Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELUARGA PASIEN DALAM PENCEGAHAN INFEKSI LUKA OPERASI DI RUANG INTERNA DAN BEDAH RSUD. RSU KEFAMENANU NTT Nugroho, Febtian Cendradevi; Kleden, Simon Sani; Kedang, Sabinus; Kellen, Christina Grasia; Hamu, Antonia Helena
Nursing Arts Vol. 17 No. 2 (2023): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wound healing process takes a long time, while time for hospitalization is short, so the surgical wound has a risk of infection. Family empowerment through education is one way for preventing surgical wound infections at home. The purpose of this study was to determine the effect of the patient's family empowerment through education on the ability of family members in the prevention of abdominal surgical wound infections at home. This was a pre-experimental research, using one group pre-post-test design on 30 family members of post-apedictomy, herniotomy, laparotomy, prostatectomy and varicocelectomy patients. Sampling method in this study was total sampling. Data were collected by measuring the level of knowledge, attitudes, and actions of family members using questionnaire and observation check-list before and after education regarding the prevention of abdominal surgical wound infection at home. Education was carried out prior to surgery, one day before the patient left the hospital, and one day after control patient returned to hospital. Patient care guidance was performed 4-7 times in the hospital and then the results were evaluated at home. Results showed that 28 people (93.30%) had good knowledge, 30 people (100%) had good attitude and actions after the education. The results of statistical tests using Wilcoxon Signed Rank Test p = 0.000, meaning that there were changes in the ability of family members in the prevention of abdominal surgical wound infections at home before and after education in the aspects of knowledge, attitudes, and actions. There were no patients experienced infection from surgical wound. These results illustrate that the empowerment of family members of patients in the prevention of surgical wound infection needs to be done by a nurse before surgery, during treatment, and before the patient leaving the hospital.
Hubungan Antara Diabetes Distress Dengan Self Care Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Puskesmas Oesapa Kota Kupang Nugroho, Febtian Cendradevi; Banase, Emiliandry F.T.; Hamu, Antonia Helena; Making, Maria Agustina; Vanchapo, Antonius Rino; Nubi, Lambertus Boro; Banggut, Emanuel Destianus
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.20248

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe II adalah salah satu penyakit tidak menular yang jumlah penderitanya semakin meningkat di setiap tahun. Pasien diabetes mellitus tipe II mengalami perubahan, baik secara fisik maupun psikologis. Pasien juga dituntut untuk mengubah gaya hidurp dan memiliki manajemen diri yang baik. Kekhawatiran yang timbul terkait Kesehatannya dan manajemen diri menimbulkan sebuah kondisi yang disebut dengan diabetes distress. Kondisi tersebut dapat memberikan dampak bagi manajemen diri diabetes mellitus pasien.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara Diabetes Distress dengan self care pasien Diabetes Mellitus Tipe II. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan design cross sectional. Uji Chi square digunakan untuk menganalisa hubungan antara diabetes distress dengan self care pasien diabetes mellitus tipe II. mayoritas responden sejumlah 56% memiliki diabetes distress dengan level moderate dan 49% responden terkategori memiliki self care yang buruk. Setelah dilakukan analisa data, hasilnya menunjukkan nilai 0.048 < 0.05. kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara diabetes distress dan selft care pasien diabetes mellitus tipe II.
PERAN MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM MENERAPKAN TEORI LINGKUNGAN FLORENCE NIGHTINGALE PADA SISWA-SISWI SMK GAPURA PERTIWI Tanesib, Hendra; Farida, Denis; Sambriong, Maria; Jayadi, Alpian; Hamu, Antonia Helena; Vanchapo, Antonius Rino
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29652

Abstract

Didalam proses pengetahuan tentang ilmu keperawatan juga ada sebagian teori yang dapat mengemukakan tentang kesehatan terkhususnya bagi dunia keperawatan, Diantara teori-teori tersebut salah satu teori yang terkemuka adalah Florence Nightingale. Sebelum kegiatan berlangsung diberikan sebuah kuesioner pre-test sebagai salah satu tolak ukur untuk dapat mengetahui konsentrasi dan pengetahuan siswa-siswi tersebut dengan waktu yang diberikan dalam pengisian soal pre-test sebanyak lima menit. Kemudian dilanjutkan dengan proses penyampaian materi yang berjalan lancar. Setelah penyampaian materi, ada soal pos-test untuk mengukur dan mengevaluasi pemahaman siswa-siswi dari awal penyampaian materi hingga berakhir. Tujuan kegiatan ini mencakup dua poin penting yaitu mempublikasikan tokoh keperawatan dan mendeskripsikan teori-teori yang dikemukakannya. Harapan dari kegiatan ini agar para siswa-siswi lebih diri mengenal diri dan merawat diri melalui tokoh keperawatan dan teori keperawatan yang dikemukakannya. Tujuan lainnya agar dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan antara siswa-siswi dan seluruh tim penyuluhan.
PENDEKATAN EDUKASI TENTANG BULLYING PADA REMAJA DI SMP NEGERI 3 KOTA KUPANG Salukh, Sofi Darina; Hamu, Antonia Helena; Roku, Roswita Victoria Rambu; Rindu, Yustinus; Vancapo, Antonius Rino
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.36845

Abstract

Kejadian bullying (perundungan) pada remaja menjadi trend dan mengkwatirkan saat ini, bullying adalah penggunaan kekerasan untuk menyakiti seseorang secara verbal,fisik atau psikologis sedemikian rupa sehingga korbanya tertekan,trauma, dan tidak berdaya. Untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap kejadian bullying pada remaja kelas VIII di SMP Negeri 3 Kota Kupang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desaian penelitian pra eksperiment design dengan rancangan One group pretest-posttest. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu siswa-siswi kelas VIII A-F di SMP Negeri 3 Kota Kupang sebanyak 187 orang. Sampel penelitian ini sebanyak 128 responden. Teknik Sampling dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling. penelitian menunjukkan bahwa hasil uji statistik di dapatkan nilai p-value = 0,000 yaitu (p ? 0,05) artinya ada pegaruh edukasi terhadap kejadian bullying pada remaja kelas VIII di SMP Negeri 3 Kota Kupang. dari hasil Uji Wilcoxon Signed Ranks Test didapatkan hasil asymp sig 2 tailed 0.00 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada pegaruh edukasi terhadap kejadian bullying pada remaja kelas VIII di SMP Negeri 3 Kota Kupang. Saran : Hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan wawasan dan kemampuan dalam melakukan penelitian, mengaplikasikan teori dan sebagai tambahan literature.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI RADIOGRAFI PORTABEL UNTUK MENINGKATKAN AKSES SKRINING TUBERKULOSIS DI DAERAH KEPULAUAN : EVALUASI IMPLEMENTASI DARI TERNATE Kleden, Simon Sani; nugroho, febtian cendradevi; Rindu, Yustinus; Gonsalvez, Dominggos; Kedang, Sabinus Bunga Ama; Lebdawicaksaputri, Kinanthi; Making, Maria Agustina; Hamu, Antonia Helena; Roku, Roswita Victoria Rambu
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 12 (2026): Mei 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In archipelagic regions such as Ternate, where access to healthcare services and diagnostic facilities is limited, tuberculosis (TB) remains a public health problem with high incidence and mortality rates. The risk of TB transmission increases due to geographical conditions, shortages of healthcare personnel, and limited early detection efforts. This community service program aimed to improve early detection of tuberculosis and enhance public understanding of TB prevention and management through community-based systematic screening. The methods used included socialization, health education, screening using portable X-ray, initial examinations, assistance, and referral services for high-risk communities. The activity was conducted in Ternate from May 16 to 17, 2025, involving 112 participants. The results showed that 87 individuals had suspicious lung lesions based on portable X-ray examinations, and 56 individuals were confirmed positive for TB after further examinations. In addition, public awareness regarding TB prevention, symptoms, and transmission increased from 55% before the activity to 93% after the activity. The findings indicate that TB screening using portable X-ray technology is effective in improving early TB detection and increasing community knowledge regarding TB prevention and control.