Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisa Daya Beli Masyarakat Terhadap Tingkat Inflasi Barang dan Pertumbuhan Ekonomo Mikro Rien, Jairin Abdullah Jairin
Emanasi : Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Emanasi Volume 7 Edisi 2 Tahun 2024
Publisher : Asosiasi Dosen Peneliti Ilmu Keislaman dan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the influence of people's purchasing power on the rate of inflation of goods and microeconomic growth. People's purchasing power reflects the ability of consumers to buy goods and services, which is influenced by income, prices of goods, and macroeconomic conditions. Inflation, which indicates a general increase in the price of goods and services continuously, can reduce people's purchasing power, especially in the microeconomic sector where most small and medium-sized businesses operate. In the context of microeconomics, changes in purchasing power have direct implications for the demand for goods and services. When inflation increases, prices of goods and services tend to increase, so that people's purchasing power decreases. This decline can cause a decrease in demand for small and medium-sized enterprise (SME) products, which in turn affects microeconomic growth. Conversely, when people's purchasing power increases due to price stability or increased income, the microeconomic sector can experience increased growth due to greater demand for goods and services. This study uses a quantitative method with secondary data taken from official institutions such as the Central Statistics Agency (BPS) and Bank Indonesia. The results of the study show a negative relationship between inflation and people's purchasing power, as well as a significant influence of purchasing power on microeconomic growth. To reduce the negative impact of inflation, there needs to be a proactive government policy in maintaining price stability and supporting people's purchasing power, especially in supporting the growth of the microeconomic sector.
Era Moderenisasi Pertumbuhan Ekonomi Mikro Dan Sumbangsih Perbankan Syariah Jairin Abdullah, Jairin
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 1 (2023): Juni: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/fikroh.v7i1.973

Abstract

Peranan Bank Syariah pada Era Modern ini sangat besar atensio nya, bank merupakan salah satu pemodal utma dalam memberikan suntukan dana utam adalam mneingkatkan pertumbuhan Ekonomi di Era Modern ini, Bank juga berperan menyalurkan dana kepada masyarakat. Bank dapat memberikan pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkan dana. Masyarakat dapat secara langsung mendapat pinjaman dari bank, sepanjang peminjam dapat memenuhi persyaratan yang diberikan oleh bank Bank mempunyai peran dalam dua sisi, yaitu menghimpun dana secara langsung yang berasal dari masyarakat yang sedang kelebihan dana,dan menyalurkan dana secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan dana untuk memenuhi kebutuhannya. Penelitian ini betitik fokus pada peran perbankan syariah dalam memberikan sumbangsih untuk meningkan pertumbuhan Ekonomi Mikro pada era Modern sekarang ini. Setelah dilakukan pemelitian, sumbangsih Bank syariah dalam meningkatkan pertumbuhan Ekonomi mikro di era Moderen ini masih sangat kecil, menyangkut masih banyak bank syariah menggunakan bermacam – macam prosedur dalam melakukan pencairan dana diperbankan.
BANK SYARIAH DAN BANK KONFESIONAL DENGAN NILAI DAN KANDUNGAN TERHADAP PERBEDAAN PENERAPAN DAN PENEGELOLAAN KINERJA KEUANGAN SECARA SYARIAH DAN KONFESIONAL Jairin, Jairin
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v5i2.700

Abstract

The name of someone, something, institution had a certain meaning. A meaning depended so much on someone’s perception to an object. Perception of society to Sharia Bank had an impact to society behavior towa rd Sharia Bank. There was a gap here between bank and society which had to be acted as a bridge through policy and socialization program. Socialization policy which was planned, adaptive, and interesting could minimize the misperception risk. Socially, sosialization program was the enculturization of sharia bank values process, and it was understood as the form of civil education.
Factors That Influence Millennials' Interest In Saving In Shariah Banks Jairin, Jairin
Fusshilat : Jurnal Studi Pendidikan dan Keislaman Vol 1 No 1 (2024): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fusshilat.v1i1.929

Abstract

This study aims to analyze the factors that affect students' interest in saving at Islamic banks in Bima. These factors are religiosity, sharia economic knowledge, digital promotion and services. This study uses primary data by providing a questionnaire to 100 students in Bima. Using subjects on 3 campuses in Bima, namely Umbo, Nggusu Waru Bima University, Muhammadiyah Bima University, to find out the interest in saving using Islamic banks. The method used is Multiple Linear Regression with IBM SPSS 26 as the data processing tool. Based on the analysis and testing that has been carried out, results are obtained that show that the variables of sharia economic knowledge and promotion have a significant positive effect on students' interest in saving. However, the variables of religiosity and digital services did not have a significant and positive effect on students' interest in saving at Islamic banks in Bima.
PENERAPAN STIMULASI KOGNITIF ANAK DAN INFLANCING MINAT BELAJAR ANAK USIA DINI Jairin, Jairin; Missouri, Randitha; Anhar, Ade S; Mar'atusholihah, Mar'atusholihah
Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 5 No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v5i1.1217

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini, memiliki peran yang sangat strategi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan upaya mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan adalah bertujuan untuk mengembangkan kualitas manusia, sebagai suatu kegiatan yang sadar akan tujuan, maka dalam pelaksanaannya berada dalam suatu proses yang berkesinambungan dalam setiap jenis dan jenjang pendidikan semuanya berkaitan dalam suatu sistem pendidikan yang integral. Pendidikan pada hakekatnya merupakan upaya untuk mengembalikan dan meningkatkan aktifitas guru dan siswa. Minat merupakan sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat besar sekali pengaruhnya terhadap kegiatan seseorang sebab dengan minat ia akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. Minat belajar akan timbul apabila mendapatkan rangsangan dari luar. Dan kecenderungan untuk merasa tertarik pada suatu bidang bersifat menetap dan merasakan perasaan yang senang apabila ia terlibat aktif didalamnya. Perasaan senang ini timbul dari lingkungan atau berasal dari objek yang menarik.
Kontribusi Perbankan Syariah dalam Pengembangan Usaha Ekonomi Mikro di Bima Jairin, Jairin
Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics (IIJSE) Vol 2 No 1 (2019): Sharia Economics
Publisher : Sharia Economics Department Universitas KH. Abdul Chalim, Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/iijse.v2i1.316

Abstract

Changes in the level of life of the people in Bima are influenced by various levels of media, making a shift to the level and lifestyle of the Bima Community, ranging from economic development procedures to trust competition on the performance of both Sharia Bank performance and confessional banking performance. In the modern era all lines of information were found by the Bima community, and then elaborated on the strategic issues of education in the international and national arena. The problem of the low quality of our education does not escape the attention of this article. In the next section, this article raises the development of Islamic economics, and influancing the development of Islamic banking to improve the economy of the community in the modern Bima in this era. The assumption underlying this article is the modeen era has implications for the need for education and economic reform in Bima. The goal is that education has the ability to accommodate, anticipate, and respond to challenges and changes that are and will occur. Conversely, if no renewal is carried out, then education in Indonesia will be left behind by the rhythm of change.
Kajian System Kinerja Keuangan (Operating Financial System) pada Asuransi Syari'ah dan Asuransi Konvensional Ditinjau dari Perspektif Hukum Islam Jairin, Jairin
Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics (IIJSE) Vol 2 No 2 (2020): Sharia Economics
Publisher : Sharia Economics Department Universitas KH. Abdul Chalim, Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/iijse.v2i2.514

Abstract

Asuransi syari'ah merupakan usaha untuk saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru' yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko/bahaya tertentu melalui akad yang sesuai dengan syariah. Pada hakikatnya, secara teoritis semangat yang terkandung dala sebuah lembaga asuransi tidak bisa dilepaskan dari semangat sosial dan saling tolong-menolong antara sesama manusia. Asuransi sesuai dengan prinsip takafuli dalam syari’ah Islam, yaitu prinsip saling menanggung sesama muslim. Bahwa dalam rangka menjalankan usahanya, seseorang sering memerlukan penjaminan dari pihak lain melalui akad kafalah dalam al-Qur’an.
Dampak Financial Sistem Terhadap Gadai Tanah Sawah Di Tinjau Dari Perspektif Hukum Islam Pada Masyarakat Bima Suwarni, Indah; Jairin, Jairin
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol. 19 No. 1 (2020): Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kordinat.v19i1.17310

Abstract

Masyarakat di Bima biasanya menggadaikan tanah sawahnya kepada kerabat atau famili ataupun kepeda tetangganya sendiri. Dengan waktu pengembalian uang pinjaman (utang) minimal biasanya untuk dua kali masa tanam dan panen padi. Namun jika pihak penggadai (rahin) telah mampu mengembalikan uang pinjaman pada waktu panen pertama, jika memang dalam aqad telah disepakati, maka tanah akan digarap kembali oleh pemilik lahan sawah tersebut. Tapi yang unik, tidak sedikit dari kasus-kasus gadai di Bima yang sampai hingga beberapa tahun, atau bahkan mungkin puluhan tahun.Gadai  merupakan  suatu  sarana  saling  tolong - menolong  bagi  umat  muslim,  tanpa  adanya  imbalan  jasa. Sehingga  kemudian  akad  gadai  ini dikategorikan ke dalam akad yang bersifat derma (tabarru) hal ini disebabkan  karena  apa  yang  diberikan  rahin  kepada  murtahin  tidak  ditukar  dengan  sesuatu. Sementara yang diberikan oleh  murtahin  kepada  rahin  adalah utang,  bukan penukar dari barang  yang digadaikan (marhun). Selain itu,  rahn  juga digolongkan  kepada  akad  yang  bersifat  ainiyah,  yakni  akad  yang  sempurna  setelah menyerahkan barang yang diakadkan. Sehingga kemudian dijelaskan  bahwa semua akad yang bersifat derma dikatakan sempura setelah memegang (al-qabdu), sempurna  tabarru,  kecuali  setelah  pemegangan).
SISTEM EKONOMI DAN PERBANKAN SYARIAI`AH DALAM PRESPEKSTIF EKONOMI ISLAM Jairin Jairin
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 3 No. 1 (2019): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v3i1.242

Abstract

Islam mengakui hak setiap individu sebagai pemilik atas apa yang diperolehnya melalui bekerja dalam pengertian yang seluas-luasnya, dan manusia berhak untuk mempertukarkan haknya itu dalam batas-batas yang telah ditentukan dalam hukum Islam. Persyaratan-persyaratan dan batas-batas hak milik dalam Islam sesuai dengan kodrat manusia itu sendiri, yaitu dengan sistem keadilan dan sesuai dengan hak-hak semua pihak yang terlibat di dalamnya. Sedangkan di dalam sistem ekonomi kapitalis faktor kerja tidak diperhitungkan. Para buruh dianggap budak yang dapat dibayar seenaknya. Upah buruh ditentukan oleh bos/majikan. Karena kesulitan mendapatkan rizki, maka para buruh mau saja dibayar berapa saja, dibayar murah sekali pun. Sebaliknya, Islam justru memperhitungkan faktor kerja dan nilai tambah yang berkeadilan, sehingga system Ekonomi Islam mengaturnya secara berkeadilan dan menghindari eksploitasi.