Patients Takumasang, Reza Resaldi; Iswanti, Dwi Indah; Widiyaningsih, Widiyaningsih; Gero, Sabina
ProNers Vol 10, No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v10i1.94678

Abstract

Background: Hypertension is a widely recognized cardiovascular disease where patients' blood pressure rises above normal levels. Hypertension is also known as a "silent killer" because its symptoms only become apparent when complications occur. There are several management approaches for hypertension patients, both pharmacological and non-pharmacological, such as those implemented by researchers who provided warm water soaking and hand massage. Objective: To determine the effect of warm water foot soaking therapy and hand massage on blood pressure and anxiety in hypertensive patients and to compare the effectiveness between the two interventions. Methods: The research design used in this study was quasi-experimental with a pre-post design with control group approach. The sampling technique used was purposive sampling with a sample size of 48 respondents divided into 2 groups. Results: Differences in blood pressure before and after hand massage in the working area of Kombos Primary Health Center, Manado City, showed a p-value of 0.000, and there was a significant difference in blood pressure before and after warm water foot soaking therapy with a p-value of 0.000. Additionally, there was a difference in effectiveness between warm water foot soaking therapy and hand massage therapy with a p-value of 0.001. Conclusion: Foot soaking therapy using warm water and hand massage have an effect in reducing blood pressure in patients with hypertension.
Penggunaan system klasifikasi pasien sebagai penentuan kebutuhan perawat profesional Balalembang, Febriani Zusje; Gero, Sabina; Iswanti, Dwi Indah; Pujiyanto, Tri Ismu; Widiyaningsih
Link Journal of Health Science Vol 1 No 1 (2024): September : Journal of Health Science
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljhs.v1i1.5

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan PCS diharapkan mampu memetakan kebutuhan perawat yang sesuai dengan kompleksitas kondisi pasien, sehingga distribusi perawat menjadi lebih efektif dan efisien. Tujuan: menghitung kebutuhan perawat profesional berdasarkan Sistem Klasifikasi Pasien. Metode: desain penelitian kualitatif dengan pendekatan riset tindakan. partisipan Perawat di RSUD Teluk Bintuni. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang berkaitan dengan pengelolaan tenaga keperawatan di rumah sakit. Proses analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan tematik. Hasil: Penggunaan PCS perlu untuk pembagian perawat profesional di agar meningkatkan pelayanan secara maksimal. Kekurangan sumber daya manusia khususnya perawat menjadi penyebab sistem dinas tiga shift belum dapat diterapkan. Selain itu, tawaran alternatif sistem dinas perawat menjadi tiga shift dengan memenuhi kebutuhan jam kerja 40 jam dalam seminggu diterima oleh para perawat dengan adaptasi dan evaluasi yang cukup untuk memastikan keberhasilan implementasi. Kesimpulan: mempertimbangkan penerapan PCS sebagai metode utama dalam pengelolaan tenaga keperawatan guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Pengaruh Supervisi dan Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan Terhadap Kualitas Layanan Keperawatan di Instalasi Rawat Inap Wahyuni, Marisca Astri; Gero, Sabina; Hastuti, Witri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55085

Abstract

Penelitian ini diakui karena capaian kepuasan pasien yang belum mencapai 100% dari kisaran 2024, dan diprediksi hal ini disebabkan oleh beberapa insiden keselamatan pasien yang merupakan bentuk pelayanan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara empiris pengaruh gaya pengawasan dan kepemimpinan terhadap kualitas pelayanan keperawatan. Desain penelitian menggunakan studi cross sectional, dengan teknik sampel menggunakan purposive sampling yang melibatkan 48 perawat di unit rawat inap sebagai sampel. Hasil analisis menyimpulkan bahwa gaya pengawasan dan kepemimpinan secara serentak dan sebagian berpengaruh terhadap kualitas pelayanan keperawatan. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi kepala ruangan terkait teknik pengawasan dan juga manajemen kepemimpinan, sesuai dengan implikasi dari Sistem Neuman yang menekankan pentingnya mempertimbangkan semua dimensi kehidupan manusia secara holistik untuk memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan bermakna
Kinerja Implementasi Early Warning System di Unit Rawat Inap: Peran Unpleasant Symtoms Model dan Kolaborasi Interprofesional Sukarti, Sukarti; Gero, Sabina; Jamaluddin, Muhammad
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55122

Abstract

Penelitian ini dilakuan karena pada kisaran tahun 2024 terdapat 149 aktivasi kode biru di fasilitas rawat inap, namun 32 pasien mengalami keterlambatan pengobatan oleh tim medis, sehingga berdampak pada insiden keselamatan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan secara empiris pengaruh aspek TOUS dan kolaborasi antarprofesional terhadap kinerja perawat dalam pelaksanaan EWS di fasilitas rawat inap. Desain penelitian menggunakan studi cross sectional, dengan teknik sampel menggunakan simple random sampling, dan penentuan perhitungan jumlah sampel menggunakan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga ditemukan jumlah sampel 99 perawat fasilitas rawat inap. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara bersamaan dan sebagian model TOUS dan kolaborasi antarprofesional memiliki efek positif dan signifikan terhadap kinerja perawat dalam pelaksanaan EWS. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen rumah sakit harus fokus pada dukungan karir dengan memberikan pelatihan terstruktur dan memberikan kesempatan bagi perawat untuk memperoleh pendidikan profesi keperawatan, selain menetapkan standar khusus dalam implementasi dan juga menerapkan program pendampingan akan membimbing perawat yang disiplin dalam pelaksanaan EWS.
Efektifitas Intervensi Ikan Tuna Menurut Model Sunrise untuk Peningkatan Kadar Hemoglobin Penderita Anemia di SMA Negeri 1 Seram Bagian Timur Tutupoho, Rahmawati; Gero, Sabina; Jamaluddin, Muhammad
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25114

Abstract

ABSTRACT Reduced hemoglobin levels are one of the signs of anemia, a condition that is often referred to by the general public as a lack of blood. Many people with anemia are not aware of it, especially among teenagers. By ensuring optimal nutritional intake, one of which is to increase hemoglobin levels, one of which is consuming foods that contain high iron, one of which is Tuna. The purpose of this study was to determine the effectiveness of Tuna interventions. This study uses a quantitative research methodology with a true experimental research design. In this study, a pretest-postest with control group was used. The results of the analysis concluded that there were differences in pre and post hemoglobin levels in the intervention group. There was a difference in pre and post hemoglobin levels in the control group. Tuna intervention has an effect on increasing hemoglobin levels. Consumption of tablets with blood increases in hemoglobin levels. There was a difference in the effectiveness of the tuna intervention in the experimental group, with the effectiveness of giving blood-boosting tablets on hemoglobin levels in female students with anemia. Tuna Fish Intervention is more effective in increasing Hemoglobin levels in anemia patients than just consuming blood-boosting tablets. Keywords: Anemia, Tunafish, Female Teenagers.  ABSTRAK Berkurangnya kadar hemoglobin merupakan salah satu tanda anemia, suatu kondisi yang sering disebut oleh masyarakat umum sebagai kurang darah. Banyak penderita anemia yang tidak menyadari terutama di kalangan remaja. Dengan memastikan asupan nutrisi yang optimal dapat meningkatkan kadar hemoglobin salah satunya mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi zat besi salah satunya Ikan Tuna. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas intervensi Ikan Tuna. Penelitian ini menggunakan metodeologi penelitian Kuantitatifdengan desain penelitian true eksperiment. Pada penelitian ini menggunakan pretest-postest with control group. Hasil Analisa menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar hemoglobin pre dan post pada kelompok intervensi. Terdapat perbedaan kadar hemoglobin pre dan post pada kelompok kontrol. Intervensi ikan tuna berpengaruh terhadap kenaikan kadar hemoglobin. Konsumsi tablet tambah darah berpengaruh terhadap kenaikan kadar hemoglobin. Terdapat perbedaan efektivitas intervensi tuna pada kelompok eksperimen, dengan efektivitas pemberiaan tablet penambah darah terhadap kadar hemoglobin pada siswi dengan anemia. Intervensi Ikan Tuna lebih efektif menaikkan kadar Hemoglobin penderita anemia dibanding hanya mengkonsumsi tablet tambah darah. Kata Kunci: Anemia, Ikan Tuna, Remaja Putri.
Determinan Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kepatuhan Perawat Mendokumentasikan Bundle Pencegahan Infeksi Hais di Ruang Rawat Inap Gustyaningtyas, Faradila; Gero, Sabina; Hastuti, Witri
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25065

Abstract

ABSTRACT Healthcare Associated Infections (HAIs) is one of the important indicators of hospital service quality, so documenting HAIs prevention bundles consistently becomes a crucial part of nursing practice. Poor documentation can have an impact on increased risk of infection and decreased patient safety. This study aims to analyze the influence of the caring dimension and nurse behavior system on the documentation of HAIs prevention bundles and identify the dominant factors that influence them. This study used an analytical quantitative design with a cross-sectional approach. The research sample was nurses in the inpatient unit as many as 40 respondents. Data analysis included univariate, bivariate, and multivariate analyses using logistic regression. The results of bivariate analysis showed a significant relationship between several dimensions of caring and nurse behavior systems with the documentation of bundle HAIs. However, the results of the multivariate analysis showed that  the ingestive dimension  was a simultaneous dominant factor for the documentation of HAIs bundles with the influence of  the good category of ingestive factors. This study shows that the success  of documenting HAIs prevention bundles is influenced by various interacting factors, with the ingestive dimension as the main determinant. Therefore, improving the quality of documentation of HAIs bundles needs to be focused on strengthening the cognitive abilities and professional awareness of nurses through continuous training, clinical supervision, and strengthening the culture of patient safety in hospitals. Keywords: Documentation, Caring, Behavior, Bundle HAIs.  ABSTRAK Healthcare Associated Infections (HAIs) merupakan salah satu indikator penting mutu pelayanan rumah sakit, sehingga pendokumentasian bundle pencegahan HAIs secara konsisten menjadi bagian krusial dalam praktik keperawatan. Pendokumentasian yang tidak optimal dapat berdampak pada peningkatan risiko infeksi dan penurunan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dimensi caring dan sistem perilaku perawat terhadap pendokumentasian bundle pencegahan HAIs serta mengidentifikasi faktor dominan yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah perawat di unit rawat inap sebanyak 40 responden. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara beberapa dimensi caring dan sistem perilaku perawat dengan pendokumentasian bundle HAIs. Namun, hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa dimensi ingestif merupakan faktor yang dominan secara simultan terhadap pendokumentasian bundle HAIs dengan pengaruh faktor Ingestif kategori baik. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan pendokumentasian bundle pencegahan HAIs dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi, dengan dimensi ingestif sebagai determinan utama. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendokumentasian bundle HAIs perlu difokuskan pada penguatan kemampuan kognitif dan kesadaran profesional perawat melalui pelatihan berkelanjutan, supervisi klinis, serta penguatan budaya keselamatan pasien di rumah sakit. Kata Kunci: Pendokumentasian, Caring, Perilaku, bundle HAIs.